Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Lupa Judul


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"A-anu guru benar pedang itu untuk saya?" Ucap Jing An ragu-ragu dan tidak percaya.


"Haishh tentu saja… Kalau kamu tidak mau yasudah aku simpan kembali" Ucap Hiro.


"Aku mau guru terimakasih!" Ucap Jing An dengan cepat, karena kesempatan seperti ini tidak datang dua kali.


"Begitu dong dari tadi… Gunakan dengan baik dan bijak pedang tersebut" Ucap Hiro tersenyum.


"Tentu saja guru!" Ucap Jing An bahagia sekali.


"Baiklah kalau begitu coba kamu serang aku dengan pedang itu… Kalau kamu berhasil melukaiku atau serangan mu mengenai tubuh ku mau itu rambut ataupun kulit pun akan aku beri kamu hadiah" Ucap Hiro.


"A-aku tidak berani guru" Ucap Jing An terkejut mendengar Hiro menyuruhnya untuk menyerang bahkan sampai melukai.


"Tidak perlu ragu-ragu, cepat lakukan ini perintah!" Ucap Hiro dengan tegas.


"B-baiklah guru… Sebelumnya aku minta maaf guru" Ucap Jing An terpaksa karena Hiro sudah memberinya perintah maka ia harus melaksanakannya.


"Serang aku dengan serius jangan ragu-ragu" Ucap Hiro dengan tegas.


"Baik guru…" Ucap Jing An kemudian mempersiapkan posisi.


"Oh yah kalau kamu tidak bisa menyentuh aku maka akan ada hukuman yang menanti dan juga jangan harap hukumannya ringan" Ucap Hiro seringai kejam.


Bulu kuduk Jing An secara cepat berdiri, ia merasakan hal buruk akan terjadi pada dirinya.


"Baiklah aku akan serius guru" Ucap Jing An dengan serius, ia mempersiapkan diri untuk menyerang Hiro.


Hiro tersenyum puas saat melihat sikap patuh Jing An.


"Aku mulai guru, bersiaplah!" Ucap Jing An kemudian melesat dengan cepat ke arah Hiro sambil mengayunkan pedangnya.


Swoshhhh…


Tranggg… Syutttttt…


Hiro menangkis pedang yang mengarah kepada lehernya dengan pisau dapur yang kecil.

__ADS_1


"Hohoho lumayan" Ucap Hiro tersenyum senang saat Jing An dengan cepat dan tepat mengarahkan pedangnya ke titik yang paling kritis untuk mahkluk hidup.


Tetapi Hiro tidak bisa berdiam diri lebih lama karena Jing An dengan cepat melesat kembali ke arah Hiro mengayunkan pedangnya ke titik fatal.


Hiro hanya menghindari semua serangan yang Jing An lancarkan dengan pergerakan yang sangat cepat.


Syuttt……


"Sudah cukup" Ucap Hiro saat melihat setetes darah jatuh dari pipinya.


"Maaf guru" Ucap Jing An menundukkan kepalanya.


"Hahaha tidak apa-apa, bagus kamu memang sangat luar biasa" Ucap Hiro tertawa senang.


Mereka berdua melupakan bahwa di tempat tersebut bukan hanya ada mereka saja tetapi banyak sekali orang yang hanya terdiam melongo melihat mereka berdua.


"A-apa itu? sangat cepat sekali" Ucap salah seorang tetua dengan terkejut.


"Apa benar itu hanya latih tanding? tapi yang aku lihat mereka seperti ingin saling membunuh" Ucap seseorang.


"Dan juga bagaimana bisa tuan muda sekarang sangat hebat"


Banyak sekali orang-orang membicarakan Jing An yang sekarang sangat hebat bahkan pergerakannya saja tidak bisa di ikuti oleh mata mereka.


"Patriak… tuan muda beruntung mendapatkan guru yang sangat luar biasa seperti tuan Hiro" Ucap tetua agung saat melihat kekuatan Jing An meningkat dengan drastis.


"Kau benar tetua agung… Bukan hanya anakku saja tetapi kita semua beruntung karena membangun hubungan dengannya" Ucap Patriak dengan serius.


"Anda benar Patriak sepertinya mulai saat ini kita harus memperlakukan tuan Hiro dengan sangat-sangat sopan jangan sampai tuan Hiro memutuskan hubungannya dengan kita" Ucap tetua agung dengan serius juga.


Kembali ke Hiro dan Jing An.


"Baiklah tunggu sebentar aku akan memberikan hadiah yang aku janjikan" Ucap Hiro kemudian mengecek inventori nya.


Dalam tabel di depannya ia melihat banyak sekali barang-barang yang tidak berguna menurutnya dan untuknya saja tetapi beda cerita kalau untuk orang lain.


Ia mencari barang yang cukup berharga untuk di jadikan hadiah.


Tetapi setelah beberapa menit Hiro tidak menemukan barang yang cocok untuk di hadiahkan, ia pun memutuskan untuk memberikan beberapa peti yang berisi pil dan pedang-pedang tingkat rendah.

__ADS_1


5 kotak peti berukuran besar bertumpukan di depan Hiro.


"Itulah hadiahnya, maafkan aku karena hadiah nya terlalu biasa" Ucap Hiro.


Tetapi ekspresi Jing An membeku, matanya bergetar saat melihat dua peti tersebut berisi botol-botol dan di dalam nya terdapat pil yang berbagai macam level nya, pedang tingkat kuno berjumlah ratusan di dalam dua peti lainnya dan juga di peti terakhir terdapat gulungan Skil, teknik pedang, memanah dan yang lainnya bahkan ada gulungan Array tingkat tinggi.


"Jing An? apakah kamu tidak puas dengan hadiahnya?" Tanya Hiro saat melihat Jing An hanya berdiam diri.


Tetapi seketika Jing An berlutut tidak sanggup menahan badannya, ia sudah tidak sanggup menahan rasa terkejutnya.


"G-guru… bukankah ini berlebihan? pedang ini saja sudah sangat-sangat lebih dari cukup tetapi sekarang anda memberikan kelima peti yang berisikan barang berharga semua bagaimana saya bisa membalas ini semua?" Ucap Jing An dengan bergetar.


"Membalas? konyol sekali aku kan sudah bilang sebelumnya ini adalah hadiah, untuk apa aku menginginkan balasan? bukan hadiah namanya kalau aku menginginkan balasan!" ucap Hiro.


"Tapi guru…" Ucap Jing An.


"Sudah diam dan terima saja, aku pergi dulu karena ada urusan" Ucap Hiro kemudian pergi menghilang dari sana.


Patriak dan beberapa tetua mendekati Jing An yang duduk dengan lemas di tanah, mereka penasaran apa yang membuat Jing An seperti itu, mereka tahu bahwa peti-peti tersebut di berikan oleh Hiro karena hadiah yang di janjikan sebelumnya tetapi mereka tidak tahu apa isinya.


"Nak ada apa denganmu? kenapa duduk di tanah cepat berdirilah" Ucap Patriak mencoba membangunkan Jing An.


"Ayah lihatlah isi dari peti-peti tersebut aku berani bertaruh bahwa ayah juga akan sama seperti ku" Ucap Jing An masih dengan tatapan kosongnya.


Patriak yang penasaran kemudian mendekati kelima peti tersebut dan benar saja saat Patriak melihat isi dari kelima peti itu dengan seketika tubuhnya ambruk bergetar hebat.


"T-tidak m-mungkin?! Apa ini mimpi nak? kalau ini mimpi bantu aku untuk bangun" Ucap Patriak dengan terbata-bata.


Mereka semua yang penasaran akan isi dari peti tersebut mulai mencoba mendekatinya dan melihat isinya.


"Oh langit!!! Bagaimana mungkin?! apa ini nyata?!" Ucap salah seorang tetua dengan teriak histeris.


Semua orang pun berteriak histeris karena bahagia, terkejut dan tidak menyangka.


"Nak terimakasih karena dirimu kita semua bisa mendapatkan semua hal-hal yang sangat berharga ini, aku bangga kepada mu" Ucap Patriak dengan terharu.


Sedangkan Hiro, ia tidak tahu bahwa hadiah yang menurutnya itu biasa saja membuat semua orang histeris bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Gua Cuman Pengen Di Like + Komen 😕


__ADS_2