
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa hari kemudian, ketiga Pavilliun telah kembali dengan membawa kemenangan. Seluruh Benua Langit kini berada di bawah kekuasaan Sekte 3 Wajah dan hal tersebut membuat heboh orang-orang karena tindakan yang di lakukan Sekte tersebut sangatlah luar biasa.
Mereka tidak menyangkanya bahwa Sekte yang dulu hanyalah Sekte baru berdiri tidak lama kemudian menjadi penguasa wilayah barat lalu saat ini Sekte tersebut menjadi penguasa seluruh wilayah Benua Langit.
Tidak ada yang dapat menduganya sama sekali, mereka benar-benar kagum akan pencapaian dan perkembangan Sekte 3 Wajah. Mereka mempercayai keamanan dan kedamaian Benua Langit kepada Sekte 3 Wajah karena selama ini semua orang belum pernah mendengar satu kabar pun yang buruk pada Sekte tersebut.
Di saat orang-orang heboh membicarakan Sektenya, Hiro sendiri kini tengah sibuk menginterogasi tahanan yang sebelumnya ia tangkap pada waktu penyerangan gabungan Sekte besar.
"Bagaimana? Apa kamu sekarang mau memberikan informasi tentang Yaamaa kepadaku?" tanya Hiro sambil tersenyum seperti psikopat.
Orang yang sedang di interogasi benar-benar dalam keadaan menyedihkan karena penyiksaan yang selalu di lakukan oleh Hiro apabila dirinya tidak mendapatkan informasi yang ia inginkan.
Ke sepuluh jari tangan nya putus karena di potong oleh Hiro dan gigi nya rontok karena di pukuli dengan keras. Tidak hanya itu saja bahkan Hiro menguliti kepalanya hingga berlumuran darah dan tulang tengkoraknya terlihat.
Apabila tawanan itu sekarat saat sedang di siksa, maka Hiro tidak akan sayang mengguyur tubuh orang tersebut dan meminumkannya potion penyembuh dengan paksa sehingga ia kembali pulih seperti sedia kala, kemudian ia akan kembali di siksa. Terus saja Hiro melakukan hal tersebut berulang-ulang kali banyaknya.
Tetapi apabila ia sedang tidak di dunia jiwa, maka tugas tersebut akan Hiro berikan pada salah satu iblis bawahan Diablo yang memang terkenal kejam, sadis dan tidak kenal ampun dalam melakukan sebuah penyiksaan kepada tahanan.
Mengalami penyiksaan secara terus menerus seperti itu membuat tahanan tersebut hampir gila. Ia benar-benar menginginkan sebuah kematian tetapi Hiro tidak mengijinkannya.
"B-bbaik, a-aku akan mengatakannya t-tapi setelah itu b-bunuhlah aku!"
"Nah begitu dong kan enak, coba dari kemarin-kemarin kamu kooperatif begini maka aku tidak perlu repot-repot mengotori tanganku dengan darahmu" ucap Hiro tersenyum senang.
"K-kau lebih kejam dari iblis!"
"Tentu saja begitu, aku adalah iblis dari segala iblis dan juga dewa dari segala dewa" ucap Hiro tersenyum tenang.
__ADS_1
"Baiklah tidak perlu basa-basi lagi, dimana Yaamaa berada?" ucap Hiro yang merubah ekspresinya dengan sangat cepat menjadi serius dan dingin.
"Aku tidak tahu!" ucapnya.
"Hooo apa maksud mu sialan?!" ucap Hiro dengan nada kesal karena ia merasa di permainkan olehnya.
Hiro pun mengeluarkan sebuah cincin yang terbuat dari bara api dari tangan kanan nya dan tangan kirinya memegang sebuah pedang bergerigi yang sangat panjang.
"T-tunggu... M-maksud ku, aku tidak tahu dimana Dewa Yaamaa berada karena aku hanya bertemu dengan bawahannya saja"
"Jangan main-main lagi dengan ku, sialan... Kalau tidak kematian yang kamu harapkan tidak akan pernah terkabulkan" ucap Hiro dengan dingin.
"A-aku serius! Aku hanya tahu tempat para bawahannya saja dan rencana mereka" ucap orang itu dengan ketakutan.
"Kalau begitu katakan, kalau informasi yang kau berikan itu berguna dan benar... Maka aku akan sedikit mempercepat kematianmu" ucap Hiro dengan tatapan tajam dan dingin.
***
Keesokkan harinya Hiro tengah berdiri di depan 100.000 pasukan nya yang telah ia kumpulkan dari berbagai macam ras.
Rencana nya saat ini ia akan pergi dengan pasukannya itu untuk mengacak-acak markas tempat persembunyian bawahan raja iblis Yaamaa.
"Ehemm... Ehemm, apa kabar kalian?" ucap Hiro.
"Baik tuan"
"Kalian sudah tahu kan mengapa di kumpulkan di tempat ini?" tanya Hiro.
"Sudah tuan"
__ADS_1
"Bagus, kalau begitu satu perintah dan satu permintaanku kepada kalian..."
"Musnahkan seluruh musuh yang ada dan kembalilah hidup-hidup!" ucap Hiro dengan tegas dan sosoknya terlihat sangat berwibawa dengan jubah emas kebanggaannya.
"Long Wang!!" ucap Hiro berteriak keras memanggilnya.
SWOSHHH...
Long Wang berlutut di depan Hiro.
"Berubahlah" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
"Baik tuan" ucap Long Wang dan tiba-tiba suhu udara berubah menjadi lebih dingin.
"GRRROAAA~"
Long Wang berubah ke wujud yang sebenarnya, yaitu seekor naga besar berwarna merah keemasan dengan aura agung yang sangat ganas.
Long Wang yang dalam wujud naga pun merendahkan badannya dan menunduk. Hiro yang melihatnya pun tersenyum dan ia pun melompat ke atas punggung Long Wang beserta Yue, Rachel dan Elizabeth.
"Baiklah semuanya segera pergi musnahkan musuh-musuh kalian, tenang saja aku akan ikut serta dengan kalian bersama Long Wang jadi tidak perlu khawatir akan kekalahan. Fokus kalian hanyalah musnahkan musuh dan jangan sampai mati" ucap Hiro dengan keras dan Long Wang pun mengepakkan sayapnya terbang ke atas langit.
Para pasukan Hiro pun dengan serentak bergegas pergi meninggalkan Sekte 3 Wajah dan menuju ke arah timur.
Keberangkatan pasukan Hiro pun membawa angin kehancuran bagi musuh-musuhnya. Kekacauan dahsyat mungkin saja akan segera terjadi di Benua Langit ini, sebab sekalinya Hiro mengeluarkan pasukan utamanya sudah dapat di pastikan bahwa hal tersebut akan menimbulkan perang besar-besaran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
__ADS_1