Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Monster Level Nine Heavens


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya di sebuah singgasana terlihat Hiro dengan wajah pucat nya dan ia seperti tidak tidur sama sekali semalaman. Karena pupil matanya yang hitam dan juga terlihat kerutan di dahinya cukup menjelaskan malam nya Hiro sangat menyeramkan.


"Menakutkan! aku tidak akan pernah membuat mereka marah lagi" Ucap Hiro pucat pasi.


{Hoo sepertinya anda menikmati permainan semalam tuan?}


"Berisik! jangan ganggu aku untuk sekarang" Ucap Hiro.


{Ohh kamu berani memarahi aku sayang… Sepertinya hukuman semalam tidak cukup yah?}


Mendengar suara sistem yang berubah menjadi suara yang sangat ia kenali membuat Hiro semakin ketakutan.


"Maafkan aku Yue! aku tidak tahu kalau itu kamu… Cukup bahkan lebih dari cukup!" Ucap Hiro.


{Maka bersikaplah baik-baik sayang…}


"Aku akan bersikap baik beneran!" Ucap Hiro mengangguk cepat.


{Anda ternyata suami takut istri…}


Kali ini Hiro mengabaikannya, ia menenangkan dirinya dan pergi keluar istana untuk mencari suasana baru.


Di luar istana Hiro melihat Jing An dan para prajurit yang memasuki pagoda tengah bermain-main dengan hewan yang ia berikan.


"Guru… Tuan!" Ucap mereka kemudian memberi hormat di depan Hiro.


"Hahaha sepertinya kalian merawat mereka dengan baik" Ucap Hiro tersenyum puas.


"Ahh tentu saja guru, karena ini pemberian dari anda jadi kami yakin bahwa hewan ini bukanlah hewan biasa-biasa" Ucap Jing An dengan serius perkataannya penuh akan kepercayaan dengan Hiro.


"Hmmm akan kuberi tahu satu hal yang penting… Memang benar hewan itu sangat istimewa dan kedepanya siapapun yang menjadi tuan dari bayi-bayi mungil ini akan menjadi incaran seluruh dunia" Ucap Hiro tersenyum jahat.


Jing An dan prajurit lainnya seketika bulu kuduk mereka berdiri semua merasakan merinding di saat mendengar perkataan Hiro. Entah kenapa mereka benar-benar berfirasat bahwa perkataannya akan terbukti benar adanya.


"Hahaha aku bercanda… Mungkin juga tidak?" Ucap Hiro ragu-ragu.


"G-guru! aku sangat berterimakasih tetapi anda boleh mengambilnya kembali" Ucap Jing An ketakutan.


"Hooo ternyata muridku penakut… Ckckck mengecewakan" Ucap Hiro menggelengkan kepalanya.


Disaat itu juga Jing An merasa bimbang dan serba salah.


Ia kemudian berdiskusi dengan para prajurit lainnya.


"Jadi bagaimana pendapat kalian… Apa kita harus membesarkannya atau mengembalikannya kepada guru tetapi kita akan mengecewakan guru karena penakut" Ucap Jing An.

__ADS_1


"Tuan muda… Bagaimana kalau kita pelihara saja karena kalau setelah besar bayi mungil ini pasti bisa melindungi kita sampai kekuatan kita cukup kuat" Ucap salah seorang prajurit.


Mereka semua pun terdiam untuk menimbang-nimbang keputusan apa yang benar.


"Tuan muda, aku setuju dengan apa yang dia katakan" Ucap salah seorang prajurit.


"Aku juga…"


"Aku juga…"


Akhirnya semua prajurit setuju untuk membesarkannya dan merawatnya.


Jing An yang kalaupun menolak usulan tersebut ia tetaplah kalah suara, jadi mau tidak mau ia pun setuju.


"Baik guru! tidak masalah kami akan membesarkannya dengan baik agar bisa tumbuh kuat" Ucap Jing An dengan tegas.


Para prajurit lainnya pun mengangguk tanpa ada pertentangan.


Hiro tersenyum, "Baguslah, rawat mereka dengan baik karena mungkin saja masa depan kalian akan cerah dan juga terjamin" Ucap Hiro.


"Baik guru!"


"Baik tuan!" Ucap mereka semua.


"Hmmm lebih baik kalian segera melatih mereka untuk berburu" Ucap Hiro.


"Hah?! kenapa guru, mereka kan masih kecil?" Ucap Jing An terkejut.


"Sewaktu mereka di alam liar pun orangtuanya membiarkan mereka hidup sendiri setelah lahir ke dunia" Ucap Hiro.


"Ahh! baik guru kami mengerti" Ucap Jing An mengangguk.


"Kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Hiro kemudian menghilang pergi.


***


"Sistem… Apa peningkatan job ku masih belum cukup?" Tanya Hiro.


{Bukankah masih membutuhkan waktu 2 tahun tuan?}


"Iyah aku tahu tapi tidak bisa di percepat?" Tanya Hiro yang mengkhawatirkan keluarganya.


{Bukankah Rachel dan Raphael telah di turun? jadi untuk saat ini aman-aman saja tuan}


"Haishh tetap saja aku khawatir dan juga merindukan mereka" Ucap Hiro.


{Hahhh… Kalau begitu cobalah anda membunuh monster level Nine Heavens dan bangkitkan menggunakan job necro anda}

__ADS_1


"Ahh apa dengan cara itu aku akan langsung jadi Raja Kematian?" Ucap Hiro senang.


{Tidak tuan…}


Seketika Hiro yang sudah senang menjadi jelek dan menggerutu.


{Tapi dengan itu maka akan mempercepat setengah langkah menuju Raja Kematian}


Wajah Hiro kembali cerah setelah mendengar perkataan selanjutnya dari sistem.


"Kalau begitu carikan aku dimana monster level Nine Heavens itu berada!" Ucap Hiro penuh semangat.


{Tidak ada sudah punah…}


Alis Hiro berkedut dan bibirnya pun melengkung tajam.


"Sialan!!!! mau sampai kapan kau mempermainkan ku sistem!!!" Teriak Hiro keras. Saat ini ia benar-benar marah.


Hiro pun dengan segera mematikan koneksinya dengan sistem, entah mengapa akhir-akhir sistem selalu mempermainkannya dan itu pasti sangat membuatnya kesal.


'Sialan sistem! akan aku buat kamu juga merasakan di posisi ku!' Ucap Hiro dalam hatinya, ia sudah sangat dendam kesumat kepada sistem.


Ia pun segera tertidur tanpa memperdulikan hari itu siang atau malam.


Saat hari mulai terbit sinar cahaya matahari Hiro telah terbangun dan sedikit berolahraga. Setelah itu ia pergi sarapan bersama dengan para pemimpin wilayah yang akan pergi kembali ke wilayah masing-masing, yah walaupun Hiro sedikit menahan mereka agar tidak pergi karena untuk membantunya membereskan pekerjaan miliknya, apa boleh buat mereka sudah terlalu lama meninggalkan wilayahnya jadi harus segera kembali kalau tidak mungkin sesuatu yang buruk akan terjadi.


Hiro mengantarkan kepergian mereka sampai gerbang depan. Jing Li tidak mengikuti ayahnya karena mungkin ada sesuatu yang ia incar tetapi dengan alasan menemani kakaknya.


Yue yang di samping Hiro sebenarnya mengetahui mengapa Jing Li tidak kembali, ia hanya menggelengkan kepalanya karena telah bertambah satu korban lagi efek Hiro yang terlalu menebar pesona.


"Sayang… Kumohon ini yang terakhir" Ucap Yue sambil memegang kepalanya.


"Hah? apa maksud mu Yue?" Ucap Hiro kebingungan.


"Sudahlah pokoknya ini yang terakhir!" Ucap Yue kemudian pergi meninggalkan Hiro yang terbengong-bengong tidak mengerti dengan perkataannya.


"Apa kamu mengerti apa yang dia maksud Jing Li?" Tanya Hiro.


Jing Li hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum senang.


Hiro menghela nafasnya dan pergi masuk ke dalam istana bersama Jing Li.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Entar di tambahkan lagi agar 1000 kata sekarang sudah jam 3 waktunya tidur 😴


**

__ADS_1


Ett dah author udh up dari tadi belum juga lulus review 🥲 Sorry yah sepertinya terbitnya agak siangan karena lama di review nya.


Mudah-mudahan besok levelnya naik lagi… Bantu do'anya🙏🤲


__ADS_2