
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SWOOSHHH...
Hiro dengan cepat melayangkan sebuah pukulan yang tepat mengenai pria paruh baya yang sedang tertegun itu.
BOOM...
Pria paruh baya itu terpental jauh sekitar 20 meter dari tempat sebelumnya ia berdiri.
Saat mendengar suara keras tersebut semua orang yang berada di tempat itu seketika tersadar dari rasa keterkejutan nya.
"Terlalu lemah" ucap Hiro sambil menggelengkan kepalanya.
Mereka sama sekali terdiam tidak berani berkata apa-apa karena melihat kekuatan yang di tampilkan oleh Hiro. Meskipun dalam keadaan terdesak pria paruh baya itu tetap bersikeras bangun kembali untuk melawan Hiro.
"Apa yang kalian lakukan? Kenapa diam saja, cepat bantu aku serang bocah sialan itu! Walaupun kultivasi nya berada di atas kita tetapi apabila di serang bersama-sama dia pasti tidak akan mampu melawan lagi!" ucap pria paruh baya itu dengan keras kepada semua orang yang sedari tadi hanya menonton saja.
Mereka pun membulatkan tekadnya untuk tetap melawan Hiro secara bersama-sama, mereka semua mengangkat senjata masing-masing dan menyemburkan aura yang berbagai macam kultivasinya.
Tetapi kebanyakan dari mereka hanya tingkat Bintang Emas saja. Ada beberapa orang yang berada di tingkatan Bintang Bumi tetapi itu hanya para pria paruh baya yang mungkin mereka pemimpin sebuah Sekte ataupun tetua nya.
"Ara~ ara~ ternyata kalian tetap memilih untuk melawan aku?"
"Hemmm baiklah kalau begitu aku akan meladeni kalian sampai puas" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.
"Ayo serang!!!"
SWOOSHHH...
BOOM...
Serangan demi serangan terus di lancarkan tanpa henti oleh semua orang kepada Hiro, namun apalah daya serangan mereka sama sekali tidak berdampak padanya.
Dengan santai dan tenang Hiro menangkis, menghindar dan terkadang melempar balik serangan mereka dengan ekspresi malas.
Namun entah apa yang merasuki mereka semua yang pantang menyerah menyerang Hiro hingga titik darah penghabisan. Bahkan ada beberapa orang yang pingsan karena kehabisan energi akibat terus menerus menyerang Hiro.
"Hahaha lihat belum saja aku serang, sudah banyak dari kalian yang tumbang. Itu membuktikan bahwa kalian memang benar lemah" ucap Hiro sambil tersenyum menghina mereka semua.
"Baiklah untuk sedikit menghargai usaha keras kalian yang pantang menyerah untuk menyerang ku... Maka aku akan melakukan sekali serangan"
"Bersiap-siaplah..." ucap Hiro yang mulai memfokuskan energi Dewa nya pada telapak tangan.
"Ini skill yang ku miliki pertama kali jadi serangan ini bisa di anggap serangan paling lemah yang ku miliki"
"Skill Creation : Five Finger Deruction"
"Two Finger, The Explosion!"
SWOOSHHH...
BOOM... DUARRR....
Sebuah bola api besar tiba-tiba melesat cepat ke arah mereka dan membumi hanguskan sekitar nya hingga menjadi abu.
Ledakan nya sangat besar hingga asap dari ledakan tersebut membumbung tinggi ke atas langit. Siapapun dapat melihatnya, bahkan dari ujung Benua Langit pun dapat melihat asap tersebut.
"Maaf, waktu bermain kita telah habis" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.
"S-sialan!" teriak keras pria paruh baya itu dengan nada yang penuh akan amarah, karena ia melihat semua muridnya telah mati menjadi tanpa menyisakan jasad apapun.
"Gak Lu, sudahlah! Kita pergi saja, perkataan dia benar bahwa kita bukan lawan yang sepadan dengan nya" ucap pria paruh baya lainnya yang sekujur tubuhnya penuh luka akibat ledakan skill Hiro sebelumnya.
"Tidak! Aku tidak akan pergi sebelum membunuh bajing4n itu!" ucap pria yang bernama Gak Lu itu mengeluarkan pedang kebanggaan nya yang berwarna putih dan panjangnya sekitar 3 meter.
"Wow.. senjata yang bagus"
"Tapi bukan kamu saja yang memiliki senjata kuat seperti itu" ucap Hiro sambil mengeluarkan pedang berwarna emasnya dari inventori.
"Hemmm ayo kita mulai lagi, kita buktikan pedang siapa yang paling kuat" ucap Hiro tersenyum meremehkan.
SWOOSHHH...
TRANG...
TRANG...
Bunyi pedang beradu terus terdengar seperti alunan suara musik yang mengisi keheningan pada tempat tersebut.
Dalam pertarungan itu Hiro masih menggunakan satu tangannya untuk menyerang ataupun bertahan.
Mereka berdua telah bertarung selama 2 jam dan masih terus saling menyerang, lebih tepatnya sih Hiro hanya menangkis saja akhir-akhir ini.
__ADS_1
TRANG...
KRAK...
Bunyi pedang yang sedang beradu untuk terakhir kalinya terdengar dan di ikuti oleh suara retakan pada salah satu pedang tersebut.
"Ahhh maafkan aku, sepertinya pedang mu itu tidak mampu lagi menahan kekuatan pedang ku ini" ucap Hiro sambil menutup mulut nya seolah-olah terkejut tidak menyangka pedang nya akan patah.
Gak Lu hanya terdiam bengong saat melihat pedang nya patah, pada saat Hiro mengarahkan pedangnya menuju lehernya pun ia tetap diam tidak bergeming sama sekali.
Aura dingin Hiro tiba-tiba melonjak tinggi dan ia pun menatap tajam ke arah Gak Lu.
"Jujur kepadaku atas utusan siapa dirimu kemari" ucapnya dengan dingin.
Gak Lu hanya diam tidak mengucapkan sepatah kata apapun.
Sedangkan pria paruh baya yang selalu bersama nya pun terbaring lemah karena kehabisan darah yang terus keluar dari luka-luka pada tubuhnya.
"Kalau kau tetap tidak menjawabnya maka ucapkan selamat tinggal pada dunia ini" ucap Hiro dengan tegas sambil sedikit melukai lehernya hingga mengeluarkan darah.
"Ka-kamu...?"
SLASSHH...
CRATTT...
Sebelum menyelesaikan perkataannya Hiro menebas kepala Gak Lu hingga putus dan ia pun mati di tempat dalam keadaan kepala nya terlepas dari tubuhnya.
Hiro pun membakar mayatnya dan membunuh juga rekan Gak Lu yang sedang sekarat.
Setelah itu ia membersihkan tempat pertarungan itu dengan bantuan sistem, hingga tidak meninggalkan jejak aura dirinya maupun bekas pertarungan besar.
"Hahhh... Satu ekor telah putus dari inangnya" ucap Hiro menghela nafas panjang.
Ia pun segera kembali ke Sekte nya, semua anggotanya dan Yuang Jie menunggu di aula Sekte.
Hiro seketika muncul dan langsung duduk di kursinya, sehingga membuat semua orang di dalam aula itu tersentak kaget karena mereka tidak bisa merasakan kedatangannya.
"Pemimpin?!"
Mereka pun segera membungkuk memberi hormat kepada Hiro.
"Kenapa kalian semua berkumpul di aula? Apakah ada sesuatu yang sangat penting?" tanya Hiro.
"Hemmm baiklah silahkan" ucap Hiro.
"Begini tuan muda... Setelah beberapa saat anda pergi keluar kami mendapatkan kabar bahwa beberapa Sekte besar lainnya akan segera menyerang kita karena tidak menyukai perkembangan kita yang sangat cepat, hingga ada sebuah rumor yang mengatakan bahwa Sekte kita sesat dan semua anggota yang masuk kesini adalah para kultivator jahat, sedangkan yang lainnya menurut pandangan mereka kita telah melakukan cuci otak agar anggota-anggota mereka di Sekte masuk bergabung bersama kita" ucap Yuang Jie.
"Hemmm lalu?" ucap Hiro dengan tenang.
"Ahh maaf? Maksud anda tuan muda?" ucap Yuang Jie yang kebingungan.
"Yah terus? Ada masalah apa lagi? Apa hanya itu?"
'Hanya?! Anda bilang hanya, pada saat kita akan di serang oleh pasukan gabungan Sekte-sekte besar?' ucap mereka dalam hati.
"Anu tuan muda, bagaimana rencana anda dalam menanggapi masalah ini?" ucap Yuang Jie.
"Biarkan saja, tadi juga yang menyerang kita adalah salah satu pasukan gabungan dari Sekte Wajah Amarah tetapi mereka telah aku musnahkan... Jadi kalian tidak perlu khawatir, aku hanya perlu memusnahkan beberapa tikus lagi itu tidak masalah" ucap Hiro dengan tenang.
Mendengar apa yang di katakan oleh Hiro, semua orang yang berada di dalam aula itu saling pandang karena terkejut. Mereka melihat bahwa Hiro seakan-akan tidak memperdulikan masalah besar yang akan datang ke Sektenya dan Hiro pun seperti tidak berdosa saat mengatakan telah memusnahkan Sekte Wajah Amarah beserta para Sekte lainnya yang beraliansi dengannya.
"Apakah ada hal lainnya?"
"Tidak ada lagi tuan muda, hanya itu saja yang ingin kami bicarakan" ucap Yuang Jie.
"Hemmm baiklah, kalau begitu kembalilah lakukan aktivitas kalian yang seperti biasanya" ucap Hiro.
"Baik pemimpin!"
Setelah memberi hormat secara serempak, semua orang segera berjalan keluar dari aula dan kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Meskipun di dalam hati mereka masih merasakan sedikit takut mengenai ancaman dari beberapa Sekte besar di wilayah Kota Seribu Wajah, namun mereka merasa lebih tenang setelah mendengar perkataan Hiro bahwa sebelumnya ia telah memusnahkan Sekte Wajah Amarah dan yang lainnya dengan mudah.
***
3 hari telah berlalu setelah pertarungan Hiro dengan Sekte Wajah Amarah. Kabar desas-desus kehancuran Sekte tersebut sudah tersebar luas, menurut kabar itu kehancuran Sekte Wajah Amarah di sebabkan oleh Sekte 3 Wajah yang Hiro pimpin. Kemarahan para Sekte besar lainnya pun tidak dapat terbendung lagi, kini mereka sudah membulatkan tekad dan bersatu bersama-bersama dengan Sekte lainnya untuk memusnahkan Sekte Hiro.
Namun bagaimana reaksi Hiro? Tentu saja ia tetap tenang tidak memperdulikan nya sama sekali, karena menurutnya akan sangat bagus apabila Sekte besar lainnya menyerang dirinya di satu waktu secara bersamaan. Maka saat ia memusnahkan mereka semua, Sekte yang ia pimpin akan menjadi Sekte no 1 terbesar di Benua Langit. Itu merupakan keuntungan yang sangat tidak dapat Hiro tolak.
"Hahahahaha ayo-ayo kemari lah cepat, aku menunggu kalian. Kedatangan kalian bagaikan rezeki nomplok untuk ku" ucap Hiro tertawa kegirangan.
{Anda harus berhati-hati tuan, walaupun level anda saat ini paling kuat. Pada pihak musuh pun tidak menganggap kemungkinan ada sebuah kuda hitam yang akan membuat anda dalam bahaya}
__ADS_1
"Terimakasih atas peringatannya tetapi aku tidak peduli, karena semua itu adalah rintangan yang harus aku selesaikan cepat atau lambat" ucap Hiro.
{Baik, terserah anda tuan... Apabila anda yakin bisa memusnahkan mereka maka sistem akan mendukung anda, tetapi apabila anda tidak yakin. Kabur lah sejauh mungkin}
"Hemmm karena kedepan nya kita akan sibuk...".
Saat ia akan memejamkan matanya untuk beristirahat, tiba-tiba ia merasakan sebuah energi besar yang sedang menuju ke Sekte nya.
"Khehe, panjang umur sekali... Baru di bicarakan sudah langsung ada aura kehadiran mereka" ucap Hiro tersenyum tenang dan menghilang begitu saja dari tempatnya.
Saat ini di dalam Sekte para murid atau anggota nya tidak menyadari sama sekali bahaya yang sedang mendekati mereka.
Mereka sibuk berlatih untuk meningkatkan level dan mengkonsumsi setiap pil yang telah di sediakan Hiro sebagai fasilitas mereka di dalam Sekte.
Saat ini tepat di atas langit Sekte mereka, Hiro muncul dan jari-jari tangannya melakukan gerakan rumit.
SWOOSHHH...
Sebuah dinding pelindung tebal tiba-tiba menyelimuti seluruh area Sekte. Mereka semua melihat hal tersebut dan menyadari sesuatu.
"Jangan-jangan... Pemimpin?!" ucap mereka.
"Tuan muda... Saya harap anda baik-baik saja" ucap Yuang Jie dengan nada khawatir.
PUK... PUK...
"Tenang saja paman dan kalian semua! Percaya saja kepada tuan Hiro, ia pasti dapat mengatasinya!" teriak Peng Peng dengan sangat keras.
"Jangan ada yang keluar selama pelindungku ini tetap aktif, tetapi apabila pelindung ku ini pecah tiba-tiba aku harap kalian langsung melarikan diri sejauh mungkin untuk menyelamatkan diri kalian masing-masing!" ucap Hiro dengan tegas di luar Sekte.
"Baik pemimpin!!!"
Dengan perasaan sedih dan terpaksa mereka hanya bisa berdiam diri di dalam Sekte yang berada di dalam lindungan nya Hiro.
Mereka bersedih dan juga senang di saat bersamaan, mereka senang karena pemimpin mereka benar-benar sangat baik dan bertanggung jawab atas keselamatan mereka tetapi mereka juga sedih karena hanya menjadi beban dan tidak bisa melakukan apapun untuk membantu pemimpin mereka sendiri.
Mereka hanya bisa berdiam dengan perasaan khawatir dan takut, namun berbeda dengan Peng Peng. Ia sangat percaya bahwa Hiro pasti akan sangat mampu mengatasi masalah tersebut.
Saat ini di luar Sekte, Hiro tengah tenang terdiam di atas langit sambil tatapan nya menembus jauh ke depan dan melihat sebuah pasukan besar yang jumlah nya tidak main-main.
"Khehe mereka serius ternyata untuk memusnahkan Sekte ku ini..."
"Bagaimana kalau aku memberikan penyambutan yang hangat terlebih dahulu?"
"Hemm baiklah lebih bagus seperti itu, semoga mereka senang... "
"Skill Creation : The Meteorit!" ucap Hiro mengucapkan Skill nya.
Seketika langit menjadi sangat gelap karena cahaya matahari tertutup oleh sebuah batu besar yang terlihat sangat cepat sedang melesat turun ke suatu tempat.
SWOOSHHH.... BOOM... DUARRRRR!
***
Baiklah Author Akan Menjelaskan Tingkatan Kultivasi Yang Ada Di Dunia Sekarang.
Semuanya Terbagi Menjadi 9 Tingkatan Yaitu :
-Bintang Perunggu
-Bintang Perak
-Bintang Emas
-Bintang Berlian
-Bintang Bumi
-Bintang Langit
-Bintang Raja
-Bintang Kaisar
-Bintang Saint
Dan Bagi Setiap Tingkatan Juga Di Bagi Menjadi 9 Tahapan, Sejak Dunia Ini Mengalami Kehancuran Dahulu Kala. Tidak Ada Lagi Satupun Orang Di Benua Langit Yang Mampu Mencapai Tingkatan Bintang Saint.
Apabila Bertanya Level Hiro Di Bandingkan Dengan Tingkatan Kultivasi Di Atas Maka Bisa Di Sandingkan Dengan Tingkatan Bintang Kaisar.(Untuk Saat Ini Petunjuk Tentang Tingkatan Kultivasi Akan Selalu Ada Di Akhir Bab Selama Beberapa Bab Agar Kalian Tidak Lupa Termasuk Author Sendiri 🤣)
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
See you.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...