Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Mandul?!


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kemudian Hiro menyuruh mereka untuk beristirahat sebentar dan berkumpul kembali karena ada sesuatu yang harus ia bicarakan.


"Long Wang permintaan mu adalah sebuah dunia kan?" tanya Hiro.


"Benar tuan" ucap Long Wang ragu-ragu karena takut permintaannya terlalu berlebihan.


"Baiklah tunggu sebentar" ucapnya kemudian memejamkan matanya.


'Apa bisa sistem?' tanya Hiro kepada sistem.


{Bisa tuan…}


{Dunia Imitasi… Sebuah dunia yang hanya ada daratan yang layak di tinggali}


{Harap anda keluar dari alam semesta untuk meletakkan dunia tersebut!}


Hiro mengangguk dan membuka matanya kembali.


"Apa kau akan ikut denganku Long Wang?"


"Kemana tuan?" tanya Long Wang.


"Membuat sebuah dunia!" ucap Hiro.


Long Wang dan seluruh bawahannya terkejut saat mendengar hal tersebut.


Apa mungkin membuat sebuah dunia semudah itu?


Apa benar tuan mereka bisa melakukannya?


Kedua pertanyaan tersebut terngiang-ngiang di kepala mereka.


"Kenapa diam? kalau begitu tunggu saja disini" ucap Hiro.


"Tunggu tuan… Saya ikut" ucap Long Wang.


"Apa kami boleh mengikuti anda juga tuan?" tanya mereka yang juga penasaran dan ingin melihat secara langsung apabila benar Hiro bisa membuat sebuah dunia.


"Baiklah kalau begitu, ayo kita keluar" ucap Hiro kemudian menghilang pergi, mereka pun ikut menyusulnya.


***


Setelah keluar dari dunia jiwa, Hiro dan yang lainnya muncul di kamar tidurnya.


"Apa kalian bisa keluar alam semesta?" tanya Hiro kepada mereka.


Mereka yang telah menjadi kaisar, raja dan ratu tentu bisa keluar alam semesta.


Mereka tetap mengangguk walaupun banyak sekali pertanyaan di kepalanya.


"Baiklah kita keluar alam semesta" ucap Hiro tersenyum dan menghilang kembali, begitupun dengan yang lainnya.


Di luar alam semesta Hiro muncul kembali bersama dengan para bawahannya.


'Apa yang harus ku lakukan sistem?' tanya Hiro.

__ADS_1


{Anda tentukan saja dimana letak keberadaan dunia tersebut}


"Long Wang…" ucap Hiro memanggilnya.


"Ada apa tuan?" tanya Long Wang sambil membungkukkan badannya.


"Tentukan letak dunia yang ingin klan kamu tinggali" ucap Hiro memutuskan biar Long Wang yang menentukannya.


Long Wang mengangguk dan melihat ke sekitarnya, banyak sekali dunia yang tersebar di seluruh penjuru alam semesta Bimasakti.


"Disana tuan…" ucap Long Wang sambil menunjuk ke suatu arah.


"Oh baiklah tunggu sebentar" ucap Hiro memejamkan matanya.


SWOOOOSSHHH……


Tiba-tiba muncul butiran-butiran di tempat yang Long Wang tunjuk. Butiran-butiran tersebut menyatu dan membesar secara perlahan-lahan, dari sebutir beras menjadi sebutir kacang, dari sebutir kacang berubah menjadi sebutir telur, dan seterusnya hingga membentuk sebuah dunia sebesar dunia bawah.


Mereka semua yang melihat hal tersebut membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan.


Membuat sebuah dunia secepat kedipan mata? mustahil!.


"T-ttuan… A-apa itu semua karena anda?" tanya Long Wang terbata-bata.


"Yah itu dunia untukmu… Pergilah lihat-lihat terlebih dahulu, cocok atau tidak untuk di tinggali oleh ras naga" ucap Hiro tersenyum hangat.


Long Wang hanya terdiam sambil menatap dunia tersebut, ia masih belum percaya dengan semua yang terjadi bukan hanya Long Wang saja tetapi yang lainnya pun terdiam membeku.


"Baiklah karena urusan ku sudah selesai, dunia itu sekarang sudah menjadi milik mu jadi terserah mau di apakan juga" ucap Hiro kemudian pergi menghilang kembali.


Setelah beberapa saat Hiro pergi, barulah mereka tersadar dari keterkejutannya.


"Aku tidak tahu! tuan memang bukan orang sembarangan tetapi siapa yang dapat membuat sebuah dunia secepat ini?" ucap Long Wang.


"Tuan memang luar biasa tetapi kali ini pendapat kita terhadap tuan selama ini ternyata melenceng jauh! tuan kita lebih luar biasa dari yang kita pikirkan!" ucap Diablo terkagum-kagum.


"Terkadang aku takut…" ucap Long Wang.


"Takut kenapa?" tanya Diablo.


"Apabila kita melakukan kesalahan, apa yang akan terjadi dengan diri kita? mati juga tidak mungkin diijinkan dengan mudah oleh tuan…" ucap Long Wang bergetar ketakutan.


"Kau benar juga… Baiklah kalau begitu untuk mencegah sesuatu yang tidak kita inginkan, lebih baik kita patuh terhadap tuan walaupun ia meminta nyawa kita!" ucap Diablo serius dan mereka pun mengangguk setuju.


"Sudah sekarang bagaimana kalau kita melihat dunia yang dibuat oleh tuan?" tanya Liya.


"Apa kamu mengijinkan kita untuk melihat juga?" tanya Diablo kepada Long Wang.


"Tentu" ucap Long Wang sambil tersenyum senang.


Mereka pun pergi menuju dunia baru yang di buat oleh Hiro.


***


Hiro tidak peduli apa yang mereka lakukan terhadap dunia yang ia buat tersebut.


Ia kemudian berkumpul bersama keluarganya untuk makan bersama-sama.

__ADS_1


Di dalam ruang makan ada keluarga Hiro, keluarga Elizabeth dan keluarga Meng Luo berkumpul menjadi keluarga besar.


"Nak kapan kamu akan memberikan kami cucu?" tanya ibunya setelah selesai makan.


"Ohokk…ohokkk… ibu?" Hiro tersedak saat mendengar pertanyaan ibunya itu.


Bahkan semua wanitanya juga wajahnya berubah menjadi merah karena malu. Pembahasan pertama yang di lakukan setelah makan adalah soal anak?.


"Sayang…" ucap ayahnya Hiro juga terkejut setelah mendengar perkataan istrinya itu.


"Ada apa? apa ada yang salah dengan pertanyaan ku?" tanya nya.


Semua wanita yang bergelar ibu itu menggelengkan kepalanya. Tetapi tidak dengan para lelaki yang bergelar ayah, mereka menghela nafas melihat para istrinya itu.


"Masih terlalu cepat masalah anak untuk kami" ucap Hiro setelah minum karena tersedak.


Para wanitanya pun mengangguk setuju dengan perkataan Hiro, mereka masih belum memikirkan soal anak.


"Mau sampai kapan? apa kalian menunggu kami tua terlebih dahulu baru bisa melihat cucu kami?" tanya Karmelia.


"Bukan seperti itu ibu…" ucap Hiro kelabakan.


"Masih ingin berpetualang? apa selama ini kamu tidak puas?" tanya Chloe kali ini.


"Hahh baiklah aku akan memikirkan nya kembali ibu" ucap Hiro menghela nafasnya, karena bagaimanapun ia tidak akan bisa menang melawan para wanita yang bergelar ibu.


Karmelia, Chloe dan yang lainnya tersenyum senang saat mendengar perkataan Hiro.


"Bagus nak! secepatnya kamu harus memberi kami cucu!" ucap mereka.


Hiro dan para ayahnya hanya menggelengkan kepalanya.


{Apakah saya akan segera mendapatkan keponakan tuan?}


Mendengar sistem yang ikut-ikutan juga membuat Hiro kelelahan.


'Diamlah sistem' ucap Hiro.


{Ahh yah sistem menyadari sesuatu yang aneh…}


'Aneh? apa itu?' tanya Hiro.


{Selama ini anda sudah berkali-kali bercocok tanam tetapi sampai saat ini masih belum tanda-tanda, apa mungkin?…}


Alis Hiro berkedut mendengar perkataan sistem, ia sangat paham dengan apa yang sistem bicarakan.


'Bisa kamu diam sistem?' ucap Hiro dengan dingin.


{Baik tuan…}


{Tapi sepertinya anda mandul tuan?!…}


"Sialan! aku tidak mandul!!!" ucap Hiro dengan keras.


Kemudian ia menutup mulutnya karena sadar bahwa di sekitarnya masih banyak keluarganya yang sedang mengobrol.


Mereka semua tiba-tiba menatap Hiro dengan tatapan aneh dan khawatir.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2