
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rasa terkejut, bahagia dan sedih kini bercampur aduk di dalam diri kedua orang tuanya Ning Quan. Mereka masih belum percaya bahwa sosok pemuda yang ada di hadapannya kini adalah seseorang yang selalu mereka hormati sejak dulu kala. Sosok yang mampu mengayomi, melindungi para pengikutnya. Namun sosok tersebut mati juga karena para pengikutnya yang tidak tahu terimakasih dan balas budi yang selalu selama ini di lindungi oleh nya.
Perasaan marah membuncah yang membuat keduanya secara tidak sadar melepaskan aura kematian yang sangat pekat.
"Kalian berdua.. tenanglah!" ucap Hiro dengan tegas.
SWOSHHH...
Mereka pun tersadar dan menarik kembali aura kematiannya lalu..
BRUK!
Mereka bersujud di depan Hiro dengan berurai air mata kebahagiaan.
"Ning Kuan memberi hormat kepada Yang mulia penguasa Dewa Naga..!"
"Ning Guan memberi hormat kepada Yang mulia Dewa Naga!"
"Senang bertemu dengan anda kembali, Yang Mulia!!" ucap mereka.
"Berdirilah, tidak perlu sampai bersujud segala" ucap Hiro dengan tenang.
Mereka pun berdiri namun kepalanya tetap tertunduk.
"Maafkan sikap kami sebelumnya, Yang mulia.." ucap mereka dengan malu.
"Tidak masalah, yang terpenting aku sudah mendapatkan jawaban yang memuaskan yaitu kesetiaan kalian dan kepercayaan kalian terhadap diriku" ucap Hiro sambil tersenyum senang.
"Aku juga senang karena dapat hidup dengan baik"
"Ini semua berkat anda tuan..." ucap mereka.
Yah sebenernya setengah benar dan setengahnya lagi salah, memang kalau bukan karena Hiro yang dulu berkuasa sebagai Dewa Naga maka seluruh ras yang ada di dunia ini tidak akan merasa segan dan menghormati ras Naga lainnya tapi.
Setengahnya lagi salah karena kekuasaan yang mereka bangun saat ini juga berkat usaha kerja keras mereka sendiri.
"Jadi, aku akan langsung ke intinya saja.. apa kerajaan kalian bersih?" tanya Hiro.
Saat di tanya begitu mereka langsung mengerti maksud dari kata 'bersih' yang Hiro katakan. Dan mereka pun menjawabnya dengan tegas serta penuh keyakinan bahwa kerajaan mereka 100 persen bersih!.
Hiro mengangguk dan tersenyum puas, "Baguslah kalau begitu, karena aku tidak perlu mengeluarkan kekuatan untuk sampah seperti mereka" ucapnya.
__ADS_1
"Anda tenang saja tuan penguasa!"
"Kami dapat menjamin kerajaan kami dengan nyawa kami sendiri..!" ucap mereka berdua.
"Baik, aku percaya kepada kalian" ucap Hiro tersenyum kecil.
Sisa-sisa hari tersebut Hiro habiskan dengan berbincang-bincang bersama Ning Kuan dan Ning Guan melepas rasa rindu yang selama ini mereka tahan. Mereka mengobrol hingga malam hari, kemudian diadakan acara makan malam bersama atas keinginan Ning Kuan.
***
Keesokkan harinya kepala Hiro kembali nyeri karena semalam terlalu banyak minum bersama Ning Kuan dan Ning Guan.
"Ahh apa tidak ada sesuatu untuk menetralisir kadar alkohol di dalam tubuh ku? Bukankah akan terlihat sangat lemah kalau aku pusing gara-gara terlalu banyak minum.." ucap Hiro.
Memang selama ini ia selalu kuat minum bersama siapapun, namun berbeda kalau bersama para Naga. Entah mengapa ia selalu kewalahan, mungkin karena daya tahan tubuh mereka terhadap alkohol sangat kuat.
{Sudah sistem netralisir tuan...}
"Hahh, sudahlah bagus.." ucap Hiro kemudian pergi ke kamar mandi.
Setelah selesai Hiro langsung keluar dari ruangannya untuk makan bersama yang lainnya.
"Selamat pagi tuan muda..." ucap Ning Quan, Yan Xiu dan Ru Jian yang sudah ada di meja makan.
"Selamat pagi tuan.." ucap Ning Kuan dan Ning Guan.
"Ada apa tuan muda?" tanya Ning Quan yang melihat Hiro terlihat malas.
"Tidak ada" ucap Hiro kembali tersenyum.
"Apa anda tidak nyaman tinggal di kediaman kami tuan?" tanya Ning Kuan.
"Bukan begitu, enak-enak saja kok tinggal disini" ucap Hiro.
"Kalau begitu..?" tanya Ning Quan.
"Aku ingin melihat ras Phoenix" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
Mereka semua langsung mengarahkan pandangannya ke arah Ru Jian yang membuatnya terdiam.
"Sepertinya mata ku akan sedikit enakan kalau melihat sesuatu yang indah seperti ras Phoenix, benarkan bibi?" tanya Hiro sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Ahh anda benar tuan, satu-satunya keindahan yang ada di dunia ini hanyalah di miliki oleh wujudnya ras Phoenix!" ucap Ning Kuan.
__ADS_1
"Ahh ibu benar, setelah aku melihat ras Phoenix aku jadi merasa tidak ada yang lebih indah daripada mereka" ucap. Ning Quan.
"Aku setuju.." ucap Yan Xiu.
"Memang benar sih api yang di miliki oleh ras Phoenix sangat indah..." ucap Ning Guan.
"Nah kalau begitu bagaimana caranya yah untuk bisa pergi menemui Phoenix itu?" ucap Hiro sambil mengarahkan pandangannya kepada Ru Jian. Begitupun dengan yang lainnya, Ru Jian yang merasakan semua tatapan itu hanya meneguk air ludahnya secara kasar.
"A-aku tahu dimana tempat tinggal nya para Phoenix.." ucap Ru Jian dengan pelan.
"Benarkah?!" ucap mereka secara bersamaan.
"Bisakah kamu antarkan aku kesana?" tanya Hiro.
Ru Jian pun mengangguk dengan cepat tetapi tatapannya tetap tertunduk ke arah bawah.
Hiro dan semua orang tersenyum kecil saat melihat reaksi Ru Jian yang begitu lucu.
***
Hiro singgah di istana kerajaan Naga Api hanya beberapa hari, sesudah itu ia kembali pergi ke tempat para Phoenix berada yang di ketahui tempatnya oleh Ru Jian.
Ning Kuan dan Ning Guan memberikan bekal berupa batu permata dan terompet kerang yang berfungsi untuk memanggil mereka dan memberikan informasi keberadaan mereka semua kepada Ning Kuan.
Tidak hanya itu saja Ning Guan pun memberikan 4 orang prajurit yang berlevel Dewa Surgawi, total jumlah pengawal mereka saat ini ada 10 orang yang berbeda-beda levelnya namun tinggi pula levelnya rata-rata level Dewa Illahi ke atas.
"Mari kita pergi, tolong pimpin jalan kami nona Ru Jian" ucap Hiro.
"Baik tuan muda.." ucap Ru Jian dengan tertunduk lemas.
Setelah keluar dari wilayah utara, kini mereka menuju ke wilayah selatan. Entahlah Hiro pun tidak tahu letak titik tempat para Phoenix itu berada, namun satu hal yang pasti bahwa Ru Jian tidak akan membawa mereka ke tempat yang salah. Karena Ru Jian sendiri adalah salah satu anggota dari ras Phoenix tersebut.
'Sedari auranya yang aku lihat saat itu.. sepertinya ia keturunan langsung dari ras Phoenix dengan darah murni' ucap Hiro dalam hatinya.
'Apa itu ada kaitannya juga dengan, siapa tuh aku lupa bawahan Phoenix aku tuh?' ucap Hiro dengan kesal.
{Dasar tua.. jadi pikun}
Kening Hiro berkedut mendengar suara sistem yang mengatakan nya tua, dari segi tubuh padahal ia masih anak muda remaja umur 20 tahunan.
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
__ADS_1
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...