Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Mental Tahu Gejrot


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Raja Rama pun membubarkan pasukannya untuk kembali ke kerajaan.


Hiro mengangguk puas dan hanya terdiam tanpa berkata sepatah katapun.


Sedangkan orang-orang lainnya terdiam kaku dan khawatir karena tidak ada satupun kata yang keluar dari mulut Hiro.


"T-tuan?" ucap Dewi Harum.


"Hemmmm? astaga kenapa kalian kaku begitu?" tanya Hiro tersenyum kecil.


"Sudahlah yang berlalu biarlah berlalu, lagipula aku juga salah karena main bunuh saja padahal dia walaupun sedikit brengsek tetaplah pilar benua ini" ucap Hiro.


"T-tidak apa-apa tuan, salah dia juga tidak sayang nyawa" ucap raja Pidana.


"Hey-hey kenapa kalian kaku begitu? kau juga pak tua kenapa memanggil ku dengan embel tuan?" ucap Hiro.


Mereka hanya terdiam karena takut salah dalam mengambil kata-kata.


Hiro hanya menggelengkan kepalanya karena ternyata mental mereka seperti tahu gejrot.


'Apa perkataan ku yang tadi terlalu keras sistem? apa terlalu berlebihan untuk mereka?' tanya Hiro kepada sistem.


{Tidak tuan, tetapi aura anda dan skil yang sebelumnya anda keluarkan lah yang membuat mereka jadi seperti itu… Di bilang berlebihan tidak terlalu, mungkin mental mereka yang terlalu lemah}


'Benar, mental mereka saja yang terlalu lemah' ucap Hiro.

__ADS_1


{Wajar lah tuan karena mereka manusia biasa, tetapi untuk seorang Dewa barulah mereka terlalu lebay}


'Eummm baru kali ini aku merasa setuju dengan perkataan mu sistem' ucap Hiro.


"Sudahlah… Jadi Rama, apa yang ingin kau lakukan sekarang? membalas dendam?" tanya Hiro.


Raja Rama hanya menggelengkan kepalanya dengan kaku.


"Hah? apa yang kamu maksud dengan menggelengkan kepala itu?" ucap Hiro.


"T-tidak… Maafkan saya!" ucap Rama sambil berlutut dan menundukkan kepalanya benar-benar ketakutan.


'Haishh apalagi yang berlebihan kali ini sistem? apa wajahku semenakutkan itu, sampai-sampai tidak ada yang mau menatapku' ucap Hiro.


{Benar tuan, wajah anda menakutkan! bahkan orang yang buruk rupa lebih tampan dari anda. Monster itulah wajah anda}


{Sistem juga hanya bercanda tuan}


'Tidak manusiawi sekali bercandaan mu sistem' ucap Hiro.


"Baiklah sudah! bukankah sudah kubilang sebelumnya bahwa lupakan lah yang telah berlalu, aku tidak ingin memperpanjang masalah ini begitu pun dengan kalian kan?" ucap Hiro.


Mereka semua mengangguk cepat menanggapi perkataan Hiro.


"Sekarang bubar lah! 3 hari kemudian datang lah ke kerajaan Manipeda, aku akan membuat pertemuan penting dengan kalian" ucap Hiro kemudian pergi menghilang.


Setelah kepergiannya Hiro barulah mereka menghela nafas lega yang sangat panjang.

__ADS_1


"Hah…hah…hah… Aku hampir saja mati karena tidak bernafas" ucap Dewa Heptasys.


"Hahh… Begitupun dengan aku pak tua, semua ini gara-gara si kucing kecil itu! kita semua yang jadinya harus menanggung semua ini" ucap Dewi Harum.


"Bukankah sebelumnya sudah ku peringatkan? kenapa dia begitu ngeyel sekali, benar-benar seperti kucing liar" ucap Dewi Harum dengan kesal tetapi orang yang dia maksud telah tiada jadi tidak ada yang bisa di lampiaskan kekesalannya hanya bisa di pendam.


"Sebelumnya aku juga ragu akan perkataan mu, tetapi setelah melihat ini semua… Aku benar-benar berterimakasih kepada mu karena telah memperingatkan ku sebelumnya" ucap Dewa Heptasys.


"Beruntung kamu mendengar kan ku, kalau tidak maka nasib mu akan sama seperti kucing liar itu" ucap Dewi Harum.


"Kau benar… Dia bukanlah tandingan kita, coba kau pikirkan bagaimana mungkin hanya dengan sekali serangan dirinya dapat membuat kita tewas?!" ucap Dewa Heptasys.


"A-anu Yang Mulia Dewi, Yang Mulia Dewa… Kita harus bagaimana untuk kekacauan ini?" tanya raja Gara.


"Kalian urus jaga kerajaan dan kau anak buah si kucing, lebih baik bungkam mulut orang-orang mu itu tentang kejadian kali ini. Jangan sampai hal kecil saja membuat kita dalam bahaya kembali, lebih baik kita ambil jalan yang aman" ucap Dewi Harum.


"Benar apa katanya, kalian pikirkan saja tentang kegemparan yang akan terjadi di setiap kerajaan. Urusan dengan Hiro biar kami yang urus" ucap Dewa Heptasys.


"Baik Dewa/Dewi!" ucap Gara dan Pidana.


Sedangkan Rama hanya bisa terdiam menundukkan kepalanya, ia menyesali tindakan nya yang terlalu emosional.


Setelah itu mereka membubarkan diri kembali ke kerajaan masing-masing, Dewa Heptasys dan Dewi Harum pergi mencari Hiro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Insyaallah hari ini 5 bab 🗿

__ADS_1


__ADS_2