
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Langit yang berawal cerah berubah menjadi gelap gulita tidak ada cahaya matahari sedikitpun karena di tutupi oleh sebuah bola hitam besar, terlihat sangat menakutkan karena bola hitam tersebut di lapisi oleh aliran listrik tegangan tinggi.
Burung yang menabraknya pun mati terpanggang menjadi debu.
Para penyihir yang di barisan depan melihat serangan rekan mereka langsung mempersiapkan diri mereka dengan melapisi tubuh menggunakan aliran Mana yang sangat besar supaya tidak terkena dampaknya juga.
Sedangkan para pasukan kerajaan Romania terdiam menjatuhkan senjata mereka masing-masing dengan badan bergetar dan tatapan kosong.
Bahkan mereka yang telah siap mati pun ketakutan saat melihat serangan gabungan dari para penyihir tersebut.
"Rasakan keputusasaan… Kengerian dan kekejaman mati yang terpaksa kami keluarkan karena kalian lah yang mengungkitnya!" teriak keras Tutu dengan dingin.
"Lakukan!" ucap Tutu kembali memberikan perintah.
SWOSHHHH…
Angin kencang menerpa tempat tersebut disaat bola hitam itu mulai meluncur ke tanah arah pasukan kerajaan Romania.
Saat detik-detik terakhir bola hitam tersebut menyentuh tanah dan meledak, tiba-tiba muncul kabut hitam menyerupai tengkorak yang melahap bola hitam itu sekaligus dan tengkorak itu mengeluarkan asap dari mulutnya akibat uap ledakan bola tersebut.
Suasana di tempat tersebut seketika menjadi hening tidak bersuara, orang-orang terdiam begitu melihat kejadian tersebut.
"Gara-gara kau sistem! semuanya menjadi kacau begini…"
"Kalian semua berhenti! kalau tidak akan ku bunuh kalian semua!!!" ucap Hiro dengan keras.
"Kalian berhenti! jangan ada yang menyerang lagi!" ucap Tutu dan ketiga muridnya.
Para penyihir barisan depan langsung mundur begitu saja setelah mendengar perintah dari Hiro dan Tutu.
"Hiro sialan!!! akhirnya muncul juga kau!" ucap raja Rama dengan keras penuh amarah.
Raja Pidana dan raja Gara mencoba untuk menghentikan Rama yang ingin pergi menuju ke Hiro.
Hiro hanya tersenyum kepada raja Rama yang menatap tajam ke arahnya.
"Kalian mundur lah, tidak perlu ikut campur" ucap Hiro kepada Tutu dan pasukannya.
__ADS_1
"Guru…" ucap ketiga muridnya.
"Kalian juga mundur" ucap Hiro.
Mereka semua langsung menuruti perintahnya, mereka menjauh sekitar 5-10 meter dari tempat peperangan sebelumnya.
Hiro pun turun dari langit dan membuat sebuah array pelindung menutupi ke empat orang, yaitu dirinya dengan ketiga raja.
"Ada apa ini ribut-ribut?" ucap Hiro dengan polos.
Rama yang melihat Hiro yang so polos dan tidak merasa bersalah sama sekali.
"Sialan!!! kau kira sikap pura-pura tidak tahu mu itu dapat membuat dirimu lolos begitu saja?!!!" ucap Rama.
"Cihh! kau ingin tahu kenapa aku menyerang Dewa sialan itu?! akan aku tunjukkan kenapa aku harus membunuh nya!" ucap Hiro kemudian membuat sebuah layar proyektor dan memasukan data memori tentang kejadian waktu ia di serang oleh Dewa Napoleon hingga Hiro terpaksa harus membunuh nya.
Hingga setelah semua di pertunjukan oleh Hiro, layar proyektor itu langsung pecah dan menghilang.
"Jadi putuskan menurut kalian siapa yang salah hah?!!! aku atau Dewa sialan mu itu?!" ucap Hiro dengan dingin.
Raja Rama yang penuh amarah tiba-tiba langsung terdiam pada saat setelah melihat kejadian yang sebenarnya, begitu pun dengan raja lainnya mereka terdiam karena tidak menyangka bahwa yang memulai nya dulu adalah Dewa Napoleon.
Tidak ada jawaban sama sekali dari mereka bertiga, hanya bisa terdiam dengan tatapan tidak percaya terlihat jelas di wajah mereka.
"Kalian juga sialan! apa yang kalian lakukan hingga membiarkan Dewa sialan itu bertindak seenaknya? apa karena kalian Dewa jadi bebas melakukan apapun yang kalian inginkan? kalian menganggap remeh orang-orang di bawah kalian? apa kalian juga akan membunuh orang lainnya apabila sosok itu menyaingi kalian?" ucap Hiro sambil menetap ke atas langit.
Ia memang bersalah karena membunuh begitu saja Dewa yang merupakan tiang penopang dunia, tetapi ia juga tidak bisa membiarkan Dewa tersebut bertindak seenaknya.
Ia marah karena dunia ini melihat dari satu sisi saja, sungguh menyebalkan bagi Hiro.
"Cihh benar-benar membuat ku muntah apabila ada dunia yang hanya mementingkan orang berkuasa tinggi tapi merendahkan orang-orang di bawahnya" ucap Hiro dengan dingin.
"Kalau bukan karena aku melihat kalian semu, Dewa, Dewi sialan yang mendukung ku dan juga para penyihir bawahan ku beserta murid-murid ku maka sudah ku bumi hanguskan dunia ini!!" ucap Hiro dengan tegas dan serius.
"Kalian tidak percaya? akan aku buktikan bahwa aku cukup mampu membuat dunia ini hancur" ucap Hiro dengan dingin dan ia mengangkat tangannya.
"Skil Eraser : Disappear!" ucap Hiro kemudian sebuah cahaya terang dan gelap keluar dari tangannya.
Hiro pun menyentuhkan tangannya ke tanah yang membuat seluruh dunia bergetar hebat dan…
__ADS_1
CRACKKK… BOOMMMM…
Dunia tersebut langsung terbelah menjadi dua, tetapi karena kaki Hiro yang satunya masih menyentuh tanah maka dunia tersebut tidak terpisah sepenuhnya.
Keringat dingin membasahi seluruh tubuh raja-raja yang melihat kejadian tersebut dan juga Dewa Heptasys, Dewi Harum pun langsung turun menemui Hiro setelah melihat apa yang terjadi pada dunianya.
"T-tuan Hiro, mohon tenangkan diri anda…" ucap Dewi Harum.
"Tuan Hiro, mohon hentikan… Kami akan lakukan apapun agar dunia ini tidak hancur" ucap Dewa Heptasys.
Mereka berdua berlutut di depan Hiro dan memohon untuk berhenti menghancurkan dunia mereka.
"Cihh…"
Hiro pun mengembalikan semuanya seperti semula dan menatap tajam mereka semua.
Mereka pun menghela nafas lega tetapi rasa takut masih bisa mereka rasakan.
Kejadian tersebut akan selalu mereka ingat sampai kapanpun.
Hiro pun menghilang kan array nya dan melihat ke sekitar nya.
"Kalian bubar lah dan kembali… Perang telah selesai, lagipula aku tidak pernah menyuruh kalian berperang bukan? kembalilah dan tunggu hukuman kalian karena telah bergerak tanpa perintah dariku" ucap Hiro tersenyum dingin kepada para anggota BLACKLIST.
Para penyihir anggota BLACKLIST pun bergetar ketakutan, setelah mendengar perkataan Hiro mereka semua langsung saja pergi kembali dengan cepat.
Di tempat tersebut kini hanya tersisa Tutu dan ketiga muridnya saja.
"Kalian juga kembalilah" ucap Hiro.
Mereka memberi hormat terlebih dahulu setelah itu pergi menyusul para anggota lainnya.
Setelah itu Hiro melihat ke pasukan kerajaan Romania.
"Bubarkan mereka atau aku bunuh mereka semua?" ucap Hiro dengan dingin kepada raja Rama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yok-yok like nya author crazy up nih… Tembusin 100 like lagi dong kayak dulu.
__ADS_1