Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Raja dan Ratu Phoenix


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hari perayaan berdirinya Kerajaan?" ucap Hiro.


"Benar tuan, hari ini adalah perayaan berdirinya Kerajaan Agung ke 100 tahun" ucap Ru Jian dengan gelisah.


"Terus bagaimana? Kenapa kamu terlihat gelisah begitu?" tanya Hiro.


"Saya harus segera kembali tuan.. kalau tidak ayah dan ibu saya akan marah" ucap Ru Jian.


"Ahh begitu... "


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Hiro.


Sebenarnya ia bisa teleportasi namun karena tidak tahu titik letak koordinat tepat untuk sampai di tujuan jadi akan sia-sia saja.


"Kita ke paman ku dulu saja, saat ini ia pasti masih ada di kota ini..." ucap Ru Jian.


"Baiklah kalau begitu, memangnya paman mu bisa apa tapinya?" tanya Hiro.


"Ia punya pintu teleportasi agar bisa langsung sampai ke istana Kerajaan Langit" ucap Ru Jian.


'Ah menarik... '


"Baiklah kalau begitu kita ke paman mu dulu saja" ucap Hiro.


Ru Jian mengangguk dan langsung pergi dengan cepat, Hiro dan yang lainnya mengikuti dari belakang.


***


Mereka telah sampai di depan istana kediaman pemimpin kota, saat akan memasuki tempat tersebut di perlukan pemeriksaan terlebih dahulu dan Ru Jian yang mengurus semuanya hingga mereka masuk.


Setelah itu Ru Jian membawa semua orang ke bangunan yang ada belakangnya kediaman pemimpin kota.


Namun sebelum mereka sampai ke bangunan tempat pamannya Ru Jian berada, secara kebetulan seorang pria paruh baya baru keluar dari bangunan tersebut dan Ru Jian langsung menghampirinya.


"Paman! Syukur paman masih ada disini belum kembali..." ucap Ru Jian.


"Ahh nona Jian, bagaimana bisa anda ada disini?" tanya pria paruh baya tersebut yang ternyata adalah orang yang di maksud pamannya Ru Jian.


"Sudahlah paman sekarang itu penting, karena yang paling penting adalah kita harus segera kembali pulang ke rumah" ucap Ru Jian.


"Ahh paman juga sebenarnya baru saja mau pergi" ucap pria tersebut.


"Baguslah kalau begitu paman, ayo kita berangkat bersama" ucap Ru Jian.


"Tidak masalah sih, tapi mereka?"


"Mereka juga ikut bersamaku.."


"Sudah cepat paman kita harus segera kembali sebelum terlambat!" ucap Ru Jian.


"Ahh baiklah kalau begitu..."


SWOSHHH...


Sebuah celah dimensi muncul di hadapan mereka semua dan Ru Jian langsung masuk sambil mengajak yang lainnya.

__ADS_1


"Ayo masuk" ucap Ru Jian.


Orang pertama yang mengikutinya adalah Ning Quan, Yan Xiu lalu Hiro serta setelah itu para prajurit pengawal mereka.


Sedangkan pria paruh baya pamannya Ru Jian masuk sebagai orang terakhir, sebelum masuk pun ia melihat dulu sekitarnya seperti merasakan sesuatu.


'Ras Kura-kura Emas? Kenapa mereka ada disini?'


***


"Kakak, sepertinya tuan penguasa pergi ke suatu tempat lagi dan kali ini tempatnya para Phoenix" ucap Tu Tilu yang selalu mengikuti Hiro.


"Benar, tapi apakah ras Phoenix dapat di percaya sepenuhnya?" ucap Tu Talu dengan ragu.


"Entahlah.. kita harus melalui rute biasa untuk sampai ke Kerajaan Langit dan paling sampai besok siang" ucap Tu Tilu.


"Tidak masalah, yang terpenting kita harus selalu ada di belakangnya tuan penguasa!" ucap Tu Talu kemudian melesat pergi di ikuti Tu Tilu.


Sedangkan Hiro saat ini sudah sampai di depan istana Kerajaan Langit, sesuai namanya istana tersebut melayang-layang di atas langit.


"Selamat!!!"


"Uwahhh!!"


"Tak kerasa sudah 100 tahun saja kerajaan kita ini berdiri.."


"Benar, semoga saja kedepannya akan selalu maju dan berkembang!!"


Teriakan selamat dan doa penuh di panjatkan oleh orang-orang.


"Ramai sekali" ucap Hiro melihat ke kota yang tepat ada di belakangnya.


"Tentu saja karena hari ini adalah hari paling spesial untuk kami, adikku anak ketiga dari ayah dan ibu telah lahir..!" ucap Ru Jian dengan senyum bahagia.


"Wah? Benarkah?" ucap semuanya.


"Tentu saja benar, makanya aku ingin segera pulang juga karena ingin melihat adikku" ucap Ru Jian.


"Woah.. selamat yah Ru Jian!" ucap mereka semua memberikan ucapan selamat.


Begitupun dengan para pengawal mereka yang turut merasa senang dengan kabar tersebut.


"Terimakasih, terimakasih banyak semuanya.." ucap Ru Jian tersenyum senang.


"Baiklah kalau begitu ayo kita masuk" ucap pamannya Ru Jian kemudian memerintahkan para prajurit penjaga membuka gerbangnya.


KRIET.. BOOM...


Setelah gerbangnya di buka barulah mereka melangkahkan kaki masuk ke dalam istana.


"Woahh benar-benar indah sekali, walaupun kita telah berteman lama tapi baru kali ini aku dapat melihat langsung kedalam istana mu" ucap Yan Xiu dan Ning Quan.


"Hhe maafkan aku, karena aku memang jarang pulang ke rumah karena suatu alasan" ucap Ru Jian.


Paman nya Ru Jian menanyakan kepada pelayan keberadaan orangtuanya Ru Jian yang ternyata masih sedang di dalam ruangan karena anak ketiga mereka baru saja lahir.


"Eummm kalian semua boleh pergi.." ucap Hiro mengusir semua pengawal nya.

__ADS_1


"Baik tuan!" ucap mereka dengan patuh pergi ke tempat yang di arahkan oleh para pelayan.


Lalu setelah itu mereka berempat bersama pamannya Ru Jian pergi ke ruangan tempat orangtuanya berada.


"Ayah.. ibu?!" ucap Ru Jian setelah memasuki ruangan tersebut.


"Syutt-.. jangan terlalu berisik nak" ucap seorang pria paruh baya di samping wanita yang sedang berbaring bersamaan bayi nya di sampingnya.


"Oh Jian'er, akhirnya kamu pulang nak... Ibu kira kamu sudah lupa kepada ibu" ucap wanita tersebut dengan pelan karena masih lemah.


"Ahh ibu, maafkan aku... Tapi sekarang aku sudah ada disini jadi ibu tenang saja dan istirahat lah" ucap Ru Jian.


Wanita itu tersenyum dan melambaikan tangannya menyuruh Ru Jian mendekat.


"Kamu pasti ingin melihat adik mu kan? Mendekat lah kemari" ucapnya.


Ru Jian tersentak, namun diam dulu sesaat karena ragu.


"Sini nak, apa kamu tidak ingin melihat adikmu?" ucap wanita itu kembali memanggilnya.


"Ah baik bu" Ru Jian pun mendekat dan melihat seekor bayi sedang tertidur pulas.


*Author bingung harus menyebut nya orang atau hewan untuk anak Phoenix itu.. 😅


"Ahh lucu sekali... Ibu, apa benar ini adikku?!" ucap Ru Jian.


Wanita itu hanya tersenyum dan melihat ke arah lainnya dimana Hiro, Yan Xiu dan Ning Quan berada.


"Ahh ternyata ada tamu.. maafkan aku karena tidak bisa menyambut kalian" ucap wanita itu.


"Tidak perlu, anda tidak perlu meminta maaf nyonya seharusnya kami yang meminta maaf karena telah menganggu waktu istirahat anda" ucap Yan Xiu.


"Sayang.. sambutlah tamu kita dengan baik, suruh pelayan membawakan kursi untuk mereka duduk" ucap wanita itu.


"Tapi.." ucapnya ragu.


"Sudahlah tidak apa-apa, mereka tamu kita jadi harus di sambut dengan baik" ucap wanita itu dengan tatapan penuh makna.


Pria paruh baya itu pun mengangguk dan memanggil pelayan agar menyiapkan tempat duduk bagi Hiro serta yang lainnya.


"Kakak.. apa kabar?"


"Aku ucapkan selamat atas kelahiran putri ketiga kalian, aku turut senang" ucap pamannya Ru Jian.


"Oh lihat siapa ini? Adik ku, Hu Lun.." ucap ayahnya Ru Jian.


"Ahh-hahaha maafkan aku karena baru datang, di kota Finix sangat sibuk jadi tidak sempat pulang awal" ucap pria paruh baya bernama Hu Lun itu.


"Baiklah tidak masalah, asalkan kamu pulang sekarang aku sudah sangat senang" ucap ayahnya Ru Jian.


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2