
Sesuai pemberitahuan sebelumnya tentang perubahan cerita kedepannya akan sangat berbeda dari cerita sebelum-sebelumnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokkan harinya langit menunjukkan sinar terang, Hiro telah terbangun dan sedang membuat sarapan untuk dirinya beserta putrinya.
"Hoammm~ ayahhh?"
"Ohh gadis kecil ayah sudah bangun?" ucap Hiro dengan penuh kasih sayang.
"Humm! ayah sedang apa?" tanya putrinya.
"Oh ayah sedang memasakkan sarapan untukmu" ucap Hiro.
"Woahh! ayah hebat, aku sayang ayah!" ucap Hari sambil memeluk Hiro.
"Hahaha ayah juga sayang kamu, cucilah muka terlebih dahulu setelah itu makan" ucap Hiro sambil mengelus-elu kepala Hari.
{Ding~ selesai tuan!}
{Sekarang dunia jiwa terhubung kembali dengan anda}
{Apa anda ingin memasukkan kembali dunia jiwa ke alam bawah kesadaran anda?}
"Ohhh!!! akhirnya, kamu sudah bekerja keras sistem terimakasih!"
{Tidak masalah tuan, penyebab ini semua pun karena kecerobohan sistem}
"Oh iya jangan dulu memasukkan dunia jiwa, karena aku harus membereskan masalah di dunia ini" ucap Hiro.
{Oh baiklah tuan, katakan saja kapanpun apabila anda menginginkan dunia jiwa kembali}
"Baik, aku ucapkan sekali lagi terimakasih sistem"
"Ayah... Ayo cepat kesini makan bersama Ha'er!" Ucap Hari yang sudah mengambil bagiannya.
Hiro tersenyum dan mereka pun sarapan bersama dengan sangat tenang.
'Sayang, apa dunia jiwa telah kembali terhubung dengan dirimu? Karena entah mengapa suasana alam dunia jiwa kembali normal tidak seperti sebelum-sebelumnya' ucap Yue melalui telepati.
'Oh iyah benar, sekarang sudah tidak ada lagi pembatas yang menghalangi kalian untuk keluar tetapi begitupun sebaliknya orang dari luar bisa masuk kedalam maka dari itu kalau aku lagi pergi tingkatkan pertahanan hingga maksimal' balas Hiro.
'Oh baiklah kalau begitu, kamu akan pergi lagi?'
'Sayang sekali memang harus pergi ada sesuatu yang harus di selidiki' ucap Hiro.
'Apa tidak bisa memerintahkan bawahanmu?'
'Hemmm bisa saja sih tetapi....'
'Apa kamu tidak merindukan kami? Apa kamu tidak ingin berolahraga bersama kami? Yasudahlah kalau begitu hati-hati di jalan' ucap Yue kemudian memutuskan koneksinya begitu saja.
Alis Hiro berkedut dan senyum sumringah terlihat di wajahnya.
__ADS_1
"Ayah! kenapa tiba-tiba tersenyum? apa ayah sudah gila?" ucap Hari.
"Ahh-haha tidak putriku, ayah hanya sedang senang saja" ucap Hiro.
"Senang kenapa?" tanya Hari.
"Mulai sekarang kita bisa masuk ke dalam... " ucap Hiro.
"Benarkah?! Ayah tidak bohongkan pada Ha'er?!" ucap Hari.
"Tentu saja, coba kamu masuk" ucap Hiro tersenyum lembut.
Hari pun yang telah menghabiskan makanannya berlari dengan semangat menuju dunia jiwa dan benar saja ia bisa masuk kedalam tidak ada yang menghalanginya seperti sebelumnya.
Mereka di sambut dengan hangat oleh anggota keluarga lainnya.
Akhirnya setelah sekian lama mereka dapat berkumpul kembali bersama seluruh anggota keluarga tanpa ada yang kurang satu orang pun.
"Selama kami berpisah dengan dirimu, tanpa henti satu haripun kami mempercayai bahwa kamu akan mencari dan menjemput kami... Dan akhirnya kepercayaan kami membuahkan hasil" ucap ibunya Hiro.
"Maafkan aku ibu dan semuanya karena membuat kalian menunggu lama, tetapi aku berani bersumpah bahwa tidak pernah satu hari pun aku menyerah mencari kalian" ucap Hiro.
"Kami tahu itu... Nak kalau begitu bisakah kami mendengarkan kisah petualangan mu selama ini? Di mulai dari apa penyebabnya sampai selesai" ucap ibunya mengalihkan pembicaraan.
Mendengar hal tersebut anggota keluarga yang lainnya pun menatap Hiro seakan-akan meminta ia agar menceritakannya.
"Hahaha baiklah kalau begitu akan aku ceritakan, kalian pasti penasaran bukan?"
"Dengarkan lah aku yakin cerita petualangan ku tidak akan membuat kalian bosan..."
***
"Hemmm..." ucap Yue sambil menatap curiga ke arah Hiro.
"Ada apa Yue?" tanya Hiro yang menyadari tatapan Yue tersebut.
"Apa kamu yakin sudah menceritakan semuanya tanpa ada yang di sembunyikan?" ucap Yue.
"A-apa maksudmu ? Tentu saja semuanya sudah aku ceritakan sedetail mungkin tanpa ada yang kurang" ucap Hiro berkeringat dingin.
Menyadari gelagat aneh dari Hiro, Yue pun yakin pasti ada sesuatu hal di sembunyikannya.
"Oh aku tahu, kamu pasti mendapatkan seorang wanita cantik lagi yah, hah?!" ucap Yue dengan tatapan mata tajam.
Mendengar hal tersebut suasana di tempat tersebut berubah seketika menjadi sangat dingin.
10 bola mata menatap Hiro dengan tajam dan menakutkan. Semua orang yang berada di samping para wanita Hiro pun perlahan-lahan menjauh.
"T-tidak, mana mungkin aku kan sudah memiliki kalian" ucap Hiro kelabakan.
"Katakan dengan jujur sebelum kami benar-benar marah" ucap Ellizabet dengan dingin.
'Sistem tolong aku'
__ADS_1
{Maaf tuan, sistem hanya bisa mendoakan anda semoga selamat}
'Haishh matilah aku-'
"Sekarang kami benar-benar yakin bahwa pasti ada sesuatu yang terjadi di luar sana"
"Kamu menambah wanita lagi?"
"Apakah kami tidak cukup bagimu?"
Hiro yang tidak tahan lagi dengan perkataan mereka pun mulai kembali menjelaskan pertemuannya dengan Cecilia.
30 menit berlalu setelah menceritakan semua tentang apa yang terjadi di antara dirinya dan Cecillia, para wanita nya pun hanya bisa terdiam kebingungan tidak tahu harus berkata apa.
"Nak... Menurut ibu kamu harus segera menjemputnya dan bawa mereka kemari, kita bicarakan lagi saja nanti setelah orang bersangkut ada di mari. Tentu saja ibu tahu kamu pasti terpaksa karena keadaan darurat tetapi kehormatan seorang wanita tidak boleh di anggap sepele begitu saja, walaupun mungkin susah bagi mereka untuk menerimanya tapi ibu yakin cepat atau lambat kalian pasti dapat menerimanya dengan ikhlas" ucap ibunya.
Sebagai orang tua, ia tentu harus adil tidak membela kedua pihak antara Hiro dan para istrinya.
Tetapi walaupun demikian ekspresi tidak terima sangat terlihat jelas pada mereka semua kecuali Yue yang agak sedikit melembut.
"Hahhh baiklah aku mengerti, kami memang kecewa padamu karena selalu membawa wanita baru tapi untuk kasus ini akan aku maklumi karena terpaksa oleh keadaan... Jadi suami ku bawalah wanita itu ke hadapan kami sekarang juga" ucap Yue dengan tegas.
"T-tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian! Cepat pergi sekarang juga, untuk urusan di dunia ini biarlah kami yang mengurusnya sesaat kamu pergi" ucap Yue.
"Hahhh baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaga diri kalian baik-baik..." ucap Hiro dengan sedih ia melangkahkan kakinya pergi.
***
"Haishh sedih sekali nasibku ini, baru pulang ke rumah belum juga tidur bersama para wanitaku setelah sekian lama malah di suruh pergi kembali" ucap Hiro yang pergi menuju ke tempat Cecillia berada dengan wajah kecewa.
{Salah anda sendiri tuan, mengapa anda yang sudah memiliki banyak istri masih saja merayu wanita lain}
"Cih! Kalau di pikir-pikir ini bukan salah ku sepenuhnya sistem! Bukankah kamu juga terlibat?!" ucap Hiro marah.
{Jangan bercanda tuan, sistem tidak melakukan apapun mengapa sistem di salahkan juga?}
"Tentu saja salah mu! Kalau bukan karena dunia jiwa lepas dari ikatanku gara-gara dirimu maka semua ini tidak akan pernah terjadi!"
{Oh jadi jangan menyesal tuan karena telah mengenal Cecillia? Kalau begitu apa tidak masalah sistem memberitahukan kepadanya bahwa anda sangat menyesal bertemu dengannya?}
"Oh begitu sekarang main mu hah?! Berani mengancam kamu sistem?!"
{Sistem tidak peduli}
{Karena sistem tidak punya perasaan}
"Hahh sudahlah cepat buka gerbang teleportasi" ucap Hiro.
SWOSHH... NGUNGG!!!
Sebuah portal gelap dengan aura hitam pekat pun muncul di depan Hiro, portal tersebut seperti lubang hitam yang menyerap apapun di dekatnya.
__ADS_1
Hiro pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam portal tersebut dan menghilang begitu saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...