
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sekitar 30 menit Serigala Bayangan Bulan terlihat tampak mendesak, tetapi beberapa saat kemudian ia memaksakan dirinya untuk melancarkan serangan dari cakar tajam miliknya.
Dengan menggunakan kecepatan penuhnya ia pun langsung meluncur ke arah Hiro dan menerjangnya. Seketika Hiro menghilang dari tempatnya dan melesat menjauh untuk menghindari serangan Serigala Bayangan Bulan.
BOOM…
Tanah tempat awal Hiro berada sebelumnya langsung meledak serta membuat lubang besar dan sangat dalam akibat kekuatan pukulan Serigala Bayangan Bulan tersebut.
“Hahh.. haha, aku sangat senang mendapatkan lawan yang Tangguh seperti mu” ucap Serigala Bayangan Bulan yang telah sangat kelelahan tetapi masih bisa tertawa kecil.
“Sebenarnya aku ingin sekali bermain sedikit lebih lama dengan mu, tetapi aku harus segera melanjutkan kembali perjalanan ku ke bagian terdalam hutan ini. Jadi, mari kita akhiri saja pertempuran kita sampai sini”
Setelah mengatakan hal tersebut, Hiro langsung mengeluarkan Golden Sword nya dari inventory. Aura yang keluar dari tubuhnya pun menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya.
“Cihh… seumur hidup ku, baru kali ini aku bertemu dengan manusia yang besar mulut sepertimu. Apalagi kamu hanyalah seorang bocah di mataku, meskipun akhirnya aku sangat terkejut karena kamu telah memiliki kemampuan yang sangat kuat di usiamu yang sangat muda ini. Namun tetap saja diriku tidak akan mudah di kalahkan begitu saja” seru Serigala Bayangan Bulan dengan nada mencibir.
GRRR…
Tiba-tiba tubuh Serigala Bayangan Bulan tersebut bergetar dengan hebat. Seluruh tulangnya berderak dan tubuhnya kian membesar yang memiliki panjang sekitar 12 meter. Taring nya juga ikut memanjang dan melengkung ke depan seperti gading seekor gajah, bulunya pun berubah menjadi merah gelap yang ujung nya terlihat sangat tajam karena saking runcingnya.
“Hihihi.. apakah ini bentuk transformasimu yang terakhir? Tetapi tetap saja bentuk transformasi mu masih jelek, sepertinya kamu menggunakan seluruh energi Qi yang tersisa untuk bertransformasi.. mari kita lihat sampai berapa lama kamu akan tetap hidup” ucap Hiro tertawa lirih saat melihat bentuk transformasi dari Serigala Bayangan Bulan dan meremehkannya.
“Arrrgghh..! cukup omong kosongmu!” ucap Serigala Bayangan Bulan dengan marah kemudian menghilang dari tempatnya dan menerkam Hiro. Taringnya yang telah melengkung ke depan di jadikan sebagai senjatanya untuk menusuk tubuh Hiro.
Sementara Hiro sendiri telah bersiap menyambut serangan yang datang ke arahnya. Golden Sword di tangan nya juga bergerak sangat cepat utuk menangkis taring dari Serigala Bayangan Bulan.
TRANG… TRANG….
Ketika Golden Sword dan taring Serigala Bayangan Bulan bertemu, itu menimbulkan suara yang cukup keras dan nyaring, serta memunculkan percikan api yang terlihat jelas saat kedua benda tersebut saling beradu.
Hiro mengerutkan keningnya dan terkejut karena meskipun benda yang beradu dengan pedangnya hanyalah sepasang taring, namun kekuatannya dapat sebanding dengan senjata Tingkat Dewa. Sehingga taring tersebut mampu bersaing dengan Golden Sword milik Hiro.
Begitu pun dengan Serigala Bayangan Bulan yang langsung terfokus pada senjata yang Hiro pegang, sebab ia tahu bahwa pedang di tangan Hiro sangat berbahaya karena mampu bersaing dengan sepasang taring nya.
Jika saja tebasan pedang Hiro mengenainya walaupun sekali saja, maka itu pasti akan membuatnya terluka cukup parah.
Dalam pertarungan tersebut Serigala Bayangan Bulan terus saja mencari titik kelemahan Hiro di sela-sela pertarungan nya, namun ia tidak dapat menemukan nya sama sekali seolah-olah sosok Hiro tidak memiliki kelemahan. Tetapi sangat mustahil bagi semua mahkluk hidup tidak memiliki titik lemah, hanya saja Hiro saat ini sudah bukan mahkluk biasa-biasa seperti yang Serigala Bayangan Bulan bayangkan karena Hiro adalah Dewa dari segala Dewa.
Meskipun begitu Serigala Bayangan Bulan tidak mau menyerah begitu saja, sampai pertarungan tersebut berlangsung 1 jam. Kecepatan Serigala Bayangan Bulan pun melambat, serangan nya melemah dan taring nya pun mulai menyusut. Kini Serigala Bayangan Bulan telah mencapai batasnya, energi Qi miliknya telah terkuras habis.
__ADS_1
BAM… BOOM..
Hiro pun menendang nya dengan sangat keras hingga Serigala Bayangan Bulan terkulai lemas di atas tanah yang hancur.
“Sudah berakhir..” ucap Hiro dengan pelan sambil menebas kepala Serigala Bayangan Bulan.
BRUK..
Hiro pun berbaring sambil menghela nafas panjang, “Huftt.. hahh! Seru sekali, sialan.. sungguh sudah lama sekali aku menantikan pertarungan seperti barusan”
“Hanya saja keinginan ku tercapai saat melawan monster, tetapi dunia ini benar-benar menarik..!!”
Tak henti-henti nya Hiro menyerukan kekaguman nya terhadap atas semua yang terjadi pada dirinya di dunia yang baru ini.
{Sudah puas tuan?}
{Kalau sudah silahkan lanjut memasuki bagian hutan yang terdalam..}
“Oh benar , aku hampir saja lupa” ucap Hirio.
{Hahhh..}
“Baiklah mari kita lanjutkan kembali perjalanan kita..!” seru Hiro yang semakin bersemangat menantikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
***
Walaupun samar-samar terasanya tetap saja mereka bisa tahu bahwa jejak dari Aura tersebut berasal dari pertarungan 2 monster yang sangat kuat.
“Kita harus melaporkan penemuan ini kepada Yang Mulia..!” ucap mereka.
“Salah satu dari kita saja yang melaporkan nya sedangkan sisanya mengikuti jejak ledakan aura tersebut dan kalau bisa menemukan siapa pemilik aura mengerikan ini, serta siapa yang telah melakukan pertempuran di tempat ini sebelumnya..” ucap salah satu dari mereka.
“Benar, aku setuju… lebih baik kita mencari tahu siapa atau monster apa yang memiliki aura yang milik dengan jejak ini dan kita juga harus memastikan sosok tersebut kawan atau lawan yang harus di musnahkan karena apabila di biarkan takutnya mengancam kedamaian dunia”
Setelah semuanya setuju mereka pun memutuskan siapa di antara mereka yang harus melaporkan penemuan nya tersebut.
“Jen.. lebih baik kamu saja yang pergi karena akan sangat berbahaya seseorang yang masih berada di level Dewa Illahi memasuki hutan es yan terlarang ini” ucap salah seorang yang terlihat ketua di antara mereka berlima.
“Tapi ketua..! aku juga ingin membantu kalian, kalau terjadi apa-apa bagaimana?” ucapnya yang tidak ingin pergi meninggalkan mereka karena khawatir.
“Hha junior kit aini ternyata sangat peduli kepada kita, kamu tenang saja kami pasti akan kembali dengan selamat.. apa kamu tidak percaya pada kami?” ucap seorang pria dewasa.
__ADS_1
Pemuda bernama Jen itu pun terdiam, ia bukan tidak percaya kepada kemampuan mereka namun tetap saja rasa khawatir dari dalam dirinya tidak bisa di hilangkan begitu saja.
“Baiklah aku akan pergi, tapi kalian harus berjanji akan kembali dengan selamat tanpa ada yang kurang satu pun..” ucap Jen.
“Kami janji akan pulang dalam keadaan selamat!” ucap mereka dengan tegas agar bisa sedikit mengurangi rasa khawatirnya Jen.
“Baiklah aku pergi, kalian tunggu saja aku pasti akan kembali bersama yang lainnya..!” ucap Jen kemudian perlahan-lahan pergi.
“Baik.. tenang saja kami pasti akan tetap hidup sampai kamu kembali, mungkin?” ucap nya dengan kalimat terakhirnya sedikit di pelankan hingga tidak terdengar oleh Jen.
“Apa kita akan tetap hidup, sampai Jen kembali?” ucap salah satu dari mereka dengan nada bercanda.
“Hahaha kita tidak boleh terlihat memalukan di depan junior kita, bagaimana pun kita harus terlihat keren~..” balas mereka semua sambil tertawa sepuasnya, karena mungkin saja setelah memasuki bagian hutan yang paling dalam mereka semua tidak akan bisa lagi tertawa.
***
{Saat ini jumlah mereka yang mengikuti kita menjadi 4 orang saja, satu orang lagi terlihat keluar dari hutan dengan terburu-buru}
“Hemmm baiklah kalau hanya 4 orang saja yang berada di level Dewa Surgawi bisa aku kalahkan dengan mudah, itu pun kalau mereka memperlihatkan tanda musuh kepadaku” ucap Hiro dengan tenang berjalan semakin mendaki bagian terdalam hutan tersebut.
Hutan yang di masuki oleh Hiro sebenarnya adalah Hutan Quantalium, sebuah hutan yang paling sangat berbahaya di dunia es. Sehingga turun sebuah larangan dari penguasa dunia es, yaitu orang-orang yang berada di level Dewa Illahi sangat tidak berhak memasuki hutan tersebut sebegitu berbahaya nya lah Hutan Quantalium itu. Salah satu faktor yang membuat hutan itu berbahay bukan hanya karena para monster penghuni hutan tersebut tetapi aura kematian yang sangat pekat di dalam hutan dapat membunuh Kultivator level Dewa akhir, apalagi di bagian terdalam hutan aura kematian nya sangat kental yang mungkin saja kultivator level Dewa Illahi tingkat akhir mati dengan mudah.
Namun bagi Hiro tidak ada tempat berbahaya untuknya kecuali satu tempat, yaitu ruang interogasi yang di siapkan oleh para istrinya apabila dirinya melakukan sesuatu(?).
‘Aku harap muncul lawan yang tangguh lagi seperti Serigala Bayangan Bulan, maka dengan begitu aku rasa petualangan ini sangat memuaskan’ ucap Hiro dalam hatinya.
Seolah-olah alam mendengar pikiran nya, tidak lama kemudian saat Hiro baru saja sampai ke titik pusat hutan Quantalium. Ia di sambut dengan sangat meriah oleh para penunggu disana dan tingkatan level mereka pun bukan main-main, karena rata-rata level para monster tersebut mungkin setara dengan kultivator level Dewa Surgawi tingkat menengah.
{Sepertinya apa yang anda harapkan terkabulkan tuan..}
“Ah-hahaha, iyah sepertinya begitu.. tapi aku senang kok karena dengan begini akhirnya aku dapat bertarung dengan serius” ucap Hiro sambil tertawa senang.
{Hahhh… dasar maniak bertarung, sejak kapan anda berubah jadi begini?}
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
Karena besok Ramadhan… sebelumnya Author mau minta maaf dulu kepada kalian semua, kalau ada kesalahan di sengaja ataupun tidak di sengaja.. :)
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...