
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro terkejut melihat mereka semua yang menganggap dirinya pria yang tidak baik karena menculik seorang wanita.
"Kalian semua bisakah jangan seperti itu? Karena itu sangat menyakiti hati ku" Ucap Hiro murung.
"Tenanglah sayang mereka hanya bercanda" Ucap Yue tersenyum.
"Nak bagaimana kamu bisa membawa menantu yang sangat cantik dan sempurna ini?" Ucap Karmelia bahagia.
"Bibi lebih cantik dari saya" Ucap Yue tersenyum manis.
"Astaga nak kamu pun rendah hati sekali… Agak menyayangkan kamu bukan putriku" Ucap Karmelia.
"Ibuuuu!" Ucap Hiro protes.
"Hahaha ibu hanya bercanda nak" Ucap Karmelia tertawa begitupun ayah dan pamannya.
"Oh yah kamu Yue ke depannya jangan menyebutku bibi! karena kamu akan menjadi menantu ku maka sebut aku ibu juga" Ucap Karmelia bersemangat.
"Baik ibu" Ucap Yue.
"Lihat sayang… Bukankah anak kita pintar mencarikan kita menantu yang baik, cantik, dan sempurna" Ucap Karmelia senang sekali.
"Tenanglah istriku… Kamu terlalu bersemangat" Ucap Hara menenangkan istrinya.
"Oh maafkan aku" Ucapnya tersenyum malu.
Hiro hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan ibunya sedangkan Yue hanya tersenyum.
"Terlebih dahulu persilahkan lah dulu kami duduk ibu" Ucap Hiro.
"Maaf ibu lupa… ayo kalian kemari dan duduk lah, kami sedang membicarakan tentang upacara kedewasaan kamu nak dan kebetulan juga kami sudah datang jadi mari kita bahas acaranya bersama" Ucap Karmelia.
Hiro dan Yue pun duduk di tempat yang telah di sediakan, mereka pun ikut serta dalam membahas acara yang akan berlangsung besok hari.
Setelah selesai Hiro dan Yue pamit undur diri terlebih dahulu.
"Hati-hati nak jangan sampai kelewatan! ingat kamu belum menikah jadi jangan sampai kebablasan" Ucap Hara tersenyum menggoda Hiro.
"Oh nak apa kamu perlu pengaman?" Ucap Escanor ikut menggodanya.
"Apa yang kalian bicarakan ayah, paman?!!" Ucap Hiro kesal di tambah malu.
Yue sendiri menundukkan kepalanya karena tidak ingin wajahnya yang memerah terlihat.
"Ibu lihat lah ayah dan paman! apa yang mereka bicarakan tidak pantas" Ucap Hiro mengadu pada ibunya.
"Hmmm sayang, kakak ipar jangan lah begitu! Kamu boleh kok tidak pakai pengamanan nak tenang ibu akan tutup mulut kalau sampai kebablasan" Ucap ibunya dengan wajah serius yang membuat Hiro tertegun dengan sikap keluarganya, tadi saat ia memperkenalkan Yue mereka menganggap dirinya menculiknya sedangkan sekarang mereka menganggap Hiro sebagai pria penuh gairah?.
'Sialan! Kacau! Keluarga ini sungguh kacau' Pikir Hiro.
"Ummm sayang kalau kamu ingin melakukannya pelan-pelan saja yah, karena ini pertama kalinya untukku" Ucap Hiro dengan wajah merah karena malu.
__ADS_1
Hiro semakin tidak bisa berkata-kata, ia hanya diam dan segera keluar dari ruangan itu sambil memegang tangan Yue.
Saat ia melangkah keluar ruangan pun mereka di teriaki oleh keluarganya.
Hiro dengan langkah terburu-buru masuk ke kamarnya.
"Sayang jangan terburu-buru begitu aku tidak akan kabur" Ucap Yue.
"Bisakah kamu berhenti Yue? Belum cukup kamu mempermainkan ku?" Ucap Hiro menghela nafas nya.
"Hahaha maafkan aku sayang tapi tadi itu lucu sekali, aku sampai tidak tahan untuk menggoda dirimu" Ucapnya tertawa terbahak-bahak.
"Hahh… " Hiro berbaring di kasurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya.
"Apa yang kamu pikirkan tua- sayang?" Tanya Yue.
"Hahh… Aku sedang memikirkan apakah tidak apa-apa kalau aku punya wanita lebih dari 2, aku ingin tapi aku juga harus memikirkan dirimu, aku tidak ingin menjadi pria egois yang tidak memikirkan perasaan wanitanya" Ucap Hiro.
Yue tersenyum bahagia karena ternyata Hiro memikirkan perasaannya.
"Bukankah saya sebelumnya bilang kalau anda boleh memiliki wanita lainnya tetapi harus aku lah yang pertama… Jadi jangan terlalu di pikirkan, lakukanlah yang ingin kamu lakukan karena aku juga tidak ingin menjadi wanita egois yang mengekang dan melarang apa yang pria nya inginkan" Ucap Yue.
Mendengar perkataan Yue membuat Hiro tersenyum, ia menarik Yue dan memeluknya.
"Terimakasih, aku adalah pria yang beruntung bisa mendapatkan wanita seperti mu" Bisik Hiro pelan.
Yue yang berada di pelukannya wajahnya memerah malu tetapi ia pun membalas pelukan Hiro.
Mereka pun melewatkan malam yang dingin dan sunyi dengan penuh cinta yang sangat panas.
Ia menciumnya yang membuat Yue terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi sayang" Ucap Hiro tersenyum manis.
"Selamat pagi…… hoammm badanku pegel banget, karena kamu semalam tidak mau melepaskan aku!" Ucap Yue.
"Hahaha sudahlah cepat bangun dan bersiap sebelum ibuku datang kemari" Ucap Hiro.
Yue pun turun dari tubuhnya Hiro dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Memang nya aku melakukan apa sampai membuatnya pegal-pegal? Aneh sekali" Ucap Hiro.
Setelah selesai bersiap, mereka pun keluar dari kamar.
Hiro memakai jubah kaisar tanah kultivator sedangkan Yue memakai gaun berwarna merah bercampur putih yang membuat mereka sangat serasi.
"Oh lihatlah mereka bukankah sangat serasi? Cocok sekali mereka seperti sudah di takdirkan untuk bersama" Ucap Karmelia saat melihat kedatangan Hiro dan Yue.
"Benar dulu juga kita begitu kan?" Ucap Hara.
"Apa? Dulu kamu jelek tidak bisa di bandingkan dengan anakku!" Ucap Karmelia.
Jlebb…
__ADS_1
Perkataan yang keluar dari mulut Karmelia sangat menusuk hatinya Hara.
"Bisakah kamu memuji suamimu sendiri? Memuji suami sendiri pun kamu tampak rugi !!" Ucap Hara kesal.
"Iyah-iyah aku hanya bercanda suami ku pastilah tampan karena tidak mungkin aku suka sama pria jelek kan?" Ucap Karmelia.
"Seperti tidak tulus?!" Ucap Hara.
"Bisakah diam sebentar?" Ucap Karmelia.
Hara pun terdiam tidak berani berbicara lagi karena melihat istrinya yang tersenyum manis pertanda bahaya kalau ia tetap bicara.
"Ayah… ibu, paman dimana? Dan ayah ibu pertama ku?" Tanya Hiro.
"Oh pamanmu sedang bersiap untuk menyambut kedatangan para tamu sedangkan ayah, ibu pertamamu mereka mungkin sebentar lagi akan sampai" Ucap Karmelia dan benar saja tidak lama kemudian Alphonse dan Chloe datang bersamaan, merekapun terlihat sangat tampan dan cantik.
"Apakah kami terlambat?" Ucap Chloe.
"Tidak saudari" Ucap Karmelia.
"Ibu pertama kamu cantik sekali… Bagaimana bisa ibu menyukai ayah pertama yang biasa saja?" Ucap Hiro menggoda ayahnya.
"Hmmm entahlah ibu juga tidak tahu" Ucap Chloe.
Alphonse yang mendengarnya sangat tertegun.
"Sabarlah saudaraku, nasib kita sama" Ucap Hara menepuk pundak Alphonse.
Para wanita tersebut tertawa senang melihat ekspresi suami mereka.
"Oh iyah ibu pertama dan ayah, perkenalkan ia adalah Yue calon menantu kalian" Ucap Hiro memperkenalkan Yue kepada Chloe dan Alphonse.
"Astaga nak!…" Sebelum Chloe meneruskan perkataannya dipotong terlebih dahulu oleh Hiro.
"Cukup bu! Aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang kembali" Ucap Hiro dengan wajah sedih.
Hara dan Karmelia tertawa sedangkan Chloe dan Alphonse hanya terdiam dengan wajah bingung.
"Kamu cantik sekali bagaimana bisa kamu menyukai pria jelek itu?" Ucap Alphonse membalas ejekan Hiro.
"Kalian semua benar-benar!" Ucap Hiro kesal karena terus di permainkan oleh keluarganya, Yue pun ikut tersenyum melihat Hiro di buat kewalahan.
"Kenapa kalian masih berkumpul? Cepat bersiap acara akan segera di mulai" Ucap Escanor yang tiba-tiba muncul di antara mereka.
Mereka pun berhenti tertawa dan pergi secara bersamaan ke tempat acara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Author tau ceritanya sekarang agak lambat karena emang sengaja masih belum dapat ide mau kemana kelanjutannya 🤣
Tapi tenang aja mungkin gak seberapa tapi author harap semoga kalian terhibur 🙏
Bagi yang menabung bab author harap kalian tidak terlalu lama menabungnya sampai akhir bulan sebelum berganti bulan 🙏
__ADS_1
Kalau ada pertanyaan silahkan komen aja pasti author jawab kok 👍
See you next up 👋