
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruang hampa, Hiro akhirnya dapat memecahkan kepingan terakhir dari ingatannya.
Tetapi saat ini dirinya masih mencoba untuk mengumpulkan kembali kekuatannya yang hilang, dalam meditasi yang tenang ia sebenarnya menyisakan satu hal yang menyangkut di dasar hatinya yang paling dalam.
'Mengapa...'
'Kenapa...'
'Bagaimana bisa...'
Tetapi ia mencoba untuk menguburnya dalam-dalam, hanya saja tidak semudah yang ia bayangkan. Setiap kali ia mengingat kejadian masa lampau pertanyaan-pertanyaan itu selalu menghantuinya.
[Coba lah kau untuk dapat menerimanya dengan baik...]
[Masa lalu biarlah berlalu, bukankah begitu? Kalau kau terus terhanyut oleh perasaan itu maka tidak akan ada masa depan yang cerah untukmu]
"Aku tahu itu ayah..."
"Tetapi tidak semudah yang anda bicarakan..."
"Aku tidak ingin menerimanya, aku ingin melupakannya!"
[Kau tidak akan pernah bisa melupakan suatu kenangan pahit dan manis! Kau hanya bisa menerimanya kalau itu semua sudah berlalu di masa lalu!]
"Baiklah aku akan mencoba untuk menerimanya..." ucap Hiro sambil meneteskan air mata.
[Bagus... Sekarang serap lah semua energi yang ada disini, setelah itu kau boleh kembali]
***
Di dunia nyata kini 5 bulan telah berlalu... Sekte 3 Wajah kini memiliki lebih dari 1 juta pasukan yang terdiri dari berbagai ras, tidak hanya para murid 3 Pavilliun saja.
Pasukan itu berasal dari pasukan Dewa Matahari, Elizabeth telah berhasil meyakinkan kaisar Dewa Matahari bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari keturunan kaisar dan ia pun berhasil membawa 200 ribu pasukan elite kekaisaran Dewa Matahari.
Tidak hanya pasukan Dewa Matahari saja tetapi banyak pasukan lainnya, yaitu pasukan Dewi Bulan, pasukan Dewi Angin dan pasukan Ratu Peri.
Meng Luo, Rachel dan Cecillia telah kembali dari tempat asal mereka dengan ketiganya masing-masing membawa 200 ribu pasukan.
Yue yang melihat itu sedikit menghela nafas lega karena sebagian besar dari mereka telah berhasil, kini tersisa Luci saja seorang yang belum kembali.
"Apa saudari Luci akan baik-baik saja?" ucap Elizabeth.
__ADS_1
"Kenapa ia belum kembali?" ucap Meng Luo yang sama-sama mengkhawatirkan keadaan Luci yang belum ada kabar sama sekali.
"Kalian tidak perlu khawatir, karena Dewi Air sikapnya sangatlah teliti. Ia tidak mungkin dapat dengan mudah mengakui bahwa Luci adalah putrinya, jadi mungkin saja saat ini ia masih menjalani ujian pembuktian bahwa dirinya benar-benar putri dari Dewi Air" ucap Yue.
"Hemmm baiklah kalau kamu sudah berkata begitu" ucap Elizabeth.
"Ngomong-ngomong, apa belum ada tanda-tanda ia akan segera sadar?" tanya Cecilia.
Yang lainnya langsung menatap Yue menunggu jawabannya.
"Sayang sekali belum... Ia masih butuh waktu" ucap Yue.
"Hahhh... Yasudah tidak apa-apa, sekarang yang perlu kita lakukan hanyalah meningkatkan kekuatan agar dapat mengurangi beban yang ia tanggung nanti" ucap Rachel.
"Benar, walau hanya untuk mengurus hal sepele tetapi apabila itu dapat membantunya aku akan sangat senang sekali" ucap Meng Luo.
Yue hanya tersenyum melihat mereka semua yang benar-benar ingin membantu Hiro.
"Kalian tidak perlu khawatir, kekuatan kita sudah cukup untuk mengatasi semuanya..." ucap Yue.
Hari demi hari pun berlalu dengan sangat cepat, kini bulan ke 6 Hiro masih tidak kunjung membuka matanya.
Para wanitanya kecuali Luci berkumpul di halaman Sekte sambil meminum teh bersama.
"Benar tetapi jangan lengah, karena musuh belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan apapun" ucap Yue.
"Bagaimana dengan Diablo, Long Wang dan Raphael?" tanya Meng Luo.
"Mereka masih berdiam di dunia masing-masing, tetapi mereka siap datang kapanpun bila kita panggil" ucap Yue.
"Hmmm oh yah saudari, kemarin Dewa Matahari atau ayahku menghubungi ku bahwa dia akan datang juga untuk membantu kita setelah aku menceritakan bahwa pasukannya yang di pinjam olehku untuk memerangi Raja Iblis Memphistopheles" ucap Elizabeth.
"Oh benarkah?! Syukurlah kalau begitu, karena kekuatan Dewa Matahari sangat-sangat membantu kita dalam perang nanti" ucap Yue tersenyum senang.
"Hey saudari, bukan kamu saja tetapi ayahku juga akan datang!" ucap Cecillia dan Rachel.
"Oh Raja Peri dan Dewa Air juga akan datang? Sungguh berita yang menggembirakan!" ucap Yue senyuman nya semakin mengembang.
Cecilia dan Rachel mengangguk sambil tersenyum.
"Kalau begitu, aku yakin kali ini kita akan menang!" ucap Yue dengan penuh semangat.
"Tentu saja saudari, kita tidak ingin kekalahan yang serupa seperti dulu..." ucap mereka semua.
__ADS_1
"Kapan mereka akan datang?" tanya Yue.
"Mereka akan siap akan kapanpun saat kita panggil" ucap Elizabeth, Meng Luo, Cecillia dan Rachel.
"Bagus! Hahh sungguh aku sangat senang sekali" ucap Yue.
Mereka hanya tersenyum saat melihat Yue begitu bergembira, jarang sekali melihat senyuman lebar terlihat dari mulut Yue selama ini.
"G-gawat nyonya!!!"
Tiba-tiba sebuah suara mengganggu kebahagiaan mereka, suara tersebut berasal dari salah seorang prajurit yang berteriak sambil berlari terlihat sangat panik.
"Ada apa?" ucap Yue sambil berdiri dan di ikuti oleh yang lainnya.
Prajurit itu pun berlutut sambil menghela nafas terlebih dahulu.
"Pasukan pengintai melihat sebuah rombongan iblis yang sangat banyak! Para pasukan pengintai yakin bahwa pasukan iblis itu bukan berasal dari tuan Diablo!" ucap prajurit itu menyampaikan laporannya.
"Apa?!" ucap Yue terkejut.
"Dimana?"
"Mereka sedang menuju kemari, jaraknya sekitar 110 km dari Sekte!" ucap prajurit tersebut.
"Gawat! Persiapkan seluruh pasukan!"
"Kita akan segera berperang!" teriak Yue.
Seluruh pasukan yang mendengarnya pun langsung segera berbaris membuat formasi, mereka telah siap untuk perang.
Yue dan yang lainnya pun berpisah terlebih dahulu untuk mempersiapkan pasukan masing-masing.
Sebelum itu Yue meminta Elizabeth dan yang lainnya untuk segera memanggil para Dewa lainnya, sedangkan dirinya akan memanggil Diablo, Long Wang dan Raphael.
Sekte 3 Wajah kini tengah sibuk dalam mengurus persiapan perang, karena Yue ingin menahan mereka di tempat yang sepi tidak ada penduduk sama sekali. Contohnya di sebuah hutan garis perbatasan Kota Seribu Wajah.
***
Menurut kalian tentang karya ini harus di akhiri sampai bulan ini saja atau lanjut ? Tolong jawab karena kelanjutan karya ini tergantung dari jawaban kalian.
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1