
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam suatu ruangan terdapat beberapa orang yang terlihat sangat kuat sedang berjaga di samping, depan atau belakang salah satu sosok.
Sosok orang tersebut sangatlah terasa sekali wibawanya sampai-sampai Hiro pun merasakan iri.
'Apa aku juga dulu seperti dia? mungkin sedikit di bawahnya' pikir Hiro.
"Salam Yang Mulia, mohon maaf apabila kedatangan hamba mengganggu istirahat anda" ucap Hiro dengan sopan dan sedikit membungkukkan badan, karena walaupun di depannya adalah seorang raja tetapi dirinya lebih tinggi derajatnya.
"Lancang!" ucap semua orang mengangkat senjata mereka dan mengarahkannya kepada Hiro.
"Berhenti! simpan kembali senjata kalian dan tenanglah!" ucap seseorang yaitu raja dari kerajaan Manipeda.
Mereka semua menuruti perintah raja, walaupun sebenarnya mereka masih kesal dan marah dengan sikap congkak Hiro.
"Kalau kedatangan mu untuk mencari masalah lebih baik pergi kembali dan tunggu jawabanku, kita akan perang. Tetapi apabila kedatangan mu hanya untuk sekedar bertamu maka bersikaplah sewajarnya karena untuk selanjutnya aku tidak akan menghentikan para prajurit ku untuk menangkap mu" ucap Raja yang sangat berwibawa dan tegas.
Hiro sedikit tersenyum melihat sikap raja tersebut, ia tidak marah ataupun tersinggung melainkan kagum karena dalam satu saat raja tersebut dapat bertindak bijaksana dan juga tegas dalam menangani masalah.
"Mohon maaf Yang Mulia, tetapi kedatangan hamba hanya sekedar bertamu saja. Mohon lupakan ketidaksopanan ku barusan" ucap Hiro dengan tulus.
"Baik tidak masalah" ucap Raja.
"Terimakasih Yang Mulia" ucap Hiro kemudian bersikap tenang kembali.
"Jadi katakanlah apa urusanmu dan tujuan mu menemui ku?" ucap Raja setelah berdiam beberapa saat.
"Jadi begini Yang Mulia, kedatangan saya kemari ingin bertanya dan meminta sesuatu" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
"Hemmm? mengenai apa, jelaskan?!" ucap Raja.
"Hamba ingin bertanya apa Dewa atau Dewi benar-benar ada? kalau benar ada, bisakah anda mempertemukan saya dengan Dewi?" ucap Hiro.
__ADS_1
SWOSHHH…
Hawa dingin tiba-tiba memenuhi seluruh ruangan dan itu sangatlah menusuk punggung Hiro.
"Apa kamu seorang ateis?" ucap Raja dengan dingin dan tatapan nya berubah menjadi sangat tajam.
Begitupun dengan orang-orang lainnya yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Hahh, kalian sepertinya salah paham. Intinya aku ingin bertemu dengan Dewi, apa tidak bisa?" ucap Hiro dengan tenang walaupun di tengah-tengah situasi seperti itu.
"Kenapa? apa alasanmu ingin bertemu dengan Dewi?" ucap Raja terus mendominasi Hiro.
"Begini saja Yang Mulia, bisa atau tidak saya menghadap Dewi? kalau tidak maka saya akan segera pergi dan lupakan semua yang terjadi saat ini" ucap Hiro.
Raja terdiam sesaat, walaupun ia marah melihat sikap Hiro yang sangat tidak menghargai akan keberadaan Dewi tetapi di satu sisi ia harus bersikap tenang tidak termakan amarah.
"Hahhh, baiklah berikan aku waktu 3 hari untuk menanyakannya kepada Dewi secara langsung, apa Dewi bersedia menemui dirimu tetapi kalau Dewi tidak menjawab maka tinggalkanlah kerajaan ini saat itu juga!" ucap Raja dengan tegas dan dingin.
Situasi kembali tenang karena Hiro kini bersikap tenang, dan menjawab semua pertanyaan Raja dengan jujur(bohong).
Setelah semua urusannya selesai Hiro berpamitan untuk undur diri, Raja mengijinkannya dan memberitahukan bahwa bersedia atau tidaknya Dewi bertemu Hiro pasti akan ia sampaikan.
Hiro hanya tersenyum dan mengangguk ringan karena dirinya percaya dengan Raja, walaupun ia pertama kalinya bertemu dengan raja tetapi Hiro dapat menilai bahwa raja adalah orang yang benar-benar pemimpin hebat sepanjang hidupnya Hiro, selama ini Hiro tidak melihat ada orang yang sepertinya dan tidak ada satupun yang mirip seperti dirinya.
Setelah keluar dari istana Hiro kembali ke penginapannya dan tidur untuk beristirahat karena hari telah gelap.
Keesokan harinya Hiro kembali menjalani aktifitasnya yang bekerja sebagai pelayan salah satu restoran.
Dan pada hari ketiga Hiro menjalani kehidupan nya dengan tenang dan damai, tidak seperti dahulu yang selalu penuh dengan masalah, kemanapun ia pergi pasti akan selalu bermasalah.
Tetapi yah apapun itu pasti tidak ada yang abadi begitupun dengan kehidupan Hiro yang saat ini tenang, memang benar sepertinya Hiro berhubungan erat dengan Dewi kesialan dan keberuntungan karena kali ini Hiro bermasalah dengan salah satu orang kerajaan yang terkenal akan kekayaan dan kekuasaannya karena sepupu dari Raja.
Masalah tersebut adalah pada saat hari itu restoran kedatangan seorang pria yang berhubungan erat dengan keluarga kerajaan dan terkenal dengan kesombongannya yang membuat ia bertindak semena-mena terhadap para rakyat yang statusnya di bawah dirinya.
__ADS_1
Hiro pun merasa aneh karena setahu dirinya bahwa keluarga kerajaan sangatlah baik dan bijaksana, kenapa orang tersebut berbeda dengan raja sebelumnya yang ia temui dan juga kenapa raja membiarkannya bersikap seenaknya yang sangat congkak terhadap para rakyat jelata.
Hiro ingin sedikit menguji bagaimana tindakan yang di ambil oleh pihak kerajaan, apabila orang tersebut bertindak berlebihan. Membela rakyat biasa atau membela orang itu, apabila raja membela rakyat maka Hiro akan menaruh rasa hormat yang sangat besar kepada kerajaan tetapi apabila sebaliknya maka Hiro akan membalasnya saat kekuatannya telah kembali yaitu besok hari atau dua hari kemudian.
Pada saat masuk pun orang tersebut telah membawa banyak pengawal yang membuat pihak restoran kelabakan karena para pelanggan lain banyak yang pergi karena takut berurusan dengannya.
Hiro membiarkannya terlebih dahulu, tetapi para pelayan lainnya tidak ingin melayaninya membuat mereka saling melempar dan mengorbankan rekannya.
Sampai 15 menit kemudian tidak ada satupun pelayan yang menghampirinya membuat sosok tersebut mulai sedikit jengkel, sampai pada akhirnya di karenakan Hiro baru masuk kerja jadi dia lah yang di tumbal kan oleh yang lainnya. Karena terpaksa barulah Hiro menghampirinya untuk melayaninya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" ucap Hiro dengan sopan dan tersenyum hangat.
***
Sedangkan di kerajaan Manipeda tengah di buat kacau ketika sebuah 'wahyu' turun kepada raja atas jawabannya tentang permintaan Hiro yang ingin bertemu dengan Dewi.
Raja pun di buat terkejut karena baru kali ini selama hidupnya menjabat sebagai raja menerima 'wahyu' secara langsung dari Dewi.
'Wahyu' tersebut berisikan tentang jawaban Dewi yang mengijinkan Hiro untuk bertemu dengannya, tetapi di tempat ruangan rahasia kerajaan dan tidak membiarkan siapapun masuk walau raja sekalipun hanya Hiro seorang diri.
Raja pun dengan segera menyiapkan segalanya untuk pergi menemui Hiro secara langsung karena ia berpikir tidak layak apabila mengutus seorang utusan harus ia secara langsung menyampaikan pesan tersebut.
Saat ini ia tidak peduli dengan harga diri seorang raja karena yang ia pikirkan hanyalah menjalankan perintah Dewi.
'Dewi saja bersedia bertemu dengannya, berarti orang tersebut bukanlah orang biasa yang sembarangan' pikir raja.
Dengan terburu-buru raja pun menurunkan sebuah perintah dimana yaitu menyuruh sebuah pasukan agar mencari keberadaan Hiro dan menutup pintu keluar/masuk ibukota kerajaan, serta menyuruh pasukannya agar mengawal dirinya untuk membukakan jalannya agar lebih cepat di saat ia akan pergi.
'Aku harus segera bertemu dengannya secepat mungkin! tidak boleh sampai membuat Dewi menunggu, hari ini bagaimana pun caranya aku harus bertemu dengannya' ucap raja dalam hatinya.
Keberangkatan raja beserta pengawalnya pun membuat orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya mengapa raja yang selalu berdiam diri di kerajaan tidak pernah sekalipun keluar, saat ini keluar dengan sejumlah pasukan pengawal yang cukup lumayan banyak. Hal tersebut membuat kehebohan orang-orang ibukota.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1