
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah penyiksaan yang sadis dan kejam di lakukan oleh Hiro, orang-orang dari Dunia Illahi tersebut akhirnya mau membuka mulutnya.
"Kami di perintahkan oleh beliau, karena beliau merasa tertarik terhadap sesuatu yang ada di dunia ini, karena beliau tidak bisa pergi untuk mencari sesuatu yang menarik di dunia rendah ini jadi kami yang di tugaskan untuk turun ke dunia ini tetapi beliau tidak di beritahu kami apa yang beliau cari, beliau hanya menyampaikan kalau kami hanya perlu membuat kerusuhan di dunia ini" Ucapnya.
"Hanya itu alasannya kalian menyerang dunia ini? Siapa orang yang kalian panggil beliau itu?" Tanya Hiro penasaran karena orang tersebut selalu mengatakan 'Beliau' berulangkali dan terlihat menghormatinya.
"Beliau adalah penguasa Dunia Illahi" Jawabnya.
'Hahh..... Sudah kuduga, keberadaan ku di dunia ini menjadi berkah dan ancaman untuk dunia lain' Pikir Hiro.
"Berapa orang yang ia perintahkan untuk turun ke dunia ini?" Tanya Hiro.
"Seribu orang dan di bagi menjadi 4 kelompok" Jawabnya.
"Berapa orang yang masih ada dan berkeliaran di luar?"
"Sudah tidak ada, semua pasukan kami telah di habisi oleh pasukan mu itu! Hanya tersisa kami saja" Ucap nya dengan kesal teringat para bawahannya yang mereka bawa mati oleh pasukan Hiro.
"Hmmm bagus mereka menjalankan perintahku dengan benar" Ucap Hiro tersenyum senang.
"Sudah puas? Sekarang lepaskan kami !" Ucapnya.
"Lepaskan? Tidak bisa! Karena kalian aku gagal menjadi pria sejati malam ini !" Ucap Hiro kesal.
"Apa?!! Kami sudah bicara jadi lepaskan kami, dan juga apa hubungannya kami dengan masalah sepele mu itu?!!" Ucap nya kesal karena merasa di bohongi.
"Masalah sepele kau bilang?! Itu adalah pengalaman pertama untukku seumur hidup ku! Dan kapan aku bilang akan melepaskan kalian?" Ucapnya tersenyum kejam.
Mereka ketakutan saat melihat senyumannya.
"Aku mohon lepaskan kami..... " Ucap mereka semua merengek meminta ampun.
"Tidak bisa! Kalian harus menerima akibatnya!" Ucap Hiro.
"Skill Creation: Paralysed" Hiro mengeluarkan Skil nya yang membuat mereka semua menjadi tidak bisa bergerak dan hanya bisa bersuara.
"Lepaskan! Lepaskan kami !" Mereka berteriak keras.
'Hmmm karena aku gagal ehem-ehem sebagai gantinya kalian akan di lecehkan' Pikir Hiro.
"Diablo?" Ucap Hiro bertelepati.
"Iyah tuan... Ada apa?" Jawab Diablo.
"Carikan pria yang suka pria juga..... Bawa kemari ke dunia jiwa sekarang juga!" Ucap Hiro memberi perintah.
Diablo yang mendengar perintah aneh dari Hiro terdiam sesaat, ia berpikir mengapa tuannya mencari pria yang suka sesama?.
__ADS_1
"Apa kau mendengarkan aku?!!" Ucap Hiro keras menyadarkan Diablo.
"A-ah baik tuan!" Ucapnya.
"Cepat ku beri waktu sebelum matahari terbit!" Ucap Hiro kemudian memutuskan telepati nya.
Hiro tersenyum misterius ke arah orang-orang yang tidak bisa bergerak tersebut.
Mereka yang melihat senyuman Hiro, bulu kuduk mereka berdiri merasakan bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa mereka.
"Kumohon lepaskan kami" Ucap mereka putus asa.
"Tenang dan diam lah! Akan ku beri kalian kenikmatan yang tidak akan pernah bisa kalian lupakan" Ucap Hiro tersenyum sinis.
Hiro duduk dengan tenang di depan orang-orang yang tidak bisa bergerak tersebut
Setelah menunggu beberapa jam sampai matahari hampir terbit datang lah Diablo yang tiba-tiba muncul di depan Hiro.
"Maafkan saya karena terlalu lambat tuan" Ucapnya.
"Tidak apa-apa...... Kamu datang tepat sebelum matahari terbit" Ucap Hiro menunjukkan di luar ruangan telah tersinari cahaya matahari.
"Jadi bagaimana apa kah kamu mendapatkan nya?" Tanya Hiro.
"Ada tuan" Jawab Diablo.
"Berapa?" Tanya Hiro kembali.
Hiro tercengang mendengar nya, membunuh mereka karena tidak mau mengikuti nya? Bukankah berlebihan dan siapa juga yang ingin ikut saat orang asing mengajak mereka pergi?.
'Apakah sikap kejam ku karena efek mempunyai bawahan seperti mereka?' Pikir Hiro dalam diamnya.
"Kerja bagus...." Ucap Hiro memuji.
Diablo tersenyum bangga saat mendengar pujian dari Hiro, entah kenapa ia seperti perempuan yang mendapatkan bisikan kata cinta dari pria yang ia suka.
Mengabaikan tatapan pemujaan Diablo, Hiro lebih memfokuskan bagaimana ia bertemu Yue nanti.
"Oh yah Diablo, satukan mereka menjadi satu ruangan dan biarkan mereka bersenang-senang" Ucap Hiro tersenyum.
"Maksud anda tuan?" Ucap Diablo terkejut karena sadar apa yang Hiro rencanakan.
Hiro mengangguk dan segera melangkah pergi dari sana.
***
Hiro pergi ke kediaman istana nya di dunia jiwa untuk beristirahat.
Keesokan harinya setelah bangun dari tidurnya Hiro pergi menemui Liya.
__ADS_1
"Ada apa tuan?" Tanya Liya.
"Jaga dan tetaskan lah telur ini" Ucap Hiro.
"Telur?" Ucap Liya bingung karena saat melihat benda di tangan Hiro itu bukanlah telur tetapi sebuah batu.
"Ini adalah sebuah telur yang tersegel, dan aku tidak tahu apa isi di dalamnya" Ucap Hiro menjelaskan nya saat melihat Liya yang kebingungan.
"Tersegel? Bukankah itu berarti telur ini sangat berbahaya tuan?" Ucap Liya serius.
"Kita kan tidak tahu kenapa tersegel yang jelas tetaskan saja, kalau ada sesuatu yang janggal dan aneh segera beritahu diriku" Ucap Hiro.
"Baik tuan" Ucap Liya mengangguk serius.
Setelah itu Hiro pergi kembali ke Tanah Kultivator, dengan perasaan yang tidak karuan.
Ia muncul kembali ke ruangannya tetapi disana ia tidak melihat adanya Yue.
Hiro pun keluar dari ruangannya dan menuju ke aula pertemuan karena menurut para pelayan disana para Kaisar dan orang-orang lainnya ada di sana.
Saat ia membuka pintu ruangan tersebut terlihat lah olehnya Yue yang sedang duduk di singgasana dengan ekspresi dingin dan aura yang menakutkan sedangkan para kaisar dan yang lainnya bersujud ketakutan karena tertekan oleh aura yang Yue keluarkan.
Melihat hal tersebut bibir Hiro berkedut tidak menyangka Yue akan seperti itu, mungkin karena kejadian semalam jadi ia melampiaskan nya kepada mereka semua seperti dirinya melampiaskan amarahnya ke orang-orang dunia Illahi.
Yue yang melihat Hiro seketika wajahnya memerah, tidak ada lagi ekspresi dingin yang sebelumnya. Yue menarik kembali semua auranya dan tertunduk malu.
Sedangkan semua orang yang melihat Hiro merasakan berterimakasih karena terselamatkan.
Saat semua orang terbebas dari tekanan Yue mereka semua memberi hormat ke Hiro, tetapi Hiro mengabaikannya ia hanya tertuju kepada Yue.
Hiro berjalan menuju singgasana dan duduk di sebelah Yue yang sedang menundukkan kepalanya karena malu.
Hiro tersenyum dan mengusap kepalanya, "Masih ada waktu, kita bisa melakukan nya malam ini" Ucap Hiro pelan ke telinga Yue.
Mendengar hal tersebut semakin membuat Yue malu, entah terlihat atau tidak tetapi ada kepulan asap di kepalanya Yue.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf banget ……
Bukannya telat up tetapi tidak jadi crazy Up juga karena situasi dan kondisi yang tengah author alami jadi harus dengan terpaksa mengundurkan niat crazy Up.
Kalau kalian mau tau kenapa alasannya…
1. Kuota author kemarin habis dan baru isi.
2. Situasi pekerjaan yang amat sibuk sampai-sampai tidak ada waktu istirahat.
3. Author down fisik dan juga mental.
__ADS_1
Sekian terimakasih.
See you next up 👋