
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertandingan terus berlanjut hingga hari kedua dimana penentuan para prajurit yang akan di ikut sertakan dalam peperangan.
Hiro mengharapkan hasil yang baik dalam peperangan kali ini, ia tidak ingin kehilangan satu orang pun dari pasukannya maka Hiro benar-benar akan memilih orang-orang paling hebat dan kuat dari pasukannya.
Hari, putrinya telah di berhentikan dalam pertandingan karena Hiro tahu bahwa putrinya ingin menang dan meminta kepadanya agar di ikut sertakan dalam peperangan maka ia pun mencegahnya terlebih dahulu dengan cara menarik kembali Hari.
"Pertandingan kali ini aku harap kalian benar-benar menunjukkan seluruh kemampuan kalian agar terpilih olehku! Bagi mereka yang kalah maka hukumannya adalah berlatih keras hingga perang selesai, pelatihan itu sendiri berada di dalam dunia neraka bersama Diablo yang melatih kalian" ucap Hiro.
Banyak pasukannya yang gugup dan menginginkan menang, mereka lebih baik pergi menuju peperangan daripada pergi ke neraka untuk berlatih!
Karena kesulitan dalam perang tidak dapat di bandingkan dengan pelatihan di neraka! Apabila mereka mati di peperangan pun maka mereka akan tenang tetapi apabila pergi ke neraka, kematian sekalipun tidak akan bisa mendekati mereka karena kalau pergi ke neraka mereka sama saja dengan orang mati!
Setelah mati pun mereka harus berlatih dengan keras? Tidak, mereka tidak menginginkan itu!.
"Kalian tidak mungkin mau pergi berlatih ke neraka kan?" ucap Hiro tersenyum kejam.
"Tentu tidak tuan!!!"
"Lebih baik kami ikut perang!" ucap mereka serentak.
"Kalau begitu berusaha keras lah untuk menang dan bersaing satu sama lain! Tunjukkanlah bahwa kalian pasukan ku yang paling luar biasa!!!" teriak Hiro dengan keras membangunkan kembali semangat juang mereka semua.
"Baik tuan!!!" teriak semua pasukan.
Hiro mengangguk dan menyuruh Diablo untuk memulai jalannya pertandingan.
Suara dentingan karena benturan pedang besi terdengar, ledakan dan dentuman pun menghiasai suasana yang sangat meriah.
Hiro duduk menikmati jalannya pertandingan, ia sangat senang sekali melihat para pasukannya yang telah berkembang pesat.
"Aku harus memberikan hadiah kepada pemenangnya nanti... Tapi hadiahnya apa ya?" ucap Hiro.
"Sistem apa ada sesuatu barang yang berguna untuk di jadikan hadiah kepada mereka?" tanya Hiro.
{Zirah dan pedang cukup untuk di jadikan hadiah, karena itu akan sangat membantu mereka nanti saat perang}
"Baiklah kalau begitu persiapkan zirah dan pedang secukupnya" ucap Hiro.
{Baik tuan...}
"Oh yah pil regenerasi juga cukup berguna untuk mereka, maka siapkan hal itu juga"
{Siap tuan!}
"Baiklah untuk pertandingan selanjutnya, kirimkan setiap perwakilan kelompok kalian!" teriak Diablo.
Kini yang tersisa 10 kelompok dari 25 kelompok banyaknya yang berarti 100 orang telah dapat di pastikan ikut dalam perang.
10 orang pun maju ke depan untuk menjadi perwakilan setiap kelompoknya.
"Pertandingan kali ini adalah 1 vs 1, pemenang dari pertandingan kali ini akan di angkat sebagai pemimpin kalian semua!" ucap Diablo.
__ADS_1
Hiro mengangguk puas dengan cara berpikir Diablo, "Setelah di tentukan pasukan yang akan berperang, kini di cari orang untuk memimpin mereka semua dan orang tersebut adalah orang terkuat di antara mereka... Diablo benar-benar pintar" ucap Hiro.
"Tunggu.. " teriak Hiro.
"Sebutkan nama kalian masing-masing" ucap Hiro.
10 orang tersebut berlutut dan menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Saya Ga Lu tuan"
"Saya Tera tuan"
"Saya Wu Duk tuan"
"Saya Dupa tuan"
"Saya Dera tuan"
"Saya Ziwei tuan"
"Saya Huwaei tuan"
"Saya Kin tuan"
"Saya Roy tuan"
"Saya Yura tuan"
Hiro mengangguk, "setelah pertandingan selesai datanglah ke ruanganku" ucapnya.
***
Pemenang dari 10 orang itu adalah Ga Lu dan ia pun di angkat menjadi pemimpin 100 orang prajurit.
Sesuai perkataan Hiro ke 10 orang itu pun menemui Hiro di dalam ruangannya.
"Duduklah" ucap Hiro yang sudah menunggu mereka semua.
Mereka pun duduk dengan hati yang cemas karena takut melakukan sesuatu kesalahan yang membuat nyawa mereka terancam.
"Kenapa kalian terlihat ketakutan begitu? Tenang lah tujuan ku memanggil kalian adalah untuk memberikan hadiah dan selamat atas kemenangan mu Ga Lu" ucap Hiro.
"Terimakasih tuan" ucap mereka lega.
SWOSHHH...
Sebuah kotak besar dan kotak berukuran kecil tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Kotak kecil adalah bagian kalian, sedangkan yang besar tolong atur untuk di bagikan kepada yang lainnya" ucap Hiro.
"Apa ini tuan?" tanya mereka.
"Hadiah dan pertolongan ku untuk kalian perang nanti" ucap Hiro.
__ADS_1
Mereka pun membuka kotak kecil yang berisi zirah dan pedang yang aura nya terasa sangat luar biasa kuat.
"Terimakasih banyak tuan..." ucap mereka sangat senang sekali.
"Sama-sama... Kalau begitu menangkan lah perang dan kembali lah dengan selamat" ucap Hiro tersenyum kecil.
Setelah pembagian hadiah mereka pun kembali untuk segera memberikan hadiah kepada prajurit lainnya.
"Hahhh kalau begitu kapan kamu akan berangkat ke neraka?" tanya Hiro pada Diablo.
"Mungkin esok hari tuan, tetapi apa benar tidak masalah melakukan pelatihan pada mereka di neraka?" tanya Diablo.
"Lakukan saja, lagipula mereka bukan lah prajurit yang lemah sampai harus di khawatirkan berlebihan begitu" ucap Hiro.
"Maafkan saya tuan..." ucap Diablo menundukkan kepalanya.
"Baiklah, saya terima perintah anda" ucapnya dan pergi bersiap-siap.
"Hahhh sungguh melelahkan sekali..." ucap Hiro yang kini seorang diri di dalam ruangannya.
"Oh yah sistem, setelah pergi dari dunia ini kemana aku harus pergi? Apa kamu memiliki rekomendasi suatu dunia?" tanya Hiro.
{Ada tuan...}
"Oh benarkah? Dunia apa itu?" tanya Hiro penasaran.
{Rahasia.}
"Cihh sudah berani main rahasia-rahasia an dengan ku" ucap Hiro kesal.
{Bodo amat... Kalau anda sangat penasaran, segeralah bereskan urusan di dunia ini dan kita akan langsung berangkat ke dunia itu}
"Ckckck terburu-buru sekali kamu sistem, tenanglah karena sesuatu yang terburu-buru akhirnya akan sangat buruk" ucap Hiro.
{Bilang saja bahwa anda ingin bermalas-malasan lebih lama di dunia ini}
"Tidak juga, kata siapa?" ucap Hiro menyangkal nya.
{Sudahlah terserah anda tuan... Status saja Dewa Ashura tapi tingkah seperti anak kecil}
Alis Hiro berkedut mendengar sindiran keras dari sistem yang sangat mengenai pada titik vitalnya.
"Apa hubungannya dengan Dewa Ashura hahhh?!!!" ucap Hiro kesal.
{Nyenyenye...}
"Berhenti jangan tiru perkataan Yue yang menyebalkan itu!" ucap Hiro.
"Hooo~ aku menyebalkan?" ucap sebuah suara yang sangat dingin dan menakutkan berasal dari sosok yang baru saja masuk.
"T-tidak m-mana mungkin, kamu itu imut sekali sayang... Kamu pasti salah dengar" ucap Hiro terbata-bata dan seluruh badannya kaku, saat melihat sosok Yue yang di selimuti dengan aura hitam mengerikan.
"Arghhhh... T-tidak.... Ampun"
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...