
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah menyelesaikan sedikit kesalahpahaman itu Hiro kini di jamu dengan sangat baik.
Tetua juga menanyakan apa boleh kedatangan Hiro di beritahukan kepada pemimpin peri dan tetua yang lainnya. Tentu saja Hiro tidak mempermasalahkan nya tetapi sekadar para atasan peri saja yang tahu tentang Hiro sedangkan di bawah nya tidak di ijinkan.
Tetua sedikit menyayangkan nya karena para rakyat nya tidak bisa mengetahui sosok agung seperti Hiro telah datang ke dunia mereka.
Setelah berbincang-bincang sebentar tetua pun ijin pamit untuk menemui pemimpin dan yang lainnya, sedangkan Hiro di temani oleh peri bernama Raylin.
"Maafkan saya Yang mulia karena telah bersikap lancang sebelumnya" ucap Raylin benar-benar menyesal dengan sikapnya yang menurutnya kurang ajar kepada Hiro.
"Hahaha sudah tidak masalah, lagipula kan kamu tidak tahu siapa diriku yang sebenarnya" ucap Hiro tersenyum.
"Sebagai membalas sikap tidak sopan saya pada anda sebelumnya, ijinkan saya melayani anda tuan!" ucap Raylin dengan memelas.
"Hah?" ucap Hiro sedikit membeku sejenak.
{Wah lumayan tuan, anda sekarang memiliki bawahan peri}
'Tapi... Dia wanita, apa tidak akan membuat mereka salah paham lagi kepadaku?'
{Tentu saja tidak tuan, lagipula setelah kembali maka anda akan kembali berubah seperti semula}
'Hemmm benar juga'
"Kamu minta ijin terlebih dahulu ke tetua atau pemimpin nanti"
"Kalau mereka mengijinkan nya maka kamu boleh ikut denganku" ucap Hiro.
"Wahhh,baik tuan!" ucap Raylin sangat senang.
Tidak lama kemudian tetua telah kembali dan mengajak beberapa peri lainnya untuk bertemu dengan Hiro.
"Salam Yang mulia..." ucap mereka berlutut memberi hormat kepada Hiro.
"Berdirilah, kalian pasti sudah tahu alasannya mengapa aku berada di dunia kalian" ucap Hiro.
"Sudah tuan, tetua Evi telah menjelaskan semuanya tetapi walaupun begitu kami semua sangat bersyukur dan merasa sangat terhormat dengan keberadaan anda di sini, terlepas dari alasan nya" ucap seorang peri yang terlihat pemimpin mereka semua.
"Hemmm melihat mahkota yang ada di kepala mu itu, sepertinya kamu ratu nya?" ucap Hiro.
"Tidak ada yang namanya ratu di saat ada anda tuan... Perkenalkan nama saya Olivia" ucapnya dengan penuh hormat.
"Sudahlah tidak perlu terlalu formal dan harap di ingat untuk jangan sampai identitas ku tersebar... Saat ini aku sedang menyembunyikan identitas ku yang sebenarnya, tetapi karena kalian ras yang sangat setia maka aku tidak mempermasalahkan nya menunjukan wujud ku di depan kalian" ucap Hiro.
"Apabila anda menilai kami begitu, maka kami merasa sangat terhormat tuan" ucap mereka.
"Sepertinya aku sudah terlalu lama berada disini, aku akan segera pergi" ucap Hiro.
"A-anu Yang mulia ratu... Saya memiliki permintaan kepada anda" ucap Raylin dengan ragu-ragu.
"Oh ada apa Raylin? Katakan saja" ucap Ratu peri.
"Saya ingin mengabdi kepada Yang mulia Hiro, jadi saya memutuskan untuk mengikutinya... "
"Apa anda mengijinkan saya untuk pergi?" ucap Raylin memberanikan dirinya untuk mengutarakan keinginan nya.
Ratu Olivia tidak langsung menjawabnya, ia sedikit terkejut dengan permintaan Raylin.
"Tentu saja tidak masalah Raylin, bahkan keinginan mu itu suatu berkah bagi ras peri!"
"Tetapi apa tuan Hiro dapat menerima dirimu?" ucap Olivia.
__ADS_1
"Tentu saja apabila kamu mengijinkan nya" ucap Hiro.
"Tentu saja saya dengan senang hati mengijinkan nya tuan"
"Dan kamu Raylin, aku harap kamu dapat memuaskan tuan... Jangan pernah membuatnya kecewa kepadamu atau tidak semua ras peri tidak akan lagi menerima keberadaan dirimu" ucap Olivia dengan tegas dan serius.
"Siap Yang mulia ratu! Yakinlah saya pasti tidak akan membuat malu ras peri" ucap Raylin.
"Bagus!"
"Baiklah kamu boleh ikut dengan ku Raylin" ucap Hiro tersenyum kecil.
"Baik, terimakasih tuan" ucap Raylin tersenyum bahagia.
Setelah berbincang-bincang sebentar Hiro pun berpamitan pergi, pemimpin peri dan para tetua lainnya mengantar kepergian Hiro perbatasan saat dirinya memasuki dunia mereka.
"Ingat, jangan sampai kabar diriku ada disini tersebar luas... Kalau tidak kalian akan menyesalinya" ucap Hiro dengan tegas.
"Kami berjanji dan bersumpah atas nama leluhur bahwa kami tidak akan membocorkan keberadaan anda tuan!" ucap mereka.
Hiro mengangguk puas dan tersenyum, "baik baguslah kalau begitu… Aku pergi" ucapnya kemudian melangkahkan kakinya keluar tanpa melihat kebelakang lagi.
***
Setelah pergi dari Dream World, Hiro sekarang kembali ke wilayah Duchy dengan bersama Raylin di saku baju nya.
"Hahhh aku beruntung dapat singgah di dunia peri dan juga mendapatkan dukungan penuh dari ras peri yang mungkin saja akan berguna suatu saat nanti" gumam Hiro.
"A-anu tuan... Kenapa saya harus diam disini?" ucap Raylin.
"Ahh itu bukannya kamu tidak boleh terlihat oleh manusia lain? Jadi menurutku lebih baik kamu bersembunyi di dalam sana saja" ucap Hiro.
"Ah baik lah tuan"
"Kalau boleh tahu apa saja kemampuan peri itu?" tanya Hiro.
"Hipnotis? Semacam gejala halusinasi atau bagaimana?"
"Lebih ke menjerumuskan lawan nya ke dunia mimpi yang terdapat suatu hal yang paling di takuti oleh orang tersebut tuan" ucap Raylin.
"Hoooo~ menarik sekali, nanti coba kau serang aku menggunakan teknik itu" ucap Hiro.
"Ahh saya tidak berani tuan... Mana mungkin saya bersedia menyerang anda, itu sangat tidak sopan" ucap Raylin.
"Tidak apa-apa, aku yang memberikan perintah jadi tidak masalah" ucap Hiro.
"Tapi tetap saja tuan, apabila ratu mengetahuinya maka saya akan di hukum berat sekali" ucap Raylin ketakutan.
"Ahh baiklah... Aku akan menyuruh Olivia secara langsung" ucap Hiro.
"Tuan?!!" ucap Raylin.
"Huhuhu maafkan saya ratu..." gumam Raylin.
Tidak lama kemudian Hiro telah sampai di istana wilayah Duchy.
Raphael langsung mengomel karena Hiro pergi tanpa memberitahukan nya dulu sehingga membuatnya khawatir sepanjang hari.
Raphael juga memberikan laporan bahwa akhirnya mereka dapat terlepas aturan kekaisaran dan Hiro bukan lagi seorang Duke.
Hiro menghela nafas lega karena akhirnya sekarang ia bisa pergi kapan saja.
"Kerja bagus, sekarang kamu boleh pergi ke dunia Long Wang menyusul Diablo" ucap Hiro.
__ADS_1
Raphael yang mendengarnya langsung lesu karena ia benar-benar lupa akan hukuman yang di berikan Hiro sebelumnya.
"Tuan..." ucap Raphael.
"Tidak bisa, kalau aku membiarkan mu maka Diablo akan merasa diriku tidak adil" ucap Hiro memotong perkataan Raphael terlebih dahulu karena ia tahu apa yang akan di katakan olehnya.
"Baik tuan" ucap Raphael dengan terpaksa.
Raphael tidak sengaja melihat saku baju Hiro yang bercahaya.
"Itu apa tuan?" tanya Raphael.
"Oh ini? Ras peri... Perkenalkan nama dia adalah Raylin" ucap Hiro kemudian menyuruh Raylin menunjukkan wujud nya.
Raylin keluar dari saku Hiro dan memberi hormat karena ras nya Raphael lebih tinggi dan mulia dari dirinya.
"Salam tuan Raphael, saya adalah Raylin ras peri" ucap Raylin.
"Ohhhh?!! tuan, dari mana anda dapat menemukan ras peri?" tanya Raphael dengan sangat antusias.
"Hemmm tidak tahu aku juga tiba-tiba saja terdampar di dunia para peri saat menjelajahi hutan yang ada di utara" ucap Hiro.
"Benarkah tuan?! Para peri ada di dunia ini?" ucap Raphael, ia menatap Raylin dengan berbinar-binar.
"A-anu sebenarnya tempat tinggal para peri bukan di dunia ini, hanya saja saat pintu dimensi terbuka tanpa sengaja tuan Hiro ada di dekatnya jadi terseret masuk ke dalam dunia kami" ucap Raylin.
"Nah begitu katanya, aku juga kurang tahu jelasnya bagaimana bisa aku masuk ke dunia mereka" ucap Hiro.
Raphael mengangguk mengerti, walaupun begitu ia tetap saja kagum kepada Hiro karena dapat membawa ras peri yang terkenal sangat ahli dalam bersembunyi.
"Anda sangat hebat tuan!" ucap Raphael sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Hiro menyentuh hidung dan berkata dengan sombong, "tentu saja, aku memang hebat!".
{Cihh itu semua berkat sistem tuan! Kalau bukan karena sistem yang memberikan petunjuk nya anda tidak akan pernah bisa bertemu dengan ras peri}
'Yah pokoknya yang mereka tahu adalah itu semua berkat kehebatan ku!' jawab Hiro.
{Anda sungguh menyebalkan sekali tuan…}
'Hohoho? Kamu baru menyadarinya?' ucap Hiro.
Keesokkan harinya Hiro telah mempersiapkan keberangkatan nya, ia saat ini berada jauh dari wilayah kekaisaran.
"Baiklah buka gerbang nya sistem!" ucap Hiro.
{Baik tuan}
SWOSHHH…
Sebuah gerbang hitam legam yang di selimuti aura menyeramkan pun muncul.
"Baiklah mari kita pergi… Selamat tinggal, semoga aku dapat berkunjung lagi ke dunia ini" ucap Hiro kemudian melangkah masuk ke dalam gerbang tersebut.
Keberadaan Hiro pun lenyap bersamaan dengan gerbang tersebut, dunia pun bergetar seolah-olah memberikan penghormatan terakhir kepada Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
2 bab dulu yah...
Kalau like nya sudah agak naik mungkin bisa perhari nya jadi 3 bab...
Juga kalau rate nya naik setiap bab nya akan sedikit di banyakin.
__ADS_1
Semua perkembangan novel itu tergantung seberapa tertariknya kalian, jadi tolong wujudkan dalam bentuk like, komen, vote, hadiah dan rating…
See You…