
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keributan antara prajurit walikota dan para Rangker terjadi di luar kota karena kalau mereka bertarung di dalam kota akan menghancurkan ibukota.
" Atas perintah tuan walikota ! cepat serahkan pengkhianat itu ! " teriak komandan prajurit.
" Bukan ia yang pengkhianat tetapi walikota dan kalian lah yang pengkhianat ! " Ucap Salah satu Rangker A .
" Iyah benar itu … dasar Tikus Kekaisaran !!! " Ucap para Rangker lainnya.
" Dasar tidak tahu di untung ! kalian bukan kah mendapatkan izin membuat Guild Petualang itu atas izin walikota ? sekarang kalian berpihak kepada orang luar !? " Teriak marah komandan prajurit tersebut.
" Izin ? jangan bercanda Tikus kecil ! kami mendapatkan izin dari kaisar sedangkan Raja Tikus kalian hanya memetik keuntungan dari kami ! " Teriak marah Ryu .
Sedangkan Hiro yang sedang mendengarkan perdebatan antara Rangker dan prajurit tersebut tiba-tiba tersenyum .
" Para Rangker apa kalian ingin melawan perintah Aku ? " Ucap seorang Pria paruh baya yang memakai Jubah emas dan mengendarai Hewan Beast monster Elang Emas . Tak lama kemudian datang pasukan khusus kekaisaran.
" Tidak Yang Mulia Kaisar " Ucap semua Rangker dengan berlutut.
" Selamat datang Yang Mulia Kaisar " Ucap semua prajurit sama seperti para Rangker mereka berlutut hormat .
Hanya Hiro dan Rachel yang terdiam di posisi berdirinya, Kaisar terkejut melihat Hiro tidak berlutut menghormatinya.
" LANCANG ! " Teriak seseorang di belakang Kaisar.
" Cepat berlutut dan beri hormat pada Yang Mulia Kaisar ! " Ucapnya kembali.
Namun Hiro mengabaikannya, semua prajurit khusus kekaisaran bersiap-siap untuk menyerang Hiro, namun di tahan oleh Kaisar.
" Anak muda kenapa kamu tidak memberi hormat padaku dan kekacauan apa yang kau perbuat di kekaisaran ku ? " Tanya Kaisar dengan tatapan tajam.
" Hormat ku hanya untuk keluarga ku dan bukan aku yang membuat kekacauan ini tetapi Tikus kota lah yang mencemari nama baik ku dengan menyebut pengkhianat " Ucap Hiro tenang .
" Apa ada bukti kalau kau memang bukan pengkhianat ? " tanya Kaisar .
__ADS_1
" Kalau aku pengkhianat sudah aku ratakan Kekaisaran mu yang lemah ini dan kau yang hanya di level Bumi menengah juga sudah mati oleh ku dari tadi " Ucap Hiro tersenyum tenang .
Mendengar ucapan Hiro badan Kaisar tiba-tiba gemetar bukan karena marah namun terkejut dan merinding entah kenapa, sedangkan semua orang yang berada di sana terkejut bahkan ada yang marah karena di sebut kekaisaran lemah .
" Rachel ! " Ucap Hiro
Rachel mengangguk dan mengeluarkan aura di level Langit puncak, seketika semua orang merasakan tekanan berat menimpa tubuh mereka , orang-orang yang terbang di langit jatuh dengan keras ke bawah bahkan kaisar sendiri tidak dapat bergerak ia berlutut .
" Dasar orang lemah tekanan kecil dariku saja tidak bisa kalian tahan bagaimana mana dengan tekanan aura tuan mungkin kalian akan mati ! " Ucap Rachel.
" Jadi Yang Mulia Kaisar, siapa namamu ? " Tanya Hiro.
" Pandu Dewanata Kaisar dari kekaisaran Dewantara "
" Pandu ? Kusebut saja kau PaDe singkatan namamu, aku ingin Tikus kota itu dan anak tikus nya di bawa kemari ! " Ucap Hiro.
" Bisa tuan hilang kan dulu tekanan ini ? " Pinta Kaisar.
Hiro mengangguk dan melirik ke Rachel ,tekanan yang begitu berat tadi seketika menghilang dan semua orang dapat menggerakkan badannya tetapi mereka tidak berani bergerak sedikitpun.
Hiro dengan tenang menunggu dan tak lama kemudian para prajurit yang tadi pergi telah kembali dengan tambahan beberapa orang, yaitu pria paruh baya, pemuda yang bermasalah dengan Hiro .
" Ayah…Ayah pemuda tersebut lah yang berniat berkhianat kepada kita " Ucap pemuda itu yang tidak melihat situasi terkini.
Pria paruh baya tersebut menatap tajam ke arah Hiro namun tatapannya teralihkan karena ia di tatap kembali oleh kaisar, pria paruh baya yang menjadi walikota tersebut pun bergegas menuju ke arah Kaisar dan berlutut memberi hormat, " Selamat datang Yang Mulia Kaisar, semoga anda sehat selalu dan dapat memimpin terus kekaisaran" Ucap nya .
Hiro tertawa ringan, pria paruh baya tersebut merasa tersinggung dan berteriak, " Bocah pengkhianat br*engsek kenapa kau tertawa hah ? dan juga cepat beri hormat pada kaisar ! "
Hiro makin tertawa keras, " Hahahaha aku memberi hormat dan berlutut untuk Pandu ? jangan mimpi aku berlutut dan memberi hormat hanya pada orang tua ku saja ! dan jangan memerintahkan aku memberi hormat sedangkan putra mu sendiri tidak tahu diri " Ucap Hiro.
Kemudian Kaisar melihat ke arah pemuda yang di tunjuk Hiro dan memang pemuda tersebut tidak memberi hormat padanya , Kaisar pun mengeluarkan aura nya dan melihat tajam ke arah pria paruh baya yang sedang berlutut itu .
Pria paruh baya tersebut badan nya gemetar panik , " M-maafkan anak h-hamba Ya-yang Mulia, ia begitu karena belum melihat kaisar sebelumnya " Ucap nya bersujud memohon untuk mengampuni anaknya .
" A-ayah kenapa kamu bersujud cepat bunuh pemuda tersebut ! " Ucap nya yang masih tidak tahu keadaan sekitar entah kenapa ia seperti dendam kesumat pada Hiro .
__ADS_1
Pria paruh baya tersebut melihat ke arah anaknya dan menampar nya dengan keras hingga mengeluarkan darah," Dasar bodoh cepat beri hormat pada kaisar !!! " Teriak nya marah .
Semua orang yang berada di situ mengabaikan nya karena memang anak walikota selalu berbuat seenaknya di karenakan posisi ayahnya .
Pemuda tersebut bergetar badannya takut karena ayahnya baru pertamakali memarahinya , ia pun bersujud memberi hormat pada Kaisar .
Kaisar hanya melihat ke arah Hiro karena semua keputusan nya berada di tangan Hiro .
" Kenapa kau melihat ke arah ku ? Hahaha kau kan kaisar kalau meminta persetujuan dari ku berarti kau bukan lagi Kaisar berarti aku Kaisar nya ?! " Ucap Hiro .
Kaisar sendiri terkejut namun terdiam beberapa saat kemudian berlutut mengejutkan semua orang yang berada disana, mereka yang melihat kaisar berlutut mengikutinya dan semua orang berlutut ke arah Hiro kecuali pria paruh baya dan pemuda tadi mereka tatapan nya kosong badannya bergetar hebat mereka sudah putus asa dan menyesal menyinggung Hiro karena kaisar sendiri harus berlutut di depan Hiro apalagi mereka ? .
" Salam untuk Kaisar baru kekaisaran Dewantara ! " Teriak Pandu .
" Salam Yang Mulia Kaisar Hiro !!! " Teriak semua orang dengan keras .
Hiro tersenyum dan mengangguk, ia mengangkat tangan nya untuk menyuruh mereka diam dan setelah mereka terdiam Hiro menatap tajam ke arah walikota dan anak nya yang membuat mereka semakin ketakutan.
" Perintah pertama dari ku … Turun kan dan hukum mati mereka yang menyebut Aku Kaisar baru sebagai pengkhianat ! " Ucap Hiro tegas menunjukkan dominan dari seorang kaisar .
" Baik Yang Mulia ! " Teriak prajurit kemudian membawa pria paruh baya dan pemuda tersebut .
" Dan kamu Pandu boleh menjadi tangan kanan ku dan orang terpercaya karena aku yakin km tidak mungkin berkhianat sebagai bukti nya kamu rela menurunkan ego dan harga diri demi kepentingan kekaisaran ini " Ucap Hiro tersenyum hangat ke arah Kaisar terdahulu.
Pandu yang mendengarnya senang dan menundukkan kepalanya, " Anda terlalu memuji saya Yang Mulia … Apabila di banding kan dengan anda, saya masih berada jauh di bawah "
" Hahaha tidak baik terlalu merendahkan diri itu …)lebih baik kita kembali ke istana dan berpesta untuk merayakan Kaisar baru ? tenang masalah biaya pesta aku tanggung sendiri " Ucap Hiro tertawa senang .
Hiro dan Pandu dengan prajurit lainnya mereka pun pergi kembali ke istana untuk bersiap-siap mengumumkan pesta perayaan Kaisar Baru .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Thor Up Thor !
Nih Dah Up Tapi Harus Like Kalian Semua Yang Baca Bab Ini 👍😑
__ADS_1
See You Nex Up 👋***