
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa saat kemudian tidak terjadi apapun setelah mereka bersuara.
"Benarkan? tidak terjadi apapun, jadi coba perkenalkan diri kalian dengan jelas dan detail" ucap Hiro.
Mereka tersenyum cerah karena merasa sangat senang bisa leluasa dalam berbicara.
"Terimakasih tuan!" ucap mereka menundukkan kepalanya.
"Kami berasal dari wilayah selatan tuan, karena di sana sedang terjadi persaingan panas antara kakak beradik yang memperebutkan tahta ayahnya yang sebelumnya adalah seorang penguasa wilayah selatan, gejolak-gejolak persaingan mereka menyebabkan teror ke seluruh penduduk yang tinggal disana, jadi kami pergi bersama-sama mengungsi kemari tanpa membawa bekal apapun hingga setelah sampai disini kami menjadi pengemis karena tidak memiliki apapun" ucap Ryu.
"Hmmm jadi begitu, apa kalian bersaudara?" tanya Hiro.
"Tidak tuan, tapi orang tua kami adalah berteman dekat satu sama lain" ucap Toru.
"Orang tua kalian kemana sekarang?" tanya Hiro yang tiba-tiba membuat suasana menjadi hening.
Mata mereka berkaca-kaca saat di tanya tentang orang tua.
Hiro menutup mulutnya saat melihat mereka seperti itu.
"Maafkan aku" ucap Hiro menyesal karena memberikan pertanyaan yang sangat-sangat fatal.
"Tidak apa-apa tuan, lagipula harapan mereka terkabul karena kami masih hidup sampai saat ini" ucap Ryu sambil mengusap-usap air matanya menahan untuk tidak keluar.
Sedangkan Lalita dan Toru menangis sejadi-jadinya saat mengingat orang tua mereka.
Hiro merasa bersalah sekali karena membuat mereka mengingat lagi sesuatu yang harusnya tidak di ungkit kembali.
__ADS_1
'Sistem berikan aku sesuatu yang cukup bagus untuk mereka' ucap Hiro.
{Baik tuan…}
{3 Perlengkapan penyihir, pertama yaitu topi, tongkat dan jubah}
{Setiap perlengkapan memiliki fungsi tersendiri}
'Oh coba jelaskan apa fungsinya satu-satu"
{Topi dapat memaksimalkan pemikiran sang pengguna nya dalam menggunakan sihir}
{Tongkat dapat memberikan sedikit debuff terhadap sihir yang di keluarkan}
{Jubah, melindungi dan mengalirkan setiap mana di sekitar kepada sang penggunanya}
{Masing-masing 1000 poin sistem tuan}
"Hah? ahh aku lupa sekarang kan poin sistem kembali berlaku" ucap Hiro menghela nafasnya.
{Syukurlah anda tidak melupakannya tuan}
"Baiklah beli saja dan cepat berikan"
{Poin sistem anda di kurangi sebanyak 3000 poin}
{Barang sudah di simpan di inventori, terimakasih telah berbelanja di toko sistem}
"Matamu terimakasih! biasanya juga aku selalu dapat apapun tanpa harus membayar" ucap Hiro.
__ADS_1
{Cihh protes melulu, jangan melampiaskan nya kepada sistem salahkan saja author nya yang kehabisan ide untuk membuat cerita!}
Hiro mengabaikannya dan segera mengambil ketiga barang khusus untuk penyihir.
Tiga buah kotak tiba-tiba muncul di depan Hiro dan para anak-anak yang sedang menangis itu.
"Itu hadiah dariku untuk kalian tetapi sebelum itu mari kita pergi terlebih dahulu untuk membeli pakaian kalian" ucap Hiro, setelah tenang Ryu, Toru dan Lalita mengangguk mengikuti Hiro.
Hiro memutar arah untuk tujuan nya yaitu kembali ke timur tempat para penyihir tinggal.
Berjalan santai tanpa terburu-buru, melewati hutan-hutan lebat dan juga sungai-sungai. Hubungan antara Hiro dan ketiga anak-anak itu pun perlahan-lahan semakin dekat.
"Paman Hiro, apa anda mau menjadi guru kami? atau mohon jadikan kami murid paman" ucap Toru.
Ryu dan Lalita pun mengangguk setuju mereka memohon kepada Hiro untuk di ajarkan sihir.
'Aneh, aku saja belum pernah mencoba sihir karena semua kekuatan ku berkat skil' pikir Hiro.
"Baik mulai saat ini kalian adalah murid ku!" ucap Hiro.
Ryu, Toru dan Lalita pun sangat senang sekali mereka sampai melompat-lompat kegirangan.
"Kami memberi hormat kepada guru!" ucap mereka memberi hormat membungkuk badannya.
"Aku terima hormat kalian, sekarang berdirilah dan ayo kita makan" ucap Hiro kemudian memotong-motong daging rusa bakar yang telah di buru oleh Toru.
Mereka kemudian bermalam di tepian hutan karena terlalu riskan untuk memasuki hutan di malam hari, yah walaupun Hiro bisa mengatasi apapun masalah yang muncul.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1