
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kita membutuhkan pemimpin untuk bertanggung jawab atas kota ini..!"
"Tidak perlu! Selama kita terus menerapkan sistem musyawarah, tidak ada masalah yang terjadi seperti sebelumnya jadi lebih baik kita tetap begini saja!"
"Bodoh! Apa kalian ingin ditindas lagi oleh mereka?! Kalau kita terus seperti ini maka semakin lama kita akan terusir!"
"Jadi kita membutuhkan sosok yang dapat melindungi kita semua!"
"Kau yang BODOH! Apa kamu sudah lupa bagaimana perlakuan pemimpin kita yang sebelum-sebelumnya? Apa kau ingin kita merasakan itu lagi??!"
Terlihat di suatu tempat terdapat banyak orang yang sedang berkumpul dan berdebat. Di dengar dari pembicaraan nya, mereka sedang berdebat tentang di butuhkan atau tidaknya sosok pemimpin di kota tersebut. Mereka di bagi menjadi dua kelompok, antara kelompok pro akan di butuhkan nya pemimpin dan kelompok kontra atau menolak adanya sosok pemimpin di kota mereka.
Hiro melihat semua itu dari kejauhan, menurut pelayan sebelumnya kejadian serupa pernah terjadi atau sering terjadi sebulan sekali.
Namun pada kali ini kelompok yang beranggapan membutuhkannya pemimpin sangat bersikeras teguh akan keinginannya. Karena mereka sudah tidak tahan lagi kalau semisal di serang wilayah lain dengan bermaksud menginvasi wilayah mereka kalau tidak ada sosok yang berdiri di depan untuk melindungi mereka semua maka semuanya akan hancur, tidak akan ada lagi tempat bagi mereka.
Karena tidak akan ada yang mampu mempertahankan kota apabila beberapa wilayah bersatu dan menyerang mereka sekaligus.
Namun banyak juga yang menolak keras saran tersebut karena trauma yang masih mendalam terhadap perlakuan yang mereka terima dari pemimpin sebelumnya. Dimana pemimpin tersebut menguras habis harta mereka dan kabur begitu saja meninggalkan kota setelah para penduduknya tidak memiliki apapun lagi.
__ADS_1
Hiro yang melihat dan mendengar semua kejadian tersebut tersenyum seringai.
TAP...TAP...TAP...
Hiro berjalan dengan tenang melewati sekumpulan orang-orang tersebut. Ia berjalan di tengah-tengah kedua kelompok dan berdiri dengan tenang sambil menatap mereka semua.
Semua orang yang melihat itu merasa bingung dan menatap Hiro dengan aneh.
"Apa yang kau lakukan nak? Apa kau tidak lihat situasi sekitar hah?!" ucap salah seorang yang bertanggung jawab sebagai perwakilan dari salah satu kelompok.
"Benar nak, lebih baik turun sekarang.. kami sedang membicarakan hal penting" ucap seseorang di sampingnya.
"Bagaimana kalau aku saja yang menjadi pemimpin kalian?" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.
JEDER!
Bagaikan guntur di siang hari, pernyataan Hiro sangat mengejutkan mereka semua yang ada di tempat tersebut.
"Nak! Apa yang kau katakan sebenarnya?!" ucap kedua sosok yang berada di sana.
"Bagaimana kalau aku menjadi pemimpin kalian? Jangan dulu menolak sebelum di coba" ucap Hiro dengan tenang.
__ADS_1
Mereka masih saja menatap tidak percaya kepada Hiro dan menganggap nya sebagai orang aneh tiada duanya.
Di pikiran mereka menganggap bahwa ucapan Hiro adalah lelucon belaka, bagaimana mungkin seorang remaja memimpin sebuah kota? Bukankah hal itu sangat tidak masuk akal, di lihat dari penampilannya saja mereka mengira bahwa Hiro masih berumur 20 tahunan.
"Jangan bercanda nak! Menjadi seorang pemimpin bukanlah sebuah candaan!" ucap perwakilan dari kelompok yang mencari pemimpin untuk kota.
"Haishh belum juga mencoba di pimpin oleh ku sudah menolak saja" ucap Hiro sambil menghela nafas panjang.
"Begini saja... bagaimana kalau kita buat perjanjian? Aku akan memimpin kalian selama 1 bulan dan selama itu kalian nilai apakah aku layak atau tidak menjadi pemimpin kalian..."
"Kalau tidak layak, maka aku akan mengundurkan diri dan memberikan kalian petisi berupa kebutuhan kota selama satu tahun... Tetapi bila ternyata aku layak dan dapat membuat kota maju, maka kalian harus bersumpah setia kepadaku?" ucap Hiro dengan tenang.
Mendengar pernyataan tersebut membuat suasana di sekitar menjadi hening, mereka sedang memikirkan keputusan secara matang.
Kelompok penduduk adanya pemimpin tentu saja langsung dengan sigap setuju, mereka tidak memikirkan Hiro yang akan menjadi pemimpin tetapi yang mereka pikirkan adalah petisi yang di janjikan oleh Hiro yang sangat menguntungkan bagi mereka apabila ternyata Hiro tidak layak.
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1