
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan pertanyaan tersebut berarti pertanda bahwa pergerakan mereka yang telah di rencanakan sedari sudah sangat lama sekali akan segera di mulai.
Janji yang di katakan oleh Sang Pencipta akan segera terwujud, zaman kejayaan ras Naga, Phoenix, Kura-kura Emas dan Qilin akan segera kembali terulang kembali.
"Kami siap mengikuti perintah anda tuan!" ucap mereka.
Hiro mengangguk puas dan kembali berkata, "Tidak lama lagi, dunia akan teringat pada kita kembali. Tunggu saja, tidak lama lagi" ucapnya dengan tenang.
Semua orang langsung bersemangat dan berencana setelah rapat ini selesai akan segera menyiapkan persiapannya sematang mungkin.
SWOSHHH...
Hiro mengeluarkan 40 peti yang berisikan berbagai macam pil, senjata dan yang lainnya dalam jumlah sangat banyak.
"Ambil 10 peti masing-masing untuk kalian, gunakan semua itu dengan baik dan bijak agar berguna untukku nanti" ucap Hiro.
Hiro tidak ingin memberikan sesuatu secara gratis, ia ingin ada timbal balik nya.
"Baik tuan, terimakasih banyak!"
"Lanjutkan saja apa yang kalian lakukan selama ini namun bila waktunya telah tiba maka bersiap-siaplah untuk mempertaruhkan nyawa kalian" ucap Hiro selesai berbicara serius, kemudian pembicaraan selanjutnya menjadi pembicaraan tenang yang di penuhi canda tawa antar kerabat dekat.
Mereka berkumpul di ruang rapat hingga matahari terbit, setelah itu barulah mereka bubar untuk beristirahat.
Setelah bangun Hiro mendapatkan kabar bahwa Tu Tile, Ning Kuan, Ning Guan, Yan Gu, Yan Su dan Ling San telah kembali ke wilayahnya.
Pertemuan ketiga kerajaan pun menjadi kabar panas lagi di kalangan masyarakat, mereka berspekulasi pasti itu semua terjadi karena adanya keberadaan Dewa Naga Synhak di Kerajaan Langit. Kejadian ini membuat warga kerajaan Langit sangat bahagia karena wilayah mereka telah terjadi sesuatu yang sangat jarang terjadi sebelum-sebelumnya.
Yah walaupun ketiga kerajaan tersebut berteman akrab namun sangat jarang melihat ketiga kerajaan berkumpul dalam satu tempat sekaligus. Hanya saja orang-orang tidak tahu bahwa tidak hanya 3 kerajaan itu saja yang berkumpul, ada satu pihak lagi yang mereka tidak ketahui bahkan identitas hampir setara dengan ketiga kerajaan.
Namun Kerajaan Langit tidak mengatakan apa-apa karena keinginan Tu Tile agar keberadaan mereka tidak tersebar.
Saat ini Hiro sedang bersama Yan Su dan Yan Gu, Ning Quan, Yan Xiu dan Ru Jian.
"Setelah dari sini anda akan pergi kemana lagi tuan muda?" tanya Ning Quan.
"Tidak ada, aku akan tinggal disini sementara waktu..." ucap Hiro.
"Berarti anda tidak perlu pergi ke wilayah kami kan tuan muda?" tanya Yan Xiu.
"Anda harus pergi tuan muda!" ucap Ru Jian dan Ning Quan dengan tegas.
"Hah? Mengapa jadi kalian yang menentukan nya?!" ucap Yan Xiu.
"Bukankah tidak adil kalau tuan muda tidak mengunjungi wilayah mu?!" ucap Ning Quan dan Ru Jian.
"Sudah tidak perlu, nanti aku akan kesana di lain waktu" ucap Hiro.
"Cihh, tidak adil sekali" ucap Ning Quan dan Ru Jian.
"Jian'er? Quan'er... Jaga sikap kalian nak" ucap Ru Lan ibunya.
"Tapi Bu.."
"Sudah nak, benar apa kata ibumu.. jaga sikap mu, jangan mempertanyakan keputusan tuan penguasa" ucap Ru Kang.
Hiro hanya menggelengkan kepalanya dan Yan Xiu tersenyum puas sambil menjulurkan lidahnya meledek kedua gadis tersebut.
***
Sedangkan d Benua Langit tempat Yue dan yang lainnya berada.
"Bagaimana? Apa sudah ada petunjuk?" tanya Yue.
"Maafkan kami nona, tidak ada petunjuk sama sekali... Bahkan Alam Kematian seperti menutup diri dan tidak menerima siapapun yang masuk ke dunia mereka, jadi kami kesulitan untuk mencari informasi terkait keberadaan tuan" ucap Diablo.
"Apa ada sesuatu mengenai Yaammaa?" tanya Yue.
"Kami tidak tahu nona, tidak ada informasi apapun yang kami dapatkan... " ucap Diablo.
"Hahh yasudahlah, hentikan saja pencariannya.." ucap Yue dengan muram.
__ADS_1
"Mengapa di hentikan saudari? Teruskan saja, kita tidak boleh berhenti sampai disini saja!" ucap Elizabeth menolaknya.
"Tenanglah Eli, apa kamu tahu sudah berapa lama kita melakukan pencarian? Kita berhenti sejenak untuk berpikir jernih, tidak boleh memaksakan sesuatu dengan terburu-buru" ucap Yue.
"Tapi saudari.. sampai kapan kita terus begini? Apa kamu tidak khawatir dengan keberadaan nya?" ucap Elizabeth.
"Bagaimana bisa kamu beranggapan demikian? Bukankah selama ini aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mencari tahu kebenarannya?" ucap Yue.
"Kalau begitu mengapa tidak ada jawaban yang pasti?!" ucap Elizabeth.
"Sudah ku bilang tenang dulu! Kalau pun kita tidak tahu kebenarannya tetapi apa kamu dapat menerimanya kalau ternyata yang kita dapatkan setelah menyelidiki nya adalah tentang kebenaran kematian dia?" ucap Yue.
"Tidak! Itu tidak mungkin!" ucap Elizabeth.
"Kalau begitu untuk apa kita mencari kebenarannya kalau di saat kita mendapatkan kabar bahwa Hiro telah tiada kamu tidak dapat menerimanya? Hidup dan mati adalah sesuatu yang sudah pasti terjadi, seseorang yang abadi pun dapat lenyap gara-gara keabadian nya itu juga" ucap Yue.
"Tapi.. tapi.."
"Maka dari itu kita sudahi saja pencariannya, fokus kita sekarang adalah untuk mengembangkan diri. Kita harus memutuskan rantai yang selama ini mengikat kita semua" ucap Yue.
Elizabeth hanya terdiam menundukkan kepalanya, setetes air keluar dari wajahnya yang sedang tertunduk.
"Hahh.. memang sulit menerima kenyataan tetapi kita harus belajar dari sekarang, agar tidak terlalu tenggelam di dasar kesedihan" ucap Yue.
Setelah itu pun keputusan resmi dari Yue keluar terkait penghentian sementara pencarian Hiro, siapapun yang mendengar kabar tersebut awalnya terkejut tetapi karena itu keputusan dari Yue pengganti Hiro maka mau tak mau mereka harus menerimanya.
***
"Yang mulia, orang-orang dari dunia lain telah perlahan-lahan pergi dari Alam Kematian.."
"Hemmm baguslah, lanjutkan saja penjagaan kalian agar tidak boleh ada satupun yang memasuki dunia kita karena itulah perintah mutlak dari tuan" ucapkan sesosok iblis yang duduk di kursi singgasana. Di belakangnya terdapat sebuah lambang mahkluk besar dengan aura yang di keluarkan nya sangatlah agung.
"Baik Yang mulia..!"
"Kami telah melaksanakan perintah anda tuan, semoga anda puas dengan kerja saya" ucapnya sambil berlutut di depan lambang Naga dengan tulisan besar di tengah-tengah nya 'HIRO'.
***
"Oh akhirnya kamu kembali juga, kemana saja kamu? Mengapa lama sekali tidak seperti biasanya?" tanya Hiro.
{Ahh entahlah, ayah menahan ku terus untuk menemani nya bercerita... Kakak tahu kan bagaimana jadinya kalau ayah bercerita?}
"Ahh benar juga, itu sangat mengerikan... Syukurlah kamu dapat kembali" ucap Hiro.
{Hehe itu karena aku kabur di saat ayah sedang lengah}
"Haishh kamu pasti akan di marahi nanti kalau kembali lagi" ucap Hiro menggelengkan kepalanya.
{Ahh sudahlah, itu bisa di pikirkan lagi saja nanti..}
{Bagaimana kabar kakak selama ini? Apa terjadi sesuatu?}
"Tidak ada, aku hanya sedang menikmati hidup saja" ucap Hiro.
{Ahh tidak seru.. Ehh, aku merasakan ada jejak energi 3 Hewan Surgawi? Apa anda melakukan sesuatu?}
"Oh yah benar, aku telah selesai melakukan rapat bersama 3 Hewan Surgawi lainnya. Paman Ling San juga datang" ucap Hiro.
{Semuanya datang?}
"Iyah semuanya datang" ucap Hiro.
{Apa anda sudah siap melakukan rencana selanjutnya?}
"Sudah, tinggal menunggu waktu saja.."
"Oh yah apakah Yue dan yang lainnya baik-baik saja?" tanya Hiro.
{Hemmm mereka tidak baik-baik saja, terutama kak Yue... Ia sangat marah, sedih, benci dengan diri sendiri padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun}
"Ahh hahaha, tidak kusangka ia sangat frustasi ternyata.." ucap Hiro.
{Cihh, kalau bukan menantu.. mungkin kakak sekarang sudah di pukul oleh ayah karena membuat kak Yue begitu menderita}
__ADS_1
"Ah-ekhem, ini ku lakukan demi mereka juga..." ucap Hiro.
{Benarkah? bukannya kakak ingin mencari istri baru?}
"TIDAK! Aku tidak ada niatan begitu yah?!" bantah Hiro dengan tegas.
{Masa?}
"Tentu saja!"
{Baguslah kalau begitu, karena kalau itu terjadi aku tidak tahu apa yang akan kak Yue lakukan kepada kakak}
"Hahh itulah yang aku takutkan juga" ucap Hiro bergidik merinding membayangkan Yue tersenyum manis di depannya nanti.
{Hahaha baguslah jangan macam-macam yah kak, kalau tidak bukan hanya kak Yue yang memukul kakak.. Ayah pun pasti ikut serta}
"Hemmm sudahlah, berikan aku sesuatu yang bagus" ucap Hiro.
{Hah? Mengapa aku harus memberikannya?!}
"Tentu saja sebagai hadiah karena telah berhasil mengumpulkan 3 Hewan Surgawi..!" ucap Hiro.
{Tidak tuh, aku tidak memasang misi seperti itu!}
"Cihh pelit sekali, bukankah hal tersebut suatu pencapaian besar untuk ku?!" ucap Hiro.
{Kalau pun aku mau memberikannya, aku bingung harus memberikan apa sebagai hadiahnya}
"Hemmm berikan saja aku hak istimewa untuk bertemu dengan Sang Pencipta.." ucap Hiro setelah berpikir ingin mendapatkan hadiah seperti apa.
{Ahh kalau itu sih... Agak sulit kak, aku harus membicarakannya lagi kepada ayah karena hanya ia saja yang bisa menyampaikan permintaan kakak}
"Cihh coba sini biarkan aku mengobrol dengan pria tua itu" ucap Hiro.
{Baiklah tunggu sebentar..}
Setelah beberapa saat kemudian aura di sekitarnya tiba-tiba berubah, waktu pun seolah-olah berhenti.
[Anak sialan, apa yang kau katakan tadi? Pria tua?!]
"Ahh ayah mertua, anda sudah datang..." ucap Hiro yang langsung melembut.
[Apa-apaan kamu itu? Tadi saja berani mengejek ku, sekarang bersikap lembut seperti anak anjing!]
"Hhe maafkan aku ayah mertua, aku begitu karena ada sedikit masalah personal dengan ayah mertua.." ucap Hiro.
[Hah sudahlah, apa yang ingin kau minta dariku?]
"Hehe ayah mertua ini terburu-buru sekali tetapi bagus juga karena ayah mertua pasti kesulitan untuk menghentikan waktu sekarang ini" ucap Hiro.
[Berhenti basa-basi anak sialan! Cepat katakan saja apa yang kamu inginkan?]
"Baiklah aku tidak akan sungkan kalau begitu.."
"Tolong berikan posisi anda sebagai Dewa Hampa kepada aku" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
[...]
[MENGAPA AKU HARUS MENURUTINYA?]
Suara tersebut tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan tajam setelah mendengar permintaan Hiro yang sangat tidak masuk akal. Sedangkan Hiro hanya tersenyum sambil mengucapkan beberapa kata yang tidak bisa di dengar oleh siapapun kecuali ayah mertua nya sendiri.
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
See You... Semoga Author Dapat Menulis Kembali, Kalau Tidak Maka Author Ucapkan Permintaan Maaf Sebesar-besarnya. Author Ucapkan Terimakasih Banyak Kepada Kalian Semua Yang Selalu Senantiasa Menemani Author Hingga Saat Ini.
SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU TEMANKU SEMUANYA.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1