
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sekte Elang Putih Hiro di sambut dengan hangat dan ramah oleh Patriak .
Hiro pun berpikir mungkin itu karena lencana Kamar Dagang Emerald yang ia miliki dari ayahnya Alicia waktu itu .
Saat ini Hiro berada di ruangan aula pertemuan bersama dengan Patriak dan para tetua lainnya .
" Jadi ada keperluan apa tuan ? " Tanya Patriak .
" Tidak ada Patriak , aku hanya ingin berkunjung saja karena mendengar kabar yang beredar bahwa sekte Elang Putih akan melaksanakan penerimaan murid tahunan dan aku ingin menyaksikan acara tersebut " Ucap Hiro tersenyum tenang .
" Hoho tentu saja boleh tuan … Bahkan anda bisa menjadi tamu kehormatan kami " Ucap Patriak .
" Haha tidak perlu Patriak " Jawab Hiro .
" Tapi aku memaksa tuan muda … " Ucap Patriak tersenyum .
" Hahh… Baiklah kalau anda memaksa " Ucap Hiro menghela nafasnya .
" Haha baguslah anda akan menjadi tamu kehormatan kami saat acara di mulai tuan Hiro " Ucap Patriak .
Saat Patriak menyebut Hiro dengan namanya orang-orang yang berada dalam ruangan tiba-tiba terkejut bahkan Patriak sendiri pun seperti menyadari ada sesuatu yang penting .
" Apakah anda tuan Hiro yang di pelelangan ?! " Ucap Patriak terkejut .
" Benar Patriak … Apakah anda kemarin hadir di pelelangan ? " Ucap Hiro tersenyum tenang .
Patriak hanya mengangguk karena saking terkejutnya ia tidak menyangka akan kedatangan sosok yang menggemparkan pada saat pelelangan.
" Maafkan aku karena terlambat menyadari anda tuan Hiro " Ucap Patriak canggung .
" Haha tidak perlu seperti itu… Anda bisa memanggil ku Hiro saja tanpa embel-embel tuan " ucap Hiro .
" Kalau begitu panggil saja aku pak tua Ji Long " Ucap Patriak .
" Anda masih belum tua Patriak, bagaimana kalau paman Long saja ? " Ucap Hiro .
" Terserah kamu saja nak Hiro " Patriak tersenyum senang .
" Baiklah pertemuan nya kita akhiri saja… Silahkan berisitirahat nak Hiro anggap saja seperti rumah sendiri " Ucap Patriak Ji Long .
" Kalau begitu aku pamit beristirahat paman " Ucap Hiro kemudian pergi mengikuti pelayan yang bertugas mengantarkan Hiro ke ruangannya .
Setelah kepergian Hiro , Patriak dan para tetua masih berdiam diri di dalam ruangan .
" Menurut kalian bagaimana dengan pemuda tersebut ? " Tanya Patriak .
" Misterius Patriak … Ia bukan sosok yang dapat di singgung karena saat pertama kali kami melihatnya level nya tidak dapat di ketahui seperti ada kabut yang menghalanginya " Ucap salah satu tetua .
" Hoho … Begitukah menurut tetua agung ? " Ucap Patriak .
Tetua agung tersebut mengangguk.
" Bagaimana dengan tetua lainnya ? " Tanya Patriak .
" Kita harus berhubungan baik dengannya … Bahkan saat pelelangan pun ia bersikap berani kepada Kaisar dan klan Zhao " Ucap salah satu tetua .
" Benar … Bahkan kaisar pun hanya di lihat sebelah mata olehnya bagaimana dengan kita yang hanya pelindung suatu wilayah ? " Ucap Patriak .
" Baiklah beritahukan yang lainnya agar memperlakukan Hiro seperti kalian memperlakukan aku ! " Perintah Patriak serius .
" Baik ! " Ucap semua orang dan mereka pun pergi meninggalkan ruangan .
***
__ADS_1
Di ruangan Hiro , saat ini ia sedang melihat-lihat status nya .
" Yue tolong carikan tempat yang aman untuk menerima Petir Kesengsaraan " Ucap Hiro yang merasa sudah saatnya.
{ Sedang mencari titik lokasi … }
{ Lokasi ditemukan … Apakah anda ingin segera di Teleportasi kan? }
" Tentu "
{ 5…4…3…2…1… }
Tiba-tiba Hiro berada di tempat yang antah-berantah … ia pun merasa ini bukan lah di tempat Dunia Dewa .
" Yue dimana ini ? "
{ Rahasia }
" Cihh … Main rahasia-rahasia segala ! " Ucap Hiro kesal .
{ Apakah anda ingin menjalankan Petir Kesengsaraan ? }
" Tentu saja cepat lakukan , aku ingin merasakan berada di level Heavenly God ! " Ucap Hiro semangat .
{ Hitung mundur Petir Kesengsaraan … }
{ Harap tuan tetap tersadar karena kalau tidak , mungkin saja tuan akan mati ! Bahkan tidak bisa bereinkarnasi kembali }
{ 10…9…8… }
" Tunggu ! Apa-apaan itu !? " Ucap Hiro terkejut .
{ 7…6…5…4… }
" Tung-… "
Tiba-tiba petir tanpa warna dan tanpa wujud menyambar Hiro .
Hiro yang belum bersiap seluruh badannya merasakan mati rasa karena tersambar .
" Yuee !!! " Teriak Hiro .
Trak… Jederrrrr…
Tanpa berhenti Hiro terus-terusan di sambar petir yang hanya mengeluarkan suara jadi Hiro tidak bisa menghindar hanya bisa bertahan dengan menelan semua pil yang ia buat .
Hingga sambaran ke 99 akhirnya tidak ada suara petir yang cukup membuat Hiro trauma .
" YUE ! " Ucap Hiro kesal dengan napas terengah-engah .
{ Selamat tuan ! Anda berhasil bertahan dari 99 Petir Surgawi }
{ Selamat Tuan ! Anda telah memasuki Level Heavenly God tingkat 3 }
{ Selamat Tuan ! Anda telah membangkitkan darah Ras Dragon Storm }
{ Petir Kesengsaraan Keabadian akan segera di mulai … 10…9…8… }
" Tung-… "
Trak…
Kini petir berwarna keemasan dengan berbentuk tombak berada di atas bersiap menyambar Hiro .
Hiro yang melihat nya bergetar karena merasakan aura yang begitu kuat berusaha menekannya .
__ADS_1
' Apakah kau tidak ingin aku hidup … Wahai sang pencipta !? ' Pikir Hiro kesal .
Swoshhhh… Jederrrrr… Blarrrr…
Angin berhembus kencang saat petir berbentuk tombak tersebut melesat dan menyentuh permukaan tanah .
Pohon-pohon dan tanah hancur dengan cekungan yang besar terlihat di tempat tersebut .
{ Tuan ? Apakah anda masih hidup ? }
" MASIH HIDUP !!! KAU KIRA AKU AKAN MATI SEBELUM MEMANGSA MU ? LIHAT SAJA NANTI AKAN KU BALAS APA YANG TERJADI HARI INI !!! " Hiro berteriak keras hingga akhirnya pingsan karena kelelahan.
Saat Hiro tidak sadarkan diri tiba-tiba muncul cahaya bersinar terang keluar dari tubuh Hiro dan membentuk sosok wanita yang cantik nan imut .
{ Ini semua demi kebaikan mu … Agar tidak ada siapapun yang dapat menyentuh mu nanti saat berkuasa }
Wanita tersebut menidurkan Hiro di pangkuannya dan menatapnya dengan penuh kasih sayang .
{ Cepat lah kuat dan berkuasa agar kita hidup tenang }
***
" Ughh… Dimana ini ? " Ucap Hiro yang sudah tersadar .
{ Tuan sudah sadar ? }
" Ughh Iyah tapi ini dimana ? " Tanya Hiro .
{ Tempat tuan menerima Petir Kesengsaraan }
" Ahh aku kemarin tidak sadarkan diri … tapi mengapa kau tidak membawa ku kembali ke dunia Dewa ? " Ucap Hiro .
{ Bukankah tuan harus beristirahat dulu ? }
" Benar … Baiklah tapi kemana baju ku ?!!! " Ucap Hiro saat melihat dirinya tanpa memakai sehelai kain yang menutupi tubuhnya .
{ Bukankah hancur karena terkoyak petir ? }
" A-apakah k-kamu sudah melihatnya ? " Ucap Hiro terbata-bata .
{ Kecil }
" Sialan ! Apa nya yang kecil hah ! " Ucap Hiro marah .
{ Otot tuan }
Hiro terdiam karena merasa malu .
" Huftt sudahlah berikan aku baju " Ucap Hiro .
Hiro kemudian pergi mengitari sekeliling tetapi ia tidak melihat satupun monster ataupun binatang hidup di tempat tersebut .
" Aneh sekali kemana para binatang ? Ini hutan kan ? " ucap Hiro keheranan .
" Hahh sudahlah … Yue berikan aku makanan yang paling enak ! " Ucap Hiro kemudian makan untuk mengisi perutnya padahal seorang Kultivator di level Heavenly God tidak perlu makan bahkan mereka kuat sampai 5 tahun hidup tanpa makan hanya perlu menyerap energi alam tetapi mungkin karena kebiasaan hidup di dunia sebelumnya .
Hiro sehari tersebut hidup dengan tenang tanpa memikirkan apapun, rasa lelah yang sebelumnya karena banyak sekali hal yang harus ia lakukan menghilang begitu saja karena ketenangan yang ia dapatkan di tempat tersebut .
" Hahhh … Sungguh nyaman sekali hidup seperti ini " Ucap Hiro .
{ Tuan akan segera di kembalikan ke dunia Dewa … Hitung mundur di mulai ! }
{ 10 … 9 … 8 … }
" Sial !!! " .
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...