Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Disaster


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokkan harinya Hiro telah bangun pagi sekali sebelum para prajurit dan petualangan terbangun untuk mengecek apakah api di tempat yang sebelumnya ia lihat masih ada atau tidak karena takut nya membahayakan mereka semua.


"Ternyata benar dugaanku, api itu melindungi suatu tempat agar tidak tersentuh oleh orang luar" ucap Hiro.


{Api itu sama sekali tidak membahayakan karena ada suatu pemicu yang apabila aktif akan membuat api itu sangat berbahaya... Untuk saat ini sepertinya api itu dingin, karena masih belum ada siapapun yang terkena jebakannya. Tetapi sepertinya api itu melindungi sesuatu}


"Anj... Sialan! Kaget.." ucap Hiro melompat ke depan karena suara sistem yang tiba-tiba bergema di pikirannya.


{Hehehe kaget yah? Maafkan aku kak..}


"Haishh! Kemana saja kamu baru muncul sekarang? Sekalinya muncul pun membuat ku kaget setengah mati..!" ucap Hiro.


{Ayah memanggilku.. ada sesuatu urusan yang harus di bicarakan dan di selesaikan secepatnya, jadi aku harus pergi dulu}


"Setidaknya kasih kabar dulu, jangan menghilang begitu saja" ucap Hiro.


{Baik, maafkan aku}


"Hah sudahlah, apa aku boleh tahu urusan apa itu sehingga kamu pergi sangat lama?" tanya Hiro.


{Maaf rahasia..}


"Sudah pasti begitu... Yasudah yang penting kamu sudah kembali sekarang" ucap Hiro.


{Sepertinya kakak sedang mendekati suatu mahkluk..}


"Benar, mahkluk itu harus di musnahkan karena telah mengganggu suatu desa dan membuat kekacauan" ucap Hiro.


{Mengapa harus repot-repot membunuhnya? Bukankah sudah tanggungjawab suatu penguasa dunia kalau ada sesuatu yang salah dengan wilayahnya?}


"Entahlah mungkin mahkluk ini juga ada campur tangannya dengan Dewa sialan itu!" ucap Hiro.


{Hemmm memang benar, aku juga merasakan ada aura yang dia dari monster itu}


"Nah kan sudah pasti begitu.. karena menurut para petualang seharusnya mahkluk itu telah di musnahkan oleh si sialan itu, tetapi anehnya kok sekarang muncul lagi" ucap Hiro.


{Sepertinya sengaja di lepas, tetapi mahkluk itu telah di jinakkan...}


{Untuk membesarkan mahkluk itu memang membutuhkan banyak sekali jiwa, sepertinya karena alasan itu pula mahkluk itu di lepaskan dan di biarkan mengamuk sesukanya}


"Cihh dasar Dewa sialan.. sudah tidak becus menjalankan tanggung jawab, sekarang menelantarkan para penduduknya? Sepertinya aku sudah tidak tahan lagi untuk menghajar si brengsek itu!"


{Tahan.. tahan dulu jangan sampai lengah kak!}


"Tapi kamu lihat sendiri kan bagaimana sikapnya yang sangat keterlaluan itu? Tega-teganya dia mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah hanya untuk nafsunya sendiri?!" ucap Hiro.


{Iyah aku tahu, tetapi tenang dulu... Jangan sampai gara-gara rasa amarah sesaat membuat kesalahan besar yang susah untuk di tebus, tenangkan diri kakak dulu lalu pikirkan langkah apa saja yang harus diambil}


"Hahh...huftt.. hahh" Hiro menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian hari mulai terang dan para prajurit pun telah bangun mulai membereskan tempat tersebut.


Hiro pun kembali ke tempat mereka dan mulai melanjutkan kembali perjalanan menuju ke desa tempat tinggalnya Ji Peng.


"Itu di depan tuan... Itu desa saya" ucap Ji Peng.


Hiro melihat ke depan terdapat beberapa bangunan dan tembok dinding yang melindungi wilayah itu terbuat dari kayu.


Keadaannya sudah sangat mengerikan dimana orang-orang disana telah kurus kering seperti ikan yang mati kekeringan.


"Apa yang sudah terjadi di desa ini sebenarnya?!"


"Mereka tampak menyedihkan begitu.."


"Apa kita terlambat?" ucap para prajurit dan petualangan yang sangat terkejut melihat keadaan orang-orang di desa tersebut.


"Tidak.. hanya saja kita terlambat menyadari bahwa orang-orang di desa ini telah sangat menderita"


"Mengapa kamu tidak cepat-cepat mengabari ke kota Ji Peng?" tanya Hiro dengan serius.


"B-bukannya tidak ingin tuan.. namun Disaster tidak membiarkan satu orang pun dapat keluar dari desa" ucap Ji Peng.


"Lantas? Mengapa kamu bisa keluar dan memanggil kami sekarang?" ucap Hiro kemudia mengeluarkan pedangnya.


Melihat Hiro mengeluarkan pedangnya semua orang di belakangnya pun langsung mengeluarkan senjata masing-masing.


Ji Peng terdiam sesaat, namun tidak lama ia tersenyum dan tertawa terbahak-bahak.


"Hahahaha... Kau pintar juga anak muda!" ucap Ji Peng namun kini suaranya berbeda daripada sebelumnya.


"Aku sudah tahu dari awal, coba kau pikirkan bagaimana mungkin bisa seorang anak kecil keluar dan meminta bantuan sedangkan di desanya ada sebuah mahkluk yang sangat buas, apa mungkin mahkluk itu membiarkan nya? tentu saja tidak mungkin kan? Karena itulah aku berpura-pura untuk membantu mu tetapi sebenarnya aku hanya ingin meminta kau mengarahkan kami ke tempat ini" ucap Hiro.


"Hahahaha karena itulah sekarang nyawa kalian akan mati di tangan ku! Sesali lah keputusan mu ini bocah!" ucap mahkluk tersebut.


"Disaster?!" ucap para petualang.


"Kalau aku tidak yakin untuk membunuh mu untuk apa aku datang kemari?" ucap Hiro tetap tersenyum tenang.


"Bocah sombong! Apa kau tidak tahu mana bumi dan mana langit?! Aku itu adalah satu-satunya mahkluk yang tidak terkalahkan!" ucap mahkluk tersebut dengan nada angkuh.


"Kalau begitu, aku satu-satunya manusia yang akan membunuhmu dan tuan mu..." ucap Hiro dengan dingin dan kini tatapannya menjadi sangat tajam.


Mahkluk itu seketika terkejut saat mendengar perkataan Hiro.


"B-bagaimana kau tahu?!" ucapnya.


"Tentu saja, karena aku..." ucap Hiro tiba-tiba menghilang.


SWOSHHH...


Hiro muncul kembali di depan Disaster dan membisikkan beberapa kata sambil menusuk perut mahkluk tersebut dengan pedangnya.

__ADS_1


"Malaikat pencabut nyawa yang khusus di tugaskan untuk tuan mu..!" ucap Hiro dengan pelan dan dingin.


JLEB..!


"Ohok-.. s-sialan!" ucap mahkluk itu memuntahkan seteguk darah.


Hiro mencabut kembali pedangnya dan mengayunkan nya untuk membersih darah yang menempel di bilah pedangnya.


"Para prajurit dan petualangan sekalian... Apa kalian siap?" ucap Hiro sambil mengangkat pedangnya.


"Siap!!!" ucap mereka serempak.


"Serang!!" ucap Hiro dan semua orang pun mulai menyerang mahluk di depannya dengan brutal.


Semua kemampuan yang di miliki mereka di keluarkan secara habis-habisan. Mereka tidak ingin menyia-nyiakan satu detik, satu persen energi sekalipun untuk menyerang mahkluk tersebut.


Hiro hanya diam melihat mereka menyerang monster tersebut dan tiba-tiba tersenyum kecil.


"Skill Creation : Absolute Zone" ucapnya.


"Sialan!! Berani-beraninya para mahkluk hina ini terluka! Asalkan kalian tahu aku ini abadi..."


"Ehh tunggu... Kenapa, kenapa luka di tubuhku tidak tertutup?!" ucap Disaster.


"Apa kamu bodoh?" ucap Hiro tersenyum sinis.


"Jangan-jangan..?!"


"Sialan! Bagaimana kau bisa melakukannya, di dunia ini tidak ada yang bisa menggunakan energi cahaya!"


"Terserah aku lah, mau memakai apapun bebas... Yang penting kau musnah!" ucap Hiro.


"Tidak..tidak..!!"


"Tuan.. tolong bantu aku..!" ucap mahkluk tersebut namun sayang sekali para prajurit dan para petualang tidak memberikan nya waktu atau kesempatan sama sekali, mereka langsung saja menghabisinya.


"Yeahhh!!!"


"Kita menang..!!"


"Kita berhasil membunuh Disaster!!!" teriak mereka kegirangan.


Hiro tersenyum dan bertepuk tangan, yah walaupun sebenarnya itu juga karena berkat dirinya namun ia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka.


Setelah memuaskan hati bersorak-sorai merayakan kemenangan, mereka pun bergegas masuk ke desa untuk menyelamatkan orang-orang yang masih bisa di selamatkan.


Begitupun dengan Hiro, sebelum memasuki desa ia terlebih dahulu memasang sebuah formasi penyembuhan yang mengelilingi seluruh desa.


Formasi tersebut dapat berfungsi sebagai pertolongan pertama kepada orang-orang di desa agar sedikit lebih baik dan bisa di selamatkan.


***

__ADS_1


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2