Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Naik Level


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sayang, apa kamu sudah gila hah?!"


"Ada apa dengan dirimu tiba-tiba saja mengeluarkan aura membunuh yang begitu pekat sampai membuat seluruh orang tidak bisa bernafas?!" ucap Yue langsung marah-marah kepada Hiro.


"M-maaf... Aku tadi terpikirkan sesuatu yang membuatku kesal" ucap Hiro.


"Terus? Memang harus mengeluarkan aura membunuh? Apa kamu ingin membuat semuanya yang ada di dunia jiwa ini mati?" ucap Yue.


"Hahh sudahlah, ceritakan padaku apa yang membuat mu kesal sampai mengeluarkan aura membunuh begitu besar?" ucap Yue langsung duduk di dekat Hiro.


"Aku harus melakukan pembersihan..."


"Jadi, siapa orang pertama?" tanya Yue.


"Hanya lalat kecil, hanya saja aku terlalu malas kalau bukan karena terpaksa gara-gara kewajiban ku! Kalau bisa memilih maka aku hanya ingin berdiam diri dengan tenang disini" ucap Hiro.


"Hahhh maka karena itu pula alasan ku selama ini mencegah dengan keras untuk memberikan dirimu kuasa yang lebih tinggi dari menjadi penguasa istana langit... Sifat pemalas dan tidak ingin repot mu itu yang sangat tidak cocok memegang tanggung jawab ini" ucap Yue.


"Entahlah awalnya aku mengikutinya hanya karena ingin kekuatan saja agar seluruh keluargaku merasakan hidup aman dan nyaman seumur hidupnya" ucap Hiro.


"Aku tahu niat baik mu itu, yasudah kalau begitu lakukan saja tugas mu setelah itu baru bermalas-malasan lagi" ucap Yue yang tahu cara menangani Hiro.


"Kalau saja di perbolehkan akan aku habisi semuanya hanya dengan sekali serang, walaupun akan sangat membuat ku kelelahan dan kehabisan energi ku, tidak menjadi masalah karena itu semua bisa di isi ulang lagi dengan cara berhibernasi" ucap Hiro.


"Hibernasi?! Bukan begitu, yang benar adalah berkultivasi!" ucap Yue.


"Sama saja kan? Apa bedanya" ucap Hiro tertawa kecil.


"Hah yang benar saja? Apa di otak mu hanya ada kata MALAS saja?!"


Hiro kemudian berbaring di pangkuan Yue sambil tersenyum lembut, "bukan malas hanya saja aku tidak ingin kehilangan waktu ku yang berharga untuk mengurus itu semua, lebih baik aku bermanja-manja kepadamu dan yang lainnya kan" ucapnya sambil memejamkan matanya.


"Benarkan apa kataku? Perjalanan mu akan sangat panjang, walaupun kamu merasa sudah hampir berakhir tetapi kenyataannya kata akhir itu terus saja menjauhi dirimu" ucap Yue.


"Jadi lebih tepatnya adalah tidak ada kata akhir untukku selama aku masih hidup? Berarti kata 'akhir' disini sama saja dengan kematian" ucap Hiro.


"Mungkin begitu, karena bisa saja itu benar tapi bisa saja salah" ucap Yue dengan lembut dan mengelus-elus rambut kepala Hiro yang ada di pangkuannya.


"Aku harap kata akhir itu segera menemui ku..." gumam Hiro yang seketika membuat Yue tertegun sejenak.


"Kalau begitu, aku akan terus selamanya membawakan kembali kata 'awal' yang baru kepadamu" ucap Yue yang tiba-tiba meneteskan air matanya.


"Aku tahu itu..."


***


Hari 7 setelah perang berakhir, kekaisaran memberikan sebuah apresiasi dan hadiah atas jasa-jasa besar pasukan Hiro dalam membantu meraih kemenangan.


Hadiah yang di berikan kaisar bermacam-macam, dari senjata hingga koin emas. Tetapi yang paling Hiro sukai dari pemberian kaisar adalah Wilayah!


Kaisar memberikan sebuah wilayah yang di dapatnya sebagai rampasan perang. Wilayah tersebut berada di barat daya kekaisaran sangat jauh dari dunia jiwa.


"Haha bagus-bagus, kaisar tahu apa yang aku butuhkan... Dengan begini persiapanku hampir selesai" ucap Hiro tertawa senang.


'Dengan begini akhirnya aku bisa mulai mencari cara agar dunia jiwa kembali ke semula'.


"Raphael!" ucap Hiro memanggil bawahannya itu.


"Iya tuan?" ucap Raphael yang tiba-tiba muncul di depannya sambil berlutut.


"Coba kau pergi untuk memeriksa wilayah yang di berikan oleh kaisar!"


"Tinjau wilayah tersebut dan buat laporan lebih mendetail" ucap Hiro memberikan perintah.


"Baik tuan!" ucap Raphael dan pergi dengan cepat tanpa menunda waktu lagi.


"Baiklah kini tinggal tunggu waktu saja untuk memulai semuanya"


Hiro pun pergi menemui Yue dan bermanja-manja sampai berolahraga malam.


Keesokkan harinya... Hiro mulai mencari tahu cara mengembalikan dunia jiwa.


'Oke sistem saatnya bekerja... Bagaimana caranya agar dunia jiwa kembali ke tubuhku' ucap Hiro.


{Tidak semudah itu tuan...}


{Walaupun memang bisa tetapi tetap saja prosesnya tidak akan mudah}


'Sudahlah beritahu saja bagaimana caranya'


{Baiklah kalau begitu...}


{Anda harus berkultivasi selama 3 bulan penuh tanpa keluar dari ruangan, tanpa makan, tanpa melakukan apapun...}


{Anda harus mengumpulkan energi anda sebanyak mungkin hingga dapat menarik eksistensi dunia jiwa, anda hanya memiliki 3 kali kesempatan apabila gagal maka secara permanen dunia jiwa akan tertanam di dunia ini selamanya dan koneksi anda dengan dunia jiwa akan hilang}


'Cihh... Level ku saat ini tidak cukup untuk melakukan itu?' ucap Hiro.


{Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan level anda, tetapi hal ini terkait akan kuantitas energi Qi dan mana anda}

__ADS_1


'Baiklah baik, kalau begitu lebih cepat lebih bagus kan?'


'Aku akan melakukan sekarang juga...' ucapnya kemudian menemui keluarganya.


"Kamu akan melakukan kultivasi tertutup? Tumben-tumbenan sekali, ada apa dengan mu?" ucap Yue.


Bukan hanya Yue yang merasa aneh akan hal tersebut tetapi seluruh keluarganya pun sama, karena selama ini mereka belum pernah melihat Hiro berlatih setelah sekian lama.


"Hahaha kenapa ekspresi kalian seperti itu? Tenang saja aku hanya sedang ingin meningkatkan energi Qi dan Mana ku saja, lagipula sudah lama sekali bukan aku tidak berkultivasi" ucap Hiro tertawa ringan.


"Baiklah kami akan menjaga dirimu dan dunia jiwa selama kamu menutup diri tetapi beritahu kami dulu apa alasannya kamu melakukan itu?" tanya Yue.


"Astaga kenapa kalian khawatir sekali? Tenang saja kata aku juga, bukan masalah besar kok hanya saja ini semua demi mengembalikan dunia jiwa seperti semula" ucap Hiro.


"Oh baiklah kalau begitu, karena kami sudah tahu alasannya maka tidak ada alasan bagi kami untuk melarangmu lagipula semua yang kamu lakukan demi kami bukan?" ucap Yue.


"Tentu saja! Apapun kalau demi kalian akan aku lakukan" ucap Hiro.


"Baik-baik, tunggu sebentar akan aku suruh pelayan untuk menyiapkan ruangannya dulu... Apa perlu aku juga membantu menyegel nya agar tidak ada yang dapat mengganggu kamu?" tanya Yue.


"Oh kalau kamu mau tentu aku akan sangat senang" ucap Hiro.


Yue mengangguk dan memanggil seorang pelayan untuk menyiapkan suatu ruangan.


Tidak lama kemudian Hiro pun sudah berada di dalam ruangan tertutup yang telah di segel oleh Yue dari luar.


"Hahh baiklah mari kita lakukan..." ucapnya mengambil posisi duduk yang nyaman dan memejamkan matanya.


Ia menarik seluruh indra nya agar tidak dapat mengganggu konsentrasinya.


***


Selama Hiro latihan tertutup segala urusannya telah di gantikan atau di wakili oleh Yue, kaisar yang tahu Hiro sedang latihan tertutup pun membantunya dengan cara mengirimkan para pasukan elite nya untuk menjaga wilayah Duchy, yah walaupun kaisar tidak membantunya Yue masih mampu menjaga dunia jiwa bersama orang-orang di dalamnya.


1 bulan berlalu ketidakhadiran Hiro yang selama ini selalu ada membuat suasana keluarganya sepi.


2 bulan berlalu keadaanya pun masih sama, dunia jiwa masih baik-baik saja selama Hiro tidak ada.


Saat akan menyentuh bulan ketiga, masalah-masalah sering sekali berdatangan... Entah itu dari internal maupun eksternal, tetapi Yue masih bisa mengatasinya walaupun sedikit kelelahan.


"Cepatlah kembali dasar suami bodoh! Apa kamu tega melihat istrimu kesulitan begini" gumam Yue yang tengah pusing dalam menghadapi berbagai masalah.


"Apa masih belum ada tanda-tanda Hiro telah menyelesaikan latihan tertutupnya?" tanya Yue pada orang-orang yang di tugaskan berjaga di pintu masuk ruangannya.


"Belum ada nyonya, kami selama ini terjaga dan tidak ada tanda-tanda tuan akan segera keluar" ucap para penjaga.


"Hahhh baiklah, kalian boleh kembali bertugas" ucap Yue.


"Bagaimana dengan Raphael? Apa dia juga belum kembali?" tanya Yue pada Diablo yang sudah kembali dari neraka sebulan yang lalu.


"Baiklah, setidaknya keberadaan Raphael dapat sedikit membantu kita disini..." ucap Yue menghembuskan nafas panjang.


"Anda benar nyonya... "


'Kumohon cepatlah kembali sayang, kalau tidak aku akan terbaring di kasur selama beberapa hari karena sakit kepala!' ucap Yue dalam hatinya.


3 bulan berlalu… Masih belum ada tanda-tanda Hiro akan keluar dari ruangannya.


"Arghhh... Aku sudah tidak kuat lagi" ucap Yue.


"Berapa banyak wilayah yang selalu membuat masalah dengan kita?" tanya Yue dengan kesal, kini mood nya telah sangat hancur.


"3 wilayah nyonya..."


"Kalau begitu bereskan!" ucap Yue penuh emosi.


"M-maksud anda?"


"Hancurkan! Sudah cukup kita meladeni mereka dengan sangat lembut, sekarang kita akan membereskannya dengan cara kita sendiri yaitu pembersihan total!" ucap Yue yang telah sangat marah.


"B-baik nyonya…" ucap seorang prajurit penyampai pesan sangat ketakutan saat melihat Yue marah.


"Diablo! Raphael! datang kesini cepat!" ucap Yue menggunakan telepati nya.


"Anda memanggil kami nyonya?" ucap mereka berdua.


"Persiapkan pasukan kalian, kita akan melakukan pembersihan total! Aku tidak peduli entah itu raja ataupun kaisar yang menghalangi, maka kita akan mendeklarasikan perang pada mereka!" ucap Yue yang sudah sangat marah.


Karena dirinya telah sangat kelelahan hingga batas kesabarannya telah habis.


"Tapi nyonya…" ucap Raphael yang agak ragu dengan perintah Yue.


"Tidak ada tapi-tapian! Kalau kamu berani membantah lagi maka kau akan aku urus sendiri nanti!" ucap Yue dengan dingin dan menatap tajam ke arah Raphael.


Sikap dan ketegasan yang di lakukan Yue benar-benar mirip sekali dengan Hiro, bahkan mereka berdua mempunyai pemikiran yang sama yaitu Hiro versi wanita!.


"Kami terima perintah anda!" ucap mereka dengan tegas dan langsung pergi menyiapkan pasukannya.


"Hahh… Maafkan aku sayang, tetapi kesabaranku sudah habis… Aku harap nanti setelah kamu kembali dirimu dapat membantu ku menyelesaikan masalah yang ku buat ini" ucap Yue.


***

__ADS_1


Sedangkan Hiro yang berada di dalam ruangan tertutup masih saja memejamkan matanya bahkan tidak ada tanda-tanda ia akan segera sadar.


Aura dingin dan panas di dalam ruangan menyebar luas saling bertabrakan, mereka saling mendominasi satu sama lain hingga tiba-tiba sebuah energi gelap yang bercampur emas muncul.


Energi tersebut menyerang kedua energi panas dan dingin itu, bahkan ia menyerap keduanya dan mengendalikannya agar tenang.


Setelah keadaan tenang energi tersebut tiba-tiba melesat masuk menuju tubuh Hiro dan menetap pada dantian nya.


Tubuh Hiro sedikit merespon nya dan tiba-tiba tubuhnya terbalut oleh gelembung yang setelah terapung ke udara.


Gelembung yang membungkus tubuh Hiro itu tiba-tiba bergerak-gerak tidak karuan.


{Selamat tuan! anda telah mencapai Semigod tahap 2}


{Selamat tuan! anda telah mencapai Semigod tahap 3}


{Selamat tuan! anda telah mencapai Semigod tahap 4}


{Anda dapat membuka mata sekarang tuan}


Hiro pun membuka mata secara perlahan-lahan, terlihat ada sedikit perbedaan pada pupil matanya yang berubah menjadi merah.


"Hemmm sudah berapa lama aku bertapa?" ucap Hiro.


{3 bulan tuan…}


"Hooo sesuai batas waktu yang di tentukan ternyata…"


"Hemmm entah kenapa aku merasa segar, entah itu pikiran ataupun tubuhku" ucap Hiro.


"Aku juga merasa aura ku sedikit berubah" ucapnya.


{Itu karena anda telah naik level tuan}


"Oh yah? benarkah? coba tunjukkan status ku!" ucap Hiro dengan antusias.


{Baik tuan…}


*STATUS


[Nama: Hiro Akame]


[Ras: God Asura ]


[Level: Semigod(4)]


[Skil: Infinity-Creation]


[Senjata: Golden Sword]


[Gelar: The Great Ruller-Killing God(terkunci)]


[Inventori]


"Oh benar, aku naik 3 level tapi kok sedikit sekali?" ucap Hiro.


{Hahhh tidak tahu di untung sama sekali…}


{Mahkluk hidup mana lagi coba tuan yang dapat menikmati keuntungan seperti anda ini?}


{Hanya berkultivasi selama 3 bulan naik 3 level? bahkan dewa sekalipun kesulitan}


Mendengar omelan sistem membuat Hiro tersenyum kecil, "Hahaha aku hanya bercanda, baperan sekali kamu ini" ucapnya.


{Tidak tahu… Bodo amat mau itu candaan atau bukan juga…}


Baru kali ini sistem merajuk kembali, setelah terakhir kali sistem merajuk adalah Yue masih menjadi sistem.


"Hooo kalau begini lama-lama kamu mirip Yue… Apa kamu juga bisa berubah lagi seperti Yue? apa kamu adik nya Yue? atau kakaknya? atau ibunya?" ucap Hiro.


{Apa anda gila tuan?}


{Walaupun sistem berubah menjadi seperti Yue pun, sistem tidak akan pernah mau menjadi wanita anda}


"Hoooo ternyata benar! kamu adalah seorang wanita!" ucap Hiro tersenyum saat mendengar suatu clue yang tanpa sengaja sistem ucapkan.


{Nyenyenye…}


{Sudahlah anda cepat keluar… Dunia jiwa sedang kesulitan dan Yue mendeklarasikan perang pada beberapa wilayah, apabila anda tidak segera datang mungkin akan timbul korban jiwa yang sangat banyak dari penghuni dunia jiwa serta kekacauan akan terjadi dimana-mana}


"Hah?! benarkah?! mengapa bisa begitu?!!" ucap Hiro yang terkejut dan panik.


{Entahlah sistem juga tidak tahu}


"Haishh dasar tidak berguna" ucap Hiro.


{…}


{Masih ada ternyata orang tidak tahu malu seperti anda tuan…}


"Berisik sudah diam, aku akan keluar sekarang..." ucapnya kemudian menghancurkan segel yang terpasang pada pintunya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kalau ada saran atau masukan silahkan tulis di kolom komentar!


__ADS_2