
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
SWOOOOSSHHH…
WUNGGGG…
DUARRRR… DUARRRR…
BOOMMMM…
Di suatu tempat terjadi ledakan demi ledakan terdengar sangat keras hingga membuat seluruh wilayah mendengarnya, bahkan sebagian orang awam menganggapnya kejadian tersebut pertanda bahwa organisasi BLACKLIST akan segera menyerang kembali.
Tetapi bagi para penyihir ataupun orang-orang bela diri yang dapat merasakan aura, mereka hanya bisa terdiam seribu bahasa di saat ledakan tersebut bukanlah ledakan biasa melainkan suatu fenomena kenaikan level seseorang di karenakan energi mana maupun Qi yang murni melimpah ruah di alam bebas tiba-tiba tersedot dan karena terjadilah benturan antara energi mana dengan energi Qi yang menyebabkan ledakan besar berturut-turut tersebut.
Fenomena tersebut di beri nama Sage Appear oleh para ahli sihir maupun bela diri tingkat tinggi.
Sage Appear yang mereka maksud adalah sosok yang dahulu kala berkuasa atas sihir dan bela diri, dia lah pendiri pilar-pilar dunia ini dan dia lah pemimpin mutlak dunia Asterion.
***
Sedangkan di tempat kejadian ledakan itu terdapat sesosok pria manusia yang tengah duduk tenang di atas batu yang telah retak karena tidak mampu menahan tekanan dari banyaknya energi Mana dan Qi yang masuk kedalam tubuh sosok tersebut.
Tidak ada apapun yang terjadi terhadap pria tersebut hanya saja lingkungan sekitarnya menjadi hancur lebur dengan tanah gosong akibat ledakan maha dahsyat yang baru saja terjadi.
Beberapa menit kemudian setelah ledakan terjadi pria itu membuka matanya yang tajam.
Melihat ke sekelilingnya yang telah berantakan beserta dirinya yang kini telanjang bulat.
Ia awalnya tenang-tenang saja tetapi beberapa detik kemudian wajahnya menjadi merah.
"Sialan! apa-apaan ini? bagaimana kalau ada yang melihat keris sakti ku!" ucapnya berteriak keras.
{Hemmm pantas saja para istri anda kewalahan ternyata begitu…}
"Hah? jangan melihatnya sistem bodoh!" ucapnya marah bercampur malu.
{Kenapa anda malu tuan? setiap anda beraktifitas malam pun sistem menonton anda sambil memakan popcorn dan coc* col*}
"Sial! cepat berikan aku pakaian apapun itu!" ucapnya kesal.
SWOSHHH…
Jubah bercorak emas di tambah lambang naga di punggungnya yang sedang membuka lebar mulutnya dengan di dalamnya terdapat berbagai macam elemen.
"Nah kalau begini kan aku jadi semakin tampan" ucapnya narsis.
{Seekor cacing pun akan muntah tuan apabila melihat anda}
"Bisakah kamu memuji ku? atau setidaknya biarkan aku berbangga diri?" ucapnya frustasi.
{Tidak bisa tuan, karena kalau anda seperti itu di hadapan orang-orang bukan anda yang malu tetapi sistem sendiri yang merasa malu}
"Sungguh kau tidak memiliki hati sama sekali sistem"
{Sistem hanya seonggok alat canggih mana mungkin memiliki perasaan}
"Terserah kau saja! cepat tunjukan status terbaruku!" ucap Hiro dengan kesal mengabaikannya.
......................
>Nama : HIRO AKAME
>Umur : 10.020 Th
>Level : Guru (Platinum)
>Status :
- SANG ABSOLUTE
- Penyihir (A+)
- Bela Diri (B)
>Ras : -
>Gelar : -
>Job : -
>Elemen :
- Void ( Kehampaan )
>Tipe Tubuh :
- Perfection
>Teknik/Skil :
- Penciptaan ( Creation )
>Poin Sistem : 7.000 poin
>Poin Pengalaman : 0/100.000 poin
>Senjata :
- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)
- Pedang Langit Suci (Dewa)
>Artefak :
- Gelang Mustika Naga
- Gelang Kekacauan
- Absolute Ring
>Penyimpanan :
- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)
>Partner/Beast Kontrak :
- Long Wang ( Kaisar Naga )
- Yuki ( Kaisar Kura-kura )
- Raa ( Ratu Phoenix )
- Savier ( Sleipnir )
- Combine ( Emperor of Monster )
>Bawahan :
- Raphael ( Kaisar Malaikat )
- Diablo ( Kaisar Iblis )
- Liya ( Ratu Elf )
- Gorgon ( Raja Dwarf )
......................
__ADS_1
"Cihh hanya naik satu tingkat ternyata" ucap Hiro.
{Anda tahu kan tuan perbedaan antara dunia kultivator dengan dunia ini?}
"Iyah iya aku tahu tapi ku kira akan langsung ke Master" ucap Hiro.
{Hanya perlu satu langkah lagi tuan, apa sulit?}
"Tidak sih, yasudah tidak masalah dan juga aku tidak peduli mau di level apa karena aku tidak berpatokan terhadap level juga" ucap Hiro.
{Baguslah anda ternyata telah sadar, mungkin efek pil kepintaran cukup manjur tuan}
"Sepertinya" ucap Hiro singkat.
{Selamat tuan! anda mendapatkan 1 juta poin sistem karena telah memasuki level Guru}
{Selamat tuan! anda mendapatkan 500.000 poin sistem karena telah memasuki level Guru tingkat akhir}
{Selamat tuan! anda mendapatkan gelar Sage}
{Selamat tuan! anda mendapatkan bawahan baru}
{LITCH : Sang penyihir Undead}
"Hemmm mau padahal bawahan ku saat ini sudah sangat banyak" ucap Hiro tidak senang tapi tetap di terima.
"Keluar lah LITCH!" ucap Hiro memanggil bawahan barunya.
SWOSHHH…
Aura hitam tiba-tiba mengental dan asap hitam mengepul setelah itu muncullah seorang pria paruh baya dengan tengkorak bermata merah di tangan kirinya.
"Hamba LITCH memberi hormat kepada master!" ucapnya sambil memberi hormat membungkuk sopan.
Hiro hanya mengangguk, "Hemm kau penyihir hitam?" tanya Hiro.
"Benar master…" ucap LITCH.
"Coba tatap mataku dan lihat ada apa di dalam diriku?" ucap Hiro dengan tegas.
LITCH pun mengangguk dan segera menatap mata Hiro. Seketika dirinya di bawa entah kemana karena ia tidak bisa melihat apapun karena kegelapan tanpa ujung.
Ia tanpa henti mengitari pandangannya ke sekitar tetapi tidak ada apapun hanya kegelapan.
Tetapi tiba-tiba ia merasakan hawa dingin di belakangnya hingga membuat seluruh tubuhnya merinding.
Dengan hati-hati dan kaku, ia menoleh ke arah belakang.
BRUK…
Tanpa sadar dirinya terpelanting ke belakang karena keterkejutan melihat sesuatu yang sangat-sangat mengerikan sedang menatap ke arahnya.
Seluruh tubuhnya bergetar dan basah kuyup karena keringat dingin yang keluar tanpa terkendali, wajahnya pun pucat pasi hingga seputih kertas.
Mulutnya kaku tidak dapat mengeluarkan suara saat ia ingin berteriak, dirinya bagaikan di isolasi dan hanya bisa terdiam dengan rasa takut yang sangat-sangat membuncah.
Ia hanya bisa pasrah karena merasakan kematian begitu dekat di depan matanya.
Hiro yang melihat tubuh LITCH yang tanpa jiwa begitu bergetar hebat dan seluruh badannya basah karena keringat. Jiwa nya LITCH ia tarik ke dalam tubuhnya untuk sedikit memberikan peringatan + pembuktian bahwa apabila LITCH memiliki niat jelek atau memiliki niat berkhianat maka dirinya tidak akan bisa lolos dari Hiro.
Karena kasihan Hiro pun menarik keluar jiwa LITCH dan memasukannya kembali ke tubuhnya seperti semula.
Tetapi walau sudah ada jiwanya pun LITCH masih terdiam dengan tatapan kosong seperti kehilangan kesadarannya.
"Dia pingsan sistem?" ucap Hiro.
{Anda kejam juga tuan, entah itu siapapun apabila jiwanya melihat diri anda maka mereka pasti 100% kehilangan kesadarannya bahkan Yue sekalipun}
"Hemmm apa sebegitu menakutkan diriku ini?" ucap Hiro.
"Sialan! jangan panggil aku begitu juga!" ucap Hiro kesal.
{Hal tersebut fakta tuan dan fakta tidak bisa di ganggu gugat}
"Terserah kau saja!"
"Diablo datanglah!" ucap Hiro.
"Tuan…" ucap Diablo berlutut memberi hormat.
"Dia adalah LITCH rekan kalian, bawa dan urus. Saat ini dirinya kehilangan kesadaran karena di bawa ke dasar yang paling dalam diriku" ucap Hiro dengan tenang bagai tidak ada masalah apapun.
Tetapi Diablo yang mendengarnya terkejut setengah mati dan dirinya pun bergetar ketakutan.
'Sungguh sial nasib mu kawan' ucap Diablo dalam hatinya.
Hiro tidak peduli, ia membukakan pintu masuk dunia jiwa dan menyuruh Diablo untuk segera pergi.
Tanpa menunggu lama Diablo pun langsung pergi setelah membawa LITCH.
***
Setelah selesai Hiro pun kembali ke kota yang dimana masih heboh membicarakan tentang ledakan-ledakan keras yang terjadi baru saja.
Banyak prajurit kota di kerahkan untuk melindungi kota dan juga ada yang di tugaskan untuk mencari tahu apa sebenarnya penyebab ledakan tersebut.
Hiro yang perhitungannya adalah dalang di balik ledakan tersebut dengan santai dan tenang masuk ke dalam kota pura-pura tidak tahu apa-apa.
Sedangkan para muridnya menangis gila karena kalang kabut karena mereka telah mencari Hiro ke seluruh penjuru kota tetapi masih saja tidak di temukan jejak gurunya itu, mereka khawatir dan takut gurunya kenapa-kenapa.
Tetapi setelah Hiro menemui para muridnya, mereka seketika berhamburan memeluk Hiro dengan erat. Tangan mereka bergetar cukup membuktikan bahwa mereka benar-benar ketakutan akan keadaannya Hiro.
Hiro hanya bisa tersenyum hangat melihat betapa menyayanginya dan begitu tulusnya rasa cinta mereka kepadanya.
Ia mengelus-elus lembut kepala mereka untuk menenangkan mereka dan memberitahukan bahwa dirinya baik-baik saja.
Tapi karena rasa khawatir mereka yang sudah terlanjur besar, hal itu pun tetap tidak bisa menghentikan tangisan mereka semua.
Pakaian Hiro basah oleh air mata para muridnya itu, tetapi Hiro tidak memperdulikannya.
Hingga beberapa menit kemudian akhirnya murid-muridnya dapat kembali tenang dan tertidur karena kelelahan mencari-cari dirinya ke seluruh penjuru kota.
Hiro membaringkan mereka ke tempat tidur dengan lembut dan hati-hati agar tidak membangunkannya.
Setelah itu ia pun kembali ke ruangannya untuk pergi ke dunia jiwa menemui para bawahannya.
***
Di suatu tempat entah berantah.
"Kenapa anda membatalkan rencana yang sudah kita lakukan setengah langkah ini pemimpin?" tanya seseorang.
"Jangan banyak tanya! kalau kalian tidak menuruti ku maka ucapkanlah selamat tinggal karena mungkin saja kalian tidak akan bisa melihat hari esok" ucap sosok yang di panggil pemimpin sebelumnya.
"Tapi pemimp-…"
CRRROTT…
Leher orang tersebut seketika melayang dan darah pun menyembur deras dari lehernya yang putih dengan kepala.
Orang-orang lainnya yang berada di dalam ruangan itu terkejut saat melihat rekannya mati karena di tebas oleh pemimpinnya sendiri.
Mereka bahkan tidak percaya dengan apa yang pemimpin mereka lakukan.
"Aku lebih baik kehilangan satu bawahan seperti dirinya yang selalu membantah daripada kehilangan seluruh bawahan ku yang setia" ucapnya serius dan bernada dingin.
Tatapan matanya yang tajam mengitari seluruh orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
__ADS_1
Mereka ketakutan saat melihat sorot mata tajam pemimpinnya itu, karena baru kali ini pemimpin mereka marah besar seperti ini.
"Kami siap melaksanakan perintah anda pemimpin!" ucap mereka dengan tegas walaupun suaranya bergetar karena masih ketakutan.
***
Kembali ke Hiro.
Saat ini Hiro tengah mengadakan pertemuan dengan para bawahannya, ia membicarakan tentang dunia yang saat ini Hiro tinggalin dan juga tentang perbedaan tingkatan level beserta perubahan level mereka masing-masing.
"Jadi kita harus mempelajari sihir dan bela diri tuan?" tanya Long Wang.
"Hemmm menurut perkiraan ku sihir dan skil hampir sama, hanya saja energi di dalam tubuh kalian harus dirubah terlebih dahulu karena sangat berbeda jauh dengan energi Mana dan Qi. Saat pertama kali aku menginjakkan kaki disana pun rasanya sesak sekali" ucap Hiro.
"Kalau begitu apa yang harus kami lakukan tuan?" tanya Diablo khawatir tidak bisa membantu Hiro karena kalau ia tidak bisa keluar dunia jiwa.
"Akan aku buatkan tempat khusus agar kalian bisa beradaptasi dengan Galaksi Pluto, tentu sebelum aku berhasil membuatnya kalian belajar bela diri terlebih dahulu" ucap Hiro.
"Bela diri? bertarung menggunakan tangan kosong?" tanya Yuki.
"Hemm entahlah karena aku pun masih belum paham tentang apa itu bela diri menurut dunia ini, Hahh sudahlah untuk saat ini kalian diam saja di dunia jiwa" ucap Hiro.
"Tapi tuan… Kami tidak akan berguna kalau seperti ini terus" ucap Raa.
"Kata siapa kalian tidak berguna?! kalian setia saja sudah cukup berguna bagi ku!" ucap Hiro dengan tegas.
Mereka pun hanya bisa terdiam saat mendengar perkataan Hiro yang sangat membuat mereka terharu.
"Kami akan selalu setia kepada anda tuan!" ucap mereka dengan tegas juga.
"Bagus, tunggu saja waktunya aku yakin pasti ada tanggal mainnya untuk kalian membuat keributan di dunia luar" ucap Hiro dengan tersenyum kejam.
Setelah itu Hiro membubarkan pertemuan itu dan kembali ke dunia luar.
Di dunia luar pun Hiro tiba-tiba di ganggu oleh ketukan pintu.
"Tunggu sebentar…" ucap Hiro kemudian membuka pintu kamarnya.
Ternyata di depan pintu tersebut ada beberapa prajurit kota yang berkata bahwa mereka di tugaskan untuk memeriksa setiap orang di dalam kota karena takut akan pelaku di balik ledakan itu telah masuk kota.
Hiro tersenyum tenang dan mengangguk bersedia untuk mengikuti setiap prosedur yang di lakukan oleh prajurit tersebut.
Tetapi Hiro meminta sedikit waktu untuk menemui para muridnya.
Setelah itu barulah mereka di periksa bersamaan, hanya membutuhkan beberapa menit setelah itu Hiro dan murid-muridnya di nyatakan tidak ada sangkut-pautnya dengan ledakan yang sebelumnya terjadi.
'Terimakasih sistem' ucap Hiro dalam hatinya.
Setelah para prajurit itu pergi, barulah Hiro turun ke bawah untuk sarapan.
"Guru, apa anda tahu kenapa kemarin terjadi ledakan yang banyak sekali? sungguh ledakan itu sangat membuat gempar seluruh wilayah" ucap Ryu.
"Sssstttt!" ucap Hiro menutup mulut dengan jarinya dan tersenyum penuh arti.
Ryu dan yang lainnya pun terkejut, mereka pun melirik sekitarnya untuk memastikan tidak ada yang memperhatikan mereka.
"Apa itu anda guru?" tanya Lalita setelah memastikan tidak ada satupun yang memperhatikan mereka.
Hiro hanya tersenyum dan duduk kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan.
Para muridnya hanya bisa terdiam melihat gurunya itu yang begitu tenang, padahal dirinya adalah sosok yang begitu di cari-cari oleh semua orang karena pelaku di balik ledakan-ledakan keras kemarin.
Setelah menghabiskan semua makanannya Hiro mengajak para muridnya untuk pergi ke suatu tempat.
Mereka pun setuju-setuju saja asalkan bersama dengan Hiro mereka akan ikut kemana pun walaupun harus ke ujung neraka sekalipun. Sungguh bentuk rasa setia yang paling dramatis.
Hiro berniat pergi untuk menemui Tutu sang pendiri kelompok BLACKLIST.
Arahnya telah sistem terima dari informasi Tutu, Hiro hanya mengikuti semua arahan sistem saja tanpa peduli kemanapun dan dimana pun tempat para kelompok BLACKLIST tinggal.
Selama perjalanan Hiro memikirkan tujuannya di dunia ini karena mau bagaimana pun dunia Asterion bukanlah salah satu dunia yang menyerang tanah Kultivator jadi tidak ada suatu pergerakan penting yang harus Hiro lakukan.
'Sebenarnya apa yang harus aku lakukan di dunia ini sistem? sungguh sebenarnya aku ingin segera berperang karena aku takut kedua pedang tingkat dewa ku berkarat' ucap Hiro dalam hatinya.
{Sudah sistem katakan sebelumnya tuan, anda harus membentuk sekutu terlebih dahulu dan juga pedang tingkat dewa mustahil berkarat!}
'Sekutu? pasukan yang aku miliki saja sudah cukup untuk meratakan mereka semua' ucap Hiro.
{Bukankah anda ingin menjadi pemimpin seluruh dunia ataupun alam semesta?}
'Hemmm mungkin…' ucap Hiro tidak yakin.
{Coba anda bayangkan, apabila anda adalah suatu bawahan dari salah satu pemimpin yang ternyata pemimpin itu menggunakan penindasan untuk menjadi penguasa, apa anda akan nyaman? tentu tidak bukan? suatu saat anda pasti berpikiran untuk berkhianat kan? maka dari itu sistem mencegah adanya suatu pengkhianat di antara orang-orang yang anda pimpin karena kekuasaan anda hasil dari penindasan}
'Jadi lebih sederhananya adalah sedia payung sebelum hujan?' ucap Hiro yang mulai mengerti maksud dari segala arahan sistem.
{Benar tuan… Tetapi untuk saat ini perjalanan anda masih sangat panjang}
'Baiklah' ucap Hiro.
Kemudian Hiro menggantikan berbagai pertanyaan di dalam kepalanya yang sebelumnya hanya penuh dengan pertanyaan apa yang harus ia lakukan menjadi apa yang harus ia rencanakan agar menguasai seluruh alam semesta tanpa adanya penindasan.
Beberapa ratus meter hingga kilometer telah Hiro dan murid-muridnya tempuh untuk melakukan perjalanan.
Walaupun begitu para muridnya tidak mengeluh sama sekali dan tidak mempertanyakan kemana mereka akan pergi.
"Satu jam lagi kita akan sampai di tujuan" ucap Hiro saat mereka sedang beristirahat.
"Baik guru" ucap para muridnya yang masih saja ceria.
"Skill Creation : Earthquake"
DRRKRKKK…
BOOMMMM…
Tiba-tiba Hiro mengeluarkan skilnya yang membuat tanah bergetar hingga terbelah.
"Ada apa guru?" tanya Ryu langsung waspada, Toru dan Lalita pun mengeluarkan senjata sihir mereka dan bersiap-siap untuk menyerang.
"Arah 5, 7 orang" ucap Hiro singkat.
Para muridnya mengangguk dan langsung merapalkan mantra nya masing-masing.
Seketika elemen air, tanah dan api melesat cepat menuju ke arah jarum jam 5.
DUARRRR… BOMMMM…
BRUKKK…
5 Orang pria dewasa dengan berpakaian khas bandit terjatuh dari langit setelah terkena telak serangan Ryu, Toru dan Lalita.
Mereka tidak mati dan juga tidak hidup, bisa di bilang sekarat.
"Hahhh ternyata kecoa, ku kira siapa yang berani beraninya mengarahkan aura membunuh kepadaku" ucap Hiro.
Ryu dengan cekatan langsung membunuh mereka tanpa belas kasihan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Oke sekedar informasi saja yah ini mah, author akan up per bab nya jadi 2000 kata.
Maaf kalau kalian bosan dengan alurnya saat ini tapi author tidak peduli! 🤣
Mau itu kalian bosan atau hambar terserah yang penting author dapat Cuan 🤤
See you 👋
__ADS_1