
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{ Selamat Tuan ! Anda telah mendapatkan Telur Phoenix }
{ Phoenix adalah Burung yang telah musnah karena bulunya yang indah dan kekuatan api nya yang sangat panas sampai bisa di katakan tidak akan pernah padam, karena itu ras Phoenix di serang sampai di musnahkan karena di anggap ancaman oleh para pemimpin seluruh Ras yang ada di zaman dahulu }
' Seperti biasa Dewi Keberuntungan masih bersama ku ' Pikir Hiro dengan senang tetapi begitu sadar ia terheran dan bertanya .
" Kenapa sekarang aku punya telur nya Yue kalau sudah musnah ? " Tanya Hiro .
{ Tuan tidak perlu tau }
Bibir Hiro berkedut mendengar jawaban dari Yue , ' Apa masalahnya aku bertanya Yue ? Apakah kamu lagi dapet jadi sensitif begitu ! ' Hiro berbicara di dalam hatinya .
" Kalau begitu mana telurnya ? " Tanya Hiro .
Tiba-tiba sebuah kotak muncul di depan Hiro dengan aura merah terpancar .
Hiro kemudian membuka kotak tersebut dan terlihat telur putih dengan corak merah yang begitu indah memancarkan aura merah ganas melambangkan elemen api .
" Aku harus menetaskannya ! " Ucap Hiro dengan senang dan membuka dunia jiwa agar lebih cepat di tetaskan .
Hiro muncul di istana dunia jiwa nya , " Liya " Panggil Hiro.
" Iyah tuan " Ucap Liya yang tiba-tiba muncul .
" Kau jaga telur ini dan beritahu aku saat akan menetas nya " Ucap Hiro memberikan kotak berisi telur itu .
Liya penasaran dengan telur yang di maksud Hiro dan membukanya, seketika ia terkejut karena mengetahui telur yang berada di depan nya dari sebuah buku catatan kuno yang mengatakan bahwa bentuk dan warna telur ini adalah sebuah telur Phoenix yang perkasa dan indah .
" T-tuan … I-ini t-telur p-phoenix ? " Ucap nya .
" Yah betul aku menemukannya karena beruntung " Ucap Hiro santai .
Liya terdiam dalam pikirannya ' Apa benar telur Phoenix berada di dunia rendah ini ? bukan kah di dunia atas pun tidak ada dan di kabarkan telah musnah ? bagaimana tuan mendapatkannya ? ' .
Liya pun menggelengkan kepalanya dan mengangguk, " Baik tuan akan saya jaga dengan baik ! " Ucap nya .
" Bagus lah … Aku pergi dulu " Ucap Hiro kemudian menghilang kembali ke dunia nya .
Hiro muncul kembali di ruangannya, " Sudah saatnya " Ucap Hiro tersenyum menakutkan dan menghilang kembali .
*******
Kekaisaran Gaia
Para pasukan yang Hiro kirim telah sampai dan berkumpul bersama prajurit lainnya sedangkan para bawahan Hiro pergi menemui para kaisar .
" Kalian ? Bawahan tuan Hiro ? " Tanya Kaisar Bizantium .
" Benar … Tuan Hiro sedang ada urusan ia akan segera kemari " Ucap Diablo mewakili lainnya.
Para kaisar hanya mengangguk dan tidak bertanya lagi .
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian suasana menjadi mencekam aura mengerikan terasa begitu pekat dan pintu raksasa muncul di depan para prajurit yang sedang berkumpul , para prajurit menjadi heboh dan ketakutan saat merasakan aura yang di keluarkan pintu dimensi tersebut.
" Pintu dimensi monster telah terbuka … Bersiap-siaplah untuk masuk " Teriak Kaisar Gaia .
" Apa itu pintu dimensi monster … menakutkan ! " Ucap salah satu prajurit .
" Iyah kau benar hawa nya membuat badan ku bergetar "
" Aura nya mengerikan sekali "
Para prajurit heboh dan ketakutan tetapi berbeda dengan para prajurit Dewantara mereka terlihat tenang dan percaya diri .
" Seperti yang tuan Hiro katakan memang dimensi monster ini mengerikan " Ucap Liu prajurit Dewantara .
" Kau benar untung saja sebelum kesini kita sudah bersiap menghadapi nya jadi tekanan seperti ini masih kalah dengan tekanan yang di keluarkan tuan Hiro untuk melatih kita " Balas prajurit lainnya .
" Baiklah sudah saatnya kalian masuk ! " Ucap Kaisar Gaia .
Kemudian semua prajurit memasuki pintu dimensi monster tersebut dan di susul para bawahan Hiro .
Saat mereka berada di dimensi monster yang terlihat oleh mereka adalah tanah yang gersang dan aura yang mengerikan terasa membuat tubuh menggigil bergetar .
" Pantas saja tuan Hiro menyuruh kita untuk mengikuti para prajurit ini karena kemungkinan mereka semua akan mati " Ucap Diablo menggunakan telepati nya .
" Benar … Aku tidak menyangka tuan akan mengetahui semua ini " Ucap Rachel .
" Kalian bersiap lah di depan ribuan monster sedang berdatang ke arah kita seperti mengetahui kedatangan kita " Teriak Long Wang .
Para prajurit pun langsung dengan sigap mengeluarkan senjata mereka dan auranya .
Suara hentakan kaki yang keras membuat Tanak bergetar, kerikil kecil bahkan melompat-lompat saat para monster itu semakin dekat dengan mereka .
Semua orang ketakutan dan ingin berlari namun mereka tidak bisa karena rasa takut membuat mereka tidak bisa bergerak .
" Apa yang kalian lakukan ! Apakah kalian ingin mati ? Apakah kalian ingin istri kalian menjadi janda dan di nikahi orang lain ? Anak kalian menjadi gelandangan karena tidak adanya kalian ? Sekarang dengarkan aku para orang bodoh dan pengecut ! Angkat senjata kalian dan serang ! " Teriak keras Long Wang menyadarkan para prajurit yang ketakutan dan semua orang pun menggenggam erat senjata mereka kemudian maju menyerang ribuan monster tanpa ada rasa takut yang ada di pikiran mereka hanyalah istri mereka tidak boleh menjadi janda dan di nikahi orang lain ! .
" Pfft " Tawa Rachel .
" Kenapa kamu tertawa ? " Tanya Long Wang .
" Tidak tidak hanya saja sepertinya kamu pandai bicara " Ucap Rachel menahan ketawa .
Long Wang hanya tersenyum canggung .
Para bawahan Hiro tidak turun tangan karena menurut mereka situasinya tidak terlalu berbahaya jadi mereka hanya mengawasi jalan nya pertarungan .
" Saat sudah menghadapi ribuan monster kalian pergilah ke arah timur disana terdapat kerajaan dan monster berwujud gorila berada di level Bumi menunggu kalian ! " Ucap suara di pikiran semua bawahan Hiro dan mengejutkan mereka .
" Bagaimana tuan Hiro bisa tau ? " Tanya Rachel .
" Entahlah tuan seperti sudah mengalami hal ini saja " Ucap Raphael .
" Sudah tidak perlu di pikirkan bagaimana tuan tau tetapi sekarang yang harus kita lakukan adalah mengurus monster di arah timur itu " Ucap Diablo dan mereka pun mengangguk.
__ADS_1
" Bagaimana kalau salah satu dari kita tinggal disini dan sisanya mengurus monster gorila itu ? " Ucap Rachel, mereka pun setuju dan memutuskannya dengan cara suit .
" Baiklah Long Wang seperti nya kamu di takdirkan untuk menjadi pemimpin prajurit ini hahaha " Ucap Diablo .
" Hah… Baiklah kalian pergilah serahkan masalah ini padaku " Ucap Long Wang dengan berat karena ia ingin melawan monster itu dan mencari perhatian Hiro .
" Baik… Kami pergi dulu " Ucap Rachel kemudian pergi di susul yang lainnya .
*******
" Yang Mulia … Saya sudah melakukan semua perintah anda " Ucap Monster berbentuk Gorila .
" Hahaha bagus … kau tahan dulu manusia yang sedang datang kemari itu ! Aku pergi dulu ke dunia luar hahaha " Ucap sosok yang duduk di singgasana sambil menghilang pergi .
Setalah sosok tersebut menghilang Monster Gorila itu duduk di singgasananya dengan menatap tajam ke satu arah.
....................
Di luar Dimensi Monster
" Apa mereka sudah masuk ? " Suara yang tiba-tiba muncul .
Para kaisar yang mendengarnya kemudian melihat ke ara suara itu dan terlihat Pemuda memakai Jubah Emas.
" Tuan " Ucap para kaisar berlutut .
" Berdirilah … Apa semua orang sudah memasuki dimensi itu ? " Tanya Hiro kembali .
Para kaisar berdiri dan menjawabnya , " Sudah tuan " .
Hiro tersenyum, " Kalau begitu sebentar lagi Bos para monster akan segera datang " Ucap Hiro tenang .
Para kaisar terkejut , " Bagaimana mungkin tuan karena mereka pasti sekarang sedang bertarung dengan para prajurit kita ? " Tanya Kaisar Gaia .
" Tidak pemimpin monster yang sesungguhnya adalah sosok yang berasal dari dunia atas … Aku benar kan ? " Ucap Hiro tiba-tiba menatap ke arah pintu dimensi .
Para kaisar pun menatapnya kemudian terlihat sosok berjubah hitam keluar dari pintu dimensi monster .
" Hahaha menarik … Bagaimana kau bisa tau ? " Tanya sosok itu .
" Entahlah … Dan sepertinya kau tidak sayang terhadap nyawa mu berani sekali kau menunjukkan kembali dirimu di hadapan ku " Ucap Hiro kemudian mengeluarkan aura nya yang begitu mendominasi dan darah Lucifer seluruh kekuatan Hiro ia keluarkan… suasana menjadi begitu tegang dan mengerikan para kaisar tertekan oleh aura Hiro bahkan sosok tersebut juga tertekan .
" Aura apa-apaan ini !? " Ucapnya heran .
" Siapa kau sebenarnya ?! " Tanya nya dengan marah bercampur takut .
" Malaikat Maut Mu ! " Ucap Hiro dengan tatapan tajam dan niat membunuh yang meledak .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Oke Cukup Sampai Disini Dulu Yah 🙏🤣
Like Yo Bisa Dong 👍
__ADS_1
Vote 50 Crazy Up 👌
See You Next Up 👋***