Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Tertunda ?!


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pada saat malam yang dingin dan sunyi entah kenapa hanya di ruangan Hiro yang terasa suasananya terasa panas.


"Apakah boleh sekarang Yue?" Tanya Hiro dengan tatapan buas.


Yue tidak menjawabnya, ia hanya mengangguk dengan wajah malu.


Seakan telah mendapatkan lampu hijau, Hiro dengan segera membuka baju nya terlebih dahulu.


Setelah baju miliknya terbuka, ia melihat Yue pun membuka pakaiannya secara perlahan-lahan yang membuat dirinya semakin kacau.


Pikiran liar telah banyak sekali memasuki dirinya saat ia melihat Yue yang telah membuka pakaiannya kini di seluruh badan Yue hanya menyisakan sebuah penutup gunung surgawi, dan kain tipis yang menutup area sensitifnya, pemandangan tersebut membuat Hiro tidak karuan.


Kulit putih, mulus, dan indah terlihat di depan mata Hiro. Selama seumur hidupnya baru kali ini ia melihatnya.


Saat telah persiapan telah selesai Hiro yang akan segera memulai aksinya yang tidak akan pernah terpikirkan bahwa akan tiba juga saatnya melepaskan status perjaka nya itu.


Tiba-tiba…


Tok…Tok…Tok…


"Tuan… Maaf saya bila lancang mengganggu waktu istirahat anda, tetapi di depan istana kedatangan sekelompok pasukan yang datang kemari mereka mengatakan bahwa mereka adalah pasukan anda".


Suara ketukan dan suara seseorang terdengar di depan pintunya.


Saat suara itu terdengar seketika seluruh pikiran liar dan hawa nafsunya menghilang.


Perasaan marah, dan sedih bercampur aduk. Ia melihat Yue yang tengah bersembunyi di dalam selimutnya mungkin karena ia merasa malu.


Perasaan canggung mulai muncul di antara mereka, Hiro memakai kembali pakaiannya dan pergi membuka pintu.


Di balik suara yang mengganggu tersebut ternyata adalah Pandu.


Pandu yang melihat Hiro tengah menatapnya dengan tatapan tajam, antara kesal dan benci terlihat jelas di kedua matanya.


Entah kenapa ia merasakan sebuah firasat buruk akan hal tersebut.


"M-maafkan saya tuan!" Ucapnya menundukkan kepalanya ketakutan.


"Cepat bawa aku kesana!" Ucap Hiro dengan kesal.


"Baik tuan… mari" Ucap pandu dengan tergesa-gesa.


Pandu dan Hiro pun telah sampai di luar istana.

__ADS_1


Hiro melihat semua pasukannya yang telah berlutut saat melihat kedatangan dirinya, di tubuh mereka tidak ada sedikitpun luka akibat peperangan mereka dengan orang-orang misterius.


Para pasukan di depannya merasakan sebuah aura kebencian terhadap mereka dari tuannya yang membuat mereka semua ketakutan.


"Kenapa kalian cepat sekali kembalinya?!" Ucap Hiro kesal karena kedatangan merekalah yang membuat ia gagal beraksi.


"M-maafkan k-kami T-tuan" Ucap mereka ketakutan walaupun mereka semua tidak tahu kenapa Hiro marah ketika mereka semua kembali dengan cepat.


'Sialan… Gara-gara kalian aku jadi tidak bisa melepaskan status perjaka ku!!'.


"Jangan buang-buang waktu lagi… Mana mereka?" Ucap Hiro.


Kemudian setiap perwakilan dari pasukan tersebut maju ke depan dan mengeluarkan beberapa orang yang tengah dalam keadaan lemah, bahkan seluruh tubuhnya terlihat luka-luka yang cukup parah.


Hiro menatap ke arah beberapa sosok tersebut kebencian nya semakin bertambah.


'Tidak akan kubiarkan kalian yang menganggu ku berharap mati dengan mudah!'.


Hiro kemudian memasukkan mereka ke dunia jiwanya dan menyuruh Gorgon mengurus mereka.


Hiro menghela nafas panjang berusaha menenangkan dirinya.


"Kerja bagus! Kalian boleh beristirahat" Ucap nya dengan senyum di paksakan.


"Terimakasih tuan!" Ucap mereka semua dengan senang.


"Lain kali jangan pernah mengganggu saat aku berisitirahat! Pergi keliling halaman istana sebanyak 100 putaran!" Ucap Hiro.


Pandu terkejut saat mendengar perintah Hiro, keliling halaman pada saat malam hari yang dingin? Dan juga 100 kali? Ia sangat menyesal karena mengganggu istirahat Hiro, ia terpaksa mengangguk dan mulai berlari.


"Kalian awasi dia! Kalau sampai ia berhenti sebelum 100 putaran tambah lagi 200 putaran, katakan padanya itu perintahku!" Ucap nya pergi dengan kesal.


***


Hiro kemudian pergi ke dunia jiwa untuk melampiaskan amarahnya pada orang-orang Dunia Illahi tersebut.


Walaupun ia berusaha tenang tetapi kejadian beberapa saat yang lalu masih terbayang-bayang di ingatan nya.


"Arghh sialan! Gara-gara mereka aku dan Yue… Hahhh, tidak akan kubiarkan mereka mati dengan mudah!" Ucapnya yang masih saja kesal.


Setelah beberapa saat Hiro telah sampai di tempat Gorgon mengurung tawanannya tersebut.


Melihat kedatangan Hiro, Gorgon dan yang lainnya segera memberi hormat.


Tetapi Hiro mengacuhkannya, ia mengeluarkan aura yang mengerikan dan di arahkan kepada tawanannya itu.

__ADS_1


"Jawab aku dalam 5 detik! Siapa yang menyuruh kalian?!" Ucap Hiro dengan dingin.


Orang-orang misterius tersebut hanya diam karena badannya sudah melemah jangankan bersuara menggerakkan lidahnya saja mereka tidak bisa.


Hiro mendengus tidak puas, ia mengeluarkan sebuah pil kelas 7 kemudian menghaluskan nya dan meniupkan ke arah mereka.


Seketika mereka menjadi seperti sedia kala, badan yang sebelumnya penuh luka menjadi bersih, semua rasa sakit yang sebelumnya terasa pun seperti menghilang begitu saja saat mereka semua menghirup pil yang di haluskan tersebut.


"Cepat jawab dalam 5 detik siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang dunia yang ku kuasai?!!" Ucap Hiro bertanya sekali lagi.


"Cuihh… Siapa kamu berani sekali bersikap seperti itu kepada kami? Hanya seorang penguasa di dunia rendah saja sudah begitu sombong!" Ucap salah seorang dengan berani dan arogan.


Bahkan yang lainnya pun berekspresi sama seperti dirinya.


Melihat hal tersebut membuat Hiro semakin kehilangan kesabarannya.


"Gorgon… Siksa ia sampai 100 kali tetapi jangan biarkan dia kehilangan nyawanya, walau hampir mati sekalipun gunakan lah ini" Ucap nya kemudian memberikan Pil kelas 5 ke Gorgon.


"Baik tuan" Ucap Gorgon memunculkan senjatanya yaitu palu besar.


Hiro kemudian duduk di kursi yang entah sejak kapan ada disana.


Ia menyaksikan adegan mengerikan itu dengan ekspresi bosan.


Teriakan kesakitan dan memohon ampun terdengar namun tidak Hiro hiraukan.


Para tawanan tersebut seluruh badannya menggigil ketakutan saat melihat temannya di siksa tanpa ampun.


Bahkan pada saat ia akan menghembuskan nafasnya pun Gorgon dengan kasar memasukkan pil yang Hiro berikan ke dalam mulutnya yang seketika membuat ia pilih kembali tetapi setelah itu Gorgon menyiksanya kembali sampai 100 kali sesuai perintah Hiro.


Setelah ke 100 kali Gorgon menghentikan penyiksaan nya tersebut, membuat orang tersebut akhirnya menyerah dan ia mau membuka mulutnya tentang siapa yang menyuruh mereka.


"Kenapa harus di beri pelajaran dulu baru kalian menyerah? Bukankah kalian sangat bodoh?" Ucap Hiro dengan nada bosan.


"Jadi aku tanya sekali lagi, siapa yang menyuruh kalian untuk menyerang Tanah Kultivator yang ku kuasai ini?" Ucap Hiro dengan serius.


"Kami di perintah kan oleh……"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ahh karena author baik hati jadi okelah 2 bab sehari 😕🤣


Maaf yah adegan 18+ nya di tahan dulu sampai bulan puasa berakhir, author melakukan hal tersebut demi kebaikan kalian dan author juga agar pahalanya tidak berkurang :v


Gak juga sih sejujurnya ngejar target aja 🤣

__ADS_1


Oke dah lah males ngetik panjang-panjang.


See you next up 👋


__ADS_2