
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dengan tatapan dingin nya Hiro melihat ke arah semua orang yang berlutut memberi hormat padanya.
"Berdirilah!" Ucapnya dengan dingin.
Mereka dengan serentak berdiri tetapi tidak ada satupun yang berani duduk ataupun bergerak karena Hiro belum mengijinkannya.
"Sudah lama sekali yah… " Ucapnya dengan tatapan menerawang.
"Selama aku pergi kalian melakukan apa? Apakah kalian bermalas-malasan meningkatkan kekuatan sampai-sampai lemah seperti ini?" Ucapnya dengan dingin dan tatapan tajam nya membuat mereka semua bergetar ketakutan.
Setelah beberapa saat tidak ada satupun yang menjawabnya membuat Hiro mengerutkan alisnya.
"Tidak ada yang menjawab? Apakah kalian bisu atau tidak punya mulut?"
"Kalau aku bertanya maka JAWABLAH!!!" Ucapnya dengan keras dan tegas.
"Maafkan kami tuan Penguasa!" Ucap mereka semua ketakutan.
Bahkan Pandu pun ketakutan dan terkejut karena sikap Hiro berbeda pada saat kemarin.
"Kenapa kalian selemah ini?!! Sampai-sampai dunia yang ku kuasai terinjak-injak oleh para sampah diluar sana?" Ucapnya dengan aura yang mengerikan keluar dari tubuhnya.
Kali ini ia bertindak sebagai penguasa yang sesungguhnya, penguasa dunia yang tidak ingin di remehkan ataupun di pandang rendah.
"Apakah harus selalu aku yang turun tangan? Kalau begitu apa tugas kalian?!!!" Ucap Hiro terus memarahi mereka semua tanpa henti.
"Kalian para kaisar… Apa tugas kalian selama aku tidak ada?" Tanya Hiro.
"K-kami m-mengurus wilayah masing-masing tuan dan juga melatih ataupun membangun kekuatan untuk menjaga kekaisaran" Ucap para kaisar terbata-bata karena ketakutan.
"Kalian sibuk dengan hal masing-masing? Apakah kalian masih menganggap diri kalian itu seorang penguasa?" Ucapnya.
"Kami tidak berani tuan" Para Kaisar dengan serentak berlutut dengan badan bergetar hebat.
__ADS_1
"Lalu mengapa kalian hanya sibuk dengan urusan masing-masing? Bukankah kalian sama-sama bawahan ku? Kenapa tidak saling membantu dalam membangun kekuatan dan saling melindungi dunia ini?"
Semua orang terdiam dengan perkataan Hiro, kini mereka sadar bahwa kesalahan mereka adalah karena bertindak sendiri-sendiri tanpa memperdulikan yang lainnya itulah yang membuat Hiro marah.
"Kalian sungguh membuatku kecewa! Ku kira dunia ini akan aman karena ku titipkan pada kalian tetapi ternyata malah sebaliknya" Ucap Hiro.
"Ku bubarkan rapat ini, renungkan kembali kesalahan kalian dan rapat ini akan di lanjutkan kembali besok" Ucap Hiro kemudian pergi menghilang bersama dengan Yue.
Setelah kepergian Hiro, semua orang di dalam ruangan menundukkan kepalanya, mereka menyesal karena sudah membuat Hiro kecewa dan marah besar.
Mereka paham betul mengapa Hiro marah sampai seperti itu, karena tindakan mereka yang hanya mementingkan diri nya sendiri atau wilayahnya sendiri tanpa memperdulikan yang lainnya bahkan pada saat orang-orang misterius itu menyerang mereka semua hanya bertindak masing-masing tidak meminta bantuan ataupun memberikan bantuan.
"Kita sudah melakukan masalah yang besar sampai tuan Hiro kecewa" Ucap kaisar Bizantium.
"Benar sekali, kali ini kita telah melakukan kesalahan besar" Ucap kaisar Gaia.
"Hahhh… Kita harus bagaimana agar tuan Hiro memaafkan kita?" Tanya kaisar Githen.
"Kita harus meminta maaf pada tuan dan kita mulai sekarang sampai kedepanya harus bekerja sama apabila ada suatu masalah saat tuan tidak ada" Ucap Pandu.
Mereka semua tidak pergi dari ruangan aula pertemuan, mereka membicarakan bagaimana cara agar Hiro memaafkannya.
***
Hiro yang pergi dari aula pertemuan sekarang berada di dalam ruangannya.
"Apakah aku terlalu berlebihan Yue? Bukankah wajar kalau mereka tidak bisa mengatasinya karena yang menyerang mereka adalah orang-orang dari Dunia Illahi" Ucap Hiro.
"Setengah iya dan setengah lagi tidak" Ucap Yue.
"Bisa kamu jelaskan kenapa bisa seperti itu?" Ucap Hiro.
"Kamu memang berlebihan kepada mereka karena orang-orang yang menyerangnya dari Dunia Illahi jadi wajar mereka tidak bisa mengatasinya dan setengahnya tidak itu karena kamu marah itu semua demi mereka agar kedepannya tidak dapat di singgung oleh orang-orang dunia atas lainnya dan kamu juga ingin mengatakan kepada seluruh alam semesta bahwa Tanah Kultivator bukanlah dunia rendah lagi dan dapat di setarakan dengan dunia lainnya kan?" Ucap Yue tersenyum.
"Hmmmm benar apa katamu" Ucap Hiro kemudian tiduran di pangkuan Yue.
__ADS_1
"Memang bagus menjadi penguasa yang lembut dan baik tetapi ada juga seorang penguasa yang menunjukkan rasa kebaikan nya dengan cara tegas dan mungkin juga bisa disebut kejam, semua itu tergantung bagaimana karakter penguasa tersebut dan bagaimana tanggapan para bawahannya terhadap sikap tuannya" Ucap Yue.
"Terlalu baik dan lembut tidak bagus karena mungkin saja akan ada orang yang memanfaatkan kebaikannya untuk menusuk dari belakang, tetapi tidak bagus juga terlalu tegas atau kejam karena mungkin akan banyak sekali orang yang merasa tertekan dan bisa menyebabkan pemberontakan".
"Jadi Yue harap kamu dapat balance dalam berperan menjadi penguasa, ada kalanya kamu bersikap baik dan hangat, ada kalanya juga kamu bersikap tegas dan kejam" Ucap Yue panjang lebar agar dapat menenangkan Hiro.
"Kamu jangan terlalu naif sayang… Jalan untuk menjadi penguasa alam semesta tidak bisa di capai hanya dengan kebaikan saja, kamu harus bisa menjadi orang kejam dan tegas karena agar tidak dapat di remehkan oleh siapapun itu. Ingat di dunia ini hukum hierarki, yang kuatlah yang berkuasa dan yang lemah terinjak-injak, kuat disini bukanlah hanya kuat kekuatannya tetapi harus mempunyai mental dan jiwa yang kuat agar tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan yang tegas dan kejam, lemah disini juga bukanlah karena lemah kekuatan nya tetapi lemah karena tidak ada atau pun tidak ingin adanya perubahan dalam hidupnya" Ucap Yue.
"Orang lemah sekalipun apabila ada keinginan kuat dalam mencoba merubah nasibnya maka ia tidak akan selamanya menjadi lemah, contohnya seperti kamu, bukankah dulu kamu orang lemah? Tetapi sekarang apakah kamu lemah? Tidak kan itu karena ada keinginan yang kuat di dalam hatimu untuk merubah nasib".
Hiro hanya terdiam di pangkuan Yue, ia tersadar karena selama ini pikirannya masih terlalu naif. Pikiran di dunia sebelumnya masih belum bisa hilang sepenuhnya tetapi setelah mendengar perkataan Yue, mulai saat ini ia akan sedikit berubah.
"Terimakasih Yue, kamu selalu membuat ada buat aku dan mungkin saja hanya dengan kata terimakasih sejuta kali pun itu tidak akan cukup untuk membalas semua yang kamu berikan untukku" Ucap Hiro dengan terharu karena ia mendapatkan wanita yang sangat baik dan pengertian seperti Yue.
"Syutt… Kalau kata terimakasih saja tidak cukup menurutmu, maka jadikan lah aku wanita milikmu seutuhnya" Ucap Yue dengan wajah merah karena malu.
Hiro hanya tersenyum dan bangun dari pangkuan Yue.
"Ini pertama kalinya dalam hidupku" Ucapnya kemudian mencium bibir Yue dengan lembut dan agak lama sampai-sampai mereka kehabisan nafas.
Seketika suasana di dalam ruangan tersebut menjadi memanas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setidaknya dalam bulan puasa ini banyak-banyak hal berbuat baik dengan cara pencet like dan ⭐*5.
Author tidak memaksa untuk beri hadiah ataupun vote, author hanya meminta itu pun bila kalian ikhlas tidak terpaksa.
Author hanya butuh like dan dukungan kalian untuk agar dapat meneruskan cerita yang serampangan ini.
Bukankah kalian tahu masalah yang author hadapi dalam membuat cerita ini?
Tidak membutuhkan empati ataupun belas kasihan yang author butuh hanya dukungan dengan cara like saja, Simple kan?.
Dah ahh curhat mulu jadi panjang.
__ADS_1
See you next up 👋