Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Quest For Hero


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah diskusi akhirnya Cecillia dan adiknya bersedia pergi bersama Hiro, mereka pun menyiapkan terlebih dahulu barang-barang yang akan dibawa.


Mereka memutuskan besok harinya untuk pergi karena keinginan Cecillia yang menginginkan Hiro menemaninya untuk berkeliling dan bermain seharian.


{Tuan…}


“Oh sistem.. ada apa?”.


{Sistem ingin melakukan pembaharuan atau lebih tepatnya melakukan reset ulang}


“Maksudnya? Jelaskan lebih rinci agar aku mengerti”.


{Reset ulang sistem… dengan melakukan hal tersebut maka seluruh tampilan status anda berubah dan versi sistem akan menjadi lebih tinggi lagi daripada sekarang}


“Baiklah tapi nanti saja setelah semua urusan ku selesai” ucap Hiro.


{Baiklah tuan…}


***


Keesokkan harinya barulah mereka bersiap-siap untuk berangkat pergi meninggalkan dunia tersebut, tetapi kabar dari alesan tutupnya toko tersebut adalah karena Cecillia telah di jemput oleh sang suami. Orang-orang yang terdekat Cecillia begitu terkejut setelah mendengar kabar tersebut karena yang mereka tahu sosok Cecillia ini adalah seorang perempuan muda yang masih belum memiliki pasangan.


Hiro mengabaikan kabar tersebut karena saat ini tujuannya telah selesai dan saatnya ia kembali, tanpa berlama-lama ia pun membuka portal lintas dimensi. Mereka pun masuk ke dalam portal tersebut dan menghilang lenyap entah kemana.


Di suatu tempat terdapat 3 sosok yang berjalan riang dan tenang di tengah hutan belantara. Mereka tidak memperdulikan sekelilingnya yang banyak mata tertuju terhadap keberadaan mereka itu.


{Peringatan!!!}


{Terdapat energi yang sangat besar dan pekat mencoba menyegel system…}


{Peringatan!!!}


{Peringatan!!!}


Tepat di depan pintu dunia jiwa Hiro tiba-tiba di kejutkan dengan pemberitahuan dari sistem yang berturut-turut menampilkan tampilan tanda DANGER!


{Perin-…}


Tiba-tiba sebuah kabut hitam menelan keberadaan Hiro, pandangannya menjadi gelap bahkan seluruh indranya tidak lagi berfungsi sama sekali.


“Sistem?!!”.


“Jangan bercanda system! Ini sama sekali tidak lucu!”.


Tidak ada respon sama sekali membuat Hiro sedikit mulai panik, ia mencoba menyalakan api menggunakan energi Mana tapi tidak berguna sama sekali. Seluruh kekuatannya seolah-olah telah menghilang lenyap dari tubuhnya.


[Kau sudah puas bermain-mainnya?]


[Sekarang saatnya menepati janji mu…]


“Siapa kau?!!”.


[Hoooo~ kau sudah lupa akan diriku?]


“Jangan-jangan…”


[Benar, akulah yang membuat kau bereinkarnasi pada kehidupan ini dan aku juga lah yang memberikan mu sebagian kekuatan ku melalui alat yang kau panggil system itu]


“Apa maumu?” ucap Hiro sedikit tenang.


[Tidak perlu waspada begitu, aku hanya meminta kau menjalani ujian untuk menjadi penerus diriku seperti perjanjian kita dulu]


“Oh benar aku lupa, ujian seperti apa yang harus ku lalui?”


[Sepertinya ujian kali ini akan sulit karena selain darah penerusku, kau juga memiliki takdir untuk menjadi bermacam-macam penerus]


[Tetapi sayang sekali kamu harus memilih 3 saja di antara 5 takdir tersebut…]


[Tentukan lah kau ingin menjadi penerus Sang Kematian, Sang Kehidupan, Sang Kekacauan, Sang Pencipta atau Sang Kehampaan? Pilih lah 3 diantara semua itu]


Hiro terdiam sesaat karena ia sama sekali tidak mengerti atau baru mengetahuinya bahwa dirinya bisa menjadi penerus banyak Dewa.


Kerena system sebelumnya hanya memberitahukan bahwa dirinya akan menjadi Penguasa Alam Langit saja.


[Penguasa Alam Langit hanya sebagian kecil serpihan jiwa dari Sang Kehidupan, perbandingan kekuatannya 10:1.000.000]


[Sebelumnya aku lupa memperkenalkan diriku kepadamu…]

__ADS_1


[Aku adalah Sang Kehampaan raja dari segala raja, penguasa dari segala penguasa, seluruh mahkluk hidup ataupun benda mati berasal dari diriku]


“Apa tidak bisa semuanya? Atau gabungkan saja semuanya menjadi satu” ucap Hiro dengan polos.


Sosok itu terdiam sejenak, ia mencoba menerawang ke dalam diri Hiro untuk melihat apakah perkataan tersebut keluar atas rasa nafsu dan serakah?


Tetapi dari dalam diri Hiro sama sekali tidak ada wujud bentuk keserakahan, hanya aura emas terang benderang yang menyilaukan yang dapat menyinari seluruh alam semesta-galaksi.


[Menarik~… kau coba saja dulu mengikuti ujiannya tetapi ujian kali ini berada pada tahap hampir mustahil dapat di selesaikan]


[Tapi aku harap kamu dapat menyelesaikannya karena aku menantikan hal menarik apa saja yang akan kamu lakukan]


“Bagus! Baiklah kalau begitu cepat jelaskan bagaimana ujiannya” ucap Hiro dengan tidak sabar.


SWOSHHHH…


Kabut kegelapan pun menghilang kini Hiro dapat melihat di depannya terdapat sebuah bangunan menjulang tinggi hingga menembus awan dengan di selimuti berbagai macam aura di sekeliling bangunan tersebut.


[Ujiannya adalah menyelesai seluruh lantai Menara Agung itu]


[Jangan meremehkannya karena setiap lantai memiliki tingkat kesulitan sesuai ketinggiannya]


[Semakin tinggi lantainya maka semakin sulit pula rintangannya]


“Kalau boleh tau ada berapa lantai Menara Agung itu?” tanya Hiro penasaran.


[Tidak banyak… hanya 1.000 lantai saja, oh iya ingat satu hal bahwa setiap lantai Menara Agung yang keseratus maka aka nada bos monster yang sangat menakutkan dan juga kuat]


“Hahhhh… baru kali ini aku merasa benar-benar seperti bereinkarnasi pada umumnya”.


[Hahahaha karena dulu aku sengaja membiarkan kau untuk bersenang-senang terlebih dahulu setelah itu kau waktu nya serius menjalani kehidupan kedua ini]


“Baiklah aku mengerti, aku tanya satu hal lagi”.


[Apa?]


“Bagaimana perbedaan waktu di dunia ini dan di dunia luar sana karena aku khawatir keluarga ku mencari aku karena baru saja kembali sudah menghilang lagi”


[Oh kalau itu kamu tenang saja…. 1 hari di dunia luar sama dengan 1 tahun di dunia ini]


“Baguslah kalau begitu, aku bisa menyelesaikan ujian ini dengan tenang tanpa terburu-buru” ucap Hiro menghela nafas lega dan senang.


[Kalau kamu mati di dalam Menara Agung maka kekuatan mu akan berkurang begitu saja seterusnya kalau kamu mati terus]


[Benar begitu, baiklah kalau kamu sudah siap maka masuklah]


Sebuah pintu mengerikan tiba-tiba muncul di depan Hiro dan pintu itu terbuka lebar seolah-olah menyambut kedatangannya.


“Oh yah tunggu dulu, apa system masih dapat berfungsi di dalam sana?” tanya Hiro.


[Tentu, tetapi hanya dasarnya saja karena kekuatan mu akan kembali seperti semula]


“Apa aku bisa menggunakannya?”


[Tentu]


“Oh baiklah, kalau begitu aku langsung masuk saja”


[Oke, berhati-hatilah agar tidak terlalu banyak mati]


***


5 tahun kemudian di dunia luar…


Di suatu tempat yang tenang dan damai terdapat sebuah portal lubang hitam yang menakutkan, tetapi lubang hitam tersebut tidak membuat kerusakan apapun pada sekitarnya.


“Hahhh tidak kusangka ternyata menyelesaikan ujian sialan itu membutuhkan banyak waktu hingga aku tidak tahu sudah berapa lama menghilang di dunia ini, yang aku tahu hanyalah 1800 tahun yang aku habiskan di dalam Menara Sialan itu!!!”


[Selamat sekarang kamu telah menjadi satu-satunya mahkluk hidup rendahan yang bernama manusia berevolusi menjadi God]


Terdengar sebuah suara yang dingin dari arah lubang hitam tersebut.


“Sudahlah aku tidak peduli sialan!!! Aku hanya ingin kembali pulang kerumah, mulai sekarang jangan ganggu aku! Sudah cukup aku menjadi mainan mu di Menara Sialan itu!!]


[Namanya Menara Agung… baik tenang saja mulai sekarang kamu boleh menjalani hidup mu dengan bebas seperti sebelumnya]


[Tapi ingat satu hal bahwa ‘mereka’ sedang mengawasi mu maka dari itu berhati-hatilah]


“Sudah kubilang aku tidak peduli! Selagi mereka para bajingan itu tidak menyingung ataupun menyentuh orang-orangku maka aku akan tetap diam!”

__ADS_1


[Hahhh sebenarnya kenapa kamu sekarang menjadi sangat galak?]


“Kamu masih bertanya hah?!”


[Aku bertanya karena tidak tahu pfft]


“Tidak mungkin kau tidak tahu sialan! Dan berhenti tertawa!”


[Baiklah maaafkan aku]


[Aku akan pergi sekarang jangan lupa pembicaraan kita sebelumnya, selamat tinggal semoga hidup mu penuh kemenderitaan pfft]


SWOSHHH…


“Si sialan itu! Sampai akhir juga sangat suka membuat ku kesal”


“Baiklah lupakan saja dia, sekarang yang lebih penting kemana aku harus pergi? Bahkan aku tidak tahu ini dimana karena banyak sekali perubahannya”


{Selamat datang kembali tuan!}


“Oh system, pas sekali aku membutuhkan bantuan mu… tolong tunjukkan arah menuju dunia jiwa”.


{Pertama-tama lebih baik anda lihat status anda yang terbaru tuan}


“Oh iya benar juga, baiklah tunjukan statusku system!”


*STATUS


[Nama: Hiro Akame]


[Ras: God Asura ]


[Level: Semigod(1)]


[Skil: Infinity-Creation]


[Senjata: Golden Sword]


[Gelar: The Great Ruller-Killing God(terkunci)]


[Inventori]


“Benar-benar kembali seperti pemula, tapi levelku cukup tinggi” ucap Hiro menghembuskan nafas Panjang.


“Terus apa maksudnya terkunci pada Gelar Killing God siistem?” tanya Hiro.


{Anda harus membunuh Dewa agar gelar tersebut terbuka}


-Quest for Hero-


Kategori: WAJIB!


Misi: Bunuh para Dewa yang berkhianat dan membuat tatanan alam semesta menjadi kacau


Quest Level: SS


Reward: Terbukanya title ‘KillingGod’


Gagal: Di buru para Dewa seumur hidup dan menjadi musuh semua mahkluk hidup


Batas waktu: -


---------------------------------------------------------------------------------------------


“Apalagi itu Quest For Hero? Apa di suruh berperan menjadi pahlawan? Tidak bisakah biarkan aku hidup tenang?” ucap Hiro dengan putus asa.


{Sayangnya tidak bisa sama sekali tuan karena ‘mereka’ tidak bisa di hentikan selain oleh anda}


“Kenapa harus aku?”


{Karena tidak lagi orang lain selain anda yang menjadi penerus 5 dewa tertinggi}


“Cihh baiklah! Lagipula quest nya pun tidak bisa di tolak kan?” ucap Hiro dengan terpaksa.


{Benar tuan}


{Quest diterima!}


“Kalau begitu cepat tunjukkan arah menuju dunia jiwa”

__ADS_1


{Baik tuan}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2