Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Di Sekte Gunung Keabadian


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah Hiro selesai mandi, ia melihat Yue masih berbaring di dalam selimut nya.


'Apa aku terlalu berlebihan yah semalam?' pikir Hiro saat melihat Yue masih tidur yang berarti masih kelelahan.


{Selamat tuan! Anda sudah melepaskan keperjakaan anda… Sistem bangga kepada tuan, karena akhirnya anda tidak lagi menjomblo seumur hidup}


"Berisik!" Ucap Hiro kesal karena mendengar pemberitahuan sistem yang seperti mengejeknya.


{Salah saya apa tuan? sistem kan hanya memuji anda?}


"Sudahlah diam saja kau" Ucap Hiro kesal.


{…}


Kemudian Hiro menghampiri Yue yang masih tertidur.


"Yue kalau kamu masih ingin beristirahat, kembalilah ke dunia jiwa…" Ucap Hiro mencoba membangunkan nya.


Tetapi tidak ada jawaban dari Yue, ia masih tertidur pulas di kasur.


"Hahh… Rachel?" Ucap Hiro.


"Iyah tua-… aaaaa" Teriak Rachel terkejut saat melihat Yue yang berbaring di tempat tidur tanpa busana.


"Syutttttt! jangan berisik… Yue masih kelelahan, bawalah dia ke dunia jiwa" Ucap Hiro menutup mulut Rachel untuk menyuruh nya diam.


"A-anda s-sudah melakukan nya t-tuan?" Ucap Rachel terbata-bata.


"Sudah bawa saja Yue kembali, nanti tunggu giliran mu" Ucap Hiro tersenyum.


"A-apa?…" Ucap Rachel yang tiba-tiba wajahnya memerah.


"Hahaha sudah cepat bawa Yue pergi" Ucap Hiro tertawa senang saat melihat ekspresi Rachel.


"B-baik" ucap Rachel, kemudian mengangkat Yue dengan hati-hati dan membawanya ke dunia jiwa.


Setelah kepergian Rachel, Hiro membereskan kembali kamarnya kembali seperti sedia kala.


"Akhirnya aku merasakannya juga" Ucap Hiro tersenyum puas.


Setelah itu ia keluar dari ruangannya.


{Tuan…}


"Hm ada apa sistem?" tanya Hiro yang sedang berkeliling.


{Ada misi baru… Apa anda ingin menerimanya?}


"Matamu! misi sebelumnya juga masih belum selesai" Ucap Hiro.


{Tapi ini misi nya termasuk mudah tuan…}


"Kalau begitu jelaskan dulu bagaimana dan apa misinya" Ucap Hiro.

__ADS_1


{Jadikan sekte Gunung Keabadian sebagai bawahan anda atau bekerjasama lah dengan sekte tersebut…}


"Hmmm benar juga mudah sekali misi ini tapi tidak mungkin kan misinya semudah itu?" Ucap Hiro yang ragu-ragu.


{Tidak tuan, hanya itu saja misinya}


"Baiklah aku terima" Ucap Hiro.


{…}


Setelah itu Hiro tanpa ragu-ragu berjalan menuju ke Sekte Gunung Keabadian.


'Lagipula aku membutuhkan dukungan dari setiap penguasa wilayah untuk menjatuhkan klan Si dan akan ku bangun kekuasaan ku disana' Pikir Hiro.


Selang beberapa saat kemudian di depan Hiro telah terlihat bangunan yang tinggi, besar dan mewah beserta background nya yang sangat indah yaitu gunung raksasa yang sebelumnya Hiro lihat di luar kota.


"Maaf tuan, ada apa anda kemari?" Ucap pemuda seperti murid sekte yang berjaga di depan gerbang.


"Aku ingin bertemu dengan patriak, apa ada?" Ucap Hiro dengan tenang.


"Maaf tuan, saat ini Patriak sedang menutup diri dan tidak bisa ganggu" Ucap murid tersebut secara sopan dan ramah.


"Katakan kepada Patriak, aku berasal dari Klan Jing ingin bertemu" Ucap Hiro kemudian menunjukkan lencana yang hampir setara dengan patriak klan Jing.


Sontak pemuda tersebut terkejut saat melihat lencana yang Hiro tunjukkan, awalnya ia ragu itu lencana asli atau hanya imitasi, tetapi karena mencegah sesuatu hal yang tidak di inginkan ia pun mengangguk pergi masuk ke dalam untuk memberi laporan.


Hiro dengan tenang menunggu di depan gerbang tersebut, karena tidak ada tempat duduk ia pun membelinya di toko sistem beserta dengan makanannya.


Hiro menikmati semua yang ada di mejanya sambil menunggu kedatangan kembali penjaga yang melapor.


Hiro meliriknya dan tersenyum, ia berdiri menghilangkan meja dan semua isinya.


"Senang dapat berjumpa dengan anda Patriak" Ucap Hiro memberi hormat sederhana kepada seorang pria paruh baya yang berada di baris depan orang-orang tersebut.


"Hooo kamu tahu aku? apakah kita pernah bertemu? bukankah aneh kalau kamu tahu aku sedangkan aku tidak mengenali kamu?" Ucap pria paruh baya tersebut.


"Wajar anda tidak tahu saya, karena saya tahu anda juga dari Patriak Jing Tao" Ucap Hiro tersenyum tenang.


"Apa hubungan mu dengan Tao tua?" tanya Patriak.


"Hanya sekedar guru dari anaknya" Ucap Hiro dengan tenang.


"Guru?!" Ucap Patriak terkejut.


"Benar patriak" Ucap Hiro.


"Hmm menarik… Kalau boleh tahu siapa namamu?" Tanya patriak.


"Ahh maafkan ketidaksopanan ku… Perkenalkan namaku Hiro".


"Baiklah Hiro, mari masuk terlebih dahulu untuk melanjutkan pembicaraan kita, karena tidak nyaman mengobrol di luar seperti ini" Ucap Patriak mempersilahkan Hiro masuk ke kediamannya.


"Dengan senang hati Patriak, silahkan anda lebih dulu" Ucap Hiro dengan tersenyum ramah.


Patriak mengangguk dan memimpin jalan masuk ke sekte.

__ADS_1


Hiro mengikuti langkah Patriak dan yang lainnya.


Di dalam sekte Hiro menjadi pusat perhatian semua yang melihatnya.


"Siapa pemuda yang bersama Patriak itu?"


"Murid baru? mungkin"


"Matamu murid baru! sekte kita kan belum membuka pendaftaran"


Saat para pemudanya membicarakan siapa Hiro berbeda dengan para murid perempuan nya.


"Lihat-lihat, dia tampan sekali"


"Benar, ahh dia melihatku~"


"Apa-apaan kau ini, dia sedang melihat ku bukan dirimu"


Mendengar perbincangan para murid perempuan terhadap Hiro membuat para murid laki-laki menatap benci ke arah Hiro.


Hiro yang sedang melihat-lihat sekitaran sekte, merasakan banyak sekali tatapan tajam mengarah padanya, tetapi ia mengabaikannya.


Setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya Hiro memasuki sebuah ruangan yaitu aula pertemuan.


"Silahkan duduk tuan Hiro" Ucap Patriak mempersilahkan Hiro untuk duduk di tempatnya.


"Ahh baik, terimakasih Patriak" Ucap Hiro kemudian duduk di tempat yang telah di sediakan.


"Kalian keluar terlebih dahulu, karena ada pembicaraan penting antara aku dan tuan Hiro" Ucap Patriak kepada semua tetua yang mengikuti nya.


"Tapi patriak…" Ucap salah seorang tetua ragu-ragu untuk meninggalkan Patriak seorang diri.


"Pergilah tetua ke-5, jangan bertindak tidak sopan di depan tamu" Ucap Patriak dengan serius.


"Baiklah kalau begitu kami pamit undur diri tuan Hiro" Ucap para tetua kemudian keluar dari ruangan.


Melihat semuanya telah keluar akhirnya Patriak menatap Hiro dengan serius.


"Kalau begitu apa yang ingin kamu bicarakan tuan Hiro".


"Patriak, panggil saja aku Hiro karena aku bukan tuan mu" Ucap Hiro dengan sedikit bercanda.


"Hahaha baiklah nak Hiro, kamu juga panggil saja aku Un tua" Ucap Patriak.


"Baik begitu saja" Jawab Hiro.


"Jadi apa yang ingin nak Hiro bicarakan denganku?" tanya Patriak sekali lagi.


"Jadi begini…" Hiro kemudian menjelaskan tujuan dirinya ke sekte Gunung Keabadian.


Ia menceritakan hal yang terjadi sebelumnya di klan Jing, beserta bagaimana sikap orang-orang klan Si.


"Hmmm ini akan sedikit sulit nak Hiro, kami tidak bisa memutuskan seenaknya karena kami semua di pilih oleh penguasa jadi hanya penguasa seorang yang dapat bertindak" Ucap Patriak dengan serius.


"Kalau boleh tahu bagaimana cara aku menemui Penguasa?" tanya Hiro.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2