
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Flashback...
Hiro menggunakan teknik teleportasi untuk langsung sampai di tempat perang.
Tetapi kemunculan Hiro yang begitu tiba-tiba membuat seluruh medan perang menjadi hening, mereka semua menatap Hiro yang baru saja muncul di tempat tersebut.
Di atas langit yang terang sosok Hiro benar-benar menawan dan penuh wibawa, sosoknya berjubah emas dan merah menambah kesan agung.
"Lama tidak bertemu, Memphis..." ucap Hiro sambil tersenyum kecil dan perlahan-lahan turun dengan telapak kakinya yang elegan menyentuh tanah.
Kemudian ia mengeluarkan kedua sayapnya yang membentang lebar, suatu ciri khas dari klan Dragon.
Diablo, Long Wang dan yang lainnya berlutut memberi hormat kepada Hiro. Kecuali beberapa orang yang mungkin bisa di katakan statusnya setara dengannya seperti Dewa Matahari, Dewi Bulan, Ratu Peri dan Dewi Angin.
Hiro menoleh kebelakang dan tersenyum lembut kepada Yue beserta para wanitanya.
"Apa kabar kalian semua?" ucap Hiro dengan senyum manis.
"Hemmm Luci belum kembali yah? Tidak apa-apa jangan khawatir sebentar lagi ia akan berkumpul bersama kalian" ucap Hiro dan kembali menatap ke depan, dimana para raja iblis berada.
Memphistopheles pun melihat Hiro dengan tatapan aneh, marah bukan takut juga bukan. Mungkin lebih tepatnya obsesi karena Hiro adalah satu-satunya lawan yang menurutnya sepadan dengan dirinya.
"Kalian bersenang-senang tanpa diriku? Sungguh tindakan yang lancang sekali... Seharusnya kalian harus tahu diri bahwa seluruh wilayah, dunia dan alam semesta adalah teritorial ku!" ucap Hiro dengan sinis.
"Heh, kau baru bangkit saja sombongnya minta ampun... Walaupun sedang berperang tetapi selama ini kami menahan diri karena tahu bahwa mereka semua akan mudah di musnahkan oleh kami bila serius" ucap FINIS.
"Hoho? Benarkah itu?" tanya Hiro kepada para bawahannya dengan dingin.
Ia tidak mau di remehkan oleh musuh, entah itu pasukannya ataupun kenalannya sekalipun.
Apalagi ini bawahan terpercayanya, tentu saja Hiro tidak dapat menerimanya.
"T-tidak tuan, itu tidak benar..."
"Sudahlah sayang! Tidak perlu begitu kepada para bawahan mu, seharusnya kamu berterimakasih karena mereka telah berjuang dan berusaha keras untuk mengurangi jumlah pasukan iblis serta mengulur waktu menunggu kedatangan dirimu" ucap Yue.
__ADS_1
"Oh baiklah kalau begitu... Berarti mereka saja yang terlalu melebih-lebihkan keadaannya" ucap Hiro dengan tenang.
BLUSHHH...
Tiba-tiba air menyembur dengan sangat keras dari dalam tanah.
Membasahi sekitarnya dan membuat semua orang memalingkan pandangannya, Hiro yang melihat hal tersebut tersenyum lebar.
"Akhirnya dia datang..." ucap Hiro dengan pelan.
SWOSHHH...
Sekelompok orang tiba-tiba terbentuk dari genangan air tersebut dan salah satu dari mereka tentu saja Hiro mengenalinya dengan sangat baik, yaitu Luci salah satu wanitanya.
"Maaf aku terlambat, ini karena ibu!" ucap Luci dengan cemberut.
"Hey anak nakal, kenapa jadi ibu yang di salahkan?" ucap salah seorang wanita paruh baya dengan memakai pakaian biru putih membawa sebuah tongkat.
"Iya lah, gara-gara ibu memberiku ujian yang menyebalkan!" ucap Luci.
"Selamat datang ibu mertua" ucap Hiro dengan lembut.
"Oh ini dia menantu ku yang hebat dan luar biasa... Selamat atas kelahiran kembali anda, Yang terhormat Dewa Naga Synhak" ucap Dewi Air memberi hormat juga.
Hiro kemudian menahannya dan berkata dengan tegas, "Panggil saja aku seperti biasa ibu... Kalau tidak mereka akan marah nanti" sambil menunjuk Luci dan para wanitanya.
Dewi Air tersenyum terkekeh, "Hhi maafkan aku... Kalau begitu aku akan memanggil mu nak Hiro saja" ucapnya.
Hiro mengangguk dan tersenyum senang, ia kemudian menatap Luci.
"Apa kabar mu?"
"Hahhh lebih terasa baik sekarang daripada saat di dunia ibu" ucap Luci menghela nafas panjang.
"Haha tetapi ada manfaatnya juga kan?" ucap Hiro.
"Hemmm benar juga, tapi-.. ahh sudahlah tidak perlu di bahas lagi" ucap Luci.
__ADS_1
Hiro mengusap kepalanya dengan lembut dan merangkulnya.
Mereka berdua berjalan ke depan para raja iblis, Hiro pun menatap Memphistopheles dengan tenang.
"Apa kalian akan diam saja? Kalau begitu, para ibu mertua dan ayah mertua... Bolehkah aku meminta kalian untuk memusnahkan para iblis itu?" ucap Hiro sambil menunjuk ke pasukan iblis yang berada di belakang para raja iblis.
"Oh tentu saja, tetapi kami kehabisan energi mungkin tidak akan bisa terlalu lama berdiam diri di dunia ini" ucap Dewa Matahari dan Dewi Bulan.
Hiro tersenyum tenang dan melambaikan tangannya sesaat ke arah mereka.
Sekelebat angin sedang menerpa Dewa Matahari, Dewi Bulan, Dewi Angin dan Ratu Peri.
Kemudian mereka merasakan energi Mana yang berlimpah memasuki tubuhnya dan membuat mereka kembali segar.
"Oh terimakasih menantu ku sayang... Kamu memang pengertian sekali" ucap Dewa Matahari tersenyum senang.
"Apa kalian bisa menyelesaikan nya sekarang?" ucap Hiro.
"Tentu saja! Kami akan melakukannya dengan cepat" ucap Dewa Matahari dan langsung melesat sambil melancarkan serangan-serangan dahsyat kepada para pasukan iblis.
Di susul oleh para Dewi lainnya, Hiro kemudian membuat sebuah barrier untuk mengurung para raja iblis dan dirinya beserta para wanitanya.
"Kalian diam dulu, oke? Tunggu para mertua ku membereskan kerikil-kerikil kecil dulu, setelah itu kalian boleh bergerak" ucap Hiro.
"Hemmm baiklah, kami akan menunggunya dengan tenang" ucap Memphistopheles dan duduk di tempatnya dengan santai.
Melihat hal itu Hiro pun mengangguk dan menunggu juga bersama para wanitanya untuk melepaskan rasa rindunya kepada mereka.
"Maafkan aku" ucap Hiro mengeluarkan kata pertamanya dengan sangat emosional.
***
Kalau like nya tembus 100 dalam sehari dan komen nya minimal 20, author janji akan crazy up seminggu full !!!
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1