
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Penolakan Yue membuat kaisar sedikit terkejut, karena mau bagaimanapun tidak mungkin ada orang yang berani menolak permintaan seorang penguasa apalagi orang yang menolak tersebut berada di tanah kekuasaannya.
Hal tersebut memang membuat harga diri kaisar terinjak-injak tetapi ia pun harus mengambil pilihan yang tepat agar tidak terjadi sesuatu yang tidak terduga dan juga ia belum mengetahui kekuatan orang-orang wilayah tersebut, jadi mau tak mau ia harus mengalah.
"Baik kalau begitu, kami pamit undur diri terlebih dahulu nona tapi kalau anda berubah pikiran maka datanglah kemari karena aku akan selalu datang kesini, siapa tahu anda berubah pikiran" ucap kaisar.
Ia pun memerintahkan para jenderalnya untuk membawa pergi kembali pasukannya ke kekaisaran, hasil hari ini sangatlah kosong membuat para pasukan kecewa.
Mereka harus kembali dengan tangan hampa, sungguh tidak terduga.
Hiro pun mengikuti barisan para prajurit untuk mundur, ia yang awalnya barisan awal menjadi barisan paling akhir dalam kepergiannya.
Saat para pasukan tengah perlahan-lahan berbalik pergi, Yue yang sedari tadi diem di tempatnya sambil menatap tajam para pasukan yang akan pergi itu tiba-tiba dahinya mengernyit.
"Tunggu sebentar!" ucap Yue dengan keras membuat seluruh pasukan mendengarnya.
"Ada apa nona? apa anda berubah pikiran?" ucap kaisar penuh harap.
"Bukan itu masalahnya! kau yang memakai baju biru? kemari sebentar!" ucap Yue dengan tatapan mata penuh selidik.
Kaisar melihat ke arah tatapan Yue yang mengarah pada seorang prajurit muda.
"Saya? ada apa nyonya?"
"Nyonya?" ucap Yue menatap tajam prajurit tersebut.
'Sial! aku salah memanggilnya nyonya!'
Ternyata prajurit tersebut adalah Hiro yang sedang menyamar, sekarang dirinya tengah panik karena takut penyamarannya terbongkar walaupun ia ingin segera bertemu dengan keluarganya tetapi saat ini bukanlah waktu yang tepat.
"M-maaf nona…" ucap Hiro terbata-bata.
"Katakan alasan mu, kenapa memanggil ku nyonya?!" ucap Yue dengan dingin.
"I-iitu…"
"Apa?! katakan cepat yang jelas!" ucap Yue dengan keras.
"Karena anda sangat cantik nona! jadi tidak mungkin anda tidak memiliki pria dalam hidup anda" ucap Hiro dengan menahan malu karena perkataannya sungguh memalukan.
Yue seketika terdiam, begitupun seluruh orang yang ada disana. Tetapi tiba-tiba kaisar dan para jendral tertawa terbahak-bahak yang di ikuti oleh para prajurit.
"Hahahaha!!!!"
"Cihh! yasudah pergi sana cepat!" ucap Yue dengan sinis.
__ADS_1
Hiro diam-diam menghela nafas lega, ia pun kembali mengikuti barisan pergi dari tempat tersebut.
***
Setelah seluruh pasukan kekaisaran pergi meninggalkan tempat itu, tiba-tiba datang beberapa orang lagi menghampiri Yue yang tengah terdiam seperti memikirkan sesuatu.
"Saudari Yue? kenapa kamu masih disini? apa para pasukan itu sudah pergi?" tanya seseorang yang datang tersebut.
"Ahh- Iyah mereka sudah pergi, kenapa kamu kemari saudari Eli?" tanya Yue.
"Kami mengkhawatirkan dirimu karena tiba-tiba pergi begitu saja dan Diablo memberi kabar bahwa kamu sedang menghadang ribuan prajurit yang akan masuk ke dunia jiwa" ucap Elizabeth yang datang bersama dengan wanita lainnya.
"Benar kata Eli, lain kali beritahu kami kalau ada sesuatu jangan pergi begitu saja" ucap Meng Luo.
"Baik, maafkan aku" ucap Yue.
"Ngomong-ngomong kenapa kamu bengong tadi? apa ada sesuatu yang membuat mu kepikiran?" tanya Elizabeth.
"Hemmmm tadi aku merasakan seseorang yang seperti familiar sekali tetapi wajah, tubuh dan auranya sedikit berbeda" ucap Yue.
"Apa? siapa?" tanya Meng Luo.
"Ia mirip seperti suami kita…" ucap Yue dengan tatapan sendu.
Deg!
"Tenanglah Eli, mungkin itu hanya perasaanku saja karena sudah terlalu lama merindukan suami" ucap Yue.
"Tapi…"
"Tenang dulu… Kalau kita salah kira maka akan sangat memalukan" ucap Meng Luo.
"Tapi…"
"Saudari Eli?!" ucap Yue dengan dingin.
"Maaf…" ucap Elizabeth murung.
"Kami juga merindukan suami, jadi tenanglah dan bersabar karena aku yakin ia akan segera menemui kita" ucap Yue.
"Baik"
Elizabeth pun di bawa kembali ke istana dunia jiwa oleh Meng Luo, sedangkan Yue masih terlarut dalam pikirannya.
'Tapi pria tadi benar-benar familiar sekali, hanya saja auranya sedikit berbeda… Awas saja kalau ternyata sosok tadi adalah kamu, tidak akan ada kata maaf lagi Hiro!' pikir Yue.
***
__ADS_1
"Hh-hachuuu!"
{Sepertinya anda terkena demam tuan?}
"Ahh benarkah? masa seorang penguasa terkena penyakit umum?" ucap Hiro.
{Atau mungkin saja ada seseorang yang sedang membicarakan anda?}
"Ahh tidak mungkin, itu hanya mitos" ucap Hiro.
{Sepertinya tadi Yue sempat membongkar penyamaran anda tuan, kekuatannya telah berkembang pesat}
"Kau benar, aku bangga sekali kepada mereka yang mau berlatih bertambah kuat walaupun mereka dalam situasi rumit seperti itu" ucap Hiro.
{Mereka memang luar biasa, tidak seperti anda yang masih biasa saja sedari dulu!}
"Hoooo?! apa maksudmu berbicara seperti itu hah?!"
{Sudahlah tuan sistem malas berdebat, lebih baik anda pikirkan rencana selanjutnya… Apa yang ingin anda lakukan?}
"Hemmm… Aku berubah pikiran untuk segera menemui mereka" ucap Hiro.
{Kenapa?}
"Karena kini aku sudah tahu dimana keberadaan mereka jadi tidak perlu terburu-buru kembali, lagipula di dunia ini aku tidak tahu siapa kawan atau lawan… Jadi lebih baik membersihkan dulu dunia ini biar keluarga aman hidup di dunia ini" ucap Hiro.
{Ahh, sistem mengerti apa maksud anda… Jadi intinya anda ingin menyediakan tempat aman terlebih dahulu untuk keluarga anda, barulah setelah itu membebaskan mereka dari dunia jiwa?}
"Kau benar" ucap Hiro tersenyum tenang.
{Ingat tuan, waktu anda tinggal 1 bulan setelah itu pelindung dunia jiwa akan benar-benar tidak berfungsi atau mati sepenuhnya}
"Hemmm aku tahu, 1 bulan pun cukup untuk menundukkan satu kekaisaran saja yang menjadi pusat inti dunia ini" ucap Hiro tersenyum penuh makna.
{Hahhh… Jangan membuat korban jiwa yang sia-sia tuan}
"Cihh aku tahu! bisakah kamu tidak memperlakukan aku seperti orang bodoh?!" ucap Hiro yang kesal karena setiap pembicaraannya, sistem selalu membuat Hiro seperti orang bodoh bahkan lebih dari kata bodoh itu sendiri.
{Baik, maafkan sistem tuan…}
Dalam perjalanan kembali Hiro memikirkan berbagai rencana untuk membuat dunia ini berada di bawah pimpinannya, dalam perencanaan tersebut sistem pun ikut andil memberikan berbagai saran dan masukan hingga meringankan pikirannya Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Masih tetap sama/belum teratur, mohon tunggu yah kawan 🙏
Author masih belum beres pekerjaan nya, di usahakan dalam seminggu atau 2 Minggu akan kembali up teratur 🙏
__ADS_1
Jangan berhenti untuk dukung author terus yah, thanks untuk kalian yang selalu support author ❤️