Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Tuan Rumah ?


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari-hari berlalu dengan tenang, saat ini Hiro tengah duduk diam di luar area lapangan pelatihan. Ia sedang mengamati perkembangan Jing An yang lumayan baik, 2 hari ini Jing An telah mencapai lantai 5 cukup baik untuk seorang pemuda yang baru saja mengetahui arti tingkatan level sebenarnya.


"Hmmm cukup bagus tetapi aku ingin dia lebih baik lagi…" Ucap Hiro kemudian berdiri.


"Jing An! guru kasih kamu waktu 2 hari untuk segera mencapai lantai 9 kalau tidak tinggallah disini selama 2 tahun lamanya!" Ucap Hiro berteriak keras agar terdengar oleh orang-orang di dalam array.


Jing An yang berada di dalam bibir nya berkerut saat mendengar perkataan gurunya.


"Guru!! apa anda sudah gila?! mengapa menyiksaku seperti ini?!!!" Jawab Jing An.


"Hoo berani sekali kamu memanggil gurumu sendiri gila? hukumannya bertambah!" Ucap Hiro kemudian memunculkan kembali pagoda dengan lantai lebih tinggi.


"Capai semua lantai dengan waktu 7 hari!!!" Ucap Hiro tersenyum puas dan duduk kembali dengan tenang.


Jing An wajahnya menjadi pucat pasi saat mendengar perkataan Hiro, ia kemudian melihat pagoda yang baru, betapa terkejutnya ia saat melihat pagoda tersebut memiliki 20 lantai banyaknya.


Bahkan para prajurit lainnya terduduk lemas dengan tatapan tidak percaya.


"Tuan Hiro sangat mengerikan" Ucap mereka semua.


Sedangkan Hiro, ia dengan tenang duduk di kursinya dengan di temani oleh Yue.


"Sayang sifat mu buruk sekali" Ucap Yue menggelengkan kepalanya.


"Hahaha sudah sepantasnya guru menghukum muridnya yang kurang ajar" Ucap Hiro tertawa senang.


Yue sudah tidak habis pikir lagi dengan sifat kekanak-kanakan nya Hiro.


{Tuan… }


"Hmmm ada apa?" Tanya Hiro saat mendengar perkataan sistem.


{Ada yang datang}


Hiro hanya tersenyum saat mendengar perkataan sistem.


"Hahhh kenapa kau lama sekali? aku sudah membuat keributan begitu besar juga kamu baru datang sekarang" Ucap Hiro dengan tenang.


SWOOOOSSHHH…


"Hahaha maaf-maaf banyak sekali urusan yang harus ku bereskan jadi terlambat menyambut mu… Jadi bagaimana sudah bermain-main nya dengan dunia ku?" Ucap sosok yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


"Sudah dan juga berterimakasih lah karena aku membereskan satu serangga yang menempel di dunia mu" Ucap Hiro kemudian saling bertatapan.


"Ahh kau benar, terimakasih banyak" Ucapnya kemudian duduk di tempat yang telah di sediakan oleh Yue.


"Aku ingin bertemu denganmu saja susahnya minta ampun dan perlu waktu yang lumayan lama" Ucap Hiro menggelengkan kepalanya.


"Haishh lagian kau datang tiba-tiba jadi bagaimana aku bisa tahu? dan juga menyambut mu di perlukan persiapan agar tidak mengecewakan" Ucap nya mengobrol tenang dengan Hiro.


"Oh yah bagaimana kabarmu? apa sudah baikan dan bagaimana luka yang waktu itu sudah sembuh?" Tanya Hiro.


"Ahh aku baik-baik saja karena dunia ini sangat penuh dengan energi murni jadi tidak perlu banyak waktu untuk menyembuhkan diriku" Ucapnya.


"Oh baguslah" Ucap Hiro tersenyum.


"Sepertinya ada perubahan yang sangat pesat dari dirimu? aku merasakan seluruh badanku merinding apabila berdekatan denganmu" Ucapnya.


"Ahh tidak-tidak aku hanya mendapatkan keberuntungan pada saat berkeliling di dunia ini" Ucap Hiro merendah.


"Haishh seharusnya kamu berterimakasih padaku karena kedatangan mu ke dunia ku jadi membawakan keberuntungan itu kan?" Ucapnya tersenyum.


"Sudahlah kamu ini tidak mau mengalah sama sekali" Ucap Hiro.


"Hahaha baiklah-baik sudahi candaannya dan bagaimana kalau sekarang ke topik utama" Ucapnya berubah menjadi serius.


"Kawan atau lawan?" Tanya Hiro sambil meminum minumannya.


"Keputusan yang bagus" Ucap Hiro tersenyum tenang.


"Tentu karena aku tahu kalau sedikit saja kesalahan maka dunia ini akan hancur" Ucapnya mengangkat bahunya.


"Hahaha tidak usah berlebihan seperti itu" Ucap Hiro geli mendengar ucapannya.


"Tapi itu benarkan? lihat saja dirimu sekarang ini bagaikan lubang hitam yang mampu menyerap dan menghancurkan apapun yang masuk kedalamnya" Ucapnya merinding.


"Benar juga dan aku sekarang sedang merasakan puncak kebosanan karena kekuatan ini" Ucap Hiro menghela nafas.


"Hahh aku tahu dan mengerti apa yang kamu rasakan" Ucapnya menepuk-nepuk pundak Hiro.


Mereka pun berbincang-bincang dengan tenang tapi lebih tepat mungkin sosok tersebut hanya mendengarkan curhatan Hiro saja.


Tanpa terasa pagi hari kembali telah tiba dengan begitu berarti Hiro dan sosok tersebut mengobrol semalaman.


"Ahh sudah pagi sepertinya aku harus kembali" Ucapnya.

__ADS_1


"Kembali saja lagipula kamu tidak ku undang" Ucap Hiro.


"Haishh jahat sekali, apa kamu tidak tahu bahwa mana ada tuan rumah di undang oleh tamunya untuk memasuki rumahnya?" Ucapnya tersenyum mengejek.


"Hahh sudah sana pergi tunggu nanti aku datang ke rumahmu dan siapkan saja jamuan yang banyak" Ucap Hiro mengusirnya.


"Hahaha baik-baik aku tunggu dan ingat jangan bertingkah terlalu berlebihan terhadap dunia ini karena nanti aku kerepotan" Ucapnya menghela nafas.


"Baik-baik aku mengerti!" Ucap Hiro kesal karena merasa di atur olehnya.


"Hahh aku tidak percaya… Baiklah aku pergi dulu nanti kita bertemu kembali" Ucapnya kemudian masuk ke dalam portal dimensi yang telah di buatnya.


"Dasar tuan rumah yang tidak kompeten" Ucap Hiro tersenyum.


Hiro pun membereskan semuanya dan pergi kembali ke istana.


Saat kembali Hiro melihat Jing Li yang tengah seperti mencari-cari sesuatu.


"Apa yang sedang kamu lakukan Jing Li?" Tanya Hiro.


"Ahh tuan Hiro, aku sedang mencari kakak. Dia sudah berhari-hari tidak ada wujudnya sama sekali" Ucap Jing Li dengan khawatir.


Hiro alisnya berkedut mendengar perkataan Jing Li, 'Kau ini sedang mengkhawatirkan kakakmu tetapi perkataan mu sungguh pedas sekali' Pikir Hiro.


"Oh kakakmu sedang berlatih, ia sedang di berikan pelatihan olehku" Ucap Hiro.


"Oh begitukah, syukurlah" Ucap Jing Li lega.


"Sudah biarkan tidak usah di cari nanti seminggu lagi ia akan kembali tetapi kalau seminggu kemudian masih belum ada maka mungkin membutuhkan waktu 2 tahun agar ia bisa pulang kembali" Ucap Hiro menggaruk-garuk kepalanya.


"Hmm apa yang terjadi memangnya tuan?" Tanya Jing Li.


"Ahh begitulah pokoknya itu semua tugas dari ku" Ucap Hiro tidak mau membicarakan nya tentang sifat kekanak-kanakan nya.


"Ohh baiklah lagipula kalau tuan Hiro yang menyuruhnya tidak masalah" Ucap Jing Li percaya sepenuhnya kepada Hiro.


"Hahaha" Sedangkan Hiro, ia hanya tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Don't worry novel ini akan terus berlanjut kok tapi mungkin ada kemungkinan berhenti di tengah-tengah aja gitu 🤣


Lagipula sudah mulai berkurang yang masih tetap stay disini jadi hmmmm gimana yah 🤔

__ADS_1


Mungkin karena ada karya baru jadi ide nya terpecah belah 🤣


Tapi tenang untuk sementara ini tetap akan berlanjut kok 👍


__ADS_2