Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Bersih-Bersih


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari kemudian ketiga Pavilliun mulai melakukan pergerakan secara terang-terangan, tidak ada yang berani menghentikan mereka ataupun menghambatnya karena takut akan menjadi masalah terhadap Sekte 3 Wajah.


Para kultivator bebas yang sebelumnya murid Sekte pun membantu mereka semua tetapi secara diam-diam, karena mereka tahu bahwa pergerakan para murid Sekte pasti atas perintah pemimpin yang mempunyai suatu maksud tertentu dan hal tersebut merupakan suatu tindakan demi kedamaian dunia.


Banyak kejadian yang terjadi setelah pasukan murid Sekte 3 Wajah berkeliaran bebas di Benua Langit, banyak kabar berbeda-beda seperti terjadi Pembantaian di pegunungan Azrata yang di lakukan oleh Pavilliun Striker dan Pavilliun Support. Mereka menyerang sebuah Sekte yang dimana menganut kepercayaan kepada iblis.


Sedangkan Pavilliun Assasin melakukan aksinya secara diam-diam jadi tidak meninggalkan jejak sama sekali, tetapi kebanyakan orang dapat menduganya bahwa setiap ada aksi pembunuhan pelakunya dari Sekte 3 Wajah. Tetapi karena tidak memiliki bukti yang jelas, jadi mereka hanya bisa menduganya saja.


"Sekte 3 Wajah benar-benar mengerikan, walaupun mereka kebanyakan diam saja tetapi dalam sekali bergerak dapat membuat gempar seluruh Benua Langit"


"Kamu benar, pergerakan mereka sangat tidak dapat di tebak"


"Pokoknya jangan sampai menyentuh atau bermasalah dengan Sekte itu kalau masih sayang dengan nyawa kalian" ucap orang-orang yang membicarakan aksi ketiga Pavilliun Sekte 3 Wajah.


Sedangkan Hiro antagonis pelaku penyebab kegemparan Benua Langit tengah bersantai di halaman Sekte sambil berbincang santai bersama Yue dan para istrinya.


"Slurpppp~ ahhh... Gorgon dan Liya bagaimana kabarnya?" ucap Hiro.


"Mereka baik-baik saja dan hidup nyaman di penjuru dunia jiwa" ucap Yue.


"Hemmm begitu yah..."


'Gorgon, bisakah kamu keluar dulu?' ucap Hiro melalui telepatinya.


'Ahh baik tuan!' jawab Gorgon.


SWOSHHH...


Gorgon pun muncul dari dalam pintu dimensi dan langsung berlutut memberi hormat.

__ADS_1


"Senang bertemu dengan anda kembali tuan" ucapnya.


"Iya sudah lama aku tidak bertemu denganmu... Apa kabar mu?" ucap Hiro tersenyum kecil.


"Saya baik-baik saja tuan..." ucap Gorgon.


"Baiklah berdiri saja dan duduk agar kita lebih gampang bicaranya" ucap Hiro.


"Baik tuan.." Gorgon pun duduk di kursi yang kosong.


"Baiklah alasan aku memanggil mu karena aku membutuhkan bantuan mu.."


"Apa kamu bersedia membantu ku?" ucap Hiro.


"Tentu saja tuan! Dengan senang hati saya akan membantu anda" ucap Gorgon.


"Baguslah.. Bantuan yang aku butuhkan adalah kemampuan mu dalam membuat senjata atau alat perang" ucap Hiro.


"Tidak masalah tuan! Saya akan bekerja keras, lagipula membuat senjata adalah keahlian saya" ucap Gorgon.


"Baiklah bagus kalau kamu tidak keberatan, untuk sementara waktu tinggallah dulu disini... Semua bahan dan peralatan yang kamu butuhkan akan langsung aku siapkan" ucap Hiro tersenyum senang.


"Baik tuan... Kalau begitu saya ijin pamit dulu ke para dwarf lainnya tuan, saya takut mereka mencari-cari ke seluruh penjuru dunia jiwa apabila saya tidak memberitahukan tentang ini kepada mereka" ucap Gorgon.


"Tidak masalah, kamu boleh pergi" ucap Hiro kemudian membuka kembali pintu dunia jiwa nya.


Setelah kepergian Gorgon, Hiro kemudian memanggil Diablo.


"Diablo, bagaimana kabar para murid?" tanya Hiro kepadanya karena Diablo di tugaskan sebagai pengintai agar apabila terdapat suatu masalah pada muridnya, ia bisa mengatasinya.


"Aman-aman saja tuan... Tidak ada yang mampu melawan ataupun menghalangi jalan kami" jawab Diablo.

__ADS_1


"Hemmm baiklah, awasi terus mereka jangan sampai jatuh korban jiwa" ucap Hiro memutus koneksi telepatinya.


"Raphael, bagaimana kondisi disana?" tanya Hiro menghubungi Raphael setelah Diablo.


"Tidak ada masalah tuan, walaupun ada sedikit hambatan karena mereka memutuskan untuk melawan kita daripada menyerah" ucap Raphael.


"Musnahkan saja, jangan biarkan mereka hidup" ucap Hiro dengan dingin.


"B-baik tuan, akan saya laksanakan" ucap Raphael sedikit ketakutan.


"Baiklah jangan sampai ada korban jiwa di pihak kita" ucap Hiro kemudian memutuskan kembali koneksinya dan menghubungi Long Wang.


"Long Wang?"


"Iya tuan, kabar disini aman tuan... Pertempuran telah usai dan di menangkan oleh pihak kita, tidak ada korban jiwa sama sekali dan ada 250 orang tahanan" ucap Long Wang menjelaskan situasinya terlebih dahulu sebelum di tanya oleh Hiro.


"Oh bagus, segeralah kembali kalau sudah selesai" ucap Hiro.


"Baik tuan".


Setelah mendapatkan kabar baik dari setiap Pavilliun, akhirnya Hiro bernafas lega dan ia bisa beristirahat dengan tenang di Sekte tanpa perlu turun tangan ke medan tempur yang sedang terjadi pada setiap Pavilliun.


***


Oh Yah Author Ingin Tanya Sesuatu... Sebenarnya Istri/Wanita Hiro Ada Berapa Sih? Siapa Saja Sih? Kalau Ada Yg Tau/Masih Inget Tolong Komen Yah Karena Author Benar-Benar Lupa 🗿🤣


Terus Bagi Yg Nabung Bab Author Mohon Untuk Baca Sebelum Hari Berganti Pada Bulan Baru.


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2