
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada saat sebelumnya waktu berkumpul di mulai, Hiro memutuskan untuk menyamar dengan cara mengganti tampilan wajahnya, begitupun dengan Tutu yang di bantu oleh Hiro.
"Tapi tuan kenapa kita harus merubah tampilan wajah?" tanya Tutu.
"Kau ingat perkataan ku tadi? soal kalau kita bergesekan dengan kekaisaran? nah fungsinya agar apabila kita menjadi buronan dan foto kita tersebar maka akan aman karena kita menggunakan wajah palsu tetapi apabila menggunakan wajah asli, apa yang akan terjadi menurutmu?" ucap Hiro.
"Ahh, anda benar tuan… Maaf saya tidak berpikir jauh seperti anda" ucap Tutu.
Tidak lama kemudian banyak orang-orang berdatangan dari berbagai arah dan tempat tersebut yang awalnya sepi menjadi membludak hingga ke segala penjuru.
Hiro dan Tutu berada di baris paling depan dengan di pimpin oleh salah seorang jendral pasukan kekaisaran.
"Wah! lihat kita berada di dalam pasukan jendral pertama!"
"Benar, syukurlah ada kemungkinan kita kembali dengan selamat"
"Jendral besar yang pertama? jendral yang dapat mengalahkan ratusan prajurit dengan sekali serangan?!"
"Benar, apa kau tidak tahu siapa beliau?"
"Bukan tidak tahu tapi belum pernah melihat hanya mendengar saja cerita soal beliau"
__ADS_1
"Kalau begitu kau, bukan tapi kita beruntung karena termasuk ke dalam pasukan yang di pimpin beliau"
Banyak orang bisik-bisik karena sosok tersebut hingga membuat Hiro pun penasaran sebenarnya orang itu seperti apa.
Ia menggunakan mata illahi nya dan melihat status yang di miliki oleh jendral tersebut.
"Hemmm? ternyata memang cukup luar biasa juga, pantas orang-orang disini sangat menghormatinya" ucap Hiro saat melihat status jendral tersebut.
{Jendral besar pertama Kekaisaran : Albert}
{Level : ?}
{Elemen : Api dan cahaya}
"Level nya tidak bisa di lihat, berarti tinggi sekali tingkatannya" ucap Hiro.
"Baik tuan… " ucap Tutu mengangguk serius, apabila tuannya telah berkata demikian berarti orang-orang tersebut sangatlah hebat.
"Tapi bukan berarti kita tidak bisa mengalahkannya, hanya saja kalau bisa menghindari pertempuran maka lakukan saja" ucap Hiro.
"Saya mengerti tuan" ucap Tutu.
Setelah para jendral besar telah berkumpul dan bertanggungjawab atas semua pasukan relawan, barulah perjalanan menuju ke wilayah misterius di mulai.
__ADS_1
Hiro yang sudah tidak sabar tersenyum senang karena ingin memastikan, apa yang di katakan oleh sistem kalau wilayah misterius tersebut adalah dunia jiwa.
Dengan baris rapi dan teratur para pasukan meninggalkan kekaisaran.
***
Di suatu tempat.
"Nyonya, gawat!!!… Para prajurit yang kita kirim ke dunia luar di serang oleh pelindung dunia ini! mereka tidak bisa masuk atau kita juga tidak bisa keluar"
"Hahhh… Bukan hal yang aneh, aku sebenarnya sudah menduga bahwa ini akan terjadi apabila suami tidak ada disini"
"Apa maksudnya saudari?"
"Sistem pelindung yang melindungi dunia ini sebenarnya seperti pisau bermata dua…"
"Apabila pemilik dari dunia ini tidak ada maka sistem pelindung akan masuk ke mode hard, dimana siapapun akan di anggap musuh apabila berada di luar dunia…"
"Jadi lebih singkatnya kita terjebak disini tidak bisa keluar dan orang-orang di luar tidak bisa masuk sebelum suami kita melakukan sesuatu dengan mekanisme pelindung ini"
"Apa?!"
"Kalau begitu apa yang harus kita lakukan? tidak mungkin kan kalau kita berdiam diri disini selamanya?"
__ADS_1
"Biarkan waktu yang menjawabnya…"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...