Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Meningkatkan Kekuatan Setiap Pavilliun


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokkan harinya Hiro terbangun dengan wajah ceria, aliran yang selama ini ia tahan akhirnya tersalurkan dengan baik dan hal tersebut membuat tubuhnya terasa lebih bugar daripada biasanya.


"Hahhh cuacanya segar sekali, tidurku juga nyenyak" ucapnya kemudian keluar dari kamar dan pergi ke setiap gedung pavilliun.


Pertama ia pergi ke pavilliun Assasin terlebih dahulu menemui Peng Peng dan menanyakan bagaimana perkembangan dirinya beserta anggotanya.


"Guru, ada urusan apa anda kemari?" ucap Peng Peng menyambutnya bersama para anggotanya.


"Hemmm hanya ingin mengecek saja apakah kalian sudah berkembang atau tetap sama, apa harus ada urusan penting dulu kalau ingin melihat kalian?... Tetapi sepertinya kalian berkembang walaupun ada beberapa yang tertinggal" ucap Hiro.


"Ahh iyah guru, beberapa dari mereka mengalami kemacetan seperti saya dahulu dan itu harus membutuhkan bantuan anda guru" ucap Peng Peng.


"Hemmm bawa kemari mereka" ucap Hiro.


Kemudian Peng Peng membawa beberapa orang yang terlihat wajahnya gelisah, takut akan di marahi oleh Hiro.


"Tenang saja aku tidak akan marah karena hal tersebut wajar bagi kalian, aku pun dulu seperti kalian mengalami kemacetan tetapi dulu aku lampiaskan kepada ribuan monster hingga dapat menembusnya secara paksa" ucap Hiro.


Mereka sedikit terkejut karena perkataannya Hiro, ternyata cara yang di lakukan oleh Hiro untuk membuatnya kuat sangatlah ekstrem. Karena mereka sendiri tidak berani melakukan hal tersebut, mereka hanya bisa berusaha berkultivasi tanpa adanya pergerakan apapun.


"Baiklah aku akan membantu kalian, tetapi hasilnya tergantung dari kalian sendiri. Kalau tidak berhasil cobalah lagi dan lagi terus sampai berhasil" ucap Hiro.


SWOSHHH...


Kemudian ia memunculkan sebuah menara yang cukup tinggi dan auranya sangat pekat.


"Capailah ke puncak menara tersebut dan lakukan latihan tertutup sampai kalian berhasil" ucap Hiro.


Mereka pun tersenyum senang dan terburu-buru ingin segera memasuki menara tersebut.


"Tetapi jangan berpikir bahwa menaiki menara tersebut sampai ke puncak adalah hal yang mudah, karena setiap lantainya terdapat sebuah rintangan yang sangatt~ sulit" ucap Hiro tersenyum misterius.


Mendengar hal tersebut sedikit membuat mereka ragu akan kemampuannya sendiri dan Hiro ingin melihat apakah mereka dapat melaluinya ujian tersebut.


"Kalau kalian tidak percaya pada kemampuan masing-masing maka keluar lah dari Sekte ini dan berhenti saja menjadi kultivator" ucap Hiro dengan tegas.


Perkataan Hiro sedikit membuat jiwa mereka bergetar dan semangat juang mereka akhirnya terbakar. Tidak ada rasa takut ataupun ragu di wajah mereka dan pikiran mereka masing-masing, yang ada hanyalah sebuah pemikiran bahwa mereka harus bisa, akan bisa melalui ujian menara tersebut dan sampai ke puncak menara.


"Bagus, sepertinya semangat kalian sudah kembali. Kalau begitu tunggu apalagi? Cepat masuk ke dalam!" ucap Hiro berteriak keras.


"Baik pemimpin!!" kemudian mereka berlari cepat dan memasuki pintu masuk ke dalam menara.


Hiro tersenyum dan menoleh ke arah para anggota Pavilliun Assasin, "Menara itu bukan hanya untuk mereka saja, apakah kalian yakin akan membuang kesempatan ini? Apakah kalian tidak keberatan saat mereka keluar dari menara level kalian akan di susul oleh mereka?" ucap Hiro.


Mereka yang tersisa pun segera menyadari sesuatu dan pergi juga dengan cepat memasuki menara tersebut.


"Baik pemimpin, kami juga akan pergi!" ucap mereka dengan semangat, Peng Peng pun ikut bersama mereka tidak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut.


"Hahaha bagus! Kalau begitu cepatlah menjadi kuat agar dapat menjadi kekuatan ku" ucap Hiro tertawa senang.


***


Setelah itu Hiro pergi mengunjungi Pavilliun Striker yang di pimpin oleh Jun Qi.


"Tuan muda, ada apa gerangan anda kemari? Apa ada masalah?" ucap Jun Qi yang menyambut Hiro bersama dengan anggotanya.


"Tidak ada, hanya kunjungan biasa... Bagaimana perkembangan mereka?" tanya Hiro.


"Sedikit meningkat karena mereka terfokuskan akan satu hal yang itu pun berkaitan dengan bakat mereka masing-masing" ucap Jun Qi.


"Hemmm bagus, inilah yang aku harapkan... Fokus pada satu hal saja tentu akan mengasah hal tersebut hingga tajam daripada tercampur dengan yang lain. Bukannya tidak mungkin meningkat tetapi hanya saja akan lama tidak seperti sekarang ini" ucap Hiro.

__ADS_1


"Pemikiran yang sangat luar biasa tuan, seandainya anda memulai kehidupan di Benua Langit tingkat atas maka anda sudah pasti akan menjadi sosok pahlawan bagi kami" ucap Jun Qi.


"Hahaha sekarang pun aku sedang proses menjadi pahlawan bagi kalian bukan?" ucap Hiro.


"Haha anda benar tuan..." ucap Jun Qi.


"Oh yah gunakan lah ini sebagai sistem latihan kalian ke depannya" ucap Hiro sambil memberikan sebuah boneka yang terbuat dari kayu tetapi dapat bergerak bebas selayaknya mahkluk hidup pada umumnya.


"Aku sudah mendesain nya agar dapat melakukan beberapa teknik serangan dan bertahan... Untuk latihan nya terserah kalian tetapi lawan lah boneka ini untuk meningkatkan kemampuan berpedang, tombak ataupun tameng kalian. Tidak perlu khawatir boneka ini tidak aku beri pikiran untuk membunuh, jadi aman untuk kalian" ucap Hiro.


"Apa hanya satu tuan?" tanya Jun Qi.


"Satu saja cukup untuk lawan berlatih kalian, karena satu boneka saja sanggup melawan 100 orang. Sisanya bergantian saja" ucap Hiro kemudian pergi meninggalkan mereka semua.


***


Sekarang Hiro berkunjung ke pavilliun support yang di pimpin oleh Yuang Jie.


"Tuan muda? Ada yang bisa saya bantu?" ucap Yuang Jie yang melihat kedatangan Hiro.


"Kunjungan rutin, aku ingin laporan tentang perkembangan anggota pavilliun yang kamu pimpin" ucap Hiro.


"Banyak sekali perubahan nya tuan muda, beberapa dari mereka yang sebelumnya tidak ahli berpedang kini sangat ahli dalam memanah bahkan ada juga yang ahli dalam bidang alkemis" ucap Yuang Jie.


"Bagus, tingkatkan lebih baik ke depannya..."


"Berikan buku ini kepada para alkemis... Sedangkan untuk pemanah mungkin ini bagus untuk meningkatkan akurasi mereka" ucap Hiro mengeluarkan beberapa buku dan busur.


"Baik tuan muda!" ucap Yuang Jie.


Hiro mengangguk dan pergi kembali ke tempat tinggalnya menemui Yue.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai sayang?" ucap Yue.


"Sudah... Aku mendapatkan kabar baik, bahwa sistem pelatihan yang aku terapkan dapat berhasil dengan sempurna. Beberapa anggota Sekte telah meningkat dengan pesat, sisanya hanya tertinggal selangkah saja dari rekan-rekannya" ucap Hiro kemudian duduk di samping Yue.


"Ummm" Hiro kemudian meletakkan kepalanya di atas paha Yue.


"Kuharap semuanya berjalan lancar... Kalau tidak, aku akan kerepotan nantinya" ucap Hiro dengan nada malas.


"Apa selama ini tidak ada hal yang merepotkan untukmu?" ucap Yue.


"Tidak sih, semuanya juga merepotkan. Entah itu tugas ataupun kewajiban yang harus aku laksanakan, hahh sialan kalau di pikir-pikir lebih baik hidup di dunia modern" ucap Hiro.


"Hemmm kalau kamu bereinkarnasi kembali apa kamu lebih memilih untuk hidup di dunia modern daripada dunia yang penuh sihir dan kultivator?" tanya Yue.


"Tentu saja, tetapi aku ingin takdir ku lebih baik daripada kehidupan sebelumnya contohnya menjadi orang kaya dan sukses" ucap Hiro berbicara sambil memejamkan matanya.


"Hemmm baiklah"


"Hah? Apa kamu bicara sesuatu Yue?" ucap Hiro yang tidak dapat mendengarnya dengan jelas.


"Tidak ada, ngomong-ngomong apa kita akan kembali ke dunia bawah sayang?" tanya Yue mengalihkan pembicaraan.


"Hemmm bisa saja tapi mungkin masih sangattt~ lama... Urusanku masih banyak yang selesai"


"Kalau begitu selesaikan dan kita hidup damai bersama di dunia rendah saja" ucap Yue.


"Baiklah, tergantung yang lainnya apabila setuju aku tidak masalah" ucap Hiro.


"Memangnya kenapa Yue?" tanya Hiro sambil membuka matanya sebelah dan menatapnya.


"Tidak apa-apa, hanya saja aku merasa saat sedang di dunia bawah terasa sangat damai, tenang dan sejahtera" ucap Yue.

__ADS_1


"Hemmm memang benar kehidupan di dunia bawah sangatlah nyaman" ucap Hiro mengangguk setuju.


"Lagipula kasihan Meng Luo dan Elizabeth, mereka pasti merindukan orang tuanya walaupun tidak di perlihatkan" ucap Yue.


"Aku mengerti..."


***


Beberapa hari kemudian berlalu dengan sangat cepat, perkembangan anggota Sekte Hiro pun semakin tinggi. Kini para murid nya rata-rata di bawah level Bintang Bumi tingkat atas.


Setelah sekian lama menutup diri pada dunia luar, akhirnya Hiro membuka kembali Sektenya dan ia ingin membuat seluruh penjuru Benua Langit bergetar atas keberadaan Sekte nya yang membuat para anggota nya berkembang dengan sangat cepat, hingga memancing kembali tikus-tikus keluar dari lubang nya.


"Yo kalian sekarang dapat bermain-main kembali ke luar Sekte, karena kalian telah membuat ku puas... Tapi setiap masalah yang kalian ciptakan di luar sana, selesaikan sendiri dilarang membawa nama Sekte ataupun melibatkan Sekte. Apa kalian mengerti?" ucap Hiro berbicara di depan mereka semua yang sedang berkumpul di dalam aula.


"Siap mengerti pemimpin!" ucap mereka dengan tegas.


"Oh yah perkenalkan mereka adalah istri dan anak ku... Mereka baru datang saat kalian berlatih di pavilliun masing-masing" ucap Hiro memperkenalkan para istrinya dan anak satu-satunya.


Mendengar hal tersebut mereka sangat terkejut karena kebenaran nya sangat berbeda jauh dengan apa yang mereka pikirkan sedari tadi saat melihat para wanita tersebut.


Mereka tidak menduganya sama sekali bahwa para wanita itu istri Hiro semuanya, mereka hanya menyangka bahwa wanita Hiro salah satu dari mereka sedangkan sisanya adalah murid khususnya.


Mereka iri karena melihat Hiro mendapatkan istri yang begitu cantik, sempurna nan seperti bidadari dan juga hal tersebut tidak hanya satu tetapi semua istri Hiro bagaikan bidadari. Pria mana di seluruh alam semesta ini yang tidak cemburu dan iri kepada Hiro?.


"Tuan muda memang hebat!" ucap Yuang Jie menatap Hiro terkagum-kagum.


"Guru luar biasa! Tidak ada yang mengalahkan ketampanan nya sehingga banyak sekali wanita yang tertarik padanya" ucap Peng Peng dengan penuh semangat memuji-muji Hiro.


"Astaga tuan, anda benar-benar..." ucap Jun Qi menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Baiklah berhenti menatap istri-istriku, sekarang kalian boleh bubar!" ucap Hiro berteriak dengan keras.


"Ahhh baik pemimpin!" ucap mereka kemudian membubarkan diri serempak, ada yang langsung pergi keluar dari Sekte dan ada juga yang masih ingin berada di pavilliun.


***


Baiklah Author Akan Menjelaskan Tingkatan Kultivasi Yang Di Dunia Sekarang.


Semuanya Terbagi Menjadi 9 Tingkatan Yaitu :


-Bintang Perunggu


-Bintang Perak


-Bintang Emas


-Bintang Berlian


-Bintang Bumi


-Bintang Langit


-Bintang Raja


-Bintang Kaisar


-Bintang Saint


Dan Bagi Setiap Tingkatan Juga Di Bagi Menjadi 9 Tahapan, Sejak Dunia Ini Mengalami Kehancuran Dahulu Kala. Tidak Ada Lagi Satupun Orang Di Benua Langit Yang Mampu Mencapai Tingkatan Bintang Saint.


Apabila Bertanya Level Hiro Di Bandingkan Dengan Tingkatan Kultivasi Di Atas Maka Bisa Di Sandingkan Dengan Tingkatan Bintang Kaisar


Mengapa Begitu Rendah? Karena Hiro Baru Saja Menjadi Dewa Dan Itu Pun Baru Semi.

__ADS_1


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2