
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah keluar dari ruangan yang berisi anggota para kura-kura emas, Hiro di antarkan oleh pelayan ke kamarnya yang telah di sediakan.
“Hahhh.. ternyata aku salah paham kepada mereka”
“Apa memang tidak semuanya berpaling dariku..?” tanya Hiro.
{Hemmm 70-30… 30% adalah mereka yang masih setia kepada anda tuan}
“Cihh.. ternyata banyak juga parasite yang hidup di tubuhku saat itu” ucap Hiro mendercakkan lidahnya karena kesal.
{Salah anda juga yang asal dengan mudahnya menerima orang-orang yang asal usulnya tidak jelas menjadi bawahan anda}
Mendengar perkataan sistem yang ada benar nya membuat Hiro tidak bisa membalasnya kembali, karena memang dulu saat dirinya sedang jaya-jaya nya ia tidak peduli dengan hal tersebut karena ia rasa bisa membereskan nya atau mudah untuk membunuh mereka apabila berkhianat.
“Tapi yang paling penting, apa cerita Tu Tile itu ada benarnya? Ia tidak menambahkan bubuk kebohongan kan?” tanya Hiro yang ingin memastikan nya kepada sistem.
{Jangankan berbohong, di maafkan oleh anda saja sudah membuat mereka bahagia tuan… sistem jamin kelompok kura-kura emas itu tidak pernah berniat mengkhianati anda tuan}
“Hemmm baiklah kalau kamu sudah bicara begitu, maka aku percaya” ucap Hiro menghela nafas dengan sangat lega.
{Dari kejadian kali ini membuat sistem berpikir sepertinya para pengikut anda dan ‘mereka’ pun sedang bersembunyi di dunia kecil seperti ini… namun tidak mudah untuk menemukan dunia kecil mereka, kejadian kali ini pun mungkin suatu keberuntungan}
“Ahh?! Jadi semua ini bukan kamu yang atur?” ucap Hiro terkejut.
{Memangnya sistem Tuhan? Sang Pencipta? Bukanlah, sistem hanyalah suatu alat yang di ciptakan untuk membimbing anda saja selebihnya Sang Pencipta lah yang mengaturnya}
“Pupus sudah harapan ku, tadinya ku kira ini semua telah di atur oleh mu… kalau begitu mengapa kamu mengarahkan ku untuk masuk ke dalam hutan Quantalium?” ucap Hiro.
{Baiklah akan sistem beritahu… di bagian terdalam hutan terdapat seekor monster hewan yang telah memiliki akal layaknya manusia, hemmm mungkin seperti Yu Ki namun dia seekor monster liar}
{Anda bisa menjadikan nya budak anda atau membunuhnya untuk meningkatkan level anda menuju ke Dewa Penguasa tingkat menengah tahap 1, anda bebas menentukan pilihan nya}
“Oh itu rencana mu sebenarnya, baiklah nanti saja tentukan nya kalau sudah menyelesaikan urusan disini” ucap Hiro kemudian ia beristirahat sampai pagi hari.
Keesokkan harinya Hiro terbangun karena ketukan pintu yang cukup keras membangunkan nya.
“Iyah, iyah sabar tunggu dulu aku baru bangun..” ucap Hiro.
Setelah di buka ternyata di balik pintu terdapat 3 orang, yaitu Yan Xiu dan yang lainnya.
“Kenapa, ada apa pagi-pagi kalian sudah ada di depan pintu kamarku dan juga kalian tahu darimana kamarku disini?” ucap Hiro memberondongi mereka dengan berbagai pertanyaan.
“Ahh maafkan kami tuan karena telah membangunkan anda, kami tahu kamar anda dari para pelayan..” ucap Yan Xiu.
“Yasudah, ada urusan apa kalian kemari?” tanya Hiro.
“Anda di panggil oleh tuan Tu Tile dan para tetua..” ucap Yan Xiu.
“Kenapa harus kalian yang memanggilku? Bukan nya bisa di lakukan oleh para pelayan?” tanya Hiro dengan aneh.
“Ahh itu karena kami ingin berbicara dulu dengan anda” ucap Yan Xiu.
“Hemm baiklah kalian masuk dulu saja, kita berbicara di dalam sekalian aku mandi dulu” ucap Hiro menyuruh mereka masuk dan dirinya pergi ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat kemudian Hiro keluar dengan setengah telanjang dan terlihat dada bidang nya yang berbentuk seperti zirah armor perang.
Para Wanita memalingkan tatapan nya dengan wajah memerah, sedangkan Yan Xiu menatap kagum tubuh Hiro yang sangat bagus.
“Ada apa? Kenapa pula kau menatapku begitu, menakutkan sekali tahu..!” ucap Hiro.
__ADS_1
“Ahh maaf tuan..” ucap Yan Xiu dengan canggung.
SWOSHHH…
Hiro kembali memakai pakaian nya yang formal karena ia akan bertemu dengan para angota penting ras kura-kura emas.
“Baiklah sebelum aku pergi, coba katakana apa yang ingin kalian bicarakan denganku?” ucap Hiro.
“Kami hanya ingin bertanya sebenarnya siapa anda?” ucap Yan Xiu dengan serius.
“Hah? Apa maksudmu? Aku Hiro” ucapnya dengan aneh.
“Tidak bukan begitu, maksud kami apa hubungan anda dengan dunia ini… soalnya saat pagi-pagi kami keluar dari kamar, tiba-tiba pelayanan dan perlakuan orang-orang di istana ini berubah drastic tidak seperti kemarin saat kita tiba” ucap Yan Xiu.
“Ah ternyata begitu, serius kalian ingin tahu?” ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
“Tentu saja tuan, kalau ini sesuatu rahasia maka kami bersumpah akan menutup mulut dan telinga kami agar tidak tersebar luas” ucap Yan Xiu dan yang lainnya dengan serius.
“Hahaha baiklah baik, kalau kalian benar-benar ingin tahu maka ikut saja bersama ku menemui para tetua kura-kura emas” ucap Hiro berdiri kemudian pergi.
Yan Xiu dan yang lainnya pun cepat-cepat berdiri dan mengikuti Hiro dari belakang seperti anak ayam dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
Sesaat kemudian mereka sampai di depan pintu ruangan, disana terdapat dua manusia kura-kura yang menjaganya tetapi saat melihat keberadaan Hiro mereka langsung berlutu memberi hormat.
“Mereka akan ikut denganku” ucap Hiro kemudian masuk setelah pintunya di buka kan, diikuti oleh Yan Xiu dan yang lainnya.
Di dalam ruangan mereka melihat beberapa sosok manusia kura-kura dan Tu Tile dengan mudah dapat di ketahui sebagai pemimpin nya oleh Yan Xiu dan yang lainnya karena posisinya berada di kursi atas.
Tetapi saat melihat kedatangan Hiro, mereka semua termasuk Tu Tile bergegas menghadapnya dan dengan cepat mereka bersujud di depan Hiro.
“Penguasa muda, selamat datang. Sungguh suatu kehormatan bagi klan kami bertemu dengan anda, penguasa muda mohon pengampunan mu atas tindakan kami sebelumnya” ucap Tu Tile dengan merendahkan dirinya.
‘Penguasa muda?’ ucap mereka di pikiran masing-masing.
“Baiklah semuanya dapat berdiri” ucap Hiro lalu mereka semua berdiri dan menatap pemuda tersebut dengan ketakutan.
Sebelumnya mereka bertindak seolah-olah penguasa, tetapi sekarang mereka seperti semut di hadapan Hiro.
Walaupun untuk saat ini tingkat kultivasinya di bawah mereka namun dengan statusnya saja dapat menghancurkan dunia kecil itu dalam sekejap.
“Silahkan duduk penguasa” ucap Tu Tile memberikan kursi singgasana nya.
Hiro tanpa berbicara mengangguk dan pergi duduk di kursi yang sebelumnya di tempati oleh Tu Talu, ia menatap tenang mereka semua yang ada di bawahnya.
“Kalian juga silahkan duduk” ucap Hiro dengan tenang.
Mereka dengan patuh duduk di kursi masing-masing, bahkan Yan Xiu dan yang lainnya di sediakan kursi tambahan untuk mereka.
“Baiklah, silahkan jelaskan mengapa kalian memanggilku?” tanya Hiro.
“Tuan penguasa, kami hanya ingin meminta pengampunan kepada anda karena Tindakan kami sebelumnya dan memberikan petisi sebagai ungkapan terimakasih atas kelapangan hati anda dapat memaafkan kami karena kejadian dulu yang membuat kesalahpahaman” ucap Tu Tile.
“Hemmm tidak masalah yang terpenting sekarang aku tahu cerita kalian..”
“Dan untuk petisi akan aku terima karena kalaupun aku menolaknya, kalian pasti akan memaksaku agar menerimanya” ucap Hiro.
“Sebagai gantinya..” Hiro menggoreskan telapak tangannya lalu setetes darah emas mengambang.
SWOSHHH…
JLEB…
__ADS_1
Darah yang mengambang tersebut melesat ke arah kening Tu Tile. Tubuhnya bergetar saat darah emas itu memasuki tubuhnya, sungguh kekuatan darah yang luar biasa.
“Penguasa muda, terimakasih..!” ucap Tu Tile sambil bersujud kembali pada Hiro.
Dengan di berikan nya darah tersebut, maka klan kura-kura emas sekali lagi mengabdi dan di berikan kesempatan untuk memulihkan nama baiknya bahkan darah yang di berikan Hiro dapat meningkatkan kekuatan nya.
“Aku tidak pernah mendengar hal yang kalian ceritakan sebelumnya, jadi semalam aku memikirkan untuk memperlakukan kalian bagaimana. Tetapi karena mengingat kembali pengabdian kalian selama ini kepadaku, maka aku memutuskan untuk memberikan kalian satu kali lagi kesempatan untuk memulihkan nama baik kalian..”
“Selain klan kalian, klan apalagi yang masih mengabdi kepadaku?” tanya Hiro.
“Ada banyak penguasa yang masih mengabdi kepada anda, tetapi yang benar-benar setia kepada anda mungkin hanya ada 3 yang bisa saya pastikan” ucap Tu Tile.
“Hemmm aku tahu, itu pasti klan yang menjaga benteng timur bersama kalian kan?” ucap Hiro.
“Benar tuan penguasa” ucap Tu Tile.
“Baiklah terimakasih atas informasinya” ucap Hiro.
“Tidak perlu berterimakasih penguasa, itu hal tabu di ucapkan kepada budak rendahan seperti saya” ucap Tu Talu langsung bersujud membenturkan kepalanya hingga berdarah.
Hiro tercekat saat melihat tingkah berlebihan Tu Tile, mungkin dulu ini hal wajar namun setelah dirinya lama berpetualang dan mengenal banyak orang jadi sikap seperti itu telalu berlebihan.
‘Apa aku dulu sekejam itu sampai mereka begitu ketakutan?’ ucap Hiro di dalam hatinya sambil menggelengkan kepalanya.
{Sangat~ sangat kejam dan menakutkan}
***
Ruang rapat sebelumnya.
Setelah Hiro pergi kini hanya ada Tu Tile, Tu Talu dan para tetua lainnya tengah membahas sesuatu hal penting, mungkin?
“Para tetua, apa yang harus kita lakukan pada penguasa muda untuk membantunya?” tanya Tu Tile pada para tetua.
“Patriak, kali ini kita harus melakukan apa saja untuk melindungi penguasa muda tetapi secara diam-diam. Jika kita melakukannya secara terbuka aku rasa penguasa muda tidak akan senang” ucap salah satu tetua.
“Jika demikian aku akan mengirim Tu Talu dan Tu Tilu sebagai pelindung rahasianya, mereka juga bertugas untuk menyampaikan apapun kabar tentang penguasa” ucap Tu Tile.
Sedangkan Yan Xiu, Ning Quan dan Ru Jian tengah terbengong bersama setelah keluar dari ruang rapat. Mereka masih tidak dapat mempercayai apa yang di lihatnya di ruangan tersebut.
Karena bagaimana mungkin penguasa pulau kura-kura yang kekuatannya hampir setara dengan penguasa dunia es yaitu Frost Dragon Ice, Ling San!
“B-bagaimana ini kak? Sepertinya kita telah berhubungan dengan sesuatu yang menakutkan” ucap Ning Quan sedikit ketakutan.
“Tapi kita terlanjur ikut bersamanya..” ucap Ru Jian dengan bingung.
“Yasudah karena terlanjur basah, maka menyelam sekalian,..! kalian paham kan maksud ku?” ucap Yan Xu.
“Tapi..”
“Tidak apa-apa, aku yakin kalau kita ada di pihaknya maka tidak akan masalah!” ucap Yan Xu.
“Baiklah kalau begitu, tetapi kalau ada kesempatan lebih baik kita pergi saja” ucap Ru Jian dan di setujui oleh Ning Quan.
***
Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1