
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruangannya Hiro tengah terduduk meditasi menyerap sedikit demi sedikit energi Mana yang hitam kental tersebut, sedikit menyakitkan saat proses penyerapan tapi masih bisa Hiro tahan.
15 menit berlalu Hiro masih belum selesai dengan proses penyerapannya, tetapi keringat mengalir deras membasahi badan Hiro.
Hingga 3 jam kemudian Hiro membuka matanya yang terlihat sangat kelelahan, "Sial! sudah selama ini tapi masih belum terserap semuanya? berapa persen yang berhasil aku serap sistem?" tanya Hiro.
{40% tuan}
"Hahhh setengahnya saja tidak sampai, sebenarnya seberapa melimpah nya energi Mana yang hitam ini?" ucap Hiro kelelahan.
{Wajar saja tuan, seharusnya sudah cukup bagus untuk anda karena baru datang ke dunia ini tiba-tiba ingin menyerap energi Mana hitam? sungguh orang-orang akan memanggil anda gila, bersyukurlah karena tubuh anda tidak meledak}
"Walaupun meledak aku pasti akan hidup kembali kan?" ucap Hiro.
{Benar tuan tetapi anda akan kehilangan ¼ kekuatan yang anda miliki}
"Cihh kenapa selalu kekuatan yang kumiliki yang di pertaruhkan?" ucap Hiro kesal.
{Karena anda tidak memiliki apa-apa selain kekuatan yang anda miliki saat ini}
"Benar juga" ucap Hiro tersadar bahwa dirinya sama sekali tidak berharga kalau tidak memiliki kekuatan hebat.
"Ahh kan masih ada kamu sistem" ucap Hiro tersenyum licik.
{Sistem tidak bisa di jadikan bahan pertaruhan!}
"Hahaha aku bercanda sistem, tidak perlu di anggap serius" ucap Hiro tertawa puas.
{Sudahlah keluar tuan, para murid anda sedang mondar-mandir di luar pintu mengkhawatirkan anda}
"Ahh aku lupa" ucap Hiro kemudian pergi membersihkan dirinya dari keringat yang bau busuk karena efek samping penyerapan energi Mana hitam.
Setelah itu Hiro membuka pintu dan melihat memang para muridnya sedang mondar-mandir tidak jelas.
"Apa yang kalian lakukan?" ucap Hiro.
"Guru?!" ucap mereka bertiga sambil menghela nafas lega.
"Ada apa dengan kalian hemm?"
"Kami khawatir karena anda tidak keluar-keluar, kami menunggu anda sejak pagi" ucap Toru.
"Maaf aku kesiangan karena kelelahan" ucap Hiro.
"Oh yah guru… Tadi eummm tuan Tutu menyampaikan pesan kepadaku bahwa katanya apabila anda sudah keluar, tolong datang ke aula pertemuan untuk mendeklarasikan anda sebagai pemimpin baru kelompok BLACKLIST" ucap Ryu.
Hiro hanya mengangguk dan segera pergi ke aula pertemuan dengan bantuan arahan pelayan yang ada disana.
__ADS_1
BRAK…
Pintu sebuah ruangan terbuka yang menyebabkan orang-orang didalamnya terkejut hingga mereka mengeluarkan senjata masing-masing bersiap untuk menyerang.
"Duduk!" ucap Tutu dengan dingin.
Mereka menuruti perkataan Tutu tanpa protes sama sekali.
"Ahh maaf aku terlambat" ucap Hiro dengan wajah tanpa dosa.
Ia pun langsung duduk begitu saja membuat orang-orang sedikit terkejut tetapi setelah itu marah karena tindakan Hiro yang begitu lancang.
"DIAM!" ucap Tutu kembali menghentikan anak buahnya.
Setelah itu Tutu berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Selamat datang tuan, mohon maaf apabila saya mengganggu waktu istirahat anda tetapi pertemuan ini sangat penting" ucap Tutu dengan sopan.
Tercengang mereka semua yang ada di ruangan tersebut tidak menduga sikap Tutu yang begitu hormat kepada pria yang tidak sopan itu.
"Tuan pemimpin?" ucap mereka penuh tanda tanya.
"Jangan panggil aku lagi dengan sebutan itu, panggil saja aku ketua karena mulai detik ini kalian dan aku telah memiliki pemimpin baru!" ucap Tutu dengan tegas dan keras.
Sontak perkataan Tutu membuat semua bawahannya terkejut tidak percaya dengan itu semua tetapi melihat sikapnya sangat hormat terhadap pria yang duduk dengan tenang membuat mereka terpaksa mau tidak mau harus percaya dan menerimanya.
"Cepat beri salam kepada pemimpin baru kalian!"
Hiro mengangguk dan melambaikan tangannya menerima hormat mereka.
"Angkat kepala kalian dan duduklah kembali dengan tenang" ucap Tutu.
Mereka pun duduk dengan tenang walaupun di dalam hati mereka masih ada perasaan tidak percaya dan tidak menerima begitu saja dengan kedatangan Hiro yang tiba-tiba menjadi pemimpin baru mereka.
Hiro tahu isi hati mereka saat melihat ekspresi tidak menyenangkan di wajah mereka.
Tutu pun menyadarinya, ia berdiri untuk ingin menampar mereka semua tetapi di hentikan oleh Hiro.
"Tenanglah! " ucap Hiro.
Tutu mengangguk dan duduk kembali tetapi ekspresi wajahnya sangat marah besar, ia menatap tajam para bawahannya seakan-akan menyiratkan bahwa kalau tidak di tahan oleh Hiro mungkin ia akan membunuh mereka semua.
Para bawahan Tutu terdiam dengan tubuh bergetar saat melihat tatapannya itu.
"Aku memakluminya karena kalian pasti tidak akan mudah begitu saja menerima orang baru yang tiba-tiba menjadi pemimpin kalian" ucap Hiro dengan tenang.
"Tetapi mungkin kalian akan berubah pikiran disaat aku telah memperlihatkan ini…" ucap Hiro.
Hiro melambaikan tangannya menyuruh para muridnya untuk mendekat kepadanya.
__ADS_1
"Tunjukkan hasil dari yang aku ajarkan kepada kalian" ucap Hiro.
Para muridnya mengangguk mengerti dan tersenyum senang.
Mereka kemudian mengeluarkan secara bebas energi Mana mereka ke seluruh aula pertemuan, dampak dari keluarnya energi Mana mereka itu membuat dinding ruangan menjadi retak bahkan langit-langit ruangan berjatuhan.
Seluruh bangunan markas BLACKLIST bergetar hebat hingga membuat kepanikan seluruh anggotanya.
Sedangkan Hiro hanya duduk tenang sambil menikmati minumannya yang ia beli dari toko sistem.
"Jangan terlalu berlebihan, setengahnya saja" ucap Hiro.
SWOSHHH…
BOMMMM…
DUARRRR…
BRAKKK…
Ryu, Toru dan Lalita menghempaskan masing-masing satu sihir. Kekacauan dan kehancuran terjadi, setengah dari bangunan kokoh nan megah itu hancur lebur menjadi puing-puing.
Beruntung tidak ada korban jiwa karena ketiga muridnya itu bisa mengendalikan energi mereka, mungkin kalau salah sedikit saja seluruh bangunan akan menjadi debu dan korban jiwa tidak akan bisa terhitung banyaknya.
Tutu terdiam membeku tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, ketiga anak-anak yang selalu bersama Hiro terlalu diremehkan olehnya yang ternyata kekuatan mereka bahkan melebihi dirinya. Apabila serangan mereka menargetkan dirinya maka sudah bisa di pastikan tidak ada kata hidup untuknya.
"Apa sudah cukup agar diriku menjadi pemimpin? atau perlu aku perlihatkan kekuatan ku?" ucap Hiro.
Tutu dengan cepat menyangkal hal itu dan menghentikannya karena dirinya tidak akan sanggup menanggung akibatnya.
"Ahh siapa tahu kan kalian berpikir bahwa kekuatan ku di bawah murid-murid ku ini" ucap Hiro.
"T-tidak tuan… Maafkan anak buah saya yang sudah keterlaluan kepada anda, mereka memiliki mata tapi tidak di pakai untuk melihat" ucap Tutu bersujud meminta maaf kepada Hiro dan meminta untuk tenang.
Hiro menghela nafas dan menyuruh murid-muridnya untuk menarik kembali auranya.
Keheningan pun terjadi, hanya ada suara Hiro yang sedang memakan buah-buahan.
"Apa kalian mau?" tanya Hiro kepada para muridnya.
Mereka mengangguk dan di berikanlah sebuah apel berwarna emas dengan corak putih.
"Buah apa ini guru? begitu enak dan segar, di tambah pula energi Mana kami yang sebelumnya terkuras tiba-tiba terisi kembali?" ucap Ryu.
"Ahh itu hanya buah-buahan biasa yang aku tanam sendiri" ucap Hiro tidak menyebutkan secara jelas buah illahi itu.
Hiro melupakan Tutu yang masih bersujud di depannya.
"Berdirilah" ucap Hiro.
__ADS_1
Barulah Tutu berani mengangkat badannya, sedetik kemudian ia memukul semua para bawahannya hingga terlempar beberapa meter.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...