Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Capek Sekali


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya Hiro yang telah terbangun tidak melihat adanya Luci di kamarnya, ia pun melihat ke ruangannya tetapi Luci sama sekali tidak terlihat.


'Hmmm kemana dia?' pikir Hiro keheranan.


"Apa kamu tahu Luci kemana sistem?" tanya Hiro.


{Tengah malam tadi ia pergi entah kemana tuan}


"Bukankah kamu memasang sebuah pelacak kepadanya? jadi beritahu aku dimana dia sekarang?" ucap Hiro.


{Sistem melepaskan nya karena memfokuskan dalam pengawasan untuk anda tuan…}


"Kenapa di lepas?!" ucap Hiro kesal.


{Maaf tuan…}


"Hahh sudahlah, aku harus mencarinya sekarang" ucap Hiro.


Ia bergegas keluar rumah dan menanyakan kepada warga sekitar apakah mereka melihat kepergian Luci.


Tetapi mereka semua berkata tidak karena semalam tidak ada yang keluar dari rumahnya.


Hiro pun berpamitan sebentar kepada mereka dan berterimakasih karena telah berbaik hati menyambutnya, Hiro pun memberikan mereka beberapa peti berisi koin emas, peti berisi obat-obatan dan peti berisi senjata.


Ia memberikan semua itu sebagai ganti rugi karena membuat hancur separuh desanya.


Masalah korban jiwa, mereka yang terbunuh oleh petir Hiro adalah orang-orang yang berpura-pura menjadi warga tetapi sebenarnya adalah seorang perampok atau penjahat.


Jadi tidak ada gunanya menyesali perbuatannya karena menghancurkan setengah desa tersebut.


'Tunggu… Bukankah aku memiliki sesuatu barang milik Luci?' pikir Hiro.


"Wahai penghuni dunia monster datanglah dan jawablah panggilan ku : Anjing Pelacak!" ucap Hiro.


SWOOOOSSHHH…


"Gukk! gukk! gukk!"


Seekor anjing berukuran besar perkiraan sebanding dengan harimau.


Hiro mengeluarkan barang yang berhubungan dengan Luci yaitu sebuah pakaian dalamnya.


"Cari pemilik benda ini!" ucap Hiro sambil membiarkan anjing tersebut mengendus nya sebentar, kemudian anjing tersebut berlari ke suatu arah dengan menggonggong keras.


Hiro yang melihat itu tentu saja langsung lari mengejarnya dan mengikutinya.


{Anda sungguh tidak bermoral tuan! masa membiarkan aset berharga seorang wanita untuk di endus oleh anjing?!}


'Mau bagaimana lagi?! aku terpaksa melakukannya karena kalau tidak seperti ini maka bagaimana aku bisa menemukannya?' jawab Hiro.


{Tetap saja tidak bermoral!}


Hiro pun mengabaikan sistem yang terus-menerus menggerutu karena tindakannya tersebut.


Anjing tersebut terus berlari tanpa henti, keluar masuk hutan Hiro mengikutinya dengan tenang tanpa terburu-buru.


"Apa masih jauh?" tanya Hiro.

__ADS_1


"Guukk! gukkk!"


"Ohh sudah dekat? baiklah tambah kecepatan!" ucap Hiro.


Aneh sudah perilaku Hiro, karena bagaimana bisa ia berbicara dengan seekor anjing yang hanya menggonggong?.


Apabila ia terlihat oleh orang lain maka Hiro akan di hina dan di tertawa kan habis-habisan.


Setelah beberapa saat kemudian tiba-tiba anjing pelacak yang Hiro ikuti terdiam dan mengendus-endus sekitaran.


"Hey apa kamu kehilangan jejaknya?" ucap Hiro.


"Khaingg…"


"Hahh sudahlah tidak apa-apa, cari di sekitar sini siapa tahu kita mendapatkan petunjuk" ucap Hiro.


Anjing tersebut menggonggong dan berlari kesana-kemari tanpa tujuan sedangkan Hiro memandangi sekitarnya.


"Tidak ada tanda jejak kaki ataupun aura yang tertinggal itu berarti mereka menghilangkan nya agar bisa bersembunyi di sekitar sini" ucap Hiro sambil mengawasi tempat tersebut.


"Gukk…gukk…gukk"


Tiba-tiba anjing pelacak nya menggonggong dengan keras, Hiro pun langsung menghampirinya.


"Ahh kerja bagus! kamu memang yang terbaik, tidak salah aku memanggil mu" ucap Hiro memujinya karena anjing tersebut menemukan sebuah jalan yang di tutupi dengan menggunakan array ilusi.


"Sisanya serahkan saja padaku, kamu kembali dulu" ucap Hiro kemudian menariknya kembali ke dunia asalnya.


{Hati-hati tuan, sistem merasakan adanya beberapa aura kehidupan di dalam sana}


"Hmmm benar aku juga merasakannya, persiapkan sistem perlindungan otomatis!" ucap Hiro.


{Perlindungan otomatis sudah di aktifkan}


Hiro mengangguk dan segera masuk kedalam dengan tenang tanpa rasa takut sedikitpun.


Di dalam tidak ada apapun yang terlihat karena gelap, hanya sebuah cahaya kecil di dalam kegelapan tersebut.


Hiro berjalan dengan tenang menuju titik cahaya tersebut.


{Bahaya tuan!!! dalam seratus meter di depan terdapat sebuah serangan menuju ke arah anda lebih tepatnya jantung anda!}


Hiro hanya tersenyum kecil dan mengulurkan tangannya, "Lenyap!"


SWOOOOSSHHH


Elemen Void melesat cepat ke arah serangan tersebut dan melenyapkannya tanpa tersisa.


Langkah kakinya kembali melangkah dengan tenang.


Langkah demi langkah akhirnya Hiro keluar dari ruangan gelap tersebut.


"Tidak ada penyambutan? sungguh tidak sopan sekali kalian terhadap tamu" ucap Hiro dengan tenang saat melihat banyak sekali orang berkumpul mengelilinginya sambil menyodorkan senjata mereka masing-masing.


"Siapa kamu? kenapa bisa sampai kemari?!" ucap salah seorang di antara mereka.


"Aku? seorang pria yang mencari wanitanya" ucap Hiro dengan tenang.


"Sialan! kau kira ini tempat apa hah?!" ucap mereka kesal mendengar perkataan Hiro.

__ADS_1


"Haishhhh! apa salahnya? aku hanya mampir sebentar tidak perlu marah-marah begitu" ucap Hiro.


"Cepat katakan tujuanmu! jangan bertele-tele" ucap mereka.


"Astaga! bukankah sudah kubilang sebelumnya? aku mencari wanita ku" ucap Hiro.


"Cari saja di tempat hiburan malam siapa tahu wanita mu sedang menjadi pelac*r disana!" ucap seseorang membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.


Hiro mengerutkan keningnya dan menatap tajam mereka semua, wajahnya yang berawal tenang berubah menjadi serius.


"Apa tadi katamu? ucapkan sekali lagi" ucap Hiro dengan dingin.


"Kubilang cari wanita mu di rumah bordil! dia pasti ada di-…"


BRUKKK…


CRASH…


Sebuah kepala tiba-tiba jatuh dari tubuh orang tersebut, darah muncrat dengan deras dari leher tubuh yang tanpa kepala tersebut.


Seketika mereka semua terdiam membuat ruangan tersebut menjadi hening.


"Busuk sekali dirimu hingga kepala mu sendiri tidak mau berada di tempatnya" ucap Hiro dengan dingin.


"A-apa yang terjadi?"


"Sial! apa yang kau lakukan?!"


"Cepat serang bunuh dia!!!" ucap mereka yang telah tersadar dari keterkejutannya.


"Freeze!"


SWOSHHHH…


CRACK…


Tubuh mereka semua tiba-tiba berubah menjadi patung es tetapi mereka tidak mati.


"Luci? dimana kamu, keluarlah kita harus bicara" teriak Hiro dengan keras.


Drap…Drap…Drap…


Suara langkah kaki seseorang yang berlari terdengar di ujung ruangan tersebut.


Saat pemilik langkah kaki tersebut terlihat, ternyata dia adalah Luci yang Hiro cari .


"Ahh ternyata benar kamu berada di sini… Aku lelah mencari mu kemana-mana, ayo kita pulang" ucap Hiro sambil tersenyum manis ke arahnya.


Luci tidak menjawabnya karena ia terkejut saat melihat pemandangan di depan tersebut.


"H-hiro? apa kamu yang melakukan ini semua?" tanya Luci.


"Ahh benar… Itu karena mereka terus-menerus menghalangi ku untuk menemui mu" ucap Hiro.


Luci kembali terdiam dengan tatapan tidak percaya.


"Baiklah karena kamu sudah ditemukan… Bagaimana kalau kita pulang?" ucap Hiro dengan lembut dan hangat sambil mengulurkan tangannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2