Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Benua Langit Tingkat Menengah


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro terus saja melihat lihat ke sekeliling nya. Suasana kota Seribu Wajah sangat ramai dengan para kultivator tingkat tinggi berlalu lalang.


Kultivasi mereka kebanyakan dari tingkat Bintang Emas dan sebagian nya lagi berada di tingkat Bintang Berlian. Pemandangan seperti ini belum pernah Hiro jumpai sebelum sebelumnya.


Hiro melihat rata-rata kultivasi dari pala pelayan dan penjaga toko telah berada di level Bintang Emas tingkat 1. Perbedaan nya sangat jauh dengan penduduk di wilayah kekaisaran sebelumnya.


"Hemmm mengapa kamu terus mengikuti aku?" ucap Hiro berbalik menoleh ke arah remaja yang berjalan di belakangnya.


"Ahh perkenalkan sebelumnya namaku Peng Peng, aku juga tidak tahu harus pergi kemana tuan. Kota ini sangat asing bagiku" ucap nya dengan pelan.


"Jangan panggil aku tuan! Umur kita tidak terlalu jauh berbeda. Panggil saja aku Hiro".


"Saya tidak berani tuan..! Kemampuan anda sangat kuat meskipun anda terlihat masih sangat muda dan itu mungkin telah setara dengan para kultivator tingkat tinggi yang berada di kota ini" ucapnya.


"Haishhh... Terserah kamulah. Ngomong-ngomong, apa nama Benua ini?" tanya Hiro pelan.


Mendengar pertanyaan Hiro, Peng Peng tertegun sejenak. Dia mengira Hiro adalah orang yang baru keluar dari latihan tertutup selama ini jadi ia tidak tahu apa-apa tentang dunia luar. "Ini adalah Benua Langit tingkat menengah tuan" ucap Peng Peng.


"Hemmm begitu yah, karena kamu juga tidak tahu mau pergi kemana. Mari kita pergi bersama-sama saja mencari tempat untuk tinggal" ucap Hiro kemudian berbalik lalu berjalan kembali sambil terus melihat-lihat situasi di dalam kota Seribu Wajah.


'Dengan begini maka tidak akan ada yang curiga aku dari dunia lain kan sistem?'


{Benar tuan}


'Dan juga ini Benua Langit tingkat menengah? Apa maksudnya?'


{Benua ini berada di bawah satu tingkat dari Benua Alam Langit}


'Hemmm satu tingkatan lebih rendah yah... Berarti kalau aku mau ke Alam Langit harus naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi?'


'Kalau begitu mengapa kamu tidak membawa saja aku langsung ke Alam Langit?!'


{Tidak bisa begitu tuan, semuanya harus ada prosesnya... Lagipula target anda berada di dunia ini}


Beberapa saat kemudian Hiro di sadarkan oleh Peng Peng yang memberitahukan bahwa mereka telah sampai di sebuah penginapan yang terlihat sangat besar dan mewah. Dia pun berjalan ke arah penginapan tersebut di ikuti oleh Peng Peng yang sedari tadi berada di belakangnya.


Setelah masuk ke dalam nya Hiro pun pergi ke tempat resepsionis untuk memesan kamar penginapan.


"Apakah masih ada kamar yang kosong untuk kami berdua?" tanya Hiro kepada wanita resepsionis di depan nya.


"Masih ada tuan, apakah tuan akan memesan 1 kamar saja?" ucap resepsionis itu dengan lemah lembut kepada Hiro.


"Aku akan memesan 2 kamar untuk kami berdua, berapa biayanya jika aku mengambil 2 kamar tersebut?" ucap Hiro sambil tersenyum.


"Kamar biasa harganya 5 ribu koin emas permalam. Kamar menengah 15 ribu koin emas permalam dan untuk kamar VIP 100 ribu permalam. Anda akan memilih kamar yang mana tuan? Kami akan segera menyiapkan nya" ucap Resepsionis itu sambil tersenyum.


'Mahal juga, hahh sudahlah lagipula aku tidak peduli dengan uang' pikir Hiro.


"2 kamar VIP" ucap Hiro.

__ADS_1


"Ahh tuan tidak usah! Biarkan saya berada di kamar biasa saja" ucap Peng Peng menentangnya karena ia tidak ingin membebani Hiro.


"Sudah jangan banyak bicara! Kalau mau mengikuti ku maka ikuti aturan yang aku miliki yaitu jangan pernah membantah ucapan ku!"


"Ahh baiklah kalau begitu tuan" ucap Peng Peng terpaksa menerima nya.


"Baiklah tuan! Kami akan segera menyiapkan nya untuk anda berdua" ucap Resepsionis itu dengan sangat gembira, setelah itu ia memanggil salah seorang pelayan untuk menyiapkan kamar bagi Hiro dan Peng Peng.


Setelah membayar biaya menginap selama 10 malam, Hiro dan Peng Peng berjalan mengikuti pelayan yang akan membawa mereka ke kamar yang telah di pesan mereka berdua.


Sesampai nya di kamar Hiro langsung berbaring di tempat tidur, sudah berhari-hari ia terbang di udara tanpa henti akhirnya sekarang ia bisa beristirahat sambil menenangkan pikirannya.


"Oh yah Raylin... Apa kamu enggan untuk melakukan sumpah setia?" tanya Hiro.


"Tentu saja tuan!"


Raylin keluar dan berlutut khutbah, "Atas nama leluhur peri Pixie, saya Raylin bersumpah setia dan patuh kepada anda tuan" ucapnya mengucapkan sumpah kesetiaan nya.


Hiro mengangguk puas dan tersenyum, "Baiklah karena kamu sudah mengucapkan sumpah setia maka aku dapat percaya"


SWOSHHH...


Hiro kemudian membuka pintu dimensi menuju dunia jiwa, " Ayo ikut dengan ku"


Hiro membawa Raylin ke dalam dunia jiwa untuk di perkenalkan kepada yang lainnya.


Setelah membawa Raylin ke dunia jiwa, Hiro kembali ke dunia luar dan melihat bahwa hari telah menjadi gelap.


Ketidak berada di luar penginapan, Hiro melihat suasana kota yang tetap ramai seperti saat siang hari. Seluruh penjuru kota di hiasi lampu-lampu dari kristal energi yang sangat terang membuat kota Seribu Wajah menjadi hidup seperti tidak terpengaruh dengan gelap nya malam.


Hiro kemudian berjalan dengan santai ke arah keramaian dan ikut menyatu dengan aktivitas orang-orang yang berlalu lalang. Karena penampilan Hiro yang tampak biasa saja. Ia tidak menarik perhatian untuk orang-orang tersebut.


Hiro masuk ke beberapa toko yang menjual harta dan senjata untuk melihat-lihat apakah ada sesuatu yang bisa di belinya. Namun dia belum menemukan apapun yang menarik perhatiannya, ia ingin mencari bahan kimia ataupun senjata yang asing agar bisa di kembangkan lebih lanjut olehnya.


Hiro telah memiliki sistem yang dapat menilai ataupun melihat suatu barang yang bernilai atau berharga. Apabila di kombinasikan mungkin ia dapat menciptakan senjata tiada duanya.


Hiro terus melanjutkan masuk ke beberapa toko lainnya tapi hasilnya tetap sama saja, tidak ada satupun toko yang menjual barang-barang yang dapat menarik perhatian nya.


Saat Hiro baru saja keluar dari toko, ia melihat sebuah keributan di depannya.


Ia melihat seorang pria paruh baya sedang memarahi seseorang mungkin orang itu adalah seorang pemilik toko.


"Yang benar saja! Sudah 7 hari aku menagih utang mu yang telah mencapai 10 juta koin emas tapi jawaban mu selalu sama!"


"Aku mohon tuan Yuang bisakah anda memberikan sedikit keringanan lagi kepadaku? Saat ini aku belum punya uang karena toko ku semakin sepi akhir-akhir ini" ucap pemilik toko itu memohon.


"Maaf, aku telah bosan mendengarkan alasan mu yang itu-itu saja! Jika hari ini kamu tidak membayar semua utangmu tersebut , maka aku akan mengambil alih toko kamu ini" ucap pria paruh baya itu berkata dengan nada marah dan tegas.


"Aku mohon tuan Yuang, berikan satu kali kesempatan lagi kepadaku" ucap pemilik itu bersikeras memohon sambil membungkukkan badannya.


Namun tuan Yuang tidak memperdulikan nya dan tetap dengan tegas berkata akan mengambil alih tokonya apabila tidak membayar semua hutang nya.

__ADS_1


Hiro berjalan menghampiri tuan pemilik toko itu dan mengangkat tubuhnya yang sedang berlutut tersebut.


"Berdirilah paman, aku akan membantu mu bila paman meminta pertolongan kepadaku" ucap Hiro.


"Pergi nak, jangan ikut campur ini urusan orangtua!" ucap tuan Yuang yang tidak terima Hiro tiba-tiba mencampuri urusan nya.


"Benar nak, pergilah aku tidak apa-apa" ucap pemilik toko itu yang mengkhawatirkan Hiro terlibat ke dalam masalah dengan tuan Yuang yang terkenal akan kekejaman nya yang tidak pandang bulu.


"Sudah paman tidak apa-apa, jadi katakanlah apa paman membutuhkan bantuan?" ucap Hiro sekali lagi menanyakan pertanyaan yang sama dan mengabaikan tuan Yuang yang telah geram kepadanya.


"Ahh sudahlah paman kepala busuk diam dulu aku sedang berbicara dengan paman ini" ucap Hiro.


Mendengar apa yang di katakan Hiro, tuan Yuang seketika marah dan berteriak keras kepada Hiro "Jaga kata-kata mu bocah! Apa kamu tidak di ajarkan sopan santun oleh orang tuamu? Kalau tidak aku akan menghukum mu karena telah bertindak sopan dan berani ikut campur urusan kami"


"Hahaha bagaimana caranya kamu akan menghukum ku?" tanya Hiro sambil tersenyum tenang.


Melihat Hiro yang terus menerus memprovokasinya wajah tuan Yuang memerah padam, ia naik pitam dan berteriak dengan marah "Baiklah aku akan menghajar mu bocah sialan!"


"Kalian semua cepat hajar bocah sialan itu! Patahkan semua anggota tubuh badan nya dan jahit mulut nya!" teriak tuan Yuang memerintahkan bawahannya yang sedari tadi diam.


"Baik tuan!" ucap para bawahan nya dan dengan cepat mengelilingi Hiro dengan mengacungkan senjata masing-masing.


"Haishh sudah dua kali aku di rundung seperti ini..."


Hiro dengan tenang melambaikan tangannya dan seketika seluruh bawahan nya tuan Yuang terbang ke atas langit dan jatuh dengan sangat keras ke bawah tanah.


BOOM...


Semua bawahan tuan Yuang berbaring tidak sadarkan diri, tuan Yuang yang melihat itu semua terkejut membelalakkan matanya.


PLAK...


PLAK...


PLAK...


Bunyi rentetan tamparan terdengar sangat jelas menggema di depan toko tersebut. Rahan semua orang yang melihat kejadian di tempat itu seakan hampir jatuh karena sangat terkejut melihat apa yang telah terjadi.


Hiro masih terdiam santai berdiri di tempatnya sedangkan untuk tuan Yuang sendiri, ia telah terjatuh duduk di lantai sambil memegang wajahnya yang telah babak belur akibat tamparan dari Hiro.


Tidak ada seorangpun di tempat itu yang dapat melihat gerakan tangan Hiro karena sangat cepat. Mereka hanya melihat Hiro tetap berdiri sambil tersenyum kecil.


Kultivasi tuan Yuang yang berada pada tahap keenam Bintang Berlian tersebut masih seperti semut di mata Hiro.


Seketika suasana di dalam toko menjadi hening. Tidak ada yang berani bergerak atau berbicara, bahkan bernapas pun mereka menghembuskan nya secara perlahan-lahan agar tidak menganggu di telinga Hiro.


***


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Untuk Tingkatan Level Dan Yang Lainnya Akan Author Jelaskan Nanti Yah.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2