
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tuan! tolong terima kami menjadi murid anda!" Ucap para alkemist klan Tin berlutut di hadapan Hiro.
Hiro terkejut dengan apa yang mereka lakukan, karena ia menunjukkan hal tersebut bukanlah menginginkan yang seperti ini.
"T-tunggu… Kenapa kalian ingin menjadi muridku? tidaklah kalian malu dengan usia kalian saat ini ingin aku menjadi guru kalian yang berpaut jauh umurnya dengan diri kalian sendiri?" Ucap Hiro.
"Kami tidak peduli tuan! siapapun orang tersebut mau ia adalah anak berumur 5 tahun tetapi kalau ia sudah bisa membuat pil tingkat tinggi seperti anda kami akan memohon menjadi muridnya!" Ucap para alkemist tersebut dengan sungguh-sungguh.
"Haishhhh ahh inilah yang tidak ku inginkan saat menunjukkan sesuatu karena pasti akan selalu seperti ini" Ucap Hiro sedikit kesal.
"Baiklah kalau kalian ingin menjadi muridku maka syarat pertama yaitu buatlah 10 butir pil tingkat 8 harus selesai besok hari! kalau tidak bisa maka kalian tidak akan aku terima! ingat itu" Ucap Hiro dengan tegas, ia pun meninggalkan para alkemist tua yang sedang berlutut itu.
Tin Li yang melihat Hiro telah pergi memberi hormat kepada para alkemist terlebih dahulu kemudian mengikuti Hiro.
"Tuan Hiro mengapa anda memberikan syarat yang begitu sulit? apakah para alkemist kami tidak memenuhi kriteria untuk menjadi murid anda?" Tanya Tin Li.
"Benar tetapi hanya satu kekurangan mereka yaitu terlalu menghamburkan bahan-bahan, seorang alkemist harus bisa membuat sebuah pil walaupun dengan bahan sampah sekalipun" Ucap Hiro.
"Ohh begitu aku mengerti tuan!" Ucap Tin Li kagum dengan pemikiran Hiro.
'Apakah mereka bisa memenuhi syarat itu sistem?' Tanya Hiro.
{Mungkin saja tuan… Apabila mereka benar-benar ingin menjadi lebih baik dengan cara berguru kepada anda mereka akan tahu apa kekurangan yang harus mereka atasi}
'Hmm benar karena aku tidak sembarangan menerima murid ahh membahas tentang murid aku jadi merindukan murid pertamaku, bagaimana kabar dia sekarang yah' Ucap Hiro.
Setelah beberapa jam berkeliling klan, Hiro memutuskan untuk kembali ke ruangannya.
Di dalam kamarnya Hiro menanyai kabar orang tuanya kepada sistem.
{Semua aman tuan… Tetapi ada satu permasalahan yaitu entah darimana suatu tekanan yang sangat hebat membentur dinding pelindung yang anda buat, saat ini pelindung tersebut hanya mampu bertahan 5-10 tahun ke depan}
"Apaa?!!! bagaimana bisa?" Ucap Hiro terkejut dan khawatir akan keadaan keluarganya.
{Sistem juga tidak tahu berasal darimana benturan tersebut tetapi dapat di pastikan bahwa itu serangan dari luar}
"Bisa kamu perkuat pelindung nya sistem?" Tanya Hiro khawatir.
{Tidak tuan… Tetapi ada satu cara yaitu suruh orang yang ahli array untuk mempertahankan nya}
"Tapi siapa? para bawahan ku saat ini tengah latihan tertutup" Ucap Hiro.
{Apa anda ingin membuka kotak hadiah misteri tuan?}
__ADS_1
"Tidak tidak terlalu lama dan belum tentu juga aku mendapatkan nya" Ucap Hiro.
{Kalau begitu anda tinggal membunuh orang ahli array dan menghidupkan nya kembali menggunakan Job anda tuan}
"Ahh ide bagus! tapi dimana aku bisa menemukan nya?" Tanya Hiro kembali berpikir.
{Ada tuan}
"Dimana?" Ucap Hiro.
{Tetapi …}
"Tetapi apa?!" Ucap Hiro kesal.
{Dia sudah mati}
"Bukankah sama saja! walaupun masih hidup kan harus di bunuh dulu katamu!" Ucap Hiro.
{Ini berbeda tuan… Dia adalah seseorang yang telah lama berpetualang ke seluruh dunia sampai-sampai di juluki 'Biksu Agung' dan juga kekuatannya bukanlah isapan jempol belaka jadi tidak bisa di hidupkan begitu saja}
"Kalau begitu aku harus bagaimana?!"
{Tingkatan terlebih dahulu Job Necromancer anda}
"Sial! bagaimana meningkatkan nya?" Tanya Hiro.
"Arghhh sialan! kalau tahu begini sejak dari dulu aku akan menggunakan nya!" Ucap Hiro menyesal.
"Harus berapa lama?" Tanya Hiro kembali.
{Sekitar 2-3 tahun tuan}
"Ahh lama sekali lagi! tetapi apa benar pelindung nya bisa bertahan sampai 5 tahun? bagaimana kalau kurang dari segitu?" Tanya Hiro.
{Tidak tuan… Paling cepat 5 tahun itupun kalau di serang terus menerus jadi anda tidak perlu khawatir}
"Baiklah… Mulai sekarang aku akan sering menggunakannya!" Ucap Hiro.
{Bekerja keras lah tuan}
Hiro mengangguk dan keluar dari kamarnya menemui Patriak Tin.
"Anda akan pergi sekarang tuan Hiro?" Tanya Patriak Tin.
"Benar patriak ada sesuatu yang harus saya lakukan" Ucap Hiro.
__ADS_1
"Kalau begitu aku ikut tuan Hiro!" Ucap Tin Li.
"Tidak… Kamu tetaplah disini karena perjalanan ku akan sangat berbahaya" Ucap Hiro menolaknya.
"Tapi…"
"Tunggu saja suatu saat aku akan menjemputmu kembali" Ucap Hiro sambil tersenyum lembut.
Tin Li menundukkan kepalanya dan mengangguk pelan.
Hiro yang melihatnya hanya menghela nafasnya dan berpamitan sebelumnya ia menyerahkan suatu catatan terlebih dahulu kepada patriak, "Tolong berikan ini kepada para alkemist anda patriak" Ucap Hiro kemudian menghilang.
Patriak menyimpan catatan tersebut dan melihat putrinya yang sedang menangis karena di tinggalkan oleh pria yang telah merebut hatinya itu.
"Kamu dengar apa yang tuan Hiro katakan nak? tunggu saja dia pasti akan menepati janjinya karena ayah percaya padanya jadi kamu juga harus mempercayai nya" Ucap Patriak menenangkan putrinya agar tidak terlalu lama bersedih.
Tin Li kemudian mengusap air matanya mengangguk dan tersenyum lembut, "Ayah benar, dia pasti akan menjemput ku" Ucapnya.
***
Hiro yang pergi meninggalkan klan Tin menuju ke klan Si menuntaskan urusannya.
Selama perjalanan Hiro membunuh banyak sekali monster dan mengubah mereka menjadi pasukan bayangannya. Ia seperti itu karena perkataan sistem yang mengatakan apabila ingin job Necro nya meningkat harus sering menggunakannya.
Tanpa ragu-ragu lagi dan tidak peduli musuh mengetahui kekuatannya, ia menggunakan job terbengkalainya selama ini.
Ia menyesal karena tidak dari dulu menggunakan semua job-nya agar situasi seperti ini tidak terlalu merepotkan untuknya.
Hari demi hari berlalu akhirnya Hiro telah semakin dekat dengan mangsanya.
Sebuah kota besar terlihat dari posisinya saat ini, ia memasang senyum mengerikan saat melihat kita tersebut.
"Cukup untuk menyelesaikan misi ku, yah walaupun aku tidak bisa membangun wilayah sendiri tetapi kalau aku hancurkan wilayah ini dan membangun nya dari awal sama saja kan? aku hanya perlu mengumpulkan penduduk saja" Ucap Hiro.
"Berapa lama lagi misi itu sistem?" Tanya Hiro
{3Bulan tuan}
"Apa?! bagaimana bisa? bukankah aku hanya baru sampai sekitar 1 tahun kurang lebih, jadi bagaimana mungkin tinggal 3 bulan lagi?!" Ucap Hiro.
{Perbedaan waktu… Sistem menghitung setiap waktu yang anda lalui mau itu anda berada di dunia jiwa atau di manapun jadi sudah tepat 3 bulan lagi batas waktu yang anda miliki}
Alis Hiro berkedut saat mendengar perkataan sistem, ia tidak menduganya tetapi ia menghela nafasnya dan tenang. Ia menatap ke arah kota tersebut dengan tatapan tajam.
'Aku harap kalian memenuhi ekspektasi ku dan berbanggalah karena kalian akan ku jadikan batu loncatan ku!'
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf author Crazy Up nya di novel satunya mungkin lain kali dah kalau novel ini mh 🙏