
Mobil mewah berwarna hitam melintasi jalanan kota. Di dalam mobil itu hanya berisi dua orang pria. Satu orang duduk di kursi kendali dan satu lagi di kursi penumpang.
Itu jelas menunjukan status antara kedua nya. Meski lelaki yang duduk di kursi penumpang itu hanya berpakaian santai sedang yang di depanya mengenakan jas rapi.
Kaca mobil yang begitu bening memperlihatkan jalanan kota yang bersih dan nampak sedikit lengang dengan jelas. Maklum saja hari sudah agak siang. Para pencari nafkah telah berada di tempat kerja mereka masing - masing.
Trotoar untuk pesepeda dan pejalan kaki juga sedikit lengang, hanya beberapa orang nampak menunggu bus kota di terminal pemberhentian.
Dari kejauhan, nampak seorang wanita muda degan pakaian rapi, rok sepan hitam di bawah lutut dengan padu padan cardigan abu - abu dan rambut yang terikat rapi.
Dia pasti akan menjadi pusat perhatian bagi siapapun yang melihatnya, karena dia nampak berbeda dari yang lainya. Kulit kakinya yang begitu putih mulus bercahaya serta penampilanya yang elegan, mengisyaratkan bukan dari kalangan biasa.
Tapi kenapa dia berdiri di tepi trotoar? Nampaknya dia akan menyebrang jalan. Dan apa yang di lakukan dua orang lelaki kekar di sampingnya?
Sejenak gadis itu seperti tak menyadari jika ada yang mengikutinya. Namun dia segera sadar dan menoleh. Dia mencoba lari namun terlambat, kini tangan nya telah di gengam dua orang lelaki itu.
'' Lepaskan aku, bedebah kalian....'' Teriak gadis itu.
'' Maaf nona anda harus ikut dengan kami,'' jawab salah satu lelaki yang menuntun nya menuju mobil di arah yang berlawanan. Namun gadis itu berhasil kabur setelah menginjak salah satu kaki lelaki yang bersamanya dan menendang bagian utama lelaki yang lainya.
'' Ah....aw... aw...'' Demikian suara lelaki itu kesakitan. Sementara sang gadis tengah berlari dengan kencang tanpa arah tujuan. Dia hanya ingin cepat bersembunyi dari orang - orang yang kini mengejarnya kembali.
Karena memakai heel yang lumayan tinggi wanita itu terseok di sela larinya dan terjatuh. Dan akhirnya dua lelaki yang mengejarnya telah berada dekat dengan nya.
'' Anda tidak bisa kabur nona....'' Ucap para lelaki itu.
'' Tolong.... tolong...... tolong aku.... kumohon... siapa saja tolong aku....'' Teriak gadis itu sekencang kencang nya. Namun telah beberpa saat dia berteriak tak ada satu orang pun yang menolongnya.
'' Beginikah orang - orang......? Hanya perduli pada diri mereka sendiri,'' Jeritnya dalam hati. Dia hampir lelah meronta, kakinya yang terkilir pun terasa sedikit nyeri.
Dalam lamunan nya dia tersentak saat suara bariton yang begitu tenang terdengar menyadarkan nya.
'' Hei.... lepaskan gadis itu...'' Kata lelaki itu, dengan seorang lain di belakang nya.
Tentu saja lelaki yang berada dalam mobil dan sejak tadi memperhatikan gadis itu tak tahan melihat kejadian yang menimpa si gadis yang berwajah manis.
Tanpa basa basi dia melayangkan pukulan pada wajah kedua lelaki bedebah itu. Gadis itu hanya terpana melihat pemandangan yang sangat - sangat mendadak. Semuanya terjadi begitu cepat para lelaki bedebah telah melarikan diri dan ....
__ADS_1
'' Nona.... apa kau tidak papa?'' Tanya nya pada gadis itu.
'' Tidak... hanya kakiku terkilir....'' Jawab gadis itu.
Tak tunggu lama sang penyelamat pun mengendongnya menuju sebuah mobil sedang seseorang lelaki bersiap membukakan pintu untuknya.
Lelaki itu meletak kanya di kursi penumpang di belakang supir segera.
'' Victor apa yang kau tunggu.... ayo jalan!'' Perintah lelaki itu pada sosok yang duduk di kursi kendali mobil yang nampak melirik kearah kaca sepion yang terpampang di atasnya.
'' Baik tuan....'' Dan tanpa tunggu lagi seseorang bernama Victor itupun segera melajukan kendaraan nya.
'' Aw.....'' Ucap gadis itu sedikit berteriak sambil meringis kesakitan sekaligus kaget karena sosok jemari kekar telah menempel di kakinya.
'' Aku hanya ingin membantumu melepaskan sepatu ini....'' Tunjuk lelaki itu pada nya.
'' Ah.... tidak usah.... terimakasih aku bisa melepaskan nya sendiri....'' Jawab gadis itu seraya sedikit membungkukan badan melepas pengait sepatu heels nya.
'' Dasar gadis arogan.... aku hanya ingin membantunya.... kenapa jadi aku yang seperti penjahat.....'' Batin lelaaki itu.
'' Ehm... terimakasih banyak telah menyelamatkan aku...'' Ucap gadis itu pelan.
'' Ada masalah apa dengan kedua orang itu?'' Tanya sang lelaki.
'' Aku juga tidak tahu....'' Jawab gadis itu sambil terus mengelus kakinya yang terkilir.
'' Maaf tuan tolong turunkan aku di cafe depan itu...'' Seloroh gadis itu seraya mengacungkan telunjuknya pada sebuah cafe shop and book store di sebelah kiri persimpangan jalan.
'' Baik nona....'' Jawab Victor.
Victor langsung melirik ke kaca sepion di atasnya. Dan benar dugaan nya dia mendapatkan tatapan yang begitu tajam dari tuan nya.
'' Tuan mu itu aku bukan gadis ini....'' Kira - kira seperti itulah makna tatapan nya.
'' Maaf tuan...'' ucap Victor.
Tuan nya itu hanya menghela nafas mendengar permintaan maaf dari assisten kepercayaan nya itu.
__ADS_1
Victor menghentikan mobil yang di kendarainya tepat pada tempat yang di tunjukan gadis itu.
'' Jika sempat mampirlah ke sini.... aku akan mentraktirmu...'' Kata gadis itu sambil membuka pintu dan menenteng sepatu yang telah ia lepaskan.
Meski dia harus bergidik nyeri karena kakinya tak mengenakan alas dan terkilir, tapi dia harus cepat berjalan masuk sebelum ada orang lain yang melihatnya.
'' Klunting.....klunting....'' Seperti itulah bunyi bell pintu coffe shop and book store itu saat pintu di buka oleh pengunjung.
'' Dasar perempuan....'' Gerutu lelaki yang telah menyelamatkan nya itu.
'' Ayo Victor kita akan terlambat,'' dan mobil itu pun berlalu pergi.
Enam bulan yang lalu.
Di bandara.
'' tliiing.... tllinggg....''
'' Halo ma... ada apa?'' Tanya seorang gadis.
'' Julia kapan kau pulang? Mama sudah sangat merindukan mu sayang....'' Kata seseorang wanita di sebrang telfon.
'' Ingat kau harus pulang papamu juga selalu bertanya tentang mu pada mama...'' Lanjut wanita itu.
'' Iya ma.... aku kabari mama saat aku sampai di sana nanti... aku sedang malas pulang ke sana...'' Jawab gadis itu dengan malas.
'' Sayang.... tidak boleh seperti itu.... kamu itu anak mama dan papa satu - satu nya... ''
'' Iya .... mama.... aku pasti pulang... tapi tidak sekarang ma...'' Jawab Julia lagi.
'' Maaf nyonya ... tuan sudah menunggu anda....'' Sayup - sayup suara seseorang mengingatkan mamanya berbarengan dengan sebuah taksi berhenti di depan nya.
'' Papa sudah nunggu mama kayaknya.... aku kabari mama nanti bye ma....'' Julia si anak tunggal itu memutuskan panggilan nya.
'' Jalan pak....'' Kata Julia pada seorang supir taksi di depan nya.
'' Tolong antarkan saya ke alamat ini ya pak...'' Pinta Julia seraya memberikan alamat yang telah dia tulis dalam selembar memo.
__ADS_1