BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
16


__ADS_3

Setelah menghentikan mobilnya tepat di depan pintu rumah, James membuka pintu mobil dan mengendong Julia masuk ke rumah nya.


'' Ayo nona,,, kita akan obati lukamu di sini,,,'' katanya pada Julia yang masih begitu cangung saat James mengendongnya. James mengalungkan lengan tangan kiri Julia ke lehernya dan segera membawanya masuk ke kamar nya yang ada di lantai dua.


'' Kita akan tidur di sini malam ini,,,'' kata James seraya meletak kan Julia di tepi tempat tidur.


'' Apaaa.....''


'' Tidak... tidak... tidak.... aku mau pulang James,,,'' tidak menghiraukan perkataan Julia, James keluar kamar untuk membawakan keperluan pengobatan dan segelas air untuk Julia.


Tanpa berkata apapun James menyibak kan gaun yang menutupi kaki Julia agar dapat mengobati kakinya. Sontak Julia yang terkejut pun langsung menarik kakinya yang sudah lebih dulu di pegang James.


'' Aku cuma mau mengobati kakimu.....'' Kata James saat mendapatkan penolakan dari Julia namun Julia melunak saat mendengarkan perkataan James dan membiarkan James mengobati kakinya.


'' Kaki yang sangat indah,,, sayang orang nya galak,,,'' batin James.


''Terimakasih,,, tapi aku harus pulang, papaku pasti akan marah jika dia tahu aku tidak pulang... '' kata Julia yang merasa tak enak karena James telah mengobati luka di kakinya dan mencoba berkelit.


'' Aku sudah menelfon papamu,,, dan aku akan mengantarkan mu jika lebam di kakimu sudah berkurang,,, lagian aku tidak mau di tuduh tidak bertanggung jawab oleh papamu...julia...'' James.


Julia hanya diam mendengar penjelasan dari James. Dia tak tahu harus berkelit apa lagi agar bisa keluar dari sana. Dia sunguh tidak senang ada apalagi harus tidur di sana.


'' Tapi apa bisa kau tidak tidur di sini....'' Julia.


James tertawa mendengar itu lalu berkata,'' ini kamarku... kau fikir aku harus tidur di mana?''


Julia mengedarkan pandangan nya sekitar kamar itu dan menunjuk sofa. '' Aku tidur di sana saja...''


Julia mengambil selimut dan satu buah bantal yang ada di sampingnya lalu dengan sedikit terseok berjalan menuju sofa. Dia segera merebahkan badanya di sofa panjang itu.


James yang telah mengganti pakaian nya hanya bisa mengelengkan kepala saat melihat gadis itu telah tertidur di sofa sambil memeluk selimut yang tidak dipakainya.

__ADS_1


James duduk meja sambil memandangi wajah Julia. James menutup gaun kaki Julia yang tidak sengaja tersibak hingga lututnya.


James nampak menelan salifanya, apalagi melihat bagian dada Julia yang sedikit terbuka. Menampak kan bagian atas dua benda kembar yang masih sangat virgin itu.


'' Sabar James.... ssabar, jika saja aku tidak terlanjur berjanji pada om Parta, sudah habis kau Julia,,, ,,,'' gumamnya dalam hati. Melihat sesuatu yang sebenarnya tak ingin di lihatnya tapi sayang jika tidak di lihat, hi...hi...hi...


James yang merasa iba melihat seorang gadis tidur di sofa langsung mengangkat Julia dan menidurkanya di ranjangnya yang masih sangat lebar jika hanya untuk berdua.


James merebahkan badan di sebelah Julia, dia memiringkan badan nya sambil memandangi wajah Julia. Dia tidak menyangka bahwa gadis yang dia temui di cafe waktu itu akan di jodohkan dengan nya.


James tersenyum simpul dan berkata,'' dunia begitu sempit Julia...'' Tanpa terasa mata James pun telah menutup sempurna.


Esok paginya Julia terbangun lebih dulu. Dia membuka matanya lebar - lebar dan saat dia melihat kesamping, Julia sungguh terkejut, James terlelap di sampingnya.


'' Astaga apa yang telah dia lakukan padaku....'' Julia mengecek semuanya, kakinya yang masih lebam dan gaun makan malamnya yang masih menempel sempurna.


'' alhamdulilah..... untung saja.... James bisa saja khilaf,,,'' fikirnya. Dengan sangat pelan Julia turun dari tempat tidur sambil terseok - seok dia menuju pintu, tapi naas pintu itu dikunci dengan kata sandi.


'' Hem...hem... jika aku tidak mengizinkanya, kau tidak bisa kabur nona?'' Kata James tersenyum menang.


'' Em.... aku haus aku juga gerah ingin mandi,,,'' kata Julia berkelit.


'' Ada minuman dingin di sana dan pintu kamar mandinya juga di sebelah sana..'' Jawab James yang telah faham akal bulus Julia yang ingin kabur darinya.


Dengan salah satu kaki yang masih terasa sakit, Julia memaksakan untuk pergi ke kamar mandi. Sedang James melanjutkan kembali tidurnya.


James yang sebenarnya hanya pura - pura tidur, merasa Julia sangat lama di sana Dia berfikir mungkin terjadi sesuatu pada Julia hingga dia memutuskan memanggilnya.


'' Julia.... julia....apa terjadi sesuatu? Kenapa kau lama sekali?


'' Julia membuka sedikit pintu kamar mandi dan mengeluarkan hanya kepalanya. Lalu dia berkata pada James,'' Apa kau punya baju untuk ku? Aku tidak mungkin memakai baju kemarin.''

__ADS_1


James bergegas mengambil handuk dan kemeja nya yang berwarna hitam. Dia tahu Julia tak membawa handuk, saat melihat beberapa tumpukan handuk yang masih utuh di lemarinya.


James memberikan itu pada Julia dan Juliapun segera keluar dari kamar mandi. Namun kemunculan Julia membuat air bening hampir keluar dari salah satu sisi bibir nya.


James melihat Julia yang memakai kemeja hitam yang hanya menutupi sampai pahanya. Namun warna yang sangat kontras dengan warna kulit Julia memberikan sensasi lain pada bagian inti James.


'' Hei... James.... baju model apa yang kau berikan padaku ini... apa kau tidak punya yang lain?'' Tanya Julia sambil membuka dan mencari - cari baju yang di kira lumayan bisa dia pakai di dalam lemari pakaian James.


Melihat pemandangan itu, James tak tahan dan langsung lari ke kamar mandi. Sedang Julia masih sibuk mencari - cari.


Tak lama kemudian James keluar dari kamar mandi dengan hanya di tutupi handuk di bagian bawahnya. James memperhatikan Julia yang duduk di tepi tempat tidurnya namun tak ada perubahan apapun padanya, dia tersenyum manis sekali.


'' James... apa kau mau membuatku mati kelaparan?'' Kata Julia seraya memegangi perutnya.


James yang tak tahan melihat betapa manisnya Julia menghampirinya namun Julia mencegahnya.'' Hem.... James lebih baik kau ganti pakaian mu dulu...''


'' Apa kau takut ha..? Goda James yang berjalan ke arah Julia sambil memegangi handuknya seakan ingin melepaskan nya.


'' James...james...jangan lakukan itu... James kumohon... kau bisa mati dibunuh papaku James.... sadar James...sadar...'' Bibir seksi Julia terus meracau, dia tak ingin apapun terjadi padanya sebelum hari pernikahan.


Namun James seakan gelap mata, dia terus saja mendekati Julia yang mulai gelisah dengan posisi duduknya dan mulai melangkah mundur.


'' James.... james....ku mohon James...'' Julia terus mengucapkan kata - kata yang membuat James semakin gemas dan semakin ingin mengerjainya.


James yang sengaja melakukan ini pun terus melangkah ke arah Julia yang kini telah terpojok di pintu. Tak ada lagi tempat bagi Julia berlari karena pintunya juga tak bisa ia buka.


James mendekati Julia yang telah ketakutan dan memejamkan matanya dan .... '' Cup...'' Satu kecupan telah James layangkan pada bibir Julia yang seksi dan sangat menggoda itu.


Sontak Julia membuka matanya dan memegang bibirnya yang pada saat itu juga James telah menjauh.


'' Jameeees,,,,,, kubunuh kau James,,,'' Julia berteriak sekeras - kerasnya seraya mengejar James yang telah berlari kembali ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2