
Di pesawat.
Julia yang duduk bersebelahan dengan James kini tertidur. Julia yang dari tadi berusaha menahan kantuk akhirnya tak mampu lagi membuka matanya. James yang melihat Julia tertidur, merapatkan posisi duduknya dengan Julia dan merebahkan kepala Julia di pundaknya.
Gadis yang masih begitu anggun meski tertidur, kadang berekspresi lucu bahkan galak saat serius itu berhasil menawan hati James. James yang tak pernah merasakan jatuh hati kini mulai berdebar saat berada dekat dengan Julia bahkan saat dia hanya mengingatnya.
Sekertaris James yang berada di ruangan lain telah melakukan pengecekan sebelum mereka landing. Tapi pilot mereka sempat mengatakan bahwa akan ada sedikit guncangan saat landing karena roda pesawat sedikit susah di keluarkan.
Sebenarnya Victor sudah berjalan menuju ke ruangan bosnya tapi melihat sang bos yang sedang nyaman terbawa suasana, Victor mengurungkan niatnya.
Suasana aman damai dan tenang itu sesaat di kagetkan dengan sesuatu yang menggetarkan pesawat saat hampir landing dan hal itu membuat Julia kaget bahkan hampir terjatuh dari pundaknya. Julia memegang lengan James begitu erat sambil memejamkan matanya.
'' Ada apa?'' Julia mendongak ke arah James dan bertanya tentang apa yang terjadi tapi dia belum sadar kalau memegang lengan James dengan begitu erat bahkan dia juga tak sadar kalau James merangkulnya dengan tangan kiri.
Saat menyadari tangan nya begitu lekat dengan lengan James, Julia melepaskan itu dan James pun melepaskan tangan kiri nya dari pundak Julia. Suasana sedikit canggung namun Victor segera muncul dan meminta mereka segera turun dari pesawat.
'' Ada apa Victor?'' James menahan pundak Victor saat hendak turun.
'' Ada sedikit kecelakaan teknis, aku akan menangganinya, kau tangganilah dia,'' ucap Victor sembari melirik gadis yang berjalan mendahului mereka itu.
'' Tenanglah, semuan nya akan beres dengan ku,'' kata sang sekertaris meyakinkan bosnya yang masih saja menatap dengan serius padanya. Tak lupa Victor mengedipkan sebelah kelopak matanya menggoda James.
'' Berani kau meledek ku, ku potong gajimu,'' ucap James mangancam Victor sambil berjalan keluar.
'' Tidak... tidak ... aku tidak berani,'' sahut Victor cepat dengan masih tersenyum - senyum.
'' Apa ada masalah serius?'' Julia penasaran dengan apa yang dibicarakan dua lelaki itu, karena Julia menunggu lama di bawah.
__ADS_1
'' Ah... tidak ada Julia, Victor akan mengurusnya, ayo masuk,'' jawab James sambil tersenyum pada Julia yang dengan serius bertanya padanya. James membukakan pintu mobil yang menjemput mereka agar Julia masuk lebih dulu. Kemudian mereka berlalu pergi.
Sementara dari kejauhan, di sebuah monil mewah sekelas alphard, seseorang tengah berbicara dengan pengemudi mobilnya. '' Bos... apa perlu aku membawanya untukmu, tidak banyak pengawal di sekitar mereka?''
'' Tidak sekarang, dengan melihat gadisku aman, itu sudah cukup untuk saat ini,'' jawab seseorang yang di panggil bos itu. Dia menggunakan jaket hitam, kacamata dan topi serba hitam hingga tak nampak wajah siapa yang ada di sana. kemudian meminta sang pengemudi melajukan kendaraan nya.
Sementara mobil yang membawa Julia dan James melaju cepat di jalanan kota B. James mengatakan pada pengemudi mobil untuk mengantar mereka menuju hotel cabang milik keluarga James di kota B. Namun Julia menolaknya.
'' James... bisa kah aku menginap di caffe shop ku saja?''
'' Jika kau ada di sana maka aku juga akan ada di sana,'' jawab James tak mau sesuatu terjadi pada Julia karena saat ini Julia merupakan tanggung jawabnya.
'' James kamarku sangat sempit kau bisa tidur di hotel saja,'' kata Julia mengelak.
'' Aku bisa tidur di mana saja Julia,'' ucap James mengetahui maksut Julia bahwa dia tak ingin James bersamanya.
'' Hem.... aku bisa mendengar apa yang kau katakan nona,'' James berdehem sambil tersenyum dan menaikan sebelah alisnya.
Perdebatan di dalam mobil itu berhenti kala mobil telah tiba di depan Julia coffe shop and book store. Mereka berdua segera keluar. Julia nampak sangat senang dapat menghirup udara di tempat itu lagi.
'' Huuuuuuf.... heeeeeh....'' Julia mengambil nafas dan menghembuskan pelan lalu berjalan memasuki cafenya itu.
'' Klunting...'' Suara bell pintu cafe berbunyi saat Julia dan James masuk ke sana.
'' Selamat siang, selamat datang di Julia coffe shop and book store,'' kata seorang pramuniaga tanpa menoleh pada Julia.
Nampak beberapa pegawainya sedang sibuk melayani pelanggan yang ada di cafe ataupun sedang membantu para tamu memilih - milih buku di tokonya.
__ADS_1
'' Masih sama ,'' gumam Julia sambil tersenyum menghampiri pegawainya di meja kasir. Julia mengetuk meja kasir karena pegawainya tak menyadari kehadiran nya. Seketika kasirpun terkesiap melihat siapa yang di depan nya.
'' Nona.... ada seseorang yang datang setiap pagi dan malam ke sini untuk menanyakan no.....'' Ucapan sang pegawai wanita itu segera terhenti saat Julia meletak kan jari telunjuknya di depan bibir pertanda diam.
'' Apa semuanya baik - baik saja?'' Tanya Julia pada sang pegawai.
Julia dan pegawainya berbicara cukup lama sedangkan James hanya mendengarkan sambil berdehem di belakang nya. Mendengar itu Julia menoleh ke arah James.
'' Em...kakiku mulai pegal, apa tidak ada tempat untuk ku nona?'' Kata James dengan khas gaya coolnya.
Kemudian seorang pegawai menunjukan sebuah meja di dekat jendela kaca dan mempersilahkan James duduk. Julia merasa jengah melihat itu. Dia mengambil nafas panjang dan berkata,'' berikan semua apa yang pria itu butuhkan.''
Para pegawainya menganguk kemudian Julia menaiki anak tangga menuju ke kamarnya. Sedangkan di sudut ruangan seseorang sedang membuat vidio keberadaan sang pemilik cafe dan tak ingin ada sedikit hal pun yang terlewatkan.
Sementara itu Wira sedang berada di kantornya. Salah satu gedung pencakar langit di kota B yang menjadi kantor pusat G Corp. Pria yang duduk di belakang meja berlebel presdir itu sedang sibuk mengecek beberapa berkas di depan nya saat notifikasi chat masuk berdering di ponselnya.
Wira segera melihat apa isi chat itu. Dia nampak memperhatikan isi chat itu dengan seksama. Ekspresi di wajah tampan nan mempesona itu sangat serius. Setelah beberapa waktu, Wira menyudahi pekerjaan nya dan bergegas pergi dari kantornya di ikuti seorang kepercayaan nya.
Di Julia coffe shop and book store.
Julia dan James telah menyantap makan siang mereka di lantai dua cafenya. Julia nampak lelah dan ingin beristirahat.
'' James ... aku lelah, bisakah aku istirahat sebentar ?'' Julia memandang James agar dia tak selalu mengikutinya.
'' Hem... pergilah,'' ucap James sambil melihat ke layar hape nya. Julia kemudian beranjak ke kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi Julia dengan pakaian kimono mandinya sedang sibuk memilih baju di lemari pakaian yang hampir dua minggu tidak dibuka.
Merasakan sesuatu yang membuatnya tak nyaman, Julia menoleh. Julia sungguh - sungguh tak dapat mempercayai apa yang di lihatnya, mulutnya sedikit mengangga bahkan dia sempat mengedip - ngedipkan matanya beberapa kali.
__ADS_1