BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
17


__ADS_3

''Jameeees,,,,,, kubunuh kau James,,,'' Julia berteriak sekeras - kerasnya seraya mengejar James yang telah berlari kembali ke kamar mandi.


Julia mengejarnya ke kamar mandi tapi James telah mengunci pintu kamar mandi. Entah apa yang di lakukan James di sana tapi Julia tetap memukul - mukul pintu kamar mandi sambil berteriak - teriak kesal.


Dari dalam kamar mandi.


'' Apa dia sudah tidak di depan pintu lagi,'' kata James yang sudah tidak mendengar teriakan Julia dan suara pintu di pukul - pukul.


James memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan betapa terkejutnya James saat seseorang mengacungkan gunting ke arahnya.


'' James keluarkan aku dari sini... atau ....''


'' Atau apa hem,,,,'' James dengan cepat memegang tangan Julia dan kini posisi sudah berbalik. Tangan Julia sudah terkunci oleh tangan James di belakang begitu juga dengan badan Julia yang telah membelakangi James.


James menciumi rambut Julia yang harum dan juga lehernya yang sedikit terlihat karena tertutup rambut. Julia mengeleng - gelengkan kepalanya dan mengibaskan rambutnya agar James tak bisa menciuminya.


'' Aw....James... tanganku sakit... kakiku juga masih sakit,,,'' teriak Julia meminta agar James menghentikan apa yang dia lakukan.


'' Kau nakal nona.....aku sudah pesankan makanan... ayo kita turun dan makan... jangan lakukan lagi....penolakan mu itu bisa membuatku khilaf Julia...'' Bisik James di telingga Julia membuat Julia bergidik ngeri sekaligus geli dan dia hanya bisa menganguk kan kepalanya pertanda mengiyakan apa yang di katakan James.


James melepaskan kuncian tangan nya dan mengajak Julia turun. Setelah merapikan rambut dan pakaian nya Julia pun segera mengikuti James turun ke ruang makan.


Sudah tersaji beberapa menu makanan lengkap yang sudah di siapkan oleh sekertarisnya James.


'' Selamat pagi tuan...nona,,,'' sapa Victor dengan menundukan wajahnya, sehingga tak melihat apa yang di kenakan Julia kini. Setelah James dan Julia melewatinya dan duduk di kursi masing - masing, Victor mengangkat kepalanya.


James meminta Victor mendekat dan mengatakan sesuatu padanya sambil berbisik. Terkadang Victor menoleh ke arah Julia saat James membisikan sesuatu.


'' Apa mereka sedang mengatai aku di depanku... gerak geriknya mencurigakan sekali,'' batin Julia sambil mengambil beberapa jenis makanan ke dalam piring nya. Tak lama dari itu Victor segera berpamitan pergi dan Julia melanjutkan makan nya.


Di kota B.


Di sebuah rumah megah.

__ADS_1


Wira nampak terus menghubungi seseorang melalui sambungan telfon nya. Dia nampak kacau, kelopak matanya menghitam seperti terkena pukulan benda keras. Mukanya kusust seperti baju tak di setrika.


Dia sibuk... sangat sibuk bahkan. Bagaimana tidak kekasih yang baru dia dapatkan beberapa hari yang lalu kini raib entah ke mana. Tidak ada sedikitpun kabar berita. Sudah beberapa hari itu pula dia tidak pergi ke kantor.


Pola makan nya jadi tidak teratur bahkan sering lupa. Dia sering mondar mandir di '' Julia coffe shop and book store'' berharap ada informasi dari sana tapi masih tetap nihil.


Kini dia masih mondar mandir di kamarnya, satu tangan nya lengket dengan benda pipih pembawa informasi. Dan tiba - tiba saja benda itu berbunyi.


'' Ha,,,,'' jawab Wira singkat.


'' Kau cari kemana tujuan penerbangan itu!''


'' Jangan lupa kabari aku secepatnya!''


Wira menutup telfonya dia seperti orang gila saja sekarang ini. Penampilan nya bahkan lebih mengerikan dari itu. Julia.... ya Julia lah penyebabnya. Dia telah membuat Wira menjadi gila.


Sementara di kantor pak Parta.


Dua orang sedang berada di ruangan yang sangat eksklusif. Nampak dari ekspresi mereka perbincangan itu sangatlah serius.


'' Jadi perusahaan mana yang menurutmu akan kita satukan nantinya?'' Pak Parta.


'' Kami akan memberikan salah satu perusahaan tambang batu mulia kami untuk di satukan dengan Julia Jewelry, bagaimana menurutmu?'' pak Ferdinan.


Pak Parta tak banyak bicara dan hanya manggut - mangut. Sepertinya dia setuju dengan apa yang di usulkan pak Ferdinan.


Dan begitulah perbincangan dua orang tua itu tentang kerajaan - kerajaan bisnis mereka. Bagi mereka sebuah pernikahan merupakan sebuah persetujuan kerjasama untuk memperkuat usaha - usaha mereka.


Kembali ke rumah James.


James sudah berangkat ke kantor setelah selesai sarapan sedang Julia terkunci di dalam kamar James. James menguncinya agar tidak kabur dan membuatnya malu pada om Parta.


Sementara itu sang sekertaris sedang sibuk di sebuah butik dengan yang namanya ukuran. Victor bingung tentang nomor berapa yang harus dia beli.

__ADS_1


Dia memutuskan untuk menelfon tuan mudanya karena tak mungkin bertanya pada sang nona.


'' Halo....tuan?''


'' Ada apa Victor, apa kau sudah membelikan yang aku minta?'' Tanya James.


'' Emh.... begini James.... aku tidak tahu berapa ukuran yang harus aku beli, apa kau tahu?'' Victor.


'' Emh.... mungkin itu sekitar....28 atau 30....dan yang satunya...aku rasa pas dengan gengaman tanganku.....terserah kau saja lah Victor... kalau perlu kau ambil semua ukuran,,,'' kata James bingung.


'' Dasar James ,,,,'' gerutu Victor. Akhirnya Victor memutuskan mengambil dalaman no 28 dan yg lainya dia serahkan pada pelayan butik.


Victor segera membawa barang - barang yang dia beli untuk Julia dan menitipkan nya pada security agar memberikanya kepada Julia.


Sedangkan di kantor, James sama sekali tak mengerjakan apa - apa. Dia tidak bisa berkonsentrasi tentang ''ukuran'', dia memutuskan untuk segera pulang.


Setibanya di rumah, James segera naik ke lantai atas dan melihat apakah Julia baik - baik saja. Dari saat James membuka pintu sudah terdengar suara televisi yang menyala.


Beberapa barang di atas tempat tidur nampak berantakan dan saat dia melihat ke arah sofa, matanya kembali dimanjakan oleh pemandangan yang menakjubkan dan sayang di lewatkan.


Julia tertidur di sofa dengan hanya mengenakan kemeja kepanjangan dan kedodoran sama persis seperti tadi pagi saat James pergi.


Kain kerja yang hanya menutupi paha bagian atasnya menampak kan kaki jenjang nan mulus kuning langsat khas wanita asia. Apalagi kancing kemejanya yang tidak di kancingkan dengan benar dan sedikit terbuka menampak kan dua benda yang pas dalam gengaman saat James menggendongnya.


'' Apa dia sengaja menggodaku, dasar gadis nakal,,,,,'' gerutu James sambil bersiap menggendong Julia membawanya ke atas tempat tidur dan menyelimuti Julia.


James selalu merasakan sensasi berbeda saat dia melihat Julia yang begitu seksi tak berdaya di depan nya. Tapi James juga ingat, bahwa jika gadis itu tahu dia menyentuhnya, maka dia akan lebih membenci James.


Jujur dari dalam lubuk hati, James mulai menyayangi dan menyukai gadis nakal itu. Meski sedikit arogan saat bersamanya tapi Julia tetap bisa menjaga sikapnya di depan banyak orang apalagi pada orang yang lebih tua.


*** Anda mungkin bisa dengan bebas memilih bacaan namun bijaklah dalam menanggapinya.


Salam hangat 🙏🙏🙏 Author.

__ADS_1


Di tunggu.... saran, like atau vote nya ya... 😊


__ADS_2