
Julia berjalan menelusuri trotoar pejalan kaki, karena pria menyebalkan yang memberinya tumpangan tadi..... Tunggu... tunggu... tumpangan?
Mungkin lebih tepatnya memaksanya masuk ke dalam mobilnya tadi, secara tak sengaja menurunkan nya tak jauh dari coffe shop and book store milik Julia.
Julia juga sengaja tak meminta pria itu menurunkan nya di sana karena dia tak mau ada orang yang tahu di mana tempat tinggalnya kini, secara... Julia kan memang masih main kucing - kucingan dengan orang tuanya juga orang - orang kepercayaan orang tuanya.
Tapi itu anggapan Julia, padahal papa nya sudah tahu dan sudah menyuruh orang untuk mengikutinya.
Sementara Julia berjalan menuju tempat tinggalnya kini, beberapa menit yang lalu dua orang di acara ulang tahun sekolah tengah menerima laporan dari orang kepercayaan mereka masing - masing.
'' Maaf bos kami tidak menemukan nona Julia di manapun, nona menghilang begiti cepat,,,, '' lapor salah seorang kepercayaan Wira.
'' Dasar bodoh mencari satu orang perempuan saja kau tidak becus... jadi apa kerjamu... kau di gaji bukan untuk tidur...cepat cari nona atau hidup kalian akan berakhir.....'' Hardik sang bos yang merupakan orang kepercayaan pak Parta.
Tentu saja pak Parta tahu di mana anak nya dan sedang apa dia. Apa gunanya uang nya jika dia sampai melewatkan anak gadisnya.
Meskipun dia berekspresi sedikit cuek pada Julia, pada adasarnya dia sangat menyayangi anak semata wayang yang merupakan generasi penerus ketiga kerajaan bisnis Parta Foundation itu.
Sedangkan seorang lagi tengah berbicara melalui telfon dengan tangan kirinya memegang dompet bermerk terkenal berwarna hitam.
Ya .... itu adalah Wira. Seorang bujang berumur yang susah mendapatkan wanita yang memiliki chemistry kuat dengan nya. Wanita nya banyak... segudang malah tapi istri sah kan tetap saja cuman satu.
*** Satu? Gimana kalau empat thor?
Kalau mampu sih ngak papa....
Yakin thor?
Ngak juga. He... he... 😁 iklan guys....
Tapi akhir - akhir ini , Wira mulai mengagumi seorang gadis dan dia harus memperjuangkan gadis itu. Karena gadis ini bukan tipe gadis yang mudah di takluk kan.
__ADS_1
'' Maaf tuan muda.... saya belum bisa menemukan nona Julia, tapi kami mendapati mobilnya terparkir di depan sebuah kafe...'' Kata salah seorang anak buah Wira.
'' Bagus terus cari dia dan kabarkan padaku segera...'' Perintah Wira pada anak buah nya.
'' Siapp ... tuan...'' Jawab sang anak buah dan Wira segera menutup telfon nya karena seorang wanita muda mulai bergelayut di lengan nya.
'' Menyingkirlah dariku... masih banyak yang harus ku urus...'' Tolaknya pada wanita itu sambil mengenyahkan tangan sang wanita dari tangan nya.
'' Wiraaa... tunggu..... kau sombong sekali..... awas kau....'' Gerutu wanita itu kesal.
Wira berlalu di antara kerumunan orang - orang yang tengah menikmati hidangan setelah seluruh rangkaian acara selesai.
Sementara itu Julia sudah berada di dalam kamar nya. Ya meski hanya berukuran 4 kali 8 meter, tapi tempat itu sudah memiliki fasilitas yang lumayan lengkap.
Di ruangan bernuansa biru muda itu, Julia tengah bersantai merebahkan badanya setelah mandi. Dia melihat ke arah hand phone nya dan menekan tanda panggilan pada kontak bernama Wira.
'' Halo.... kenapa kau tak mengangkat telfon ku... dimana kau sekarang....apa terjadi sesuatu padamu?'' Kata wira begitu menghawatirkan sang pujaan hati.
Julia pun menjelaskan apa yang terjadi padanya dan mengapa dia tidak memberitahu Wira dulu perihal kepergian nya. Tentu saja dia tidak menceritakan niat sebenarnya.
'' Baiklah kalau begitu besok aku akan menjemputmu... di mana aku harus menjemputmu nona manis?'' kata Wira.
'' Aku rasa tidak perlu... aku akan pergi mengambil mobil ku dulu...'' Tolak Julia yang tak ingin merepotkan Wira.
'' Tidak papa.... aku akan mengantarmu ke sana... bukan kah dari sana kita membawa mobil masing - masing..... Julia ayolah katanya teman.... tapi di bantu teman ngak mau.... katakan padaku di mana aku harus menjemputmu?'' Pinta Wira.
'' Kenapa dia pandai sekali merayu... dia juga pandai mencari alasan hufh... bagaimana aku menolaknya?'' Batin Julia.
Setelah perbincangan panjang itu, akhirnya Julia menyetujui apa yang di katakan Wira dan memberi tahu padanya tempat di mana dia harus menjemput Julia. Tentu saja itu tidak di depan '' J coffe shop and book store''.
Sedangkan pak Parta dan pak Ferdinan tengah menyusun rencana pertemuan antara anak - anak mereka dan segera melaksanakan pernikahan ke dua orang itu.
__ADS_1
Setelah acara usai, semua tamu pun telah kembali ke rumah mereka masing - masing dan hari sudah mulai larut. Pak Parta meminta istrinya memberi tahu Julia untuk segera pulang karena akan di pertemukan dengan calon mertua dan calon suaminya.
'' Tapi pa.... Julia belum tentu menyetujui keputusan ini....'' Kata mamanya Julia.
'' Ma bujuklah Julia untuk segera pulang, karena jika dia tidak pulang... papa akan menjemputnya dengan paksa... aku fikir ini mungkin yang terbaik untuk nya ma... James anak yang baik dan juga bertanggung jawab. Pria seperti apa lagi yang akan Julia cari?'' Jelas pak Parta pada istrinya.
'' Tapi pa,,,,,'' sela sang istri.
'' Sudah lah ma ayo tidur.... aku sedang tidak ingin berdebat.... bilang padanya besok pagi ma....'' Kata pak Parta mengakhiri perdebatan mereka yang mulai sengit.
Istrinya hanya diam tak menjawab, lalu mereka mulai tidur.
Lalu bagaimana dengan pria menyebalkan yang di temui Julia di cafe? Apa yang terjadi padanya.
Dia sedang berada di dalam hotel, sibuk dengan nomor hape yang baru saja dia dapat dari seorang gadia yang dia temui di cafe tadi. Dia lupa bertanya siapa nama gadis itu, hingga bingung akan menyimpan nomor kontak itu dengan nama apa.
Dia berfikir sejenak dan memutuskan akan memberi nama kontak itu dengan nona manis. Saat menuliskan nama itu, ia teringat pada kejadian saat pertemuan nya tadi.
Sebenarnya pria itu adalah James Ferdinan, alias calon suami Julia sendiri.
Saat berada dalam acara itu dia merasa bosan sehingga dia berfikir untuk sedikit berkeliling. James meminta asistenya untuk menggantikan tugasnya di sana.
Lalu dia memutuskan untuk pergi dari sana namun saat dia berada dekat dengan toilet, dia berpapasan dengan seorang gadis yang tengah berlari kecil dan bahkan hampir menabraknya tapi gadia itu tak begitu menghiraukan nya dan terus berlari.
Gadis itu cantik tapi sepertinya dia sedang menghindari sesuatu.
Tak menghiraukan itu James pun mengendarai mobilnya dan berhenti di sebuah cafe karena terjebak kemacetan. Dia memilih duduk di sebelah jendela sambil menghirup angin segar.
Saat itulah dia bertemu dengan gadis yang dia temui di depan toilet tadi, untuk kedua kalinya. Dia berfikir itu kebetulan dan dia melihatnya berdebat dengan seorang pelayan cafe karena dompetnya tertinggal dan terjadilah apa yg telah terjadi.
James merubah posisi nya miring. Kini James seperti orang gila. Dia sering tersenyum - senyum sendiri.
__ADS_1
Jika mengingat ke jadian di dalam mobil dia selalu terbayang wajah Julia yang kesal saat bingung harus menutup yang mana. Malam yang semakin larut pun membuat mata James bertambah berat... terasa lebih berat dan terpejam.