BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
60


__ADS_3

Sebelumnya


'' Hem...hallo....'' Jawab Julia dengan suara yang masih serak dan malas.


'' Halo sayang... apa kau merayuku?'' Ucap seseorang dari sebrang telfon.


Mendengar jawaban itu seketika mata Julia membelalak melihat pada nomor yang menelfonya.


'' Sejak kapan aku menyimpan nomor si brengsek ini?'' Tanya Julia dalam batinya sendiri.


'' Ada apa? Apa kau terkejut hem? Apa kau merindukanku?'' Ucap John sambil tersenyum bangga.


'' Sepertinya kau sedang bermimpi John, bangunlah dan coba hadapi kenyataan,'' balas Julia.


'' Ayolah Julia... jangan marah - marah....aku menginginkan mu... datanglah padaku maka aku akan menyelesaikan segalanya,'' balas John.


'' Jadi kau adalah biang keladi dari semua masalah ini John? Kau memang brengsek John...jika terjadi sesuatu pada ayahku maka aku tak akan memaaf kan mu....'' Hardik Julia


'' Tuuut.... tut....tut....''


'' Halo.... halo.... Julia... Julia.... shiiit...dia mengabaikan aku lagi,'' John melemparkan handphone nya sembarang.


Mendengar suara sesuatu yang jatuh sang sekertaris segera mengetuk pintu presdirnya.


'' Tok....tok...tok....''


'' Tuan...apakah terjadi sesuatu? Apa anda membutuhkan sesuatu?''


'' Masuklah!'' Perintah sang bos.


'' Urus handphone ku segera!'' Ucap John pada sekertaris nya.


Dengan segera sang sekertaris memunggut handphone yang layarnya telah pecah seribu bahkan cover luarnya telah berpencar.


'' Dasar orang kaya, seenaknya saja merusak barang dan menghabiskan uang,'' gerutu sang sekertaris.


'' Hei... apa yang kau lakukan, segera kerjakan apa yang ku perintahkan,'' kata John dengan nada keras.


'' Baik tuan,'' tak tunggu lama sekertaris itupun segera keluar dari ruangan John.


Sedangkan di rumah Julia, nampak dua orang sedang saling pandang setelah mendengar sesuatu dari alat penyadap telfon yang mereka dengarkan.


'' Apa ada yang perlu ku lakukan James?'' Tanya Victor.


'' Biarkan saja dulu, selama dia tidak mengganggu istriku, jangan lupa perketat keamanan Julia, aku tak ingin terjadi sesuatu padanya.'' Jelas James


'' Baik bos,'' Victor segera pergi dan memerintahkan beberapa orang kepercayaan nya untuk bersiaga dari jarak dekat atau pun jauh untuk melindungi nyonya nya.


Sementara James melangkah keluar dari ruang kerjanya menuju ke kamar. James membuka pintu dan dia melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi untuk mencuci mukanya.

__ADS_1


'' James...kau sudah pulang?'' Ucap Julia sembari mengusapkan handuk ke wajahnya.


James mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang. Dia membisikan sesuatu di telingga Julia.


'' Dari tadi sayang...''


'' James...kau membuat aku merinding,'' ucap Julia membalikan badanya dan memeluk sang suami.


'' James... jika aku mengatakan sesuatu apa kau akan marah?'' Tanya Julia yang masih berada di dalam dekapan James.


'' Tidak akan... katakan saja,'' ucap James sambil mencium puncak kepala Julia dan mengelus rambutnya.


Julia melepaskan pelukanya dan membawa James duduk di tepian tempat tidur. Julia mengambil nafas panjang dan menghembuskanya sebelum bercerita pada James.


'' James... John baru saja menelfonku,'' ucap Julia menundukan kepalanya.


Sementara James hanya tersenyum dan mengangkat dagu istrinya lalu berkata,'' tak apa sayang, itu bukanlah salahmu, akulah yang seharusnya segera menyelesaukan masalah ini.''


'' Apakah masalahnya sangat rumit James?''


'' Tidak serumit seperti akan mendapatkan dirimu sayang...'' Kata James memegang hidung istrinya.


'' James... lepaskan aku tidak bisa bernafas... aku serius James....'' Ucap Julia mencoba menepis tangan James dari hidungnya.


Merasa gemas dengan tingkah istrinya James meraih tengkuk Julia dan mencium bibir istrinya. Julia pun membalas ciuman James hingga mereka larut terbawa emosi asmara yang membara.


James hampir memejamkan matanya ketika handphone Julia berdering. James meraih handphone Julia yang berada di nakas dekat tempat tidur.


'' Mama....'' Gumam James


'' Sayang.... mama menelfonmu,'' kata James pada istrinya.


'' Hemm....'' Namun Julia tak kunjung membuka matanya hingga akhirnya James yang menjawab panggilan itu.


'' Iya ma...'' Jawav James.


'' James... di mana Julia?''


'' Julia sedang tidur ma... ada apa ma? Apa perlu James bangunkan Julia?'' Tanya James yang merasa ada kepanikan dari suara sang mertua.


'' Biarkan saja James... mama hanya ingin mengabari kalau papa ada di rumah sakit saat ini.''


'' Baiklah ma... kami akan segera ke sana.'' Ucap James.


'' Baiklah James... mama akan melihat kondisi papamu dulu... assalam mualaikum..''


'' Waalaikum salam.....''


James yang sebenarnya tak tega membangunkan istrinya dengan terpaksa berusaha membangunkan Julia.

__ADS_1


'' Sayang.... bangun....Julia....papa ada di rumah sakit....''


'' Apa .... katamu?'' Jawab Julia terkejut.


'' Papa mu di rumah sakit....'' James menggulangi perkataan nya sekali lagi.


Mendengar itu Julia langsung duduk dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri begitu juga dengan James. Mereka sudah terbiasa berbagi kamar mandi karena kamar mandi yang memang sengaja di buat dengan bathup lebih dari satu.


Sementara itu di rumah sakit.


'' Mama....'' Panggil Julian pada mamanya yang sedang termanggu memandangi papanya dari balik jendela kaca.


'' Julian...'' Ucap mamanya Julian seraya memeluk anak lelakinya itu.


'' Apa yang terjadi pada papa ma?''


'' Mama juga belum tahu Lian... Dokter masih memeriksa papamu...''


Tak lama kemudian James di ikuti Julia di belakangnya menghampiri mereka.


'' Mama.... apa yang terjadi pada papa?'' Tanya Julia dengan panik sambil terus melihat kearah ayahnya.


'' Mama juga tidak tahu....papa masih diperiksa dokter sayang....''


'' Papa....'' Ucap Julia mendekat pada jendela kaca. Matanya mulai berkaca - kaca, James yang melihat itu segera mendekati istrinya dan memeluknya.


'' Papamu akan baik - baik saja Julia... kita akan cari dokter terbaik untuknya.''


Julia membenamkan wajahnya ke dada James. Hatinya terasa perih melihat sang ayah yang begitu ia sayangi terbaring tak berdaya dengan begitu banyak selang bergelayutan di tubuh sang ayah.


Beberapa lama kemudian dokter membuka pintu ruangan di mana ayah Julia dirawat. Mereka segera menemui dokter tersebut.


'' Dokter.... bagaimana keadaan ayah saya dokter?''


'' Dokter.... bagaimana keadaan suami saya?'' Ucap sang ibu berbarengan dengan Julia saat melihat dokter keluar dari ruangan itu.


Mereka berdua pun saling menatap menunggu apa yang di katakan dokter.


'' Maaf nona , nyonya..... kami masih mencoba memberikan yang terbaik yang kami miliki.. sembari menunggu hasil uji lab, jika hasilnya sudah di ketahui kami akan segera memberi tahu....saya permisindulu....'' Ucap sang dokter bergegas pergi.


'' Terimakasih dokter....'' jawab Nyonya Parta.


James segera mengandeng istrinya, mencoba menguatkan Julia. Suasana sedih menyelimuti ruang rawat vvip itu. Tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini kecuali menunggu. Begitu juga dengan Julian yang tengah duduk dan sesekali memijat pelipisnya. Kini tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya.


🙏


😊


Salam hangat.... Author 🙏

__ADS_1


__ADS_2