BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
20


__ADS_3

Sementara itu di Hotel Grand P.


James sedang berada di ruang cctv. Dia memeriksa nomor polisi kendaraan yang membawa Julia kabur dari sana saat James memintanya jalan lebih dulu keparkiran dan menunggu di mobil.


James mengingat betapa bodohnya dia membiarkan calon istrinya itu berjalan sendirian sedang di luar sana banyak orang yang menginginkan si pewaris tahta itu.


James mencoba mengingat sesuatu saat itu.


'' Julia... Julia tunggu,'' teriak James saat melihat Julia seakan dipaksa masuk dalam sebuah mobil oleh seorang pria. Saat James berlari mendekat mobil itu sudah melaju kencang di jalanan.


James memang sengaja belum memberitahu keluarga Julia karena dia tak ingin suasana bertambah riuh. James hanya meminta orang - orang nya untuk mencari keberadaan calon istrinya itu.


James tersentak dari lamunanya saat melihat cctv yang dia putar berkali - kali itu. Dia segera berlari keluar menuju tempat parkir mobil yang membawa Julia. Fikiranya kacau sehingga tak dapat melihat dengan detail cctv itu.


Hal itu karena James terlalu fokus pada mobil dan orang yang membawa Julia. Namun tak dapat mengenalinya karena dia selalu membelakangi cctv. Hanya gaya rambut dan tubuh belakangnya yang terlihat.


'' Julia sebenarnya siapa yang membawamu,'' gumam James seraya memandangi dompet berwarna coklat tua dengan desain sederhana namun terlihat berkelas.


James memutuskan kembali ke rumahnya sambil menunggu informasi dari orang - orang nya. Dia mengendarai mobilnya dengan lambat, sambil terus memperhatikan warna mobil yang sama dengan mobil yang membawa Julia.


'' Banyak sekali mobil berwarna silver di sini tapi nomor polisinya berbeda,,,'' James merasa kepalanya sakit memikirkan semuanya, apalagi dia juga memiliki perasaan pada Julia walau ia tak tahu kapan perasaan itu mulai tumbuh.


Sudah hampir dua jam James belum juga mendapat petunjuk. Orang - orangnya sudah mengecek seluruh hotel di kota A, keluar masuk kendaraan di pintu tol, keberangkatan di bandara, penginapan - penginapan namun tetap tak menemukannya.


James memutuskan untuk memberi tahu keluarga Julia. '' Halo..... Julian, Julia di culik orang tak di kenal, apa kau bisa ke sini, baiklah aku menunggumu...''


Di Hotel Grand P.


Julian yang baru saja menerima kabar hilangnya Julia, adiknya, bergegas akan memberi tahu sang papa. Namun karena melihat papanya yang tengah berbincang dengan para tamu di ruangan vvip Hotel Grand P, Julian memutuskan untuk tidak memberi tahu papanya terlebih dahulu. Julian pun segera pergi kerumah James untuk mengetahui detail kejadian nya.

__ADS_1


James telah menunggu Julian di depan rumahnya. '' James bagaimana kejadian nya?'' Tanya Julian yang yang lebih tua dua tahun dari James.


James menyambut tangan Julian dan membawanya masuk ke rumah,'' ayo kita bicarakan di dalam.'' James dan Julian segera masuk ke ruang kerja James. James memperlihatkan rekaman cctv saat sebelum Julia di culik hingga mobil yang membawa Julia itu pergi.


James juga menceritakan tentang apa yang telah di lakukan anak buahnya untuk mencari di mana keberadaan Julia. Kemudian Julian pun juga menelpon orang - orang nya untuk mencari di mana keberadaan adiknya sekarang.


Sementara James dan Julian sedang sibuk mencari di mana Julia, Julia dan juga Wira tengah makan malam bersama di gazebo taman belakang tempat mereka menginap. Sambil mendengar gemericiknya air mancur mengaliri kolam ikan buatan serta penyanyi solo dengan suaranya yang merdu. Kadang riangnya Julia tertawa karena lelucon yang wira lakukan untuk menghibur Julia mengiringi acara makan malam mereka.


'' Baiklah hadirin sekalian semoga lagu - lagu yang kami persembahkan malam ini dapat menemani makan malam anda sekalian, dan berikutnya kami persilahkan bagi para tamu penginapan ataupun tamu yang datang untuk sekedar menikmati makan malam mungkin anda ingin mempersembahkan sesuatu karena gitaris dan solois kami akan rehat sebentar,,, kami persilahkan, tuan nona ,,, silahkan jangan ragu - ragu,,,'' demikian kata sang pembawa acara.


Dan yang membuat Julia terkejut adalah tentang apa yang di lakukan wira. Dia mengangkat tangan nya dan mengatakan jika kekasihnya akan memainkan sebuah lagu untuknya.


'' Owh.... Wiraaa... apa kau gila ha.... kita sedang dalam pelarian,,,'' kata Julia memelankan suaranya.


'' Owh.... darling,,, come one,,, kita juga butuh relaksasi buka ..... satuuuu.... saja, kumohon... untuk ku... please,,,,'' pinta Wira sambil mengatupkan kedua tangan nya di depan dada pertanda memohon pada Julia.


Akhirnya Julia pun maju dengan di temani Wira. Wira memberikan tangan nya pada Julia dan Julia menerimanya. Wira mengantarkan nya menuju tempat pembawa acara itu berdiri.


'' Mari nona manis,,, dengan nona siapa?'' Tanya sang pembawa acara.


'' Julia... Julia gunawan,,,'' celetuk Wira yang menyematkan nama belakangnya pada nama Julia. Meski Julia kaget mendengar itu tapi ia tak menampak kan ekspresinya. Dia tak mau membuat kekasihnya itu malu di depan umum, lagi pula orang - orang di sana tak tahu siapa dia bukan.


'' Baiklah... mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk nona Julia Gunawan...ye.....'' Gemuruh suara tepuk tangan orang - orang yang sedang makan malam di sana membuat Julia tersenyum simpul.


Julia mengalunkan tali gitar di lehernya dan mengambil standing microfon. Lalu dia mengatakan sesuatu,'' sebelumnya saya minta maaf kepada anda sekalian jika penampilan ini tak sebagus kakak - kakak yang tadi, dan saya mohon kepada anda sekalian untuk tidak mengambil gambar saya atau membuat live report, saya dan pacar saya sedang dalam pelarian cinta, kami mohon anda sekalian mendukung usaha kami ini....''


Julia memulai lagunya memainkan beberapa kunci gitar sebagai intro dan mulai bersenandung.


'' You are''

__ADS_1


''some time i count to find a way


a reason that i love you''


.............


.............


''You are my inspiration


you are my evening star


you are what makes me happy


you are my every thing''


............


............ etc.


Begitulah seterusnya Julia melantunkan salah satu lagu dari Dolly Parton. Para penonton yang ada di sana kebanyakan dari kalangan menengah, sedikit banyak setidaknya mereka tahu apa yang Julia senandungkan. Mereka nampak terhipnotis dengan lantunan Julia.


Namun di sana, meja di sudut ruangan seseorang membuat beberapa foto dalam statusnya. Meski Julia telah mengatakan sebelumnya, nyatanya masih ada di antara mereka yang masih membuatnya.


'' Terimakasih,'' kata Julia sedikit membungkukan badan nya.


Setelah Julia mengakhiri lagunya, Wira segera maju untuk menjemput Julia turun dari panggung yang sebenarnya hanya setinggi 30 cm. Wira memberikan tangan nya pada Julia untuk membantunya turun.


Tentu Julia menerimanya namun tanpa di duga oleh Julia, Wira mencium tangan nya dan tepuk tangan nan riuh dari orang - orang di sana mengiringi langkah mereka berlalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2