
*** Perhatian, ada adegan 21+, bijaklah dalam menyikapinya 😁!!!
James terus saja mendekati Julia, hingga Julia tak dapat bergerak kemana - mana lagi karena telah terkunci oleh tangan James dan bahunya sudah menempel pada lemari pakaian.
'' Aku memang gila, dan itu karenamu, jadi mana yang disentuh John tadi hah?'' Bisik James di telingga Julia.
'' Plak....''
Terasa begitu panas di pipi kiri James. James menatap mata Julia, ada amarah yang begitu besar dari sorot matanya mendengar apa yang James katakan padanya.
'' Kau pikir aku semurah itu ha,'' Julia meninggikan suaranya.
'' Apa kau mau mendengar penjelasanku? Tidak bukan? Kau tahu James, aku menabrak John di lorong toilet, dia membantu aku mengambil tasku yang terjatuh, dia sengaja melakukan itu karena ingin mendekatiku, saat aku akan berjalan pergi dari toilet dia dengan sengaja menarik tanganku dengan keras hingga aku dalam posisi seperti yang kau lihat tadi, dan dangan kebetulan kau tiba di sana, apa kau puas ha.''
Julia mendorong tubuh James agar menjauh darinya, dan berniat pergi dari sana. Tapi James memeluknya dari belakang.
'' Maafkan aku, maafkan aku Julia, aku terbakar api cemburu, aku jatuh cinta padamu, aku menyayangimu Julia, tolong maafkan aku,'' ucap James sambil terus menciumi tengkuk Julia.
Air mata Julia mengalir dengan derasnya mendengar pengakuan dari James. '' Sebenarnya aku juga menyimpan perasaan padamu James,'' batin Julia menghapus air matanya.
James membalik kan tubuh Julia menghadap padanya. Ibu jarinya menghapus sisa air mata di sudut mata Julia. Tanpa memberi aba - aba James memegang tengkuk Julia dan mel*mat bibirnya dengan kasar, terus dan teeerus tak menghiraukan Julia yang telah terengah - engah. Julia coba mendorong tubuh James agar dia bisa terbebas dari ci**an itu namun sia - sia saja. James telah di kuasai oleh hawa nafsu yang begitu besar.
Sadar bahwa perlawanan nya sia - sia dan tak akan mampu lepas dari James, Julia pasrah. Dia memejamkan matanya membiarkan James meluapkan sesuatu pada bibirnya. Hingga James melepaskan pagutan bibirnya menuruni leher jenjang Julia yang beraroma melati.
James benar - benar kalap. Kini tangan James telah menarik tali yang mengaitkan kimono mandi Julia. Julia mengengam kimononya agar tak lepas tapi James benar - benar membuatnya melemah dengan kelincahanya bermain lidah pada leher Julia.
Runtuhlah benteng pertahanan Julia, James telah melepaskan satu - satunya lembaran kain yang menempel di tubuh Julia. Ya, kimono mandi Julia telah terserak di lantai. James mengendong Julia membawanya ke atas tempat tidur.
James melepaskan lembaran - lembaran kain yang menempel padanya juga dengan cepat. James menc**mi kaki Julia, naik, naik dan terus naik, tapi James melewatkan bagian intinya dan bibirnya mendarat di inti perut Julia.
__ADS_1
'' Argh... emh...'' Julia berkali - kali mengerang merasakan apa yang James lakukan padanya. Dia tak mampu berbuat apa - apa lagi, dia kalah dengan rasa yang menggelayuti tubuhnya kini.
James mulai bermain dengan dua perbukitan kembar. Mengengam erat dan meremas ke duanya, menyesap puncaknya bergantian. Sedang Julia hanya memejamkan matanya, mengeliat - geliat merasakan geli yang meremang di sekujur tubuhnya.
Sementara itu John di mension nya.
John berdiri di tepi jendela, dengan tangan kanan memegang segelas minuman. John nampak tersenyum - senyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja dia alami bersama Julia tadi.
'' Mereka pasti sedang berperang.... ha...ha...ha...,'' ucapnya tertawa puas.
Dia menguncang - guncangkan minuman dalam gelas di tangan nya dan menenggaknya sampai habis.
Sedangkan di kamar James dan Julia.
Julia nampak terbaring lemas dengan nafas yang terengah - engah. James menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua yang polos. Ada air yang mengalir dari sudut mata Julia.
'' Tuhan ... aku telah memberikan tubuhku pada suamiku... aku telah melakukan kewajibanku sebagai seorang istri.... aku memohon perlindungan padaMu...'' Batin Julia.
'' Jangan menangis, aku adalah suamimu aku akan melakukan apapun untukmu Julia...aku mohon jangan menangis,'' ucap James menciumi pipi istrinya dan memeluknya erat.
Julia memejamkan matanya berada dalam pelukan James. Melewati malam yang menjadi pengalaman pertama bagi Julia bersama dengan James.
Pagi harinya.
Sinar mentari menerobos masuk melalui celah - celah tirai penutup jendela kaca di kamar. Julia mencoba membuka matanya yang masih berat. Tangan kanannya meraba sesuatu di sebelahnya tapi tak menemukannya. Julia menoleh dan James tak lagi ada di sisinya.
Julia beranjak bangun dari tempat tidurnya tanpa sengaja membuka selimutnya dan memperlihatkan tubuh polosnya. Dia lupa jika tak ada sehelai kainpun yang menempel di tubuhnya kini. Julia segera mengambil sesuatu sembarang yang dapat dia gunakan menutupi tubuhnya.
Saat akan beranhak ke kamar mandi, Julia melewati sebuah kaca besar yang terpampang di samping lemari pakaian nya. Betapa terkejutnya ia saat melihat bercak merah hampir merata di lehernya, pundak, bahkan saat Julia membuka kain penutup tubuhnya hampir sekujur tubuhnya ada bercak, bahkan ada yang nampak seperti luka lebam.
__ADS_1
'' Apa yang sudah dia lakulan,'' Julia berdecak kesal lalu masuk ke kamar mandi. mengguyur tubuhnya yang terasa pegal - pegal dengan air hangat dari shower lalu berendam.
Beberapa menit kemudian Julia telah siap dengan pakaian nya. Dia membuka pintu kamar menuruni anak tangga mencari aroma makanan yang menggugah cacing - cacing di perutnya.
'' Selamat pagi,'' sapa seseorang dengan suara bariton mengejutkan nya. Pasalnya Julia tak melihat siapapun ada di sana tadi saat dia turun.
'' Em... pagi,'' jawab Julia kikuk.
'' Apa kau lapar?'' Tanya James mendekati istrinya dan mencium kening nya.
Julia tak menjawab, dia hanya menganguk sambil menundukan pandangan nya, karena rasa malu menggelayuti pikiran nya.
James mengengam tangan Julia, menciumnya dan mengajaknya duduk. James mengambilkan piring berisi nasi dan mengisinya dengan sayur dan lauk pauk.
'' James dari mana kau dapat makanan sebanyak ini dannn...siapa yang akan makan sebanyak itu, dan kenapa harus pakai nasi?''
'' Sttttt....sayang.... apa kau meremehkan aku? Atau mau mencobanya lagi?'' James melirik ke arah Julia yang menggelengkan kepalanya kemudian James tersenyum.
'' Mulai saat ini, kau harus makan dengan gizi yang lengkap,'' imbuh James seraya meletak kan piring itu di depan Julia.
'' Tapi James ini terlalu banyak,'' elak Julia.
'' Kau harus menjaga nutrisimu, demi kesehatan junior kit nanti,'' sahut James cepat.
'' Junior? Apa sudah sejauh itu?'' julia bertanya - tanya dalam batinya.
'' Julia....''
'' Em?'' Ucap Julia nampak terkejut dari lamunan nya.
__ADS_1
'' Kenapa bengong, ayo makan,'' ucap James sembari melahap makanan nya juga.
Julia pun segera memakan apa yang telah James ambilkan untuknya. Sunyinya suasana ruang makan menjadi berubah saat seseorang masuk melalui pintu depan tanpa mengetuk pintu dan mengejutkan mereka.