BERSAMAMU AKU DAN HATIKU

BERSAMAMU AKU DAN HATIKU
70


__ADS_3

'' Mama...mama.... papa.... ma.... jari papa bergerak - gerak.''


'' Ia sayang..... papamu sadar,'' ucap sang mama mengengam tangan anak perempuan nya itu. Bahkan mereka berduapun sempat melompat - lompat kecil.


Mama Julia melihat guratan kesedihan dari wajah Julia yang tadi sumringah. Nyonya Parta itu merasa ada yang aneh dengan putrinya.


'' Ada apa sayang.... apa kau tidak senang papamu bangun?''


'' Mama..... aku akan bercerai dari James.''


'' Duarrrrrr......''


'' Apa? Kenapa sayang? Bukankah kalian baik - baik aja selama ini.''


Julia hanya tertunduk sedih dengan genangan air mata yang telah mengalir deras di pipinya. Mamanya mengajak Julia duduk dan mencoba menenangkan anaknya yang tengah menangis tersedu - sedu. Julia pun menceritakan apa yang terjadi pada mamanya dengan perlahan dalam tangisnya.


'' Maafkan mama dan papa sayang... karena kamilah kamu harus menanggung beban ini, setelah ini mama akan bicarakan dengan James.... kita akan cari solusinya oke.....''


Julia menganguk dan merebahkan kepalanya dalam pelukan sang mama. Nyonya Parta pun membelai rambut anaknya itu dengan lembut. Tak lama waktu berselang James datang menjemput Julia.


'' Ma.... kami pulang dulu ya... Julia butuh istirahat.''


'' Ehm .... James... tolong bicarakan lagi masalah perceraian kalian, mama berharap kalian akan baik - baik saja,'' ucap mertua James itu yang nampak amat sangat khawatir. Bagaimana tidak, Julia yang dulu sempat menolak perjodohan nya dengan James kini telah memberikan hatinya untuk pria itu sepenuhnya. Pasti akan sangat sakit rasanya saat memutus hubungan yang telah terjalin indah.


Selama dalam perjalanan pulang, Julia tak mengatakan sepatah kata pun. Dia hanya memandang arah luar jendela dengan sesekali mengusap sudut matanya yang nampak basah.


'' Sayang.... udah dong....'' Rayu James mengengam tangan istrinya agar tak selalu bersedih.


'' Hah... udah.... apanya James? Maksut kamu aku harus seneng karena kita mau cerai gitu? O... apa kamu sebenernya udah gak mau sama aku James?'' Ucap Julia begitu marah pada James.


'' Sayang.... kamu makan apa? Aku tahu kamu belum makan kan?'' James terus berusaha merayu Julia dengan tak melepaskan gengaman tangan nya.


'' Ngak selera,'' jawab Julia ketus.


'' Ya sudah di rumah saja....''

__ADS_1


James melajukan mobilnya hingga tiba di rumah. Tak ada kata - kata yang keluar dari bibir mereka berdua. Hanya sepi berteman kesunyian menghiasi perjalanan mereka.


Setibanya di rumah, Julia langsung saja turun dan menutup pintu mobil dengan keras. James yang masih ada di dalam pun hanya menghela nafas melihat tingkah istrinya yang masih terus saja marah padanya.


James mengikuti langkah sang istri masuk ke dalam rumah. Julia bahkan tak menghiraukan James lagi dan langsung masuk ke kamar.


'' Sayang....'' Ucap James menciumi ceruk leher Julia sambil memeluknya.


Julia terkesiap menerima perlakuan suaminya itu. Dia tak menyangka jika James akan melakukan itu saat Julia sedang marah.


'' Sayang... jangan marah... aku tidak akan pernah menceraikan mu, sampai kau sendirilah yang memintanya.''


Julia membalikan badanya yang masih dalam dekapan sang suami itu. Dia pun berkata pada James, '' apa maksutmu James? Apa kau sengaja mempermainkan aku.''


James tersenyum melihat ekspresi wajah Julia yang dengan kerutan di dahinya. James bukan nya menjawab malah memberikan kecupan lembut di kening istrinya itu.


'' Jangan cemberut terus nanti cepat tua....'' kata James memegang hidung Julia gemas.


'' James.... lepas... kau berhutang penjelasan padaku,'' Julia melepaskan pelukan suaminya dan duduk di tepi tempat tidur.


James segera duduk di sebelah Julia. dia menyantuh dagu istrinya dan mengarahkan padanya. Dia berkata, '' Julia... apa kau tahu jika aku sangat... sangat... lah mencintaimu.''


Ciuman nya bahkan terasa amat mendalam dan semakin dalam hingga menjadi ciuman yang mengebu membuat mereka berdua hanyut dalam gelombang asmara yang dalam.


Menerima perlakuan dari James, Julia memejamkan matanya. James segera membaringkan tubuh istrinya. Rasa cinta, sayang juga kesal berbaur menjadi satu dalam pergulatan panas, ranjang itu menjadi saksi bisu kisah asmara dua insan yang begitu rumit.


Kini hari semakin gelap mereka pun sudah dua kali melakukan ritual penyatuan suami istri. Julia memandang James dengan intens. Lalu James pun menjelaskan padanya tentang apa yang dia rencanakan. Sedang sang istri mendengarkan dengan seksama apa yang James ceritakan.


'' Tapi .... James... dari mana kau tahu semua itu?''


James tersenyum lalu berkata, '' apa kau lupa jika Mikes tahu tentang surat itu sewaktu kau berada di rumah sakit? Dia pula lah yang memberiku ide ini, meski ini ide gila, tapi aku tak tahu harus apa lagi Julia, jadi ku mohon percayalah padaku.''


'' Tapi Jammmmes.....''


'' Stttt..... '' James meletak kan jari telunjuknya di depan bibir istrinya meminta agar Julia tak lagi membantahnya.

__ADS_1


Julia hanya memandang James dengan tatapan yang sulit di artikan. Untuk beberpa waktu suasana menjadi hening, hingga sesuatu terdengar amat menganggu.


'' Krucuuuuuuk.....krucuuuk....''


'' He... he...'' Julia menampak kan giginya yang rata dan putih.


James tersenyum memeluk istrinya, membenamkan wajah sang istri ke dadanya yang bidang dan berkata, '' apa sekarang ha, sudah larut malam dan kau mau menyusahkan para kurir untuk membawakan makanan untuk mu?''


'' Tapi aku lapar....'' Rengek Julia.


'' Bagaimana kalau ke dapur? Aku temani hem...?''


'' Baiklah,'' jawab Julia bersemangat dan bergegas menuju dapur, begitu juga dengan James yang mengikuti istrinya.


Asisten rumah tangga yang di kirim ibunya James memang tidak memasak apapun hari ini. Karena sudah beberapa hari mereka sama sekali tak menyentuh makanan di rumah itu.


'' James.... bagaimana kalau ini,'' kata Julia menunjukan sebungkus ramen dan beberapa lembar sayuran berwarna hijau membuyarkan lamunan James.


'' Boleh... '' Jawab James menopangkan dagunya pada satu tangan memandangi Julia yang sibuk dengan pisaunya memotong beberapa helai sayur.


Tak lama dari itu dua mangkuk ramen telah siap tersaji di depan James, lengkap dengan telur dan sayuran hijau yang nampak begitu menggugah selera. James segera mengambil gagang sendok yang sudah di siapkan Julia dan menyesap kuah ramen itu, lalu memandang Julia.


'' Ada apa?'' Julia mengangkat ke dua alisnya heran dengan tatapan James yang aneh.


'' Apa tidak enak?'' Lanjut Julia bertanya pada James.


'' Ini sangat enak... '' Ucap James langsung menyuapkan ramen dan beberapa sayur ke dalam mulutnya.


'' Fiuh.... ada - ada saja kau James, senang sekali membuatku penasaran,'' gerutu Julia menghembuskan nafasnya kasar, sementara James sudah tak menghiraukan dan sibuk dengan isi mangkuk di depan nya.


Sementara itu di sebuah mansion.


'' ini tuan,'' ucap seorang kepercayaan John membungkuk memberikan sesuatu.


Sedangkan sang tuan hanya mengibaskan tangan nya setelah menerima satu botol kecil bahkan bisa di bilang berukuran sangat mini berisi cairan. Orang itu segera beranjak pergi dan John hanya tersenyum dengan bangganya.

__ADS_1


'' Hanya dengan ini, aku bisa mendapatkanya, kenapa tidak dari dulu saja aku melakukanya....'' Gumam John pada dirinya sendiri.


'' Julia.... Julia.... aku rela mendaki gunung dan menyebrangi lautan hanya untuk mendapat kan dirimu... '' Lanjut John seraya merebahkan punggungnya di kursi kebesaran.


__ADS_2